*Rinkarnasi Seorang Gadis ke Dunia Fantasi*
Elin, seorang gadis biasa dari dunia nyata, mengalami kecelakaan dan meninggal. Namun, dia tidak benar-benar mati. Dia dirinkarnasi ke dunia fantasi yang penuh dengan sihir dan keajaiban.
Di dunia baru ini, Elin bertemu dengan Lilian , seorang penyihir yang kuat, yang memberitahu bahwa dia memiliki kekuatan sihir yang tidak dia ketahui. Elin harus menggunakan kekuatan itu untuk menyelamatkan dunia dari kekuatan kegelapan yang mengancam.
Dengan bantuan Lilian, Elin memulai perjalanan sebagai seorang penyihir muda, menghadapi tantangan dan musuh yang kuat, dan menemukan kekuatan yang tidak dia ketahui. Akan kah Elin berhasil menyelamatkan dunia fantasi dan menemukan kebahagiaan di dunia baru ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tina Pramita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16
Tiba-tiba, langit di atas kami berubah warna, dan sebuah portal besar muncul di depan kami. "Apa itu?" tanya Nick, dengan mata yang lebar.
Aku merasakan kekuatan yang kuat dari portal itu. "Aku tidak tahu," kataku, "tapi aku rasa kita harus menyelidikinya."
Andres mengangguk. "Aku siap," katanya.
Kami bertiga maju ke arah portal itu, dan ketika kami mendekatinya, portal itu mulai bersinar lebih terang. Aku bisa merasakan bahwa ada sesuatu di balik portal itu, sesuatu yang menunggu kami...
Kami melangkah ke dalam portal itu, dan kami merasa seperti sedang ditarik ke dalam sebuah lubang yang tak berujung. Warna-warna yang berbeda mulai berputar di sekitar kami, dan aku merasa seperti sedang berputar-putar di dalam sebuah tornado.
Setelah beberapa detik, kami akhirnya mendarat di sebuah tempat yang asing. Kami berdiri di atas sebuah bukit yang luas, dengan pohon-pohon yang tinggi dan gunung-gunung yang menjulang di kejauhan.
"Di mana kita?" tanya Nick, dengan suara yang pelat.
Aku melihat sekeliling, mencoba memahami apa yang sedang terjadi. "Aku tidak tahu," kataku, "tapi aku rasa kita tidak lagi di dunia kita."
Andres menunjuk ke arah sebuah kota yang terletak di kejauhan. "Lihat itu," katanya. "Aku rasa itu adalah kota yang kita cari."
Kami bertiga mulai berjalan menuju kota itu, dengan hati yang penuh dengan rasa ingin tahu dan sedikit rasa takut.
Kami berjalan selama beberapa jam, dan akhirnya kami mencapai gerbang kota. Di atas gerbang itu, ada sebuah tulisan yang berbunyi: "Selamat datang di Elysium, kota yang dijanjikan."
Aku merasa seperti sedang memasuki sebuah dunia baru, sebuah dunia yang penuh dengan misteri dan petualangan.
Kami melangkah ke dalam kota Elysium, dan kami langsung disambut oleh seorang penjaga yang tampan dan gagah. "Selamat datang di Elysium," katanya dengan senyum. "Aku adalah Leo, penjaga gerbang kota ini. Apa yang membawa kalian ke sini?"
Aku memperkenalkan diri dan teman-temanku, dan Leo mengangguk dengan ramah. "Kami telah menunggu kalian," katanya. "Kalian adalah orang-orang yang dipilih untuk membantu kami menghadapi ancaman yang mengancam Elysium."
Andres dan Nick saling menatap, dan aku bisa melihat rasa ingin tahu di mata mereka. "Apa ancaman itu?" tanya Andres.
Leo menjadi serius. "Sebuah kekuatan jahat yang bernama 'Penghancur' telah bangkit dan mengancam untuk menghancurkan Elysium. Kami membutuhkan kalian untuk membantu kami menghentikannya."
Aku merasa seperti sedang diminta untuk melakukan sesuatu yang mustahil, tapi aku tahu bahwa aku tidak bisa mundur sekarang. "Kami siap membantu," kataku.
Leo tersenyum. "Aku tahu kalian akan setuju. Mari kita pergi ke istana, Raja Elysium ingin berbicara dengan kalian."
Kami mengikuti Leo ke istana, dan kami disambut oleh Raja Elysium sendiri. Raja itu adalah seorang yang bijak dan kuat, dan aku bisa melihat kebijaksanaan di mata beliau.
"Kalian adalah orang-orang yang dipilih," katanya. "Aku percaya kalian dapat membantu kami menghadapi Penghancur itu. Tapi, kalian harus siap untuk menghadapi tantangan yang berat."
Aku mengangguk, dan aku tahu bahwa aku siap untuk melakukan apa saja untuk menyelamatkan Elysium.
Raja Elysium memandang kami dengan mata yang serius. "Penghancur itu adalah sebuah kekuatan jahat yang sangat kuat," katanya. "Dia memiliki kekuatan untuk menghancurkan seluruh kota dan mengubahnya menjadi tanah tandus. Kami telah mencoba untuk menghentikannya, tapi kami tidak bisa melakukannya sendiri."
Andres maju ke depan. "Apa yang kami harus lakukan?" tanyanya.
Raja Elysium mengambil napas dalam-dalam. "Kami memiliki sebuah rencana untuk menghentikan Penghancur itu. Kami memiliki sebuah pedang yang sangat kuat, Pedang Cahaya, yang dapat menghancurkan Penghancur. Tapi, pedang itu tersembunyi di sebuah tempat yang sangat sulit dijangkau, dan kami membutuhkan kalian untuk mengambilnya."
Nick mengangguk. "Di mana pedang itu?" tanyanya.
Raja Elysium memandang ke arah peta yang terhampar di depan kami. "Pedang Cahaya tersembunyi di Gua Kegelapan, sebuah gua yang dipenuhi dengan bahaya dan kegelapan. Kami telah mencoba untuk mengirimkan pasukan ke sana, tapi tidak ada yang kembali."
Aku merasa seperti sedang diminta untuk melakukan sesuatu yang mustahil, tapi aku tahu bahwa aku tidak bisa mundur sekarang. "Kami siap melakukannya," kataku.
Raja Elysium tersenyum. "Aku tahu kalian akan setuju. Leo akan menemani kalian ke Gua Kegelapan dan membantu kalian mengambil Pedang Cahaya."
Leo maju ke depan, dan kami siap untuk berangkat. Tapi, sebelum kami pergi, Raja Elysium memanggil kami kembali. "Jangan lupa, kalian harus berhati-hati di Gua Kegelapan. Ada banyak bahaya yang menunggu kalian di sana."
Aku mengangguk, dan kami berangkat menuju Gua Kegelapan, siap untuk menghadapi apa saja yang menunggu kami di sana...