NovelToon NovelToon
Terlahir Kembali: Membuang Pengkhianat

Terlahir Kembali: Membuang Pengkhianat

Status: sedang berlangsung
Genre:Hari Kiamat / Ruang Ajaib / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:182.4k
Nilai: 5
Nama Author: Yulianti Azis

Naomi Allora mati membeku di tengah bencana cuaca ekstrem setelah dikeluarkan dari bunker oleh orang tua kandung dan tunangannya sendiri, dikorbankan demi anak angkat keluarga Elios, Viviane. Padahal Naomi adalah anak kandung yang pernah tertukar sejak kecil dan rela meninggalkan keluarga angkatnya demi kembali ke darah dagingnya, namun justru ditolak dan dibuang.

Diberi kesempatan kedua sebelum kiamat memusnahkan umat manusia, Naomi bangkit dengan ingatan penuh dan bantuan sistem. Kali ini, ia memilih keluarga angkat yang benar-benar mencintainya, mempersiapkan diri menghadapi bencana, mengumpulkan pengikut, dan membalas pengkhianatan. Dari kehancuran dunia lama, Naomi membangun peradaban baru sebagai sosok yang tak lagi bisa dikorbankan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yulianti Azis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ketegasan Naomi

Suasana kantin mendadak riuh. Beberapa murid berdiri dan menjauh, membentuk lingkaran, mereka seolah melihat pertunjukan menarik.

Salah satu teman Viola kehilangan kesabaran. Ia menerjang dan menarik rambut Naomi dengan kasar.

“Berani-beraninya kau. Dasar perempuan sialan—”

Namun Naomi bergerak cepat memegang dengan keras pergelangan tangan gadis itu. Ia lalu memutar pergelangan tangan gadis itu, memelintirnya hingga gadis tersebut menjerit kesakitan, lalu mendorongnya ke depan.

Aarrgghh!

Brugh!

Tubuh gadis itu terjerembab ke lantai.

“Hei!” teriak yang lain.

Dua teman Viola langsung menyerang bersamaan. Namun Naomi menghindar dengan sigap. Satu pukulan mendarat tepat di perut lawannya, sementara satu lagi ia balas dengan hantaman cepat yang membuat gadis itu terhempas ke belakang.

Dalam hitungan detik, dua tubuh sudah terkapar.

Kantin semakin heboh. Murid-murid menepi, sebagian menutup mulut tak percaya.

Viola membeku. Wajahnya pucat, matanya membelalak melihat ketiga temannya tumbang begitu saja. Ia tidak pernah menyangka Naomi bisa bertarung.

Naluri untuk kabur muncul, tetapi harga dirinya menahannya.

Dengan tangan gemetar, Viola mengangkat lengannya dan mencoba memukul Naomi.

Naomi menangkap tangan itu dengan mudah. Gerakannya tenang, nyaris dingin. Ia memutar lengan Viola, lalu menggunakan tangan gadis itu sendiri untuk menampar wajahnya.

Plak!

Plak!

Plak!

Naomi memberikan tiga tamparan keras di pipi gadis itu.

Viola terhuyung dan jatuh ke lantai. Ia meringis kesakitan, menahan pipinya yang memanas dan pecah bibirnya.

Naomi berdiri tegak di hadapannya, menatapnya tanpa ekspresi.

“Lain kali, pikirkan dulu sebelum merendahkan orang lain,” ucap Naomi tegas sambil menunjuk tepat di wajah Viola.

Suasana kantin mendadak berubah hening. Mata para murid yang menyaksikan kejadian itu terbelalak, tidak menyangka Naomi gadis yang selama ini dikenal pendiam dan mudah ditekan oleh Viola, ternyata memiliki kemampuan bela diri.

Naomi berdiri tegak, menatap keempat gadis di hadapannya dengan sorot mata dingin.

“Pergi dari hadapanku, ebelum kuberikan pelajaran lagi,” ucapnya tegas.

Suara Naomi terdengar tenang, tapi membuat mereka ciut ketakuta.

Ketiga teman Viola saling berpandangan. Tubuh mereka gemetar, rasa sakit bercampur malu membuat wajah mereka pucat. Tanpa berkata apa pun lagi, mereka bangkit dengan tergesa-gesa dan meninggalkan kantin, bahkan tanpa menoleh ke arah Viola.

Viola yang ditinggal begitu saja menggertakkan giginya. Tangannya mengepal kuat menahan amarah dan rasa malu. Ia perlahan bangkit, pipinya tampak lebam akibat tamparan Naomi.

Dengan mata menyala penuh kebencian, Viola menunjuk Naomi. “Masalah ini belum selesai,” ancamnya. “Aku tidak akan melepaskanmu begitu saja.”

Naomi tidak menjawab. Tatapannya tetap datar, seolah ancaman itu tidak berarti apa pun.

Viola mendengus kesal, lalu berbalik dan meninggalkan kantin dengan langkah cepat, menahan sakit sekaligus harga diri yang hancur.

Begitu Viola pergi, suasana kantin kembali ramai. Ketiga teman Naomi justru bertepuk tangan riang.

“Gila, Nao!” seru Timmy sambil berdiri. “Kau keren sekali! Kenapa tidak dari dulu saja kau menghajar mereka? Biar mereka tahu diri dan bersikap sopan.”

Ia tertawa kecil, lalu menambahkan, “Eh, ternyata kemampuan bela dirimu akhirinya keluar juga sekarang.”

Yura ikut menimpali sambil tersenyum lega. “Benar. Tapi sudahlah, yang lalu biarlah berlalu. Yang penting sekarang Naomi sudah kembali waras.”

Naomi menatap mereka satu per satu, lalu berdecak pelan dengan lidahnya. “Jangan membesar-besarkan,” katanya kesal. “Aku malas membahas merrka.”

Sonya memperhatikan rambut Naomi yang masih berantakan dan ternodai mayones. Ia mendekat sambil mengernyit.

“Rambutmu masih kotor. Ayo ke toilet. Kamu harus bersih-b3rsih duli sebelum masuk kelas.”

Naomi menunduk sebentar, lalu mengangguk. “Iya.”

Sonya menggandeng lengan Naomi, dan keduanya pun berjalan menuju toilet kampus, meninggalkan kantin yang masih dipenuhi bisik-bisik.

*

*

Berbeda dengan suasana di kampus, kediaman Elios justru diliputi amarah yang menyesakkan. Udara di ruang keluarga terasa berat, seolah tidak ada seorang pun yang berani bernapas terlalu keras.

Tuan Jack berdiri dengan wajah memerah, tangannya menghantam meja marmer di hadapannya.

“Kurang ajar!” bentaknya. “Selama ini cucuky diperlakukan seperti itu, dan tidak satu pun dari kalian mengasihani Naomi?!”

Di sampingnya, Nyonya Merlin tampak tidak kalah murka. Sorot matanya tajam, dipenuhi kekecewaan mendalam.

“Bahkan uang bulanan Naomi,” ucapnya dengan suara bergetar menahan emosi, “tidak pernah ia terima selama setahun penuh. Setahun! Apa kalian masih ingin menyangkal?”

Nyonya Ruby menunduk, bibirnya mengatup rapat. Tuan Leon duduk kaku, sementara Carlos dan Viviane hanya saling pandang tanpa berani bersuara.

Di hadapan mereka, sepuluh orang pelayan berjejer rapi dengan kepala tertunduk. Tubuh mereka gemetar, ketakutan jelas terpancar. Bukan hanya karena kemarahan tuan besar dan nyonya besar, tetapi juga karena kebusukan mereka telah terbongkar.

“Belum cukup sampai di situ,” lanjut Tuan Jack dengan suara dingin. “Kalian berani menukar barang-barang mahal milik keluarga ini dengan barang tiruan. Barang KW!”

Ia melemparkan pandangan tajam ke arah para pelayan. “Dan semua itu berdasarkan pengakuan Naomi sendiri. Jika Naomi tidak mengatakannya, mungkin di kediaman ini kalian sudah menukarnya dengan barang-barang palsu!”

Nyonya Ruby mendadak berdiri. “Apa?” suaranya meninggi. “Kalian berani melakukan itu di rumahku?!”

Tuan Leon ikut bangkit, wajahnya gelap oleh amarah. “Tidak tahu diri!” hardiknya. “Kami mempercayai kalian, tapi kalian justru mencuri!”

Carlos mengepalkan tangan. “Beraninya kalian mempermainkan keluarga Elios.”

Para pelayan semakin menunduk, beberapa di antaranya hampir berlutut.

Namun sebelum kemarahan itu berlanjut, suara Nyonya Merlin memotong dengan dingin.

“Percuma.”

Satu kata itu membuat semua orang terdiam.

Nyonya Merlin melangkah maju, menatap Ruby, Leon, dan Carlos satu per satu.

“Percuma kalian marah sekarang,” lanjutnya dengan nada tajam. “Karena sejak awal, kalian lebih mempercayai perkataan seorang pelayan daripada anak kandung kalian sendiri.”

Ucapan itu bagaikan tamparan keras. Ruangan mendadak sunyi. Tidak ada satu pun yang mampu membantah.

Nyonya Ruby menelan ludah, wajahnya pucat. “Aku … aku tidak tahu sejauh itu,” katanya lirih.

“Tidak tahu?” Nyonya Merlin tersenyum pahit menatap menantunya jtu. “Atau kau tidak mau tahu? Selama ini kau hanya peduli dan memperhatikan aanak angkatmu itu.”

Tuan Leon menghela napas berat, bahunya merosot. Carlos menunduk, sementara Viviane menggigit bibirnya, wajahnya menampilkan rasa bersalah. Padahal tangannya mengepal kuat di balik dreesnya.

Tuan Jack kembali bersuara, suaranya semakin tajam dan penuh tekanan.

“Mulai sekarang, aku ingin semua ini dibereskan. Tidak ada lagi yang menyentuh hak Naomi.”

Ya, tuan Jack berencana memberikan bagian saham Naomi sebagai bentuk minta maaf dan juga sudah hak Naomi menerima itu karena dia adalah keturunan kandung keluarga Elios.

Ia menatap para pelayan dengan dingin. “Dan kalian akan mempertanggungjawabkan perbuatan kalian.”

Para pelayan itu kini pasrah, wajah mereka pucat pasi.

1
Arbaati
kapokmu kapan
Kusii Yaati
nah kan kena gampar sama max, terlalu kepedean sih... tubuh max itu terlalu mahal untuk di sentuh sama yang murahan kayak elo... sakit nggak seberapa tapi malunya luar biasa, udah di tolak di depan umum kena gampar pula 🤣🤣🤣🤣
Atalia
mampus kau vivian 😂😂😂
Silla Okta
babang max emang the best,,, gak mungkin tergoda sama ulet keket,,,,, 🤣🤣🤣🤣🤣 next Thor
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
🤣🤣 Tumaan 🤣🤣 dipuskn berpa pri tuh 😤
Eka Haslinda
babang Max Seraaamm 👍👍👍
Hary Nengsih
salah sasaran y 🤣🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Si Zane ini sensi banget dah 🤣
Nor Azlin
Rasakan lah anak orang lain yang kalian jaga & anggap anak sendiri malah menikam kalian dari belakang🤣🤣🤣🤣ini lah karma yang kalian cari sendiri ...buat yang kayak nyonya sama tuan Elios ini berpada2 lah mau menjaga anak orang yang kehilangan kedua orang tua nya kerana ini sangat berbahaya akibat nya mereka membuang anak sendiri kedesa namun meranti kan anak orang lain menjadi puteri mereka...sesuatu kebenaran sangat menyakitkan di saat semua nya terbongkar dengan sendiri disaat kalian di ambang kehancuran bukan bisa menolong malah membinasakan masa depan kalian semua yah 😂😂😂semoga ini titik pelajaran buat kalian para manusia busuk darah daging sendiri dituduh2 Mulu dasar orang tua bodoh percaya dengan orang luar berbanding anak yang di kandung kan nya sendiri ...ini lah contoh orang tua bodoh sudah ada anak sendiri masih mau ambil lagi beban yang akan membinasakan diri mereka sendiri deh...lanjutkan thor
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
mantap Max walau menurut saya kurang tp tak apa itu sebagai perkenalan sama Viviane 😉😏😅
Passolle
lanjut thor
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
Zane sblm kamu marah dan pertemananmu dngn Max hancur gara" tunangan mu itu mending selidiki dulu 😏
zylla
yakin? 🤣🤣🤣🤣
zylla
Zane benar" bodoh
Lesmana
wkwkwkwk brasa timmy lg ngejual sonya ke clay😄😄😄
Tiara Bella
Viviane kena tampol max... mana mw diksh para pria lg kan itu hukuman dr max bt cwek kegatelan
🍒⃞⃟🦅 ☕︎⃝❥ᴍᴀʀɪᴀ
puas gak tuh viviane🤣🤣🤣
@ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎
hahahaha rasakan itu vivian
nnti pulang jadi apa coba
@ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎
blm tau kah yg sebebrnya kau zen
🏡s⃝ᴿ . Cha
go maxxxx i lope you
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!