When Gods Grow Bored berlatar di sebuah benua kuno "Nirenva" yang dilanda perang tanpa akhir, tempat kerajaan-kerajaan saling membantai atas nama para dewa yang pernah turun dan meminjamkan kekuatan mereka kepada umat manusia. Di dunia di mana nilai hidup diukur dari restu ilahi, Kai Jhoven: seorang anak tanpa berkah dan tanpa asal-usul tumbuh sebagai sosok terbuang, dipaksa bertahan di tengah kekacauan yang tidak pernah ia pilih. Ketika sebuah kekuatan asing akhirnya menjamah dirinya, Kai Jhoven terseret ke dalam pusaran konflik yang jauh lebih besar dari perang antar manusia: intrik ilahi, kekuasaan yang dipinjam, dan kebenaran kelam di balik mukjizat yang disembah dunia. Dalam perjalanan dari medan perang hingga jantung kekuasaan, takdir, kepercayaan, dan kemanusiaan diuji; sementara langit yang selama ini dipuja perlahan mulai retak.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jhoven, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Vs Jörmungandr (6)
Beberapa waktu sebelum party Given diserang oleh Typhon. Asgard, Dunia atas sedang mengalami ketegangan.
####
Valhalla, aula megah para dewa/i.
Fraksi Dewa Primordial menyelenggarakan rapat.
Fraksi Dewa Primordial:
Pemimpin: Khae’Thuun, Sang Awal dan Akhir Keheningan/ Dewa eksistensi pasif dan kejenuhan abadi.
3 Petinggi:
Astraezas
Sang Pelipat Langit, Dewa Distorsi Ruang dan Jarak.
2.Ylvarnox
Penjaga Kekekalan Retak/ Dewa keabadian.
3.Seraphel Veyr
Arsitek Realitas Awal. Dewa yang ikut “menyusun” hukum dunia sebelum manusia ada.
Anggota:
1.Noctyrr / Bawahan Ylvarnox.
Yang Berbisik di Balik Bayangan.
Dewa rahasia, pengkhianatan, dan konspirasi.
2.Vaelthys / Bawahan Astraezas.
Penenun Keputusan.
Dewa pilihan-pilihan kecil yang berujung tragedi besar.
3.Iskhael Moruun / Bawahan Seraphel.
Pencatat Nasib yang Tidak Terucap.
Mengetahui apa yang seharusnya terjadi, bukan yang terjadi.
####
"Terima kasih buat kalian semua yang telah datang ke rapat ini." Ucap Khae’Thuun.
"Dengan senang hati, Tuan." Ucap seluruh bawahannya.
"Tidak usah berbasa basi, Azas. Aku mendengar rumor buruk.. Buruk sekali. Apakah benar, kau sedang melakukan 'eksperimen' pribadi yang melibatkan manusia?" Tanya sang pemimpin.
"Tentu saja tidak, tuan. Darimana kah rumor itu berasal?" Tanya Azas (Astraezas).
"Aku yang menyebarkan rumor itu, azas. Jangan kau pikir, aku selama ini berdiam diri tanpa berbuat apapun. Aku tahu kau berencana mengkudeta Tuan Khae!" Ucap Ylvarnox.
"Whoaa? Pengkhianatan?? Apakah itu benar Azas?" Tanya sang pemimpin.
"Dengan segala hormat, saya menolak mengakui tuduhan tersebut." Balas Azas.
"Baiklah, kalau begitu.. Aku sedang bosan, tolong, Ylvarnox.. Kirimkan Typhon pada anak manusia bernama Given Rhaos dan Kai Jhoven. Lanjut Khae memberi perintah pada Ylvarnox.
Meskipun sebentar, Azas tidak mampu menyembunyikan raut wajah paniknya dan kegelisahan.
"Hoo.. Ada apa Azas? Kau terlihat panik? Kau setuju dengan permainan ini kan? Sejak dulu kau selalu setuju.. Namun kenapa kamu panik ketika sekarang mendengar nama 2 bocah tak terkenal ini?" Tanya pemimpin kembali dengan aura menekan.
"Tidak.. Tuanku. Jelas saya sangat setuju, apa perlu kita kirimkan Fenrir juga pada mereka?" Tanya Azas dengan tatapan tajam.
"Semangat yang bagus, tapi tidak. Cukup kirimkan Typhon saja. Lagian apa yang bisa dilakukan 2 anak manusia melawan Monster kuno? BWHAHAHA! RAPAT SELESAI!!"
Dengan begitu, rapat selesai. Astraezas keluar ruangan dengan penuh amarah dihatinya.
"Apa yang akan kita lakukan sekarang tuan?!" Tanya Vaelthys, bawahan Azas.
"Tidak ada. Aku harus segera memberitahu mereka! Tolong ambil alih urusan disini Vel (Vaelthys). Aku tidak bisa membagi kesadaranku di 2 tempat." Lanjut Azas.
"Baik Tuan!"
####
Kembali menuju dunia manusia, Saat ini... Kai, Ingrid dan Given sedang melancarkan serangannya pada Typhon yang sudah melemah akibat serangan Bang Raamez sebelumnya.
*SWOOSHH!!
Typhon melayangkan tinju petirnya pada Given.
"Given!" Teriak Kai.
"AKU TAHU!!"
*Set! BOOOOMM!!!
Given melompat ke atas dan berhasil menghidari tinju besar itu.
"Sekarang giliranku!" Teriak Given.
“Let the impure be named,
Let the faithful stand unshaken.
By the promise of eternal light—
Solmeryn, grant form to righteous radiance.”
(“Biarlah yang ternoda diberi nama,
Biarlah yang beriman tetap tegak.
Dengan janji cahaya abadi—
Solmeryn, berikan wujud pada sinar keadilan.”)
Chain of destruction.
Rantai cahaya emas berukuran raksasa muncul dari langit.
*CRANKK!!!
Rantai cahaya itu melesat dengan cepat, menembus tangan Typhon; lalu melilitkan seluruh tubuhnya hingga sang raksasa itu dipaksa rebah ke tanah. Kini Typhon terkunci, tidak bisa bergerak oleh rantai cahaya yang dibuat oleh Given.
"SEKARANG, INGRID, KAI!!"
"What sinks is remembered,
What remembers never returns.
By the silence beneath all waves—
Vaornis, draw them into the deep.”
(“Apa yang tenggelam akan diingat,
Dan yang diingat tak pernah kembali.
Dengan kesunyian di bawah segala ombak—
Vaornis, tarik mereka ke kedalaman.”)
ULTIMATE WATER DRAGON SHOT!
Kali ini 10 naga air besar melesat dan menghantam punggung Typhon hingga kulit dan dagingnya terkoyak cukup dalam. Memperlihatkan kristal Inti sang raksasa itu.
"SEKARANG. KAI!!" teriak Given dan Ingrid.
*SWOOSHH!
Kai muncul dari atas langit, kali ini dia tidak membawa pedang. Namun, ia mengepalkan tangannya. Ia bersiap melayangkan tinjunya pada bagian yang telah disiapkan Ingrid.
"Hei, dia tidak memakai pedangnya?" tanya Bella.
"Tinjunya itu tidak biasa.. Ada lingkaran cahaya biru halus.. Nyaris transparan.. Sama seperti sebelumnya saat melawan Ingrid. Zeno Distance? Bukannya itu teknik pertahanan?" Balas Raamez penasaran.
Namun, Raamez salah. Itu bukanlah Zeno Distance, melainkan..
110% ZENO PUNCH !!
*BAAMMM!!!! JBOOOMMM!!!
AAAAAARRGHH, Typhon sang Bencana Dunia itu mengerang kesakitan.
Kai berhasil melayangkan tinjunya pada Kristal Inti Typhon.