NovelToon NovelToon
Mahar Satu Miliar Dari Pria Impoten

Mahar Satu Miliar Dari Pria Impoten

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Pengantin Pengganti / Terpaksa Menikahi Suami Cacat / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Alfatih

Arum Mustika Ratu menikah bukan karena cinta, melainkan demi melunasi hutang budi.
Reghan Argantara, pewaris kaya yang dulu sempurna, kini duduk di kursi roda dan dicap impoten setelah kecelakaan. Baginya, Arum hanyalah wanita yang menjual diri demi uang. Bagi Arum, pernikahan ini adalah jalan untuk menebus masa lalu.

Reghan punya masa lalu yang buruk tentang cinta, akankah, dia bisa bertahan bersama Arum untuk menemukan cinta yang baru? Atau malah sebaliknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25. Dadah Om Tampan...

Reghan masih berlutut di hadapan bocah itu, matanya tak lepas dari wajah Revano. Semakin lama ia menatap, semakin kuat rasa asing sekaligus familiar yang menyesak di dadanya. Ada sesuatu di balik tatapan polos itu, sesuatu yang membuat napasnya terasa berat.

"Levan … Mama kamu di mana?” tanya Reghan perlahan, mencoba tetap tenang meski nadanya sedikit bergetar.

"No, Levan ... Om! Rlevan!" ucap bocah itu polos, Reghan mengangguk dan tersenyum.

Bocah itu menatap sekeliling, bibir mungilnya kemudian manyun.

“Nggak tahu, Om. Mama tadi sama Papa Gavin. Levan mau nyari Mama.”

Nama itu, membuat Reghan seketika menegakkan tubuhnya. Ada sekilas ingatan samar di benaknya tentang seorang dokter yang sempat menangani pasien dari luar kota. Tapi pikirannya buyar ketika bocah itu tiba-tiba menarik ujung jasnya.

“Om, Levan haus…” katanya pelan.

Reghan spontan menunduk lagi, tanpa sadar menatapnya dengan tatapan lembut. “Kamu … sakit, ya?”

Bocah itu mengangguk kecil. “Kata Mama, Levan sakit dalah … tapi nanti sembuh, kok. Mama bilang Levan anak kuat.”

Kalimat sederhana itu justru membuat dada Reghan terasa seperti diremas. Dia berusaha tersenyum, tapi ekspresinya goyah.

Bu Nara, yang berdiri di belakang, menatap pemandangan itu dengan campuran kagum dan cemas. Dia akhirnya berdeham pelan, mencoba mengembalikan fokus. “Tuan, sepertinya … anak ini pasien bagian anak, ya? Mungkin sebaiknya kita bantu panggil perawatnya.”

Namun sebelum Reghan sempat menjawab, suara perawat dari ujung lorong terdengar. “Revan! Revan, sayang, jangan lari lagi!”

Perawat itu berlari kecil menghampiri, wajahnya panik begitu melihat bocah itu bersama Reghan.

“Astaga, maaf, Tuan Reghan. Anak ini pasien kami. Dia lepas dari pengawasan untuk mencari orang tua," kata perawat itu sembari menunduk.

"Orang tua macam apa meninggalkan anaknya sendiri di dalam ruang inap," kata Reghan yang sedikit geram. Reghan tak langsung melepas genggaman kecil di jasnya.

“Dia anak siapa?” tanyanya kemudian dengan tenang, tapi suaranya mengandung tekanan halus.

Perawat itu menunduk gugup. “Anu … saya tidak bisa memberitahukan data pasien, Tuan. Tapi ibunya sedang bersama Dokter Gavin untuk pemeriksaan donor yang cocok untuk sang anak,”

Nama itu lagi, Reghan menatap bocah di hadapannya, lalu perlahan menurunkan genggamannya dari tangan kecil Revano. “Baik, hati-hati, ya, Revan,” ucapnya lembut. Revano tersenyum dan melambaikan tangan kecilnya.

“Dadah, Om tampan.” Ada perasaan hangat yang terlintas dari senyum anak itu, hingga membuat Reghan ikut tersenyum.

Ketika perawat membawanya pergi, pandangan Reghan tetap mengikuti langkah bocah itu hingga menghilang di balik pintu lift. Dadanya terasa sesak, seolah ada bagian dari dirinya yang baru saja dibawa pergi.

“Bu Nara…” katanya akhirnya, suaranya rendah dan berat.

“Iya, Tuan?”

“Cari tahu semua tentang anak itu.” Tatapan Reghan menajam, tapi sorot matanya kini lebih dari sekadar rasa ingin tahu. Ada ketakutan, harapan, dan penyesalan yang samar di dalamnya.

“Nama lengkapnya, siapa orang tuanya, dan … apa hubungannya dengan Dokter Gavin. Lalu, cari tahu sakit apa yang di deritanya, mungkin kita bisa membantu mencari pendonor seperti yang perawat itu katakan.”

Bu Nara menatapnya kaget, tapi mengangguk pelan. Ia tahu, sejak Reghan menatap bocah itu, ada sesuatu yang telah berubah di mata majikannya. Sesuatu yang tak akan bisa dibendung lagi.

Sore mulai merayap, warna jingga matahari memantul di kaca-kaca rumah sakit ketika Reghan masih duduk diam di mobilnya. Tatapannya kosong, tapi pikirannya berputar cepat, tentang bocah itu. Tentang wajah kecil yang sangat mirip dirinya, tentang panggilan Mama yang begitu tulus, dan tentang nama Gavin yang terus mengusik pikirannya.

Tak lama, Bu Nara mengetuk kaca mobil dari luar. Reghan menoleh, menurunkan kaca jendela.

“Sudah, Bu Nara?”

“Saya dapat datanya, Tuan,” ucap wanita itu hati-hati, menyerahkan berkas print out dari data rumah sakit.

“Anak itu bernama Revano, usia tiga tahun, pasien rawat anak dengan diagnosa leukemia limfoblastik akut. Ibunya terdaftar atas nama Arum Mustika Ratu.”

Nama itu menghantam Reghan seperti petir di siang bolong. Tangannya refleks mengepal di atas pahanya.

“Arum…?” gumamnya pelan, seolah lidahnya kaku menyebut nama itu.

Bu Nara menunduk, tak berani menatap mata Reghan yang kini mulai memerah.

“Iya, Tuan. Dokter penanggung jawabnya ... Dokter Gavin Wardhana. Mereka tinggal di rumah dinas dokter di daerah selatan kota. Tidak ada penjelasan lengkap tentang hubungan Dokter Gavin dan ibu pasien,”

Hening menguasai mobil itu. Hanya suara mesin dan detik jam digital dashboard yang terdengar. Reghan memejamkan mata, menahan gejolak di dadanya. Tiga tahun, tiga tahun ia mencari Arum ke berbagai kota, bahkan sempat menduga wanita itu telah meninggal. Namun ternyata dia hidup, hidup dengan anak yang ternyata anaknya sendiri.

“Persiapkan mobil, besok pagi kita ke rumah sakit ini lagi,” ucap Reghan lirih, tapi penuh ketegasan.

“Saya ingin bertemu dokter Gavin secara langsung.”

Bu Nara mengangguk cepat. “Baik, Tuan.”

Reghan menatap keluar jendela, menatap ke arah gedung rumah sakit yang perlahan memantulkan bayangan dirinya. Dalam hatinya, perasaan bersalah, rindu, dan ketakutan bercampur jadi satu.

Ia berbisik lirih, hampir tak terdengar,

“Arum … apa yang sudah kamu lalui selama ini?”

Sementara itu di dalam rumah sakit, di ruang rawat anak, Arum sedang duduk di tepi ranjang sambil mengelus rambut Revano yang mulai tertidur. Wajahnya lelah, tapi senyum lembut tetap ia paksakan.

“Revan anak Mama yang kuat, ya…” katanya dengan suara bergetar. “Kamu pasti bisasembuh, mama janji…”

Namun entah mengapa, malam itu dada Arum terasa berat, seolah ada sesuatu yang akan datang, sesuatu dari masa lalu yang selama ini berusaha ia kubur dalam-dalam.

1
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Reghan terlalu ceroboh mempertaruhkan keselamatan Arum dan Revan tanpa pengawalan padahal tau bahaya mengintai..aneh
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
apa Reghan mau melamar ulang Arum ya, tp malesnya pasti ada para siluman kumpul di sana.🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
syutingnya ceritanya lagi musim hujan apa gimana thor, perasaan hujan mulu.🤭🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎: hihihihiii... terbawa suasana sambil makan yg anget² selebihnya inget apa yaa...jangan sampe ingetnya kenangan. 🤣🤣🫣
total 2 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
thor ga kedengaran lagi kabar para siluman Maya dan antek²nya juga keluarga yg dulu membesarkan Arum gimana tuh... sudah dapet kartu merah belum.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
hebatnya Dr Gavin dia dewasa pemikirandan tindakannya juga bijak ga egois..
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
resiko besar yg harus kamu merasakan Reghan kalau ankmu harus memanggil pria lain papahnya jd cobalah lapang dada karna Dr Gavin punya peran besar dalam kehidupan Arum sama Revan
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Dr Gavin salut dengan kedewasaan dan kelapangan hatimu...👏👏👏
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
ikutan berat banget jadi Arum.🤭🤭
kembali lg ke author yg punya sekenario mereka, mau gimana lagi Reghan masih mencintai Arum dan begitupun sebaliknya meskipun rasanya ga rela mereka balikan tp alasa Revan butuh ayah kandungnya selalu jd alasan utama padahal aku dukungnya Arum sama Dr. Gavin.🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
heehhh pada telaaaattt bertindaakkk.. setelah kesakitan Arum yg kalian lakukan di rumah itu
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
kenapa baru sekarang kamu tegasnya Reghan, ternyata harus kehilangan dulu baru bertindak
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
kekuasaan di atas segalanya yg kecil makin tertindas sedangkan yg berkuasa hidup bahagia... tp kalau bener endingnya Arum balikan sama Reghan waaahh di luar prediksi aku yg baca...
logika saja dari awal Arum di buat menderita di rumah Argantara dan segitu mudahnya minta maaf trs balikan.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
thor jangan di buat balikan tapi kalaupun di buat balikan lg jangan sampai di kasih gampang, enak saja Arum berjuang sendiri tanpa Reghan atau siapa pun... apa lg mereka sudah membuat luka pd Arum.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
jangan sampe Arum di bikin balikan lagi sama Lelaki plin plan seperti Reghan thor sudah cukup Arum menderita tapi malah di tambah lagi penderitaannya dengan Revan yg sakit parah... trs apa kabar dengan orang² yg buat dia menderita... kasihan Arum
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
aneh masa iya di rumah sebesar itu ga ada cctv maen nuduh sembarangan dan Reghan ga berubah sama sekali yrs Arum dengan b0d0hnya mudah percaya dengan Reghan dan omanya
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
syukurlah Arum pergi buat kewarasan diri dari pada bertahan di sana tp ga di anggap
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
hadeuuhh Arum kamu mah manut bae sudah tau mereka manfaatin kamu, kamu di rumah itu bukan untuk di jadikan pesuruh suman tapi fokus pd Reghan.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
kasian Arum, bukan hanya tekanan dan beban fisiknya saja yang dia tanggung tapi juga mentalnya...
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
dr Samuel aneh emangnya dia psikolog atau dokter umum kok seolah² keadaan Arum ga penting buat dia.. aneh, dia di bayar buat mengobati kalaupun bukan bidangnya tp penyampaianmu ga yg seharusnya
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Reghan ga ada harga dirinya sama sekali dengan mantan sendiri saja lemah..
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
sudah tau tanggung jawabmu diperusahaan membutuhkan kamu tp kamu tetap terpuruk dengan orang yg sudah meninggalkan kamu demi harta Reghan dan yg mirisnya kamu ga mau sembuh dan move on dari siluman Alena..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!