Pernikahan yang dikira Sarah akan membuatnya bahagia karena dia menikahi seseorang yang menjadi pacarnya selama tiga tahun. Tapi perkiraannya salah ternyata sosok yang selama ini menyandang status suaminya itu telah berkhianat dan berselingkuh dengan wanita yang lebih muda dari dirinya .
Bagaimana nasib pernikahannya? Apakah Sarah mampu mempertahankan pernikahannya atau justru dia harus menyerah .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tientien AQuariuzz Girllzz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 16
SELAMAT MEMBACA !!!
Setelah kepergiannya Sarah yang masuk ke kamar anaknya, Arya menyusul naik ke kantai atas dan masuk ke dalam kamarnya sendiri dia ingin mandi dan akan pergi pekerja .
Arya mengambil handuknya dan masuk ke kamar mandi, dua puluh menit kemudian Arya keluar dari kamar mandi dia mencari bajunya tapi nihil Sarah nggak menyiapkan untuknya , Arya mengambil sendiri bajunya dan setelah rapi dia langsung mengambil kunci mobilnya, dompet sama tas kerjanya .
Dia turun ke bawah ingin sarapan dan menuju meja makan disana dia nggak nemukan orang yang lagi makan berarti Sarah belum turun untuk sarapan .
" Mbok, Sarah nggak sarapan pagi ?" Tanyanya ke Artnya .
" Belum Pak, mungkin nanti nunggu Non Vania bangun dan sarapan bersama Pak ." Jawab Mbok Marni sambil tangannya mengelap dapur bekas dia memasak tadi.
Setelah selesai Sarapan Arya langsung keluar tanpa pamit sama Sarah, Arya tau kalau Sarah lagi marah sama dirinya. Arya sendiri bingung kenapa dia bisa tertarik sama Mutia padahal Sarah adalah wanita yang dicintainya.
Arya mengendarai mobilnya menuju ke perusahaannya , sampainya di tempat parkir mobilnya dia turun dari mobilnya dan langsung menuju ke lift . Arya melihat banyak orang yang berbisik bicarain dirinya tapi Arya cuek saja .
Sampainya di lantai ruangannya dia langsung masuk ke dalam ruangannya dan mengerjakan dokumen dokumen yang kemarin belum sempat dikerjakannya karena insiden dengan Mutia.
Waktu terus berlalu Mutia hari ini sengaja tidak masuk kerja karena malu sama teman teman di perusahaannya yang sudah mengetahui hubungannya dengan sang atasan .
Didalam perjalanannya ke perusahaan Daniel bersama Alkan berbincang ringan Daniel juga berpesan untuk memanggil kedua pasangan mesum diperusahaannya .
Sampainya di lobby perusahaan Daniel turun disusul sama Alkan sang asisten, mereka berjalan dengan gagahnya banyak karyawan mereka yang mengagumi ketampanan sang atasannya tapi mereka cuek saja nggak menghiraukannya .
Mereka masuk ke dalam lift yang dikhususkan untuk petinggi perusahaan , Alkan memencet tombol paling atas sendiri .
Daniel masuk ke dalam ruangannya melepaskan jas yang dipakainya ke tempat yang dikhususkan untuk menyimpan jas kerjanya .
Tok tok tok
" Masuk !" Seru seseorang dari dalam .
Masuklah Arya sendiri karena Mutia izin nggak masuk kerja .
" Maaf Bos, ada apa ya memanggil saya kesini ?" Tanya Arya setelah masuk ke ruangan Bosnya .
" Mana sekertaris kamu itu ?" Tanya Daniel dengan tatapan tajamnya menatap ke arah Arya .
" Maaf Bos, katanya dia izin hari ini nggak masuk kerja ." Jawab Arya dengan menunduk takut dengan tatapan Daniel .
" Apa maksudnya dia izin lagi? Bukannya dia sudah izin bareng kamu izin iya kan !!niat kerja nggak dia itu !" Ucap Daniel marah .
Arya tidak menjawabnya lagi dan menunduk.
" Terus kamu bisa jelaskan ini !!! Ucap Daniel sambil memberikan laptopnya ke hadapan Arya .
Arya yang disodorkan laptop segera mendongakan kepalanya menatap layar laptop di depannya .
Deg jantung Arya langsung berdenyut kaget dari mana bosnya dapat videonya waktu menghisap sumber kehidupan dari gunung miliknya Mutia .
" Jawab !!! Kamu sudah mencemarkan perusahaan ini Tuan Arya , padahal kinerja kerja kamu sangat bagus dan konsisten dengan pekerjaan kamu tapi kenapa dengan tingkah laku kamu Tuan Arya ." Marah Daniel kepada Arya yang masih diam membisu tidak menjawab pertanyaan Daniel sang atasan.
" Kamu, saya kasih peringatan untuk kali ini tapi sekali lagi kamu melakukan perbuatan yang mencemarkan perusahaan ini silahkan angkat kaki dari perusahaan saya. Kalau saja saya tidak memandang kinerja kamu selama kerja disini kamu akan langsung saya pecat tapi nggak dengan Sekertaris kamu itu dia akan langsung saya pecat ." Ucap Daniel tegas .
" Maafkan saya Bos, saya tidak akan mengulanginya lagi Bos ." Jawab Arya masih menundukan kepalanya .
"Silahkan pergi dari sini , sekali lagi kamu mencemarkan perusahaan ini atau merugikan perusahaan ini siap siap kamu angkat kaki dari perusahaan saya !" Seru Daniel lagi .
Arya keluar dari ruangan Bosnya dengan menunduk lesu, ternyata bosnya sudah mengetahui perbuatannya selama ini dengan Mutia .
Sedangkan diruangannya Daniel menelpon bagian hrd untuk memanggil Mutia ke perusahaannya menyuruh dia mengambil barang barangnya dia langsung dipecat langsung oleh Bos perusahaannya .
Dirumahnya Sarah bersama Vania dan Mbok Marni bersiap siap untuk pergi ke butiknya dan Sarah sudah janjian sama seorang pengacara handal yang ingin dimintai tolong untuk mengurus perceraian dengan sang suami .
" Sayang ayo kita berangkat nanti Vania sama Nenek nunggu Mama didalam ruangan Mama ya , Mama mau ketemu seseorang untuk membantu pekerjaan Mama dan kalau sudah selesai kita akan segera pergi ke rumah kita yang dekat rumah Mbak Tasya ." Ucap Sarah sambil menggendong putrinya keluar rumah dan masuk ke dalam mobilnya , sementara Mbok Marni mengunci rumahnya .
" Asyik Vania akan ketemu sama Mbak Tasya sama Mbak Riri ya kan Ma ?" Tanya Vania bersorak gembira sambil bertepuk tangan dengan riang .
" Ya Sayang, kita akan ketemu sama Mbak Tasya tapi nggak sama Papa gimna dong !" Seru Sarah pura pura sedih dia ingin melihat bagaimana reaksi anaknya yang akan pergi jauh dari Papanya .
" Ya nggak apa apa Ma, Vania juga takut sama Papa lebih baik Papa nggak ikut sama kita Ma, Vania takut nanti Mbak Tasya sama Mbak Riri juga takut sama Papa dan Vania nggak punya teman Ma !" Seru Vania kelihatan nggak sedih akan berpisah dengan Papanya .
Mbok Marni masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi belakang karena sebelahnya Sarah di tempati Vania yang duduk di seat kursi anak anak .
Sarah melajukan mobilnya ke arah butiknya , dua puluh menit mobil yang dikendarai Sarah sampai di depan butiknya .
Sarah turun dari mobilnya dan langsung membantu putrinya turun dari mobilnya . Vania diturunkan dan nggak mau di gendong lagi .
" Selamat pagi Bu, Non , Mbok ." Sapa pegawai butik milik Sarah .
" Selamat pagi Na , selamat pagi Kakak, selamat pagu Nak ." Seru mereka bertiga serempak .
" Na! Sasa sudah datang belum kalau sudah datang dia keruangan aku ya Na !" Seru Sarah sambil menggandeng tangan mungil anaknya menuju ke lantai dua butiknya .
Tok tok tok
" Selamat pagi Bu !" Sapa Sasa yang lagi masuk ke dalam ruangannya sang Bos .
" Pagi Sa, bagaimana pendapatan kemarin Sa ?" Tanya Sarah langsung .
" Alhamdulillah sangat baik Bu, stabil seperti biasanya dan untuk desain baru kayaknya Ibu harus membuatnya lagi karena stok lama sudah beredar di pasaran, Kita harus selalu membuat desain baru supaya pelanggan nggak bosen Bu ." Jawab Sasa seseorang yang dipercaya memegang kendali butik .
" Oke, nanti aku siapkan desain barunya. Sa aku mau keluar sebentar ketemu seseorang aku titip Vania sama Mbok disini dulu ya, aku nggak akan lama kok nanti pulangnya aku akan buatkan desain baru buat kamu !" Seru Sarah berpesan supaya Sasa memperhatikan dua orang yang disayangi Sarah itu .