NovelToon NovelToon
Emily Rose

Emily Rose

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Cinta Terlarang
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ana kimtae

Hanya tentang seorang perempuan yang menjadi selingkuhan laki-laki yang katanya mencintai nya.. Benarkah ini cinta atau hanya nafsu semata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ana kimtae, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Salah Siapa

Pagi-pagi sekali Jeon Hanah sudah sibuk dengan ponselnya. Berita pagi ini begitu mengguncang media cetak dan elektronik. Keluarga Jeon seperti sedang dipermalukan secara besar-besaran.

Headline pagi ini adalah skandal putra semata wayang keluarga Jeon yang berselingkuh dengan seorang gadis muda. Foto mereka terpampang di semua media masa tanpa di samarkan.

Jeon Hanah geram dengan putranya yang tak mengindahkan semua ucapannya. Sedari pagi panggilannya pun tak terjawab sama sekali. Semua berita turun setelah dua jam wanita paruh baya itu menyuap semua media dengan uang yang tidak sedikit.

Walau begitu berita itu pasti sudah tersebar dari mulut ke mulut, sungguh Jeon Hanah ingin mengamuk saat itu juga.

"Seret putraku kemari,jangan sampai kalian pulang dengan tangan kosong"Hanah memberikan perintah pada beberapa bodyguard yang biasa menjaga keluarganya.

Sungguh Jeon Hanah tidak mengerti apa sebenarnya yang ada dipikiran putranya.Hidupnya sudah nyaman dengan harta berlimpah, keluarga yang utuh tapi dia memilih untuk menjadi bahan gunjingan seluruh dunia.

"Biarkan berita itu naik, sampai mana putramu akan tahan dengan gunjingan orang diluar sana.."ucap tuan besar Jeon yang baru saja turun dari kamarnya.

"Tidakkk...apa yang papi katakan,bisa turun drastis saham kita jika semua ini tidak diredam"

Tuan besar Jeon hanya menggelengkan kepalanya mendengar ucapan istrinya. Dia tidak perduli dengan citra keluarganya, sudah cukup baginya untuk tidak ikut campur lagi dengan urusan putranya. Semua skandal itu tidak akan membuat keluarga mereka miskin, mungkin nama baik akan tercoreng tapi semuanya akan menghilang ditelan waktu.

"Lepas... lepaskan akuu.."teriakan Jeon menggema. Dia tidak berdaya karena kedua tangannya di pegangi oleh bodyguard berbadan kekar. Emily hanya diam berjalan mengekor di belakang mereka. Gadis itu begitu tenang disaat Jeon begitu heboh dengan para bodyguard didepannya.

"Nyonya.."ucap mereka serempak. Jeon Hanah melambaikan tangan menyuruh mereka semua untuk pergi. Wanita paruh baya itu menatap putranya dan Emily pergantian.

"Apa yang mami lakukan,aku dipaksa kemari seperti penjahat saja"

"Diam dan duduklah..."Jeon Hanah memijit pelipisnya.

Keduanya duduk berdampingan di depan Hanah,tangan Respati menggenggam jari jemari lentik milik Emily. Ibu jarinya mengusap punggung tangan Emily,semua itu tak luput dari pandangan jeon Hanah. Wanita paruh baya itu tertegun sejenak, bagaimana bisa putranya begitu berani melakukan itu di depan matanya. Sedangkan dengan menantunya sendiri putranya tak pernah bersikap manis dan romantis.

"Jeon... apakah kamu sudah melihat berita tadi pagi..?"

Jeon mengangguk mengerti dengan apa yang di sampaikan ibundanya. Dia juga tau pasti ada campur tangan wanita ini saat berita itu tak lagi berada di media manapun.

"Sudah ku katakan dengan sangat jelas, berhenti melakukan kegilaan ini.. Dan kamuu.."tatapan Hanah beralih pada Emily. "Berhentilah berada di sekitar putraku.."

"Mami...Aku sudah membuat keputusan dan tak akan kutarik kembali. Aku akan menceraikan Namira dan menikahi Emily.."

"Jeonnn..."teriak Hanah frustasi.

"Papaaaaa..." tiba-tiba saja teriakan anak kecil terdengar. Mereka serempak tertuju pada suara itu. Namira berjalan menggandeng tangan kecil milik Evan, dibelakang mereka juga terlihat kedua orang tua Namira.

Perempuan berkulit tan itu begitu terkejut saat melihat bukan hanya keluarga Jeon yang berada disana. Namira melihat seorang gadis yang begitu cantik, berkulit putih dan tangannya sedang berada di genggaman suaminya.

"Daddy.."seru Evan sembari menghampiri Respati.

"Evan lindu Daddy.... sangat lindu"ucapnya polos.

Jeon memangku tubuh mungil itu dan menciumi pucuk kepala putranya dengan lembut. Emily hanya tersenyum melihat tingkah lucu evan saat perutnya di gelitiki oleh ayahnya.

"Berani sekali kamu membawa selingkuhanmu kesini dan kalian diam saja besan"ucap Sherly menahan amarahnya.

"Mama.. hentikan,disini ada putraku"ucap Namira berusaha untuk tetap tegar melihat pemandangan di depan matanya. Jeon Respati sama sekali tak melihat ke arahnya bahkan suaminya tak menyapa orang tuanya. Dada namira seperti disayat sembilu,wajar saja lelaki ini tak ingat pada keluarganya. Perempuan yang dia sukai secantik ini, mungkin umurnya masih dua puluhan.

"Evan sayang, mommy sama Daddy mau bicara sebentar ya. Bisa minta tolong Evan untuk mencari cookies dulu"

Evan melihat pada Daddy nya dan Jeon pun mengangguk mengisyaratkan putranya itu untuk meninggalkan mereka sejenak. Setelah Evan berlari ke arah dapur ditemani pengasuhnya barulah Namira berani untuk mendekati suaminya.

"Kita belum berpisah,kamu sudah berani membawa perempuan lain masuk kerumah ini, kerumah mertuaku..Apa benar kamu sudah tidak mau kembali kerumah..?"ucapnya sendu.

"Saya sudah mengatakan dengan jelas saat terakhir kita bertemu,saya ingin mengakhiri pernikahan bisnis keluarga kita"

Namira tersenyum mendengar ucapan suaminya, sungguh betapa pria didepannya sama sekali tidak punya hati nurani.

"Setelah lima tahun bersama kamu mengatakan ini pernikahan bisnis...kamu sedang jatuh cinta lagi makanya kamu buta melihat betapa kita bahagia dengan pernikahan ini"sahut Namira menahan air matanya supaya tidak menetes.

"Mungkin kalian bisa berbicara empat mata saja.."ucap Emily jengah.

Tangan Jeon langsung menahan Emily untuk beranjak dari duduknya. Dia menggenggam erat tangan gadis itu seakan takut berpisah.Namira sekali lagi merasa sakit luar biasa di dadanya melihat perlakuan suaminya pada wanita lain.

"Apakah tak ada pria single yang bisa kamu dekati selain suamiku..?Jeon Respati itu pria beristri dan aku...aku ini istri sah nya".Namira menunjuk dirinya sendiri dengan kasar.

"Yang tadi..anak kecil yang tadi bilang rindu padanya,itu putra kami.Anak kecil itu sangat merindukan Daddy nya yang tidak pernah pulang kerumah.Apakah kamu sehina itu hingga bisa mengambil milik orang lain..."Namira mulai meneteskan airmata karena rasa sesak di dadanya.

Emily menatap wajah Namira dan tersenyum sembari mendekati istri kekasihnya itu.

"Saya sudah katakan berkali-kali,saya akan meninggalkan suamimu jika dia sendiri yang meminta saya untuk pergi"ucap Emily cepat.

"Sayang..."Jeon segera bangkit dan mendekati Emily. Pria itu memeluk tubuh Emily didepan istrinya sendiri.

"Jeonnn Respati..."Teriak Juna Airlangga sembari menerjang keduanya. Jeon segera mendorong tubuh Emily pelan,dia tak ingin kekasihnya Mendapat amukan dari mertuanya. Jeon menepis tangan Juna yang akan menghajarnya lagi,pria itu mendorong tubuh Juna sehingga pria paruh baya itu terhuyung membentur kaki sofa.

"sudah cukup tuan Juna..apa anda akan terus menghajar saya supaya saya kembali pada putri anda. Saya tidak mencintai putri anda bahkan setelah lima tahun pernikahan. Atau saya harus membuka lagi apa yang sudah saya katakan berkali-kali,kalau saya..."

"Cukup Jeonnnn...cukup..jangan katakan apapun lagi.. kumohon" Tubuh Namira luruh kelantai sembari memegangi dadanya. Dia menangis meratapi pernikahan mereka yang mungkin memang tidak bisa di pertahankan lagi.

Sherly sudah tidak bisa mengatakan apapun lagi. Dia memalingkan wajahnya tak ingin melihat putrinya yang masih menangisi pernikahannya.

Kedua orang tua Jeon hanya bisa diam tak ingin lagi ikut campur dalam urusan rumah tangga putra mereka.

"Pulanglah... Segera tandatangani surat perceraian kita"Jeon menggandeng tangan Emily untuk bergegas pergi meninggalkan semua orang yang berada disana.

"Daddy...apa Daddy akan pulang kerumah malam ini?"tanya Evan yang berlari mengejar ayahnya.

Jeon sedikit membungkuk untuk mencium kening sang putra. Pria itu memeluk tubuh mungil Evan mengelus punggung ringkih bocah tiga tahun itu.

"Daddy tidak akan pulang kerumah Evan lagi, tapi Daddy janji akan sering mengajak Evan bermain Playground"

"Daddy janji..?"Bocah itu memberikan kelingking kecilnya untuk di takutkan dengan kelingking milik sang Daddy.

"Iya.. Daddy janji"ucap Jeon sembari mengaitkan jari kelingkingnya.

1
Ana Dinozzo
yuk baca
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!