Duo kembar mengajak bermain ke mall di kota agak jauh dari tempat tingal kami dan tidak segaja malah bertemu papanya padahal aku menyembunyikan keberadaan mereka dari papanya
kami di jodohkan orang tua dia tidak pernah menerima perjodohan ini kerena dia punya kekasih bahkan aku sempat di madu
Saat dia menceraikan aku dia tidak tahu kalau aku hamil dan aku sembunyikan kehamilanku dengan bersembunyi di tempat lain memang tak mudah perjuanganku hamil anak kembar tetapi semua aku jalani dengan dukungan adek almarhum ibu yang selalu mendukung ku
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama ende, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 1 Si Kembar bertemu dengan papanya
Hari liburan untuk si kembar sudah datang sesuai dengan janjiku aku mengajak dia bermain ke mall di kota. Kami memang tingal di kecamatan yang tidak jauh dari kota kabupaten.
Kenalkan namaku Tiara andini seorang. Ibu tunggal yang di ceraikan ketika saat hamil si kembar dan mantan suami tidak tahu kalau aku hamil saat di ceraikan
" Bunda jangan melamun saja ini kita sudah Sampai" kata Barra anak lelaki Ku
" Bunda ayo aku nggak sabar mau masuk di area permainan" kata Bianca anak perempuan Ku. Ya mereka adalah kembar satu pasang laki laki dan perempuan
" Ok anak anak kesayangan bunda tunggu Mbah Endang lah jangan lari " kata ku
Mbah Endang adalah adek dari ibuku yang mendampingi aku saat aku hamil dan melahirkan si kembar mereka semangat hidup ku setelah ke dua orang tuaku meninggal. bi endang adalah penolongku karena hanya dia keluarga satu satu yang masih hidup dari keluarga ibuku
Aku membayar taksi online yang ku tumpangi sedangkan mereka sudah masuk ke dalam mall dengan neneknya. Aku masuk mall mencari keberadaan mereka ternyata mereka sudah berada di area permainan aku pun menyusulnya
" bunda aku mau ke toilet buang air kecil" kata Barra
" Ayo di antar mbah saja biar bunda nunggu adek di sini mbah juga ingin ke toilet juga" kata bibi Ku. Mereka pun pergi ke toilet bersama tapi beda toilet bibiku di toilet wanita dan anak ku sudah bisa ke toilet sendiri jadi di ketoilet laki laki dan agak lama mereka di toilet tetapi ku awasi dari jauh Sampai mereka keluar hampir bersamaan
" Mbah tunggu mereka ya aku mau belikan baju buat mereka tunggu sambil duduk saja biar nggak capek" kata ku
" Iya nduk jangan lupa belikan Mbah daster yang adem ya" pinta beliau
" Ok" jawabku sambil mengacungkan jempol pada bibi Ku
Aku segera membeli baju untuk si kembar ya si kembar sekarang usia enam dan tahun ajaran baru ini mereka akan masuk SD usia mereka enam tahun lebih jadi usianya sudah bisa memasuki SD aku segera berburu baju buat mereka karena baru saja dapat rejeki dan tidak lupa aku juga membelikan daster untuk bibi ku yang selalu mambantu aku dan aku repoti untuk mengasuh si kembar tanpa mau di gaji jadi aku harus berbakti pada nya
Selesai aku membeli baju buat mereka aku menghampiri mereka di tempat bermain aku mengawasi mereka duduk dengan bibi ku sambil becanda mereka mendekat
" Bun lapar ayo makan dulu adek ingin makan di McD ayam nya sangat enak" kata Bianca
" Ayo panggil dulu kakakmu kita ke sana sama sama" kataku
Tidak lama kami pun pergi ke restoran cepat saji ke sukaan anak anak kerena di sana es nya banyak macam nya dan di sukai anak anak begitu juga ayam goreng tepungnya sangat cocok di lidah anak anak dan hari ini aku turuti kemauan anak anak dan belum tentu satu bulan sekali aku bisa memanjakan nya
Setelah pesanan selesai kita makan bersama dan Barra dan Bianca makan dengan semangat
" Pelan pelan makan nya tidak ada yang minta" kata ku sambil terkekeh mbah nya juga ikut tertawa
" Mbah lebih suka mana ayam goreng apa nasi pecel" tanya si Barra
" Lebih enak nasi pecel lebih sehat banyak sayurnya kalau ini namanya junk food" jawab mbahnya dan mereka melotot tidak percaya saat asik bercanda ada yng memangil Barra
" Hai Barra kamu di sini om cari kemana kamu nggak dapat teryata kamu di sini ini jam tangan mu tadi jatuh" kata suara itu dan sangat familiar di telinga Ku
" Hem om Adit terima kasih sudah mengembalikan jam tangan Barra tadi Barra nggak tahu kalau jam tangan Barra jatuh" jawab Barra. Aku menoleh dan dia juga menoleh padaku dan aku melotot
" Mas Aditya " kata ku
" Tiara Andini" kata dia bersamaan dengan aku
" Eh bunda sudah kenal dengan om Adit tadi Barra ketemu di toilet dia membantu Barra pasang resleting Barra" kata Barra menjelaskan
" Eh Tiara tante endang apa kabar kalian dan Meraka " kata mas Adit menggantung ucapan nya
" Ini adek kembarku om namanya Bianca dan itu bunda ku dan yang di sana nenek ku" Jawab Barra
" Mana ayah mu Barra" tanya mas Adit
" ayah ku kerja jauh di laut om dia kerja di kapal pesiar dang nggak pernah pulang" jawab Barra ngaco
" Ayo cepatan kita segara pulang sudah sore ini rumah kita jauh lho" kata ku
" Tiara aku ada perlu ngomong sama kamu" kata mas Adit
" Maaf nggak ada yang harus kita omongin lagi masa lalu kita sudah selesai dan aku nggak mau " jawabku
" Ih bunda ketus banget sama om Adit katanya kita nggak boleh ketus sama orang" kata Barra
" Barra Bianca lanjutkan makan kalian lalu kita pulang" kata ku pada meraka
" Om nama om kok ada di nama belakang kita ya" tanya Bianca tiba tiba
" Emang nama lengkap Bianca siapa" tanya mas Adit
" Bianca jangan banyak bicara nak " kata ku mengingatkan kan
" Barra Aditya Wijaya dan Bianca Aditya Wijaya nama om siapa lengkapnya" Kata Barra yang tidak ada takutnya walaupun aku melotot sama dia
" Wah kamu hebat kelas berapa kamu sekarang" tanya mas Adit
" Kelas Tk B om bentar lagi kelas satu SD" jawab dia dengan lantang
" Ayo cepat selesaikan kita segera pulang bunda di cari orang mungkin bunda dapat rejeki lagi" ajak mu
Anak anak segera cuci tangan ke wastafel di antar bi endang
" Jadi selama ini kamu sembunyikan keberadaan anak anak Ku. Mau kamu kuasai sendiri mereka" tanya mas Adit
" Sudah mas Adit nggak usah urusi kami. urusi saja sarah istrimu yang sok baik tapi culas" serang ku
" Ara sekarang kamu tingal di mana" tanya dia
" Maaf mas jangan ganggu hidup kami yng sudah tenang aku nggak mau anakku celaka kerena ulah istrimu" jawabku kemudian aku tinggal kan dia sendirian dan kami keluar dari mall langsung naik taksi dan aku memastikan tidak ada yang mengejar kami
Kami saling diam di dalam taksi sampai si Bianca
" Bun tadi beliin baju apa buat Aca dan barra" tanya dia
" Bunda beli tiga setel masing masing untuk kalian dan juga daster untuk Mbah" jawabku
" Bun kita beli roti di conato ya" punya Barra
" Pak di conato berhenti sebentar ya" pinta ku pada sopir taksi
Kami berhenti sebentar di toko roti conato hanya aku yang turun dan membeli mereka aku suruh diam di mobil menunggu ku selesai beli roti aku masuk lagi ke mobil
" Bun memang om Adit itu siapa kok kayak bemusuhan sama bunda" tanya anak ku
" Barra, Bianca dengarkan sekarang bunda nggak mau cerita siapa om Adit sekarang nanti kalau sudah waktunya bunda akan cerita jadi jangan tanya tanya lagi bunda nggak suka". Kata ku berusaha menekan agar anak anak nggak tanya lagi karena aku belum siap berbagi mereka dengan mas Adit.
Bersambung .......