NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Berondong

Terjerat Cinta Berondong

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Berondong / Crazy Rich/Konglomerat / Keluarga / Komedi
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Noorinor

Lydia tidak pernah menyangka, setelah dipecat dan membatalkan petunangan, ia dicintai ugal-ugalan oleh keponakan mantan bosnya.

Rico Arion Wijaya, keturunan dari dua keluarga kaya, yang mencintainya dengan cara istimewa.

Apakah mereka akan bersama, atau berpisah karena status di antara mereka? ikuti terus kisahnya ya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noorinor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

Mata Lydia mengerjap pelan saat bibir Arion menyentuh bibirnya. Bukan ciuman panas seperti yang mereka lihat di televisi. Arion hanya menempelkan bibir mereka dan memberikan sedikit kecupan, sebelum menjauhkan wajahnya.

"Maaf, Kak," ucap Arion merasa bersalah sudah mencium Lydia sembarangan.

Lydia terkekeh melihat Arion salah tingkah, bahkan meminta maaf setelah menciumnya. Lalu tangannya dengan lembut menyentuh wajah laki-laki itu dan kembali menempelkan bibir mereka.

Sebagai perempuan berpengalaman dan bertahun-tahun menjalin hubungan dengan laki-laki, ia cukup mahir berciuman. Bibirnya beberapa kali memberikan kecupan di bibir Arion.

"Bibir kamu manis," pujinya setelah ciuman itu berakhir. Bukti bahwa ia tidak masalah dengan Arion yang tiba-tiba menciumnya.

Sekarang, giliran Arion yang terkekeh. Ia tidak menyangka Lydia akan menciumnya, bahkan mengatakan bibirnya manis.

Saat drama yang mereka tonton tadi kembali tayang, laki-laki itu langsung meraih remot dan mematikan televisi agar mereka berhenti menonton.

"Sebaiknya Kakak tidak menonton drama seperti ini lagi. Aku khawatir Kakak jadi sembarangan mencium laki-laki lain," ujar Arion.

"Heh!" protes Lydia. Ia sudah sering menonton drama, tapi ia tidak pernah refleks mencium laki-laki. Tadi ia mencium Arion karena laki-laki itu sendiri yang memulainya.

Ia hanya tidak ingin Arion merasa bersalah, atau merasa canggung setelah menciumnya. Tapi laki-laki itu malah mengatakan itu sekarang.

"Kamu pikir Kakak suka sembarangan mencium laki-laki lain?" tanyanya tidak terima.

"Aku tidak berpikir begitu, tapi ini cara aku menjaga Kakak dari laki-laki lain di luar sana," jawab Arion, menatap dalam mata Lydia.

"Tapi tadi kamu duluan yang terbawa suasana dan mencium Kakak," balas Lydia, mengingatkan kembali apa yang terjadi di antara mereka.

Arion tidak membantah. Ia memang lebih dulu terbawa suasana dan mencium Lydia. Namun, ia tetap ingin menjaga Lydia dari laki-laki lain.

***

“Selamat malam, Kak,” ucap Arion untuk yang kesekian kalinya, karena belum mendapat balasan.

Biasanya, setiap kali mereka berpisah atau saat Arion akan kembali ke apartemennya, mereka saling mengucapkan selamat malam. Tapi kali ini, Lydia hanya bergumam tanpa membalas.

"Iya, sudah sana kembali ke apartemen kamu," ujar Lydia tidak sesuai harapan.

"Selamat malam, Kak Lydia," ulang Arion. Kali ini, sengaja menekankan setiap katanya. Ia enggan kembali ke apartemennya jika Lydia belum membalas ucapan selamat malamnya.

"Hem," sahut Lydia, masih belum membalas.

Arion menghela nafas pelan. Tangannya meraih pinggang Lydia dan menarik tubuh perempuan itu hingga menempel dengan tubuhnya.

"Kakak marah soal tadi?" tanyanya sambil menatap wajah Lydia.

Saat Lydia akan membantahnya, Arion lebih dulu membungkam bibir itu dengan bibirnya. Kali ini bukan kecupan singkat, bibir Arion sedikit bermain dengan bibir Lydia hingga terdengar suara khas.

"Bibir Kakak manis," ujar Arion begitu ciuman mereka berakhir. Tangannya menyentuh bibir Lydia dan menyapu bekas ciuman mereka.

Lydia berdecak pelan. Arion baru saja meniru ucapannya saat mencium laki-laki itu, tapi tidak dapat dipungkiri hatinya merasa senang.

"Iya, selamat malam. Sana kembali ke apartemen kamu," ucap Lydia membalas dengan hal lain.

Arion mengacak rambut Lydia. Tidak disangka cara itu berhasil membuat perempuannya membalas ucapan selamat malam darinya.

"Sampai jumpa besok," katanya sebelum melangkah menuju unit apartemennya.

***

“Gue gak nyangka Arion dan Kak Lydia sudah sejauh itu,” Hiro memekik, lalu menutup mulutnya sendiri agar tidak berteriak saat melihat Arion mencium bibir Lydia.

Ia benar-benar tidak menyangka Arion yang masih disebut bayi oleh ayahnya bisa melakukan adegan dewasa seperti itu di depan matanya.

"Liam dan Daren harus lihat juga sih," gumamnya, sebelum buru-buru masuk ke dalam apartemen Liam.

Adegan Arion mencium Lydia mungkin tidak bisa diulang, tapi Liam memiliki akses untuk mengecek CCTV dan mereka bisa melihatnya di sana.

***

Liam dan Daren sedang asyik menonton video Arion dan Lydia berciuman, yang mereka dapatkan dari rekaman CCTV apartemen. Namun, tidak disangka Namira ikut melihatnya. Ibu Arion itu membulatkan matanya begitu menyaksikan putranya mencium seorang perempuan.

"Siapa perempuan yang Arion cium? Lydia sekretaris Papah kamu?" tanya Namira.

Liam dan Daren membalikkan tubuh, terkejut dengan kehadiran Namira di sana. Mereka sudah memilih tempat sepi untuk menonton video tersebut, tidak disangka ada yang memergoki mereka.

"Iya, dia Kak Lydia sekretaris Papah. Tapi sekarang sudah bukan sekretaris Papah," jawab Liam. Ia terlalu kaget dengan kehadiran Namira sampai penjelasannya terdengar ngawur.

"Sejak kapan mereka dekat?" Namira kembali melemparkan pertanyaan, yang membuat Liam dan Daren saling melemparkan pandangan.

"Sudah lumayan lama, sejak Arion memecat Kak Lydia," ucap Liam akhirnya. Ia tidak memiliki pilihan lain selain menjawab pertanyaan itu.

"Ada apa, Sayang?" tanya Xavier menghampiri istrinya begitu mendengar ada sedikit keributan.

Mereka sedang berkumpul di rumah Haikal. Hari ini, jadwal semua anggota Orion bertemu, dan Haikal yang menjadi tuan rumahnya kali ini.

Alih-alih menjawab, Namira justru merebut ponsel Liam dan memberikannya pada Xavier.

"Kamu lihat sendiri kelakuan anak kamu," ujarnya, seperti menahan emosi.

Xavier bingung, tapi tetap mengambil ponsel itu dan melihat apa yang ada di dalamnya. Tidak ada reaksi terkejut sedikitpun saat video itu diputar.

"Biarkan saja, Sayang. Kakak sudah bukan anak kecil lagi sekarang," ucap Xavier, merasa adegan ciuman di sana masih dalam batas wajar. Lagipula, ia juga sudah tahu Arion dan Lydia dekat.

"Jadi, kamu menganggapnya wajar?" tuding Namira tidak suka, karena ia tidak merasa bahwa yang dilakukan anak mereka wajar.

Arion seharusnya fokus dengan pendidikan dan wisudanya, bukan malah berciuman dengan perempuan seperti itu.

"Kita saja sudah memiliki anak di usia Arion," kata Xavier tenang.

"Tapi Arion belum menikah," seru Namira, tidak habis pikir suaminya membandingkan Arion dengan mereka yang menikah muda.

Liam dan Daren kebingungan berada di antara pasangan suami istri itu. Mereka ingin pergi dari sana, tapi ponsel Liam masih ada di tangan Xavier.

***

"Leher Kakak kenapa?" tanya Arion melihat ruam merah di area leher Lydia.

Ia tidak berpikir macam-macam, tapi Rina sampai berdeham karena pikirannya sebagai perempuan dewasa berbeda dengan pikiran Arion.

"Digigit nyamuk paling," ujar Rina sebelum Lydia sempat menjawab pertanyaan laki-laki itu.

"Atau, mungkin digigit kamu?" tanyanya memikirkan kemungkinan lain sambil menatap curiga Arion dan Lydia.

Ia ingat betapa nempelnya mereka tadi malam. Mungkin memang Arion yang membuat leher Lydia merah, tapi laki-laki itu tidak sadar karena masih terlalu polos.

"Tapi tadi malam yang aku gigit bibir Kak Lydia, kenapa yang merah lehernya?" tanya Arion dengan tampang polos.

Lydia sudah terkejut dengan pertanyaan Rina, dan kini tambah kaget oleh respon Arion. Matanya sampai membola karena obrolan keduanya.

Tadi malam, Arion memang menggigit bibir Lydia. Itupun tidak sengaja karena laki-laki itu belum terbiasa berciuman.

"Serius? Kamu dan Kak Lydia..." Rina menatap Arion dan Lydia bergantian untuk memastikan.

"Habiskan dulu sarapan kalian," ucap Lydia menyela sebelum pembicaraan itu mulai kemana-mana.

"Kalau masih mau ngobrol, pindah saja ke tempat lain dan tinggalkan sarapan kalian," tambahnya saat Rina dan Arion akan membuka mulut mereka.

"Maaf, Kak," ujar Arion cepat, lalu laki-laki itu kembali menyantap sarapannya.

Namun, ia masih memikirkan satu hal. Kenapa leher Lydia merah-merah?

1
Resa05
ditunggu up nya kak
Resa05
wah makin penasaran nih
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Resa05
semangat up-nya thor!
Reverie Noor: terimakasih ❤
total 1 replies
Resa05
sayang banget cerita bagus kayak gini ga rame, semangat up terus thor!
Resa05: bakal jadi pembaca setia, semoga ceritanya seru terus ya thor
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!