NovelToon NovelToon
Dilamar Si Cantik Tak Dikenal

Dilamar Si Cantik Tak Dikenal

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Tamat
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Mami Al

Dio tak menyangka wanita yang ditemuinya dalam hitungan jam berani melamarnya. Bagi dirinya itu adalah sebuah penghinaan meskipun wanita yang ditolongnya cantik dan mampu memberikan seluruh harta. Dio pun menolak keinginannya, tetapi si cantik Laras tetap terus mengejarnya.

Apakah Dio bersedia menerima lamarannya atau tetap pada pendiriannya mencintai kekasihnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mami Al, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode Keenambelas

Dio dan Laras menikmati sarapan tanpa bicara. Keduanya juga tak saling menatap, tak seperti biasanya ada obrolan singkat. Laras juga terlebih dahulu meninggalkan ruang makan, ia juga tak lupa mencium punggung tangan suaminya sebelum berangkat kerja.

Deru suara mobil yang dikendarai Laras telah terdengar jauh, Dio juga bergegas berangkat. Dia akan mencuci piring sepulangnya dari kantor.

Dua jam berada di kantor, Dio ditugaskan oleh ayah mertuanya pergi ke restoran terdekat untuk menemani salah satu karyawannya yang sudah lebih dulu berangkat ke tempat tujuan.

Sesampainya di sana, Dio kelihatan bingung karena restorannya berada dilantai 6. Dia tak pernah memasuki gedung mewah tersebut kecuali mall kota. Itupun cuma 2 kali selama menjalin hubungan dengan Sindy. Dia memang tak suka mendatangi tempat-tempat begitu.

Rea baru keluar gedung itu melihat Dio yang seperti orang kebingungan, dia yang mengenal suami sahabatnya lantas menyapanya. "Kamu Dio, 'kan?"

Dio menatap wanita yang ada dihadapannya menautkan alisnya dan bertanya, "Maaf, anda siapa, ya?"

Rea mengulurkan tangannya, "Aku temannya Laras. Namaku Rea."

Dio tak menyambut uluran tangan teman istrinya dan hanya berucap, "Oh."

"Masa 'sih kamu tidak mengenal aku. Kita pernah bertemu di acara pernikahan kalian," jelas Rea.

"Maaf, aku lupa. Karena banyak tamu yang hadir, jadi aku tak ingat wajah kalian," ujar Dio.

Rea manggut-manggut paham.

"Ngomong-ngomong kenapa kamu di sini? Apa ada yang ingin kamu temui?" tanya Rea.

"Aku ingin bertemu dengan temanku, katanya dia ada di restoran ini. Tapi, aku tak tahu di mana letak restorannya," jawab Dio.

"Apa nama restorannya?" tanya Rea lagi.

Dio menyebutkan nama restoran dan nomor tingkat lantainya.

"Aku akan mengantarmu," kata Rea bersedia membantu.

Keduanya berjalan beriringan dan masuk lift bersama menuju lantai tujuan. Rea juga membantu Dio menemui temannya. Setelah Dio bertemu dengan rekan kerjanya, tak lupa ia mengucapkan terima kasih.

"Dia siapa?" tanya Fatur, rekan kerja Dio.

"Temannya istriku," jawab Dio.

"Cantik juga!" puji Fatur.

Dio hanya tersenyum tipis.

"Andai saja aku belum menikah pasti aku akan mengejarnya," kata Fatur tersenyum membayangkan menjadi kekasihnya Rea.

"Kamu juga akan bicara yang sama kalau menemukan wanita yang lebih cantik darinya," sindir Dio.

"Kenapa begitu?" tanya Fatur.

"Matamu terlalu rakus. Jadi, melihat wanita yang lebih dari istrimu rasanya ingin memiliki," jawab Dio.

"Kamu bicara begitu karena baru menikah dengan Nona Laras. Apalagi Nona Laras cantik, putri tunggal dan kaya raya. Kamu tidak mungkin bisa melepaskannya," ucap Fatur yang membandingkan kehidupannya dengan pria disampingnya.

Dio hanya tertawa kecil mendengarnya.

Selepas bertemu dengan relasi bisnis perusahaan mertuanya mereka kembali pulang, dia dan rekannya berpisah diparkiran karena membawa kendaraan masing-masing.

Dio yang hendak masuk ke mobilnya, Rea menghampirinya dan berkata, "Dio, apa aku boleh minta tolong."

"Tolong apa, ya?"

"Mobilku mogok, ponselku kehabisan baterai, aku tidak bisa balik ke kantor. Apa kamu bisa mengantarkan aku. Kebetulan jalan ke kantor kita searah."

Dio tak segera mengiyakan permintaan teman istrinya.

"Aku tidak punya uang tunai."

"Baiklah, ayo!" Dio akhirnya bersedia mengantarkan Rea ke kantor.

Di dalam mobil yang melaju, Rea sesekali melirik Dio yang fokus menyetir. Tampak hening.

"Kamu dan Laras bertemu di mana?" Rea mulai memberanikan diri bertanya memecahkan keheningan.

"Di jalan," jawab Dio singkat.

Rea mengernyitkan dahinya.

"Apa Laras tidak pernah bercerita?" tanya Dio.

"Tidak pernah. Dia cuma bilang akan menikah dengan pria lain," jawab Rea.

"Apa kamu kenal dengan kekasihnya Laras?" tanya Dio lagi.

"Tidak," jawab Rea.

"Masa 'sih kamu tidak kenal. Apa Laras tak pernah memperkenalkannya?"

"Kami pernah bertemu sekali. Waktu di acara ulang tahun teman di klub malam."

"Apa kalian sering ke sana?"

"Ya, hampir sering. Bahkan Laras paling senang minum. Kami sampai kewalahan mengurusnya jika mabuk."

"Apa dia pernah tidur dengan kekasihnya itu?"

"Aku tidak tahu, pastinya mereka sering ke hotel."

Dio terdiam mendengar kata yang terakhir.

"Aku tidak bermaksud menjelekkan dia. Aku juga tak mau hubungan kalian hancur karena ceritaku."

Dio hanya tersenyum tipis.

"Jika kamu mau menanyakan bagaimana sikap Laras atau mengenai hubungan dia dengan kekasihnya itu. Aku bisa membantumu mencari informasinya," kata Rea dengan semangat.

"Terima kasih," ucap Dio dengan wajah datar.

-

Malam harinya, Laras dan Dio kembali dipertemukan di ruang makan. Menikmati makanan tanpa bicara.

Selesai makan, Dio selalu akan mencuci perlengkapan makan yang kotor. Pekerjaan biasa yang sering dilakukannya bergantian dengan ayah dan adiknya. Meskipun ada pelayan yang datang setiap hari walaupun tak menginap, Dio tetap ingin dirinya yang mencucinya.

Laras kembali ke kamar, sebelum tidur ia menghabiskan waktunya dengan membaca buku. Volume nada dering ponselnya sengaja diperkecil agar tak mengganggu waktu tidur suaminya.

Sejam Laras berada di kamar, Dio pun muncul. Naik ke ranjang dan merebahkan tubuhnya di samping istrinya. "Tadi siang aku bertemu dengan temanmu. Namanya Rea."

"Rea? Dia di kota ini?" tanya Laras bingung.

"Iya. Aku juga sempat mengantarkannya ke kantornya. Kebetulan kami bertemu di restoran. Dia juga sudah membantuku mencari restoran yang aku tuju," jawab Dio mengarahkan pandangannya kepada istrinya.

"Bukankah Rea bilang kalau lagi di luar kota? Lusa dia akan kembali."

"Buktinya aku tadi bertemu dengannya. Lagian aku tak mengenal siapa saja temanmu."

"Dia bicara apa saja?" Laras penasaran dengan isi pembicaraan suaminya dan temannya itu.

"Tidak ada," kata Dio berbohong.

"Apa selama perjalanan kamu mengantarkannya cuma diam saja?" Laras terlihat kesal.

"Dia hanya bertanya di mana kita bertemu," ucap Dio.

"Benar cuma itu saja?" Laras tak percaya.

"Kamu mau kami membicarakan apa?"

Laras mengendikkan bahunya.

"Temanmu sangat cantik, ya!" puji Dio tersenyum.

"Kamu menyukainya?" tanya Laras.

"Tidak. Hanya memujinya saja," jawab Dio.

"Jika kamu mau, aku bisa membuatmu lebih dekat dengannya!" janji Laras.

"Biar kamu dapat balikan lagi dengan kekasihmu itu!" Dio menuding.

"Kenapa kamu malah menuduhku?" Laras mulai kesal.

"Selama ini kamu 'kan ingin bebas. Bisa saja kamu mempunyai cara licik biar aku melepaskanmu dan kedua orang tuamu menuduhku berkhianat!" Lagi-lagi Dio menuding.

"Aku yakin pasti Rea banyak bercerita mengenai aku!"

Dio bangkit dan duduk, "Kenapa? Kamu takut?"

"Siapa yang takut?" Laras terbata.

"Kamu dan orang tuamu sangat licik, ya. Putrinya tidak suci lagi malah diserahkannya kepadaku," Dio tersenyum getir.

"Jaga mulutmu!!" Laras berkata merapatkan giginya.

"Memang kenyataannya, 'kan?" Dio terus merendahkan istrinya.

"Aku belum pernah tidur dengan siapapun!" Laras menegaskan ucapannya.

"Kamu sering mabuk. Tempat yang sering kamu kunjungi adalah klub malam. Apa aku harus mempercayaimu?" Lagi-lagi Dio menyudutkan Laras.

"Aku tidak terlalu sering ke sana dan aku juga pastikan tak pernah mabuk kecuali malam itu!" Laras mengingatkan cerita beberapa waktu lalu.

"Benarkah? Lalu hotel?"

Laras mengernyitkan keningnya.

"Apa kamu sudah menyerahkan kesucianmu kepadanya?"

1
Dew666
💥💥💥💥💥
Dew666
Loh kok tamat thor?
Dew666
🍭💎
Dew666
💜💜💜
Dew666
🍡🪸💜
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!