NovelToon NovelToon
Identitas Tersembunyi Panglima

Identitas Tersembunyi Panglima

Status: sedang berlangsung
Genre:Percintaan Konglomerat / Identitas Tersembunyi / Kehidupan Tentara / Perperangan / Keluarga / Raja Tentara/Dewa Perang
Popularitas:29.8k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Di mata keluarga besar Severe, Jay Ares hanyalah seorang menantu benalu. Tanpa harta, tanpa jabatan, dan hanya bekerja sebagai sopir taksi online. Ia kenyang menelan hinaan mertua dan cemoohan kakak ipar, bertahan hanya demi cintanya pada sang istri, Angeline.

Namun, tak ada yang tahu rahasia mengerikan di balik sikap tenangnya.

Jay Ares adalah "Panglima Zero" legenda hidup militer Negara Arvanta, satu-satunya manusia yang pernah mendapat gelar Dewa Perang sebelum memutuskan pensiun dan menghilang.

Ketika organisasi bayangan Black Sun mulai mengusik ketenangan kota dan nyawa Angeline terancam oleh konspirasi tingkat tinggi, "Sang Naga Tidur" terpaksa membuka matanya. Jay harus kembali terjun ke dunia yang ia tinggalkan: dunia darah, peluru, dan intrik kekuasaan.

Saat identitas aslinya terbongkar, seluruh Negara Arvanta akan guncang. Mereka yang pernah menghinanya akan berlutut, dan mereka yang mengusik keluarganya... akan rata dengan tanah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 20: Tamu dari Swiss

Kantor Sementara Orion Group. Pukul 09:00 Pagi.

Karena kantor lama masih dalam proses "sterilisasi" pasca insiden dinas tata kota, Angeline bekerja di sebuah coworking space mewah yang disewa oleh Leon.

Angeline sedang sibuk memeriksa laporan keuangan ketika pintu kaca ruangannya terbuka lebar.

Seorang wanita muda berambut hitam panjang masuk dengan langkah percaya diri. Ia mengenakan mantel bulu putih, kacamata hitam oversized, dan di belakangnya, dua asisten membawa koper-koper Louis Vuitton.

Wanita itu cantik. Sangat cantik. Kulitnya seputih porselen, memancarkan aura bangsawan Eropa yang kental.

Ia melepas kacamata hitamnya, memindai ruangan dengan tatapan kritikus seni, lalu matanya terkunci pada Angeline.

"Jadi kau wanitanya?" tanya wanita asing itu dengan aksen asing yang samar.

Angeline berdiri, naluri teritorialnya bangkit. "Maaf? Anda siapa dan ada keperluan apa menerobos masuk ke ruangan saya?"

Wanita itu mengabaikan pertanyaan Angeline. Ia berjalan mendekat, mengelilingi Angeline perlahan seolah sedang menilai barang dagangan.

"Hmm. Cantik. Tapi terlihat rapuh. Pakaianmu... last season. Dan tas itu? Asli, tapi model lama," komentarnya pedas.

"Hei!" Angeline tersinggung. "Jaga sopan santun Anda! Jika Anda tidak punya urusan bisnis, silakan keluar sebelum saya panggil keamanan!"

Wanita itu berhenti di depan Angeline, tersenyum miring.

"Keamanan? Sayang sekali, keamananmu ada di pihakku."

Wanita itu berbalik menghadap pintu. "Keluar, Kakak Jay! Sampai kapan kau mau bersembunyi di balik mesin kopi itu?"

Angeline terbelalak. Kakak Jay?

Jay muncul dari pantry dengan wajah canggung, memegang cangkir kopi. Ia menghela napas panjang melihat situasi ini.

"Elena," panggil Jay dengan nada peringatan. "Berhenti mengganggu istriku."

"Jay?!" Angeline menatap suaminya dengan tatapan horor. "Kau... kau kenal wanita ini? Siapa dia? Jangan bilang dia..."

Pikiran Angeline langsung meliar. Mantan pacar? Istri simpanan? Anak haram dari masa lalu?

Elena tertawa renyah, tawa yang terdengar seperti lonceng kristal. Ia langsung melompat memeluk leher Jay dengan manja, tidak peduli pada tatapan membunuh Angeline.

"Oh, Kakakku sayang! Aku merindukanmu! Lihat dirimu, kau kurus sekali! Apa wanita ini tidak memberimu makan daging Wagyu setiap hari?"

Angeline merasakan darahnya mendidih. Ia meraih stapler di meja, siap melemparnya.

Jay dengan cepat melepaskan pelukan Elena dan mendorongnya menjauh pelan. Ia mengangkat tangan ke arah Angeline.

"Angel, tahan stapler itu. Ini bukan seperti yang kau pikirkan," kata Jay cepat. "Perkenalkan, ini Elena. Dia... sepupuku. Sepupu jauh."

"Sepupu?" Angeline menurunkan stapler-nya, tapi matanya masih curiga.

"Sepupu kesayangan, tepatnya," koreksi Elena sambil mengedipkan mata pada Angeline. "Halo, Kakak Ipar. Maaf soal tadi. Aku cuma ingin mengetes mentalmu. Ternyata kau galak juga. Bagus. Keluarga Ares butuh wanita galak."

"Keluarga... Ares?" Angeline bingung. "Nama belakang Jay kan Ares. Aku pikir itu cuma nama biasa."

Jay memijat pelipisnya. Rahasia keluarganya hampir bocor.

"Elena suka melebih-lebihkan, Sayang. Keluargaku di kampung memang agak... eksentrik," dusta Jay. "El, berhenti main-main. Kita perlu bicara serius. Di tempat lain."

Wajah ceria Elena berubah serius dalam sekejap.

"Ya. Kita harus bicara. Sekarang."

Ruang Rapat Tertutup.

Jay, Elena, dan Leon duduk mengelilingi meja bundar. Angeline diminta menunggu di luar dengan alasan "pembicaraan warisan tanah keluarga".

Elena mengeluarkan sebuah tablet canggih, memproyeksikan peta digital tiga dimensi di atas meja.

"Situasinya lebih buruk dari yang kau kira, Kak," Elena memulai tanpa basa-basi. "Darius sudah mendarat di pangkalan militer rahasia di perbatasan utara dua jam yang lalu."

"Perbatasan utara?" Jay mengerutkan kening. "Kenapa di sana? Bukannya dia mau menyerangku di kota ini?"

"Itulah masalahnya. Dia tidak datang sendirian."

Elena menekan tombol di tabletnya. Muncul foto pertemuan rahasia di sebuah hanggar pesawat. Foto itu memperlihatkan Darius Ares sedang berjabat tangan dengan seorang pria berseragam militer asing.

Mata Jay menyipit. "Itu... Ivan Dragos."

"Ya," jawab Elena. "Putra Jenderal Vostok yang kau bunuh lima tahun lalu."

Jay menggebrak meja pelan. "Darius... bajingan itu. Dia bekerja sama dengan musuh negara? Itu melanggar Kode Etik Pertama Keluarga Ares: Netralitas Mutlak."

"Darius tidak peduli kode etik," kata Elena geram. "Dia menjual prototipe senjata terbaru Ares kepada Vostok sebagai imbalan atas pasukan mereka."

Leon, yang biasanya tenang, tampak terkejut. "Senjata apa yang dia jual, Nona Elena?"

Elena menatap Jay dengan wajah pucat.

"Proyek Titan."

Hening.

Wajah Jay berubah menjadi sangat gelap. Suhu ruangan terasa turun drastis.

"Exoskeleton Tempur Generasi 4?" desis Jay. "Benda itu bisa membuat satu prajurit biasa memiliki kekuatan setara tank baja. Jika Ivan Dragos melengkapi Red Wolves dengan Titan..."

"...maka kita akan menghadapi pasukan cyborg super," Elena menyelesaikan kalimat itu. "Mereka punya 20 unit Titan. Dan target mereka bukan cuma kau, Kak. Ivan ingin meratakan Kota Langit Biru sebagai balas dendam atas kematian ayahnya."

Jay berdiri, berjalan ke jendela. Pikirannya berpacu.

Unit Gerhana milik Darius (Pembunuh berteknologi tinggi) + Red Wolves milik Ivan (Pasukan Khusus Fanatik) + Exoskeleton Titan.

Ini bukan lagi pertempuran antar geng atau operasi intelijen. Ini adalah invasi militer skala penuh.

"Berapa waktu yang kita punya?" tanya Jay.

"Satelitku mendeteksi pergerakan transportasi berat menuju selatan. Mereka akan tiba di pinggiran kota malam ini," jawab Elena.

Jay berbalik. Matanya menyala dengan api peperangan.

"Leon," panggil Jay.

"Siap, Jenderal."

"Hubungi Kolonel Dante di Kamp Serigala Hitam. Katakan padanya: 'Guru memanggil muridnya'."

Leon tertegun. "Anda akan melibatkan militer reguler?"

"Tidak secara resmi. Itu akan memicu perang dunia ketiga," kata Jay. "Minta Dante mengirimkan 'peralatan berkemah' ke koordinat rahasiaku. Senjata berat. Roket anti-tank. Dan..."

Jay menatap Elena.

"...El, kau masih punya akses ke sistem backdoor satelit Darius?"

"Tentu saja. Dia pikir dia sudah mengganti password-nya, tapi dia lupa aku yang membuat sistem itu waktu umur 12 tahun," Elena tersenyum miring, mengeluarkan laptop kecilnya.

"Bagus. Butakan mata mereka," perintah Jay. "Buat radar mereka melihat hantu di mana-mana."

Jay berjalan menuju pintu.

"Mau ke mana, Kak?" tanya Elena.

"Pulang," jawab Jay sambil memegang cincin kawinnya. "Aku harus memindahkan 'Markas Komando' ke tempat yang lebih aman. Dan aku harus memberitahu Angeline... sebagian kebenarannya."

"Kau akan memberitahunya siapa dirimu?"

"Belum semuanya. Tapi cukup untuk membuatnya mengerti kenapa malam ini langit kota akan terbakar."

Lobi Kantor Orion.

Angeline masih duduk dengan gelisah, bertanya-tanya apa yang dibicarakan suaminya dengan "sepupu cantik" itu.

Jay keluar dari ruang rapat, wajahnya tenang namun serius. Ia menghampiri Angeline, berlutut di hadapannya, dan menggenggam kedua tangan istrinya.

"Angel," suara Jay lembut.

"Apa? Sudah selesai bahas warisannya?" tanya Angeline ketus.

"Dengar," Jay menatap mata Angeline dalam-dalam. "Malam ini, kita tidak akan pulang ke apartemen. Kita akan pergi ke vila Kakek Edward di bukit."

"Kenapa? Tiba-tiba sekali?"

"Karena..." Jay menarik napas. "Sepupuku, Darius... dia adalah 'kambing hitam' di keluarga. Dia menginginkan warisan yang seharusnya jadi milikku. Dan dia membawa teman-teman yang jahat."

Angeline terdiam. Naluri wanitanya menangkap getaran bahaya yang nyata dari tangan Jay.

"Apakah... apakah nyawa kita terancam lagi?" bisik Angeline.

Jay mengangguk. "Tapi aku bersumpah, Angel. Selama aku masih bernapas, tidak akan ada yang menyentuh ujung rambutmu."

Tiba-tiba, seluruh lampu di gedung pencakar langit itu berkedip. Bukan hanya di gedung itu, tapi seluruh distrik bisnis.

Di layar besar iklan di seberang jalan, siaran berita terputus, digantikan oleh statis hitam putih.

Lalu, sebuah logo muncul di layar raksasa itu. Logo Matahari Merah (Vostok) yang menyatu dengan Gerhana (Darius).

Suara sirene serangan udara yang sudah tidak pernah terdengar selama 20 tahun tiba-tiba meraung di seluruh penjuru kota.

WUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUNG!

Orang-orang di jalanan mulai panik berlarian.

Jay berdiri, menarik Angeline ke dalam pelukannya. Ia menatap ke arah utara, di mana awan hitam bergulung tidak wajar.

"Mereka sudah datang," bisik Jay.

1
MyOne
Ⓜ️😡😡😡Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🤬🤬🤬🤬Ⓜ️
Mamat Stone
/Determined/
Mamat Stone
/Angry/
Mamat Stone
☮️
Mamat Stone
☯️
Mamat Stone
🐲
Mamat Stone
😈
Mamat Stone
/Toasted/
Mamat Stone
/Gosh/
MyOne
Ⓜ️😵😵‍💫😵Ⓜ️
Mamat Stone
/Casual/
Mamat Stone
/CoolGuy/
Mamat Stone
💥☮️💥
Mamat Stone
🔥☯️🔥
Mamat Stone
🐲💥
Mamat Stone
😈💥
Mamat Stone
/Cleaver/💥
Mamat Stone
👊💥
Hendra Saja
s makin menarik Thor 🔥🔥🔥🔥🔥🌹🌹🌹🌹
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!