KHUSUS AREA DEWASA!
"Wanita itu menyuruhku untuk melupakan adegan panas yang dilakukan dengannya semalam?
yang benar saja!!.."
"Tidak semudah itu
nona Kaira!..." (Arka)
Seharusnya tak harus terjadi tapi memang itu kenyataannya, Kaira menyukai sosok lelaki tampan blasteran New York (Arka Bryanditama) sekaligus kakak ipar juga pria yang sempat ia tolak dulu saat dijodohkan dengannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dilla_Nurpasya_Aryany, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 22
"Gak ada penolakan ya gue buru-buru mau meeting, namanya Sharena tempatnya gue sherlock lewat pesan..." Ujar Sean.
Arka memijit kening mendengar ulah sahabatnya itu.
"Bilang yang sejujurnya jangan ngaku lo gue Ka sebut saja nama sendiri..."
"Oke oke, merepotkan sekali!..." Lirih Arka.
"Ya tau, maaf dan terimakasih my brother.." Timpal Sean seraya mengakhiri panggilan itu.
"Hmmm."
Kebetulan Arka baru selesai bertemu dengan kenalan papa Ditama di kota A, ia berencana pulang ke rumah tapi setelah menerima panggilan dari Sean sepertinya ia harus menemui wanita itu dulu di restoran yang dimaksud.
Arka menancap gas mobilnya kembali setelah pesan dari Sean terkirim..
Sementara itu...
Kaira mengaduk-aduk minuman yang ada di depannya itu sambil menunggu seseorang. "Haish kau layaknya buaya betina Kaira, memilih 5 cowok dalam satu hari yang benar saja?..."
"Aku tak peduli jika ada yang menarik perhatianku akan ku gunakan untuk melupakan Arka, ya benar!.."
Arka memarkirkan mobilnya di depan restoran itu, ia turun dan melangkah memasuki restoran. Tak sedikit orang-orang yang ada di sana kagum dengan sosok Arka, selain tinggi lelaki itu juga sangat tampan berwibawa wajah blasteran-nya begitu melekat.
"Meja kedua dari dekat jendela?." Mata Arka menyapu sekeliling ruangan itu mencari orang yang dimaksud.
"Mungkinkah itu?."
Terlihat wanita berambut panjang duduk sendirian layaknya sedang menunggu, membelakangi arah Arka datang.
Arka melanjutkan langkahnya kembali untuk menghampiri. "Dengan nona Sharena?.."
Kaira sontak memutar badan saat ada yang memanggilnya. "Iya saya sendiri?.." (Sharena nama kepanjangan Kaira yang digunakan: 'Kaira Sharena Rangga')..
Saat manik keduanya bertemu Kaira syok, Arka sendiri terkejut mendapati itu.
"Kaira?.."
Arka memastikan kembali wajah wanita itu, Kaira panik dibuatnya. "Ah hallo kak..." Kaira mencoba tersenyum tenang.
"Yun kenapaaaaaaa yang datangnya Arka???.." Batin Kaira menjerit tak karuan.
Arka terdiam mendapati hal itu, ia duduk di hadapan Kaira yang tersenyum namun menunduk layaknya sedang berpikir keras.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang? apa!!!..." Batin Kaira meronta tetapi bibirnya masih tersenyum menutupi kepanikannya.
Hening sekali tidak ada yang bersuara, Arka hanya duduk menatap tajam wajah Kaira. "Kau berkencan dengan Sean?."
Seketika otak Kaira engeh. "Pantas saja nama Sean Candra terasa familiar rupanya Sean waktu itu..." Batinnya.
"Kenapa kau bisa datang ke sini?." Kaira sengaja mengalihkan pembicaraan.
"Jawab pertanyaanku dulu maka ku jawab pertanyaanmu!.." Dingin Arka.
Kaira dibuat gelagapan sendiri apalagi melihat tatapan tajam mata biru itu yang tampak mengintimidasi. "Hanya untuk bersenang-senang, ya tidak ada salahnya toh aku sendiri masih muda.."
"Dengan Sean?..."
"Ya begitulah aku melakukannya sengaja hanya untuk sesuatu, tetapi yang datang malah kamu.." Balas Kaira seadanya.
"Bukankah kau menyukaiku? secepat itu kah? woah kau hebat sekali dalam bermain pasangan nona Kaira, aku tak menduganya bahwa kau seperti ini..." Lirih Arka.
"Tidak yang benar saja!!!..." Kaira tak terima dikatai seperti itu.
"Lantas ini?..." Balik tanya Arka dingin.
"Ya ampun, aku seperti ini juga untuk bisa mengubur perasaan tapi kenapa malah dia sendiri yang datang?..." Batin Kaira.
"Sudah ku bilang hanya untuk bersenang-senang jangan kau samakan aku dengan pemain lelaki!.." Tegas Kaira tak mau dibantah.
Arka hanya diam saja sambil menatap lekat wajah cantik Kaira, ia menyadari ada keanehan di sini.
"Sekarang giliran kau yang menjawab pertanyaanku, dimana Sean lelaki kencan ku malam ini?." Tanya Kaira.
"Malam ini aku lelaki kencanmu!..." Dingin Arka penuh penekanan.
Kaira seketika terdiam pikirannya menerawang jauh kemana-mana. "Ku mohon jika setidaknya tak bisa digapai jangan seperti ini, kenapa susah sekali? dia dan dia yang terus muncul..." Batinnya.
Kaira menatap lekat wajah Arka. "Yang benar saja aku adik iparmu bagaimana bisa kita berkencan.." Ucapnya sengaja.
"Tidak ada bantahan atau ku beritahukan hal ini kepada papamu..."
Kaira melotot. "Hei!!!..."
"Bagaimana?." Tanya balik Arka.
"Tidak, aku keluar rumah hanya untuk menghindari lelaki ini masa harus berkencan dengannya, yang benar saja!.." Batin Kaira geli.
Wanita itu sontak berdiri. "Jadi sebenarnya aku sudah makan tadi duluan, sampai nanti aku pul....."
"Silahkan nikmati makanannya nona...." Potong pelayan membawa pesanan Kaira.
"Yaaa terimakasih..." Balas Kaira, rasanya ia ingin menangis sekarang juga.
Arka mengangkat alisnya sebelah, Kaira hanya tersenyum menahan malu sontak saja ia duduk kembali.
"Baiklah kita berkencan malam ini..." Pasrah Kaira. "Untuk menghindari Arka sepertinya aku harus kembali lagi ke Bandung.." Batinnya. "Bukan tak mau atau apa aku takut perasaanku sakit..."
Terdapat senyum menyeringai dari sudut bibir Arka saat melihat wanita itu patuh. "Baiklah kita langsung saja ke intinya..."
"Maksudmu?." Tanya Kaira tak mengerti.
"Pergi ke hotel..."
"Untuk?." Ulang Kaira.
"Kencan kita malam ini menghabiskan waktu bersama di sana.." Timpal Arka dengan entengnya.
"Hah!!! apa yang namanya kencan harus berujung pergi ke hotel?.."
"Langsung ke intinya saja itu lebih baik..."
Kaira menggigit bibir bawahnya. "Yuna kampret tolongin gue!...." Batinnya menjerit.
Bersambung...
Tinggalkan jejaknya sebagai dukungan, kasih saran juga kritiknya di kolom komentar!..🤗
wesss.. sak karepmulaah, Ka...
wong penak tooo...
awalnya agak males baca.
tapi akhirnya tertarik buat baca kesimpulannya KAIRA begok itu aja sih.. pick me bgt. klo ngomong gak terus terang jd ambigu. gak bisa ambil keputusan.
padahal semua keluarga udah setuju ya kan tinggal bilang iya pacaran sama Arkaa gitu aja, nggak usah ribet orang tua keduanya juga setuju gitu. lah si kairanya NGLONTE sukanya.