Pertemuan Elina dengan Alex seorang mafia kejam yang dikenal dengan julukan "Raja Iblis" memiliki kekuasaan diberbagai wilayah, Alex yang memiliki masa lalu kelam dan telah melakukan banyak kekejaman dalam mencapai kekuasaannya, tetapi ia memiliki prinsip untuk melindungi yang lemah dan tidak berdaya.
Ketika seorang wanita muda bernama Elina dikejar oleh geng rival, ia berlari menuju klub malam mewah yang terkenal dan ternyata merupakan milik Alex, untuk menghindari kejaran geng rival dan mencari perlindungan Elina pun memasuki klub malam tersebut.
Di dalam klub tersebut Elina tak sengaja bertabrakan dengan Alex, Alex yang terkejut mencoba untuk mencerna apa yang terjadi pada wanita yang menabraknya. Elina yang tak tau siapa itu Alex, langsung meminta pertolongan padanya. Pertemuan ini pun menjadi awal dari cerita yang akan penuh dengan aksi, romansa dan intrik.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MY QUEEN ATRI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pulang Kerja
"Yeayhhhh akhirnya kita pulang" ucap Elina pada Raya dimana waktu sudah pukul 15.00 waktunya pulang kantor.
"Hari ini kita kemana yah Elina, bosan kalau langsung pulang ke rumah" ucap Raya
"Bagaimana kalau kita pergi membeli makanan dan minuman terus kita pergi ke taman deh" ucap Elina
Elina dan Raya pergi ke pasaraya membeli jajanan, setelah selesai membeli jajanan mereka berdua pergi ke taman untuk menikmati jajanan yang mereka beli sambil menikmati suasana taman yang sejuk, sambil bercerita tentang kehidupan mereka masing-masing
"Hidup memang terasa melelahkan yah" ucap Elina
"Fyuhhh kerja seserius ini tapi gaji sebercanda itu ah hahahaha" ucap Raya sambil memegang perutnya akibat tertawa terbahak bahak
"Kapan yah kita jadi kaya raya, ada gak yah kerjaan santai tapi gaji nya tinggi" ucap Elina sambik menghela nafas.
"Bagaimana kalau kita cari sugar dedy" ucap Raya dengan nada bercanda
"Kamu nih Raya, ada-ada aja, kamu dan khayalanmu itu, Ray Ray sadar kamu" ucap Elina menggelengkan kepala dan menepuk jidatnya
"Bercanda Elin" ucap Raya sambil tertawa dan mendorong pelan bahu Elina.
Hari sudah semakin sore dan menunjukkan pukul 17.30 "hari sudah semakin sore, ayo kita pulang" ucap Elina.
Elina dan Raya beranjak dari kursi duduk dan pergi meninggalkan taman dan pulang ke rumah mereka masing- masing "Hati-hati Elina, cepatlah pulang ke rumah mu, sebelum hari semakin gelap" ucap Raya
"Iya, kamu juga hati-hati yah, jangan keluyuran ke tempat lain lagi Ray" ucap Elina dengan nada bercanda
Akhirnya mereka berdua berpisah arah karena jalan rumah mereka berlawanan arah.
Elina berjalan menuju rumah nya, tidak lama kemudian hari sudah mulai gelap, walau hari belum terlalu gelap Elina masih trauma dan merasa takut bagaimana jika ada yang mengikutinya lagi.
Elina mempercepat langkahnya, tapi Elina kembali merasa aneh, seperti ada yang mengikutinya, segera ia membalikkan badan dan mengecek sekitar "Ahh gak ada kok, mungkin cuman perasaanku saja, hhhhh.... Ah hahah hemmm" ucap Elina dengan tertawa kecil dan berusaha menenangkan diri.
Kembali Elina melanjutkan perjalanannya menuju rumah, ia mempercepat langkahnya, tapi tiba-tiba saja ada seseorang yang memegang pundaknya, tangan yang terasa begitu besar dan kekar.
Teriak Elina "Akhhhh, siapa kamu, tolong jangan sakiti saya, saya tidak punya barang berharga yang bisa saya berikan" spontan Elina terjatuh lemas dan menutup wajahnya.
Sekujur tubuh Elina gemetaran, ia tak sanggup membuka matanya dan melihat siapa yang tiba-tiba memegang pundaknya tanpa suara sedikitpun.
"Heii, kamu kenapa Elina, ini aku Alex, buka mata mu" ucap Alex terkejut melihat reaksi Elina.
Teriak Elina "Akhhh tidakkkkk"
"Elina, ini aku Alex" ucap Alex sambil memegang kedua bahu Elina dan berusaha menyadarkannya.
"Alex, akhh..... kamu apa apaan sih, bikin kaget aja, aku kira tadi siapa, kenapa kamu memegang pundak ku tanpa bersuara dulu sihh" ucap Elina sambil gemetaran.
Jantung Elina berdegup kencang, Elina berusaha berdiri tapi kakinya lemas, akhirnya Alex membantu Elina untuk berdiri. Elina membersihkan pakaiannya dengan mengibas-ngibaskan pakainnya menggunakan tangannya, karena tadi terjatuh lemas.
"Maaf aku tidak bermaksud mengagetkan mu Elina, aku tidak tau kalau reaksimu akan seperti ini, aku tadi hanya melihatmu berjalan sendirian dan hanya ingin menyapa" ucap Alex.
"Yahhhh gak apa-apa, tapi siapa sih yang gak bakalan kaget, kalau tiba-tiba ada yang megang pundak orang lain tanpa bersuara" ucap Elina dengan muka cemberut.
"Sekali lagi maaf yahh hhhh" ucap Alex
"Iya aku maafin, tapi lain kali kalau mau menyapa bersuara yah, biar aku tidak kaget, mana hari sudah gelap lagi" ucap Elina
"Baiklah, lain kali aku akan berteriak dulu nona Elina" ucap Alex dengan tertawa kecil.
Alex tertawa melihat raut wajah Elina yang masih cemberut. Alex bukannya merasa bersalah, eh malah tertawa. Elina yang berusaha untuk menenangkan diri bertanya pada Alex.
"Kalau boleh tahu, memang nya kamu lagi ngapain malam-malam begini jalan kaki" ucap Elina dengan heran.
"Biasa, olahraga malam, joging" ucap Alex.
"Ough, joging" ucap Elina
"Kalau kamu mau ke mana, ini kan sudah gelap" ucap Alex.
"Tadi sepulang kerja, aku dari taman bersama temanku dan sekarang aku mau pulang ke rumah ku" ucap Elina.
"Kalau begitu aku temani kamu jalan sampai di rumah kamu, karena sepertinya kamu masih takut setelah melihat reaksimu tadi hhhhh" ucap Alex dengan nada mengejek.
Ada apa dengan Alex, setiap bertemu dengan Elina, Alex selalu tertawa dan terlihat lebih bahagia. Biasanya Alex selalu serius walaupun bersama Reza atau pun Andre. Apakah Alex memiliki perasaan pada Elina ???
"Iiiisshhh, emangnya apa yang lucu, udah berulah ngetawain lagi" ucap Elina dengan nada kesal.
"Maaf-maaf, abisnya raut wajahmu itu" ucap Alex dengan senyum mengejek di wajahnya.
Elina membalikkan badan dan berjalan meninggalkan Alex dengan kesal. Alex mengikuti Elina dari belakang sambil mengamati Elina. Alex merasa wanita yang berjalan di depannya ini membuat hidupnya sedikit lebih berwarna.
"Kenapa setiap aku bertemu dengan wanita ini, tanpa sadar aku tertawa dan tersenyum, biasanya aku tidak seperti ini, apa yang terjadi padaku" ucap batin Alex.
Elina terus berjalan, sesekali berbalik melihat Alex yang berjalan di belakangnya, Elina penasaran apa yang dipikirkan Alex dengan raut wajah yang serius itu berjalan dengan penuh karisma.
Elina akhirnya sampai di depan rumahnya, Elina berbalik dan mengucapkan terimakasih pada Alex karena lagi-lagi Alex menemaninya hingga sampai di depan rumahnya.
"Terimakasih Alex, karena sudah menemani ku berjalan hingga ke rumah ku" ucap Elina pada Alex.
"Tidak masalah, kebetulan juga aku masih mau melanjutkan joging ku, kalau begitu masuklah ke rumahmu, aku pergi dulu" ucap Alex berbalik pergi meninggalkan Elina dan melanjutkan jogingnya.
"Hati-hati di jalan, Alex" teriak Elina sambil melambaikan tangan pada Alex yang jaraknya sudah cukup jauh.
"Wanita itu memang unik" ucap Alex dengan senyuman diwajahnya.
Elina masuk ke dalam rumah, ia membersihkan diri dan mengganti pakaian, saat berbaring Elina berpikir kenapa Alex begitu baik.
"Dia pria yang baik, tapi kalau dipikir-pikir dia tahu rumah ku, tapi aku tidak tau di mana rumahnya, kira-kira dia tinggal di mana yah" ucap batin Elina.
"Oiya, tadi bisa-bisanya dia menertawakan ku, apanya yang lucu, aku gak nyangka setelah mengagetkan ku, hhhhaahhh tak lama dia tertawa, dasar pria aneh, tapi dia baik" ucap Elina sambil memegang dan mengacak-acak rambutnya karena frustasi memikirkan kejadian tadi.
"Sudahlah lebih baik aku tidur, hemmm aku lelah" ucap Elina sambil menguap.
Akan kah Alex dan Elina bertemu kembali??? Nantikan episode selanjutnya yah 🤗
kak lanjut epsd 3 dong 🔥🔥