Shen Yu, seorang pemuda yang memikul takdir terlarang sebagai pewaris Raja Iblis Purba (Tangan Asura, Mata Iblis, dan Jantung Ketiadaan), memimpin sekelompok jenius buangan untuk melawan takdir mereka: Ye Qing sang Dewa Pedang Bintang, Su Ling pemilik Mata Iblis Surgawi, Feng Jiu sang Ratu Phoenix, dan Long Tu sang Jenderal Setengah Naga.
Setelah menghancurkan ambisi Sekte Mayat dan menolak menjadi wadah pengorbanan bagi Istana Langit Utara, Shen Yu melakukan langkah gila: ia meledakkan Jantung Iblis untuk merobek dinding realitas, membawa timnya melarikan diri ke dalam celah dimensi yang mematikan.
Tiga tahun berlalu dalam kehampaan. Kini, mereka muncul kembali di Benua Roh Abadi, sebuah dunia tingkat tinggi yang jauh lebih buas dan kuno. Dengan kekuatan yang telah berevolusi mencapai ranah Nascent Soul, Shen Yu tidak lagi berniat lari.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CHAPTER 4
Barat Laut Kota Awan Surgawi - Danau Hitam Sunyi (Silent Black Lake).
Jauh dari keramaian rute utama yang dilalui Tiga Sekte Besar menuju Pegunungan Kabut Ungu, terdapat sebuah wilayah rawa yang selalu tertutup kabut beracun. Di tengah rawa itu, terhampar sebuah danau yang airnya tenang bagaikan cermin obsidian.
Tidak ada burung yang terbang di atasnya. Tidak ada serangga yang berani bersuara. Keheningan di sini bersifat menekan, seolah danau itu sendiri adalah mulut raksasa yang menahan napas.
"Ini tempatnya," bisik Long Xi, Putri Naga yang kini mengenakan jubah biru sederhana, namun aura bangsawannya telah kembali. "Air ini bukan air biasa. Ini adalah Air Berat Yin (Heavy Yin Water). Satu tetesnya seberat merkuri dan sedingin es kutub."
Shen Yu berdiri di tepi danau, ujung jubahnya menyentuh permukaan air. Sssttt... Kain jubahnya langsung membeku lalu hancur menjadi debu es hitam.
"Korosi Yin yang kuat," komentar Shen Yu datar. "Pantas saja tidak ada yang menemukan pintu belakang ini. Kultivator Inti Emas akan mati begitu menyentuh air ini."
Shen Yu menoleh pada timnya.
"Long Tu, Long Xi. Kalian ras Naga. Air ini rumah kalian."
"Ye Qing, Su Ling. Gunakan Qi pelindung maksimal."
"Feng Jiu... kau elemen Api. Air ini musuh alamimu. Kau akan kesulitan."
Feng Jiu mendengus, api emas kecil menari di ujung jarinya. "Api Phoenix tidak takut air, Guru. Aku hanya akan mengubah danau ini menjadi mendidih jika perlu."
Shen Yu mengangguk. Dia mengangkat tangannya. Sebuah Mutiara Penghindar Air (barang rampasan dari bandit) melayang di atas mereka, menciptakan gelembung udara transparan yang membungkus kelimanya.
"Turun."
Mereka melompat ke dalam danau hitam itu.
Kedalaman 500 Tombak - Kegelapan Abadi.
Semakin dalam mereka menyelam, semakin pekat kegelapan di sekeliling. Cahaya dari permukaan sudah lama hilang. Hanya cahaya redup dari Mutiara Penghindar Air dan mata ungu Su Ling yang menerangi jalan.
Tekanan air di sini luar biasa. Gelembung pelindung mereka berderit, seolah diremas oleh tangan raksasa.
"Ada yang mengawasi..." bisik Su Ling tiba-tiba. Mata Iblis Surgawi nya berputar gelisah, melihat aliran Qi yang kacau di kedalaman.
"Bukan satu," koreksi Long Tu, yang kini telah mengubah tangannya menjadi cakar naga penuh. "Ribuan."
BLUP.
Gelembung udara raksasa naik dari dasar danau.
Tiba-tiba, kegelapan di bawah mereka... Membuka Mata.
Bukan dua mata. Melainkan ratusan mata berwarna kuning keruh yang bersinar serentak di dinding tebing bawah air, di batu karang, dan di lumpur dasar.
Ternyata itu bukan batu karang. Itu adalah tubuh raksasa seekor monster yang memenuhi dasar danau.
Gurita Raksasa Mata Seribu (Thousand-Eyed Kraken). Status: Binatang Roh Mutasi (Mutated Spirit Beast). Ranah: Setara Nascent Soul Tahap Akhir.
Makhluk itu adalah peliharaan penjaga makam yang telah bermutasi karena memakan sisa-sisa energi mayat dan Air Berat Yin selama ribuan tahun. Tubuhnya lunak namun kebal senjata tajam, dan setiap tentakelnya dipenuhi mata yang bisa menembakkan serangan mental.
"MAKANAN..." suara telepati yang rusak dan gila bergema di kepala mereka.
SWUSH!
Delapan tentakel raksasa, masing-masing setebal pohon beringin tua, melesat dari kegelapan untuk meremukkan gelembung pelindung mereka.
"Pecah formasi!" teriak Shen Yu.
Tim Shen Yu melompat keluar dari gelembung tepat saat tentakel itu menghancurkannya.
Ye Qing mencoba menebas tentakel yang mendekat. "Seni Pedang: Tebasan Bintang!"
Namun, Air Berat Yin menahan laju pedangnya. Kecepatan tebasannya berkurang 30%. Pedangnya hanya menggores kulit tentakel itu.
"Sial! Air ini lengket sekali!" umpat Ye Qing.
Tentakel itu membalas, menghantam Ye Qing seperti cambuk besi. Ye Qing menahan dengan peti pedangnya, tapi dia tetap terpental jauh di dalam air, menciptakan gelombang kejut.
Di sisi lain, Feng Jiu mencoba menyemburkan api.
BOOM!
Apinya bertemu air, menciptakan ledakan uap panas yang membakar kulit gurita itu, tapi juga menghalangi pandangan tim sendiri.
"Mata! Hati-hati dengan matanya!" teriak Su Ling.
Mata-mata di tentakel gurita itu bersinar ungu. Sinar Kebingungan Jiwa.
Long Tu yang sedang mencabik daging gurita tiba-tiba berhenti. Matanya kosong. Dia melihat ilusi masa lalunya saat diperbudak.
Tentakel lain melilit tubuh Long Tu, siap meremukkannya.
"Long Tu! Bangun!" teriak Long Xi.
Sang Putri Naga berubah wujud. Dia tidak memiliki kekuatan tempur fisik yang besar, tapi dia adalah Bangsawan Laut.
Long Xi memejamkan mata, bernyanyi dalam Bahasa Naga Kuno. Gelombang sonik menyebar di air.
Nyanyian itu mengganggu kendali mental Gurita tersebut. Mata-mata di tentakelnya berkedip kesakitan.
Cengkeraman pada Long Tu melonggar. Long Tu sadar kembali, meraung marah, dan merobek tentakel yang memegangnya hingga putus. Darah hitam pekat mencemari air.
Namun, monster itu memiliki kemampuan regenerasi. Tentakel yang putus tumbuh kembali dalam hitungan detik.
"Dia abadi di dalam air ini!" seru Ye Qing. "Kita butuh serangan yang menghancurkan intinya seketika!"
Shen Yu, yang sedari tadi melayang tenang di tengah kekacauan, akhirnya bergerak.
"Abadi?"
Shen Yu tersenyum sinis. Gelembung udara keluar dari mulutnya.
"Di hadapan Asura, tidak ada yang abadi kecuali kematian."
Shen Yu menyimpan aura manusianya. Dia mengaktifkan Lengan Asura sepenuhnya.
Lengan kanannya membesar, rune ungu menyala terang, mendidihkan air di sekitarnya.
Shen Yu tidak berenang. Dia menggunakan Langkah Hampa untuk berpindah tempat secara instan di dalam air, muncul tepat di depan "Kepala" utama gurita itu sebuah bola daging raksasa dengan satu mata merah besar di tengahnya.
Gurita itu menyadari bahaya. Ratusan tentakelnya berbalik menyerang Shen Yu serentak. Mata utamanya menembakkan Sinar Kematian Yin.
Shen Yu tidak menghindar.
Dia meninju lurus ke depan.
Tinju Asura: Pemecah Samudra.
BOOOOOOOOOOM!
Bukan hanya air yang terbelah. Tekanan tinju itu menciptakan Ruang Hampa di dalam air yang memanjang hingga satu kilometer.
Sinar kematian gurita itu buyar. Tentakel-tentakelnya hancur menjadi bubur daging karena gelombang kejut.
Dan tinju Shen Yu mendarat telak di mata utama monster itu.
SPLAT!
Kepala gurita itu meledak.
Bukan hanya mati, seluruh tubuh raksasanya hancur berkeping-keping oleh getaran kekuatan fisik murni yang dihantarkan melalui air yang padat.
Darah hitam memenuhi danau. Inti Monster (Beast Core) berwarna biru gelap melayang keluar, ditangkap oleh Shen Yu.
"Selesai," kata Shen Yu, suaranya bergema lewat transmisi Qi.
Ye Qing berenang mendekat, mengacungkan jempol. "Pukulan yang bagus, Bos. Kau membuatku merasa pedangku tumpul."
Pintu Gerbang Naga Kuno.
Setelah monster itu mati, dasar danau menjadi tenang.
Di sana, tertutup lumpur dan ganggang, berdiri sebuah gerbang raksasa setinggi tiga puluh tombak. Gerbang itu terbuat dari Perunggu yang tidak berkarat meski terendam ribuan tahun.
Ukiran dua naga yang saling melilit menghiasi pintunya.
Long Xi berenang ke depan. Dia mengiris telapak tangannya dengan kuku, membiarkan darah biru bangsawannya menetes ke ukiran naga itu.
Kemudian dia menempelkan Sisik Emas (kunci yang dia bawa) ke lubang di tengah gerbang.
GRRRRRRRR....
Getaran berat terasa. Lumpur di dasar danau tersapu.
Gerbang perunggu itu perlahan terbuka ke dalam. Anehnya, air danau tidak masuk ke dalam. Ada selaput energi transparan yang memisahkan air danau dengan ruang di balik gerbang.
"Jalan terbuka," kata Long Xi lemas karena kehilangan darah esensi.
Shen Yu menangkap bahu Long Xi, menyalurkan sedikit Qi untuk menstabilkannya.
"Kerja bagus. Kau berguna," kata Shen Yu.
Mereka melangkah melewati selaput energi itu.
Di Balik Gerbang - Aula Harta Karun Pertama.
Mereka tiba di sebuah lorong kering yang dindingnya bercahaya sendiri. Udara di sini kering dan berbau debu kuno bau waktu yang terhenti.
Ini adalah bagian paling bawah dari Makam Dewa. Area yang seharusnya menjadi tempat peristirahatan para pelayan naga.
"Lihat itu..." mata Ye Qing terbelalak.
Di sepanjang lorong, terdapat rak-rak senjata yang berdebu. Tombak, pedang, perisai. Meski sebagian besar sudah kehilangan spiritualitasnya karena waktu, beberapa di antaranya masih memancarkan aura Tingkat Bumi.
"Ambil yang berguna. Sisanya biarkan," perintah Shen Yu. "Jangan serakah. Harta sesungguhnya ada di atas."
Namun, saat mereka berjalan lebih jauh, Long Tu berhenti di depan sebuah Pilar Kristal.
Di dalam pilar itu, disegel sebuah Tulang Lengan Raksasa. Tulang itu bukan tulang manusia. Itu adalah tulang naga.
Tulang itu memancarkan aura yang membuat Long Tu dan Long Xi ingin berlutut.
"Tulang Leluhur..." bisik Long Xi. "Itu adalah tulang lengan Naga Perang yang pernah menjadi tunggangan Dewa Pemilik Makam ini."
Long Tu menatap tulang itu dengan lapar. "Jika aku... menyerapnya..."
"Kau bisa menembus Nascent Soul Menengah dan mendapatkan tubuh fisik Naga Sejati," sambung Shen Yu.
Shen Yu mengamati segel pilar itu.
"Segelnya rumit. Butuh waktu satu jam untuk membukanya tanpa memicu formasi di lantai atas (tempat Tiga Sekte Besar mungkin sudah mulai masuk)."
"Kita ambil ini," putus Shen Yu.
Namun, saat Shen Yu hendak menyentuh pilar itu, Su Ling tiba-tiba berteriak.
"Jangan sentuh! Itu jebakan!"
Mata Iblis Surgawi Su Ling melihat benang-benang karma merah yang terhubung dari tulang itu ke bayangan di sudut ruangan.
"Ada sesuatu yang bersembunyi di dalam tulang itu... Sisa Jiwa yang jahat."
Tiba-tiba, suara tawa kering terdengar dari dalam pilar kristal itu.
"Hehehe... Gadis bermata iblis? Jarang sekali ada yang bisa melihatku."
Kabut hitam keluar dari tulang naga itu, membentuk wujud hantu seorang kakek tua bungkuk dengan aura Nascent Soul yang licik.
"Aku adalah Penjaga Harta Lantai Bawah. Jika kalian menginginkan tulang ini, kalian harus menjawab satu pertanyaanku. Jika salah... kalian menjadi nutrisi bagi tulang ini."
Shen Yu menatap hantu itu datar.
"Aku tidak datang untuk bermain teka-teki dengan hantu," kata Shen Yu.
Mata Shen Yu berubah menjadi pusaran hitam.
"Long Tu, bersiaplah menyerap tulang itu. Aku akan memakan hantu ini sebagai makanan untuk Jantung Iblisku."
10 bab sehari kek pelit bener