Kehilangan anak saat melahirkan adalah penderitaan terbesar bagi Azelva Raquel Shawn. Bak jatuh tertimpa tangga, Azelva diceraikan, diusir dari rumahnya, dan semua hartanya dicuri oleh suami dan selingkuhannya.
Namun di tengah-tengah penderitanya, Kellano Gavintara, hadir menawarkan pekerjaan untuk wanita malang itu.
"Jadilah Ibu susu putraku. Sebagai imbalannya, aku akan membantumu mengambil kembali semua milikmu." Kellano Gavintara.
Tekadnya untuk balas dendam semakin kuat, tapi di sisi lain, Azelva tidak ingin berhubungan lagi dengan Kellano, yang tak lain adalah mantan kekasihnya. Apalagi jika Kellano tahu rahasia yang Azelva sembunyikan selama ini.
Namun setelah menatap baby Arlend, perasaan Azelva mulai goyah.
"𝘒𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘳𝘢𝘴𝘢 𝘴𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘥𝘦𝘬𝘢𝘵 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘈𝘳𝘭𝘦𝘯𝘥?"
Seiring berjalannya waktu, tabir rahasia mulai terkuak. Identitas Arlend mulai dipertanyakan.
Apa yang akan Kellano lakukan saat mengetahui fakta mengejutkan tentang putranya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kikan dwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 30
"50% saham? Anda jangan keterlaluan, Tuan!" Protes Zidan.
Zidan merasa permintaan Kellano itu terlalu berlebihan. Bagaimana mungkin, hanya karena ia mempertahankan Venya, Kellano sampai meminta saham 50%.
"Itu kalau Anda mau, kalau tidak... saya juga tidak akan memaksa," ucap Kellano dengan gaya khasnya. "Tapi, saya tidak mau berinvestasi pada perusahaan yang memiliki karyawan korupsi di dalamnya," ucapnya lagi.
Zidan sangat bingung, ia tidak tahu harus berbuat apa. Zidan tidak ingin melepaskan 50% saham Shawn Line, tapi dia juga tidak ingin kehilangan kesempatan bekerja sama dengan Gavintara Corp.
"Sudahlah, Mas. Kamu kasih aja. Kamu juga masih punya setengahnya," bisik Venya.
Tentu saja, Venya lebih menyarankan pilihan yang kedua. Walaupun Zidan harus kehilangan sahamnya, tapi yang terpenting untuknya adalah posisinya di perusahaan itu tetap aman.
"Diam Kamu! Ini semua gara-gara Kamu," bentak Zidan.
Sejak perselingkuhannya dengan Venya terbongkar, Zidan merasa masalah hidupnya kerap datang bergantian. Ia menyadari itu, hanya saja, untuk saat ini Zidan tidak boleh gegabah karena Venya mengetahui semua rahasianya.
Tidak ingin membuat Zidan semakin marah dan menyalahkannya, Venya pun memilih keluar dari ruangan itu.
"Bagaimana keputusan Anda? Saya tidak punya banyak waktu," ucap Kellano.
Kellano sudah sangat muak berada di sana, apalagi harus berhadapan dengan kedua orang yang sudah menyakiti Azelva. Sejak tadi, Kellano berusaha keras menahan diri supaya tidak menghajar kedua orang pengkhianat itu. Namun, Kellano berusaha tetap tenang demi menjalankan misinya yang perlahan mulai mengenai sasaran.
Zidan masih belum angkat bicara, ia masih menimbang. Walau bagaimanapun juga Zidan takut keputusannya ini akan berdampak padanya di kemudian hari.
"Kalau Anda mau memberikan 50% saham itu untuk saya, saya akan tambahkan dua kali lipat investasi saya di perusahaan ini."
Kellano cukup kesal melihat Zidan yang terlalu banyak berpikir. Ia pun mencoba mengiming-imingi pria itu lagi supaya mau menerima tawarannya.
Sebenarnya Kellano bisa menggunakan cara yang lebih licik untuk menghancurkan Zidan saat ini juga. Namun, Azelva menginginkan kehancuran Zidan secara perlahan supaya lebih dramatis, katanya. Dan Kellano tidak punya pilihan lain selain mengiyakan keinginan ibu dari putranya itu.
"Anda serius, Tuan?"
Zidan cukup tercengang. Pasalnya investasi Kellano sudah sangat besar di perusahaan itu. Jika ditambah dua kali lipat, selama beberapa tahun ke depan perusahaan akan aman tanpa harus wara-wiri mencari klien di luaran sana.
"Saya tidak pernah main-main, Tuan Zidan."
Dan tanpa banyak berpikir lagi, Zidan akhirnya menyetujui permintaan Kellano.
"Baiklah, saya setuju."
Kellano tertawa puas dalam hati. Ia tidak sabar ingin memberitahu kabar ini pada Azelva.
"Kalau begitu, Anda harus menandatangani berkas ini," ucap Kellano. Pria itu memberikan sebuah berkas pada Zidan yang sebelumnya sudah Zola siapkan atas perintahnya.
"Ini berkas apa, Tuan?" Tanya Zidan sambil menerima berkas itu. Matanya terbelalak saat membaca isi berkas itu. Berkas pengalihan saham? Kapan Tuan Kellano mempersiapkannya? Gumam Zidan dalam hati.
Zidan baru setuju memberikan saham itu beberapa detik yang lalu. Tapi, Kellano justru sudah memiliki berkas perjanjian pengalihan saham itu lebih dulu.
"Saya bukan orang yang bertele-tele, Tuan Zidan. Jika Anda bingung kenapa berkas itu sudah ada?Jawabannya simple, karena saya sudah memprediksi," ucap Kellano.
Zidan cukup terkejut mendengar ucapan Kellano, itu artinya Kellano sudah menduga akan terjadi hal seperti ini, atau mungkin juga Kellano memang sudah merencanakan ini sebelumnya.
"Jadi, Anda---"
"Anda jangan salah paham, Tuan Zidan. Saya tidak bermaksud merencanakan semua ini. Saya hanya berjaga-jaga saja, karena saya mendengar kabar jika Anda memiliki hubungan spesial dengan sekretaris Anda ini," ucap Kellano dengan seringai di bibirnya.
"Jadi, saya menebak pasti Anda tidak akan tega mengusir kekasih Anda dari perusahaan. Dan ternyata benar, Anda luar biasa, Tuan Zidan. Anda lebih memilih mempertahankan kekasih Anda daripada saham perusahaan."
Zidan menundukkan wajahnya. Ia tidak menyangka Kellano mengetahui tentangnya sejauh ini. Zidan benar-benar sangat malu. Apalagi ucapan Kellano itu terdengar sangat jelas sengaja menyindirnya.
"Maafkan saya, Tuan Kellano."
Zidan takut masalah pribadinya akan membuat Kellano antipati terhadapnya. Apalagi Zidan mendengar kabar di luaran sana, jika Kellano sangat membenci perselingkuhan.
Keluarga Gavintara sangat menjunjung tinggi kesetiaan. Karena itu, walaupun Kellano tidak memiliki perasaan pada Regita, selama Kellano terikat pernikahan dengan wanita itu, Kellano tidak pernah berdekatan dengan wanita manapun.
"Anda tidak perlu meminta maaf, Tuan Zidan. Saya tidak akan mencampuri urusan pribadi Anda. Hanya saja, saran saya sebaiknya Anda segera menceraikan istri Anda," ucap KeKellano.
"Maksud Anda?"
Sial, aku keceplosan, batin Kellano.
Karena terlalu menggebu, Kellano nyaris saja menghancurkan semua rencananya.
"Maksud saya, apa tidak sebaiknya Anda memilih salah satu saja? Jika Anda serakah dan menginginkan keduanya, biasanya justru akan membuat Anda kehilangan semuanya."
Zidan menganggukkan kepalanya setuju. "Saya tahu, Tuan. Karena itu, saya sudah menceraikan istri saya," ucap Zidan. Wajahnya terlihat menyimpan kesedihan.
Bagus, lanjutkan kebodohanmu, Zidan! Batin Kellano bersorak.
...----------------...
"Zola, sampaikan pada pengacara, supaya memastikan besok berjalan lancar. Aku tidak mau ada sedikitpun kesalahan," perintah Kellano.
Saat ini Kellano dan Zola sedang dalam perjalanan pulang. Setelah membuat Zidan masuk dalam perangkapnya, besok pagi giliran Regita yang akan mendapatkan pelajaran dari Kellano.
Dalam persidangan perceraiannya besok, Kellano akan memberikan kejutan pada Regita. Kejutan yang tidak akan pernah bisa wanita itu lupakan seumur hidupnya.
"Sampai jumpa besok, Regita."
To be continued