NovelToon NovelToon
Sistem Perdagangan Dunia Paralel

Sistem Perdagangan Dunia Paralel

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Crazy Rich/Konglomerat / Fantasi / Fantasi Wanita / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:52.4k
Nilai: 5
Nama Author: SiPemula

Alina Grace tumbuh sebagai putri keluarga Kalingga. Hidup dalam kemewahan, pendidikan terbaik, dan masa depan yang tampak sempurna.

Namun semua itu runtuh seketika begitu kebenaran terungkap.

Ia bukanlah anak kandung keluarga Kalingga

Tanpa belas kasihan, Alina dikembalikan ke desa asalnya, sebuah tempat yang seharusnya menjadi rumah, tetapi justru menyisakan kehampaan karena kedua orang tua kandungnya telah lama meninggal dunia.

Dari istana menuju ladang, dari kemewahan menuju kesunyian, Alina dipaksa memulai hidup dari nol.

Di tengah keterpurukan, sebuah Sistem Perdagangan Dunia Pararel terbangun dalam dirinya.

Sistem misterius yang menghubungkan berbagai dunia, membuka peluang dagang yang tak pernah dibayangkan manusia biasa.

Dengan kecerdasan, kerja keras, dan tekad yang ditempa penderitaan, Alina perlahan bangkit, mengubah hasil bumi desa menjadi komoditas bernilai luar biasa.

Dari gadis yang dibuang, ia menjelma menjadi pemain kunci dalam perdagangan lintas dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SiPemula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertemanan Beda Dunia

“Aku lihat-lihat wajahmu sore ini lebih cerah dari biasanya. Apa ada hal baik yang baru terjadi dan aku belum mengetahuinya?” tanya Raka yang sore ini menemui Alina di ladang.

“Lihat, aku baru saja panen dan berhasil menjualnya ke teman dengan harga memuaskan.” Alina menunjukkan bekas panennya kemarin pada Raka.

Melihat bekas panen yang luasnya hampir setengah luas ladang, Raka seketika mengarahkan pandangan kembali ke arah Alina.

“Kenapa tidak menghubungiku untuk membantu?” tanya Raka.

Alina tersenyum. “Aku ingin menikmati panen pertamaku tanpa campur tangan orang lain. Jadi sengaja aku tidak menghubungi Kak Raka,” jawabnya jelas.

Raka menganggukkan kepala mengerti. “Kalau begitu, ke depannya kamu harus menghubungiku!” ucapnya.

“Baik, panen berikutnya aku akan meminta bantuan Kakak,” balas Alina.

“Oh iya, ngomong-ngomong itu Elena apa sudah pergi? Aku lihat-lihat tidak ada orang di rumahmu,” ujar Raka.

“Tadi pagi dia pergi bersama kakaknya, Kak Rafael. Mau kembali atau tidak, aku tidak tau,” ucap Alina.

“Lebih baik tidak usah kembali! Tetapi aku yakin mereka akan kembali, sebab mereka masih berharap bisa memiliki apa yang kamu miliki!” ungkap Raka.

“Selama aku masih hidup, keluarga itu tidak akan pernah mendapatkan apa yang mereka inginkan!” ucap Alina tegas.

“Dan selagi aku masih ada, aku tak akan membiarkan mereka berbuat macam-macam padamu!” ucap Raka tak kalah tegas.

Alina yang mendengarnya sempat tertegun, tapi tak lama kemudian ia tersenyum kecil sembari menganggukkan kepala.

Keduanya lanjut mengobrol ringan, tapi karena sudah waktunya bersih-bersih sebelum datangnya malam, Raka pamit pulang.

“Hampir saja aku lupa mengirim banyak makanan ringan ke tempat Putri Althea,” gumam Alina setelah kepergian Raka, dan karena masih memiliki banyak waktu, ia memutuskan pergi bersih-bersih sebelum mengirim pesanan Putri Althea.

“Nona, ada pesan dari Putri Mireya yang berasal dari Dunia Nerthis Vale. Dia teman Putri Althea.”

“Pertemanan beda Dunia? Apa hal seperti itu bisa dilakukan?” Alina lebih tertarik pada informasi pertemanan daripada pesan Putri Mireya.

“Nona, bagi sesama pemilik Sistem, mereka bisa berteman meski berasal dari Dunia berbeda, buktinya adalah pertemanan Putri Mireya dan Putri Althea.”

“Kalau begitu, apa mungkin bagiku berteman dengan mereka berdua?” tanya Alina pemasangan.

“Itu bisa saja terjadi, apalagi mereka itu seumuran dengan Nona, dan tipe Putri yang baik dan mudah berteman dengan siapapun."

Alina menganggukkan kepalanya mengerti, dan cepat ia membuka pesan yang dikirim Putri Mireya padanya.

Itu sebuah pesan yang lumayan panjang~

“Pedagang Dunia Biru~, aku belum tau pasti siapa namamu, tapi perkenalkan aku Putri Mireya, berasal dari Dunia Nerthis Vale, dan tujuanku mengirim pesan ini, aku ingin membeli banyak benih tumbuhan darimu, dan aku juga menginginkan barang-barang modern seperti yang kamu jual ke Putri Althea, teman baikku!”

“Jangan lupa jual padaku sebanyak-banyaknya benih bunga, dan camilan seperti yang diinginkan Putri Althea!”

“Aku akan memberikan satu setengah juta Poin Sistem kalau kamu bisa mengirimkan semuanya! Tidak perlu buru-buru karena aku juga sedang tidak terburu-buru!”

----

Pesan telah dibaca, dan Alina cukup puas dengan sifat Putri Mireya yang terlihat dari pesannya.

Jelas dia adalah Putri yang baik, dan Alina merasa tak ada salahnya jika bisa berteman dengan Putri Althea maupun Putri Mireya.

Melihat barang-barang apa saja yang diinginkan Putri Mireya. Kecuali barang-barang elektronik, saat ini juga Alina bisa memenuhi permintaan Putri Mireya, dan untuk barang elektronik akan dikirimnya esok hari.

Cepat ia menulis pesan balasan, dan tak lupa turut memperkenalkan diri, sekaligus memberitahu Putri Mireya tentang Bumi, tempat yang disebut orang luar sebagai Dunia Biru.

“Putri Mireya telah mengirimkan satu juta Poin Sistem, dan sisanya akan dikirim begitu barang elektronik ia terima!” ucap Luna.

Seketika jumlah Poin Sistem Alina melonjak menjadi dua juta, cukup untuk meningkatkan Level Luna ke tingkat yang lebih tinggi, dan ia berencana melakukan peningkatan Level malam nanti sebelum tidur.

Tidak lama kemudian Alina mendapatkan Poin Sistem tambahan dari Putri Althea begitu memenuhi permintaannya.

Putri Althea memberikan bonus, membuat Alina menerima pembayaran sebesar 500.000 Poin Sistem, membuatnya tidak langsung jatuh miskin begitu menggunakan 2 juta Poin Sistem miliknya untuk meningkatkan Level Luna.

Urusan dengan kedua Putri di Dunia Paralel untuk sementara waktu telah selesai, membuat Alina bisa fokus pada kehidupan nyata, dimana saat ini ia sedang bersih-bersih di dalam kamar mandi, dan begitu selesai, ia berencana makan mewah malam ini, itung-itung merayakan kepergian Elena yang kemungkinan hanya pergi untuk sementara waktu.

Cepat atau lambat Elena pasti akan kembali, tapi kapanpun wanita itu kembali, Alina sedikitpun tak gentar berhadapan dengannya, maupun dengan anggota keluarganya.

----

Saat tiba waktu makan malam, Alina belum melihat tanda-tanda kalau Elena akan kembali, bahkan setelah selesai makan, wanita itu belum juga terlihat batang hidungnya.

Tak melihat Elena yang kembali ke rumahnya, hal itu justru membuat Alina senang, dan malam ini ia benar-benar bisa istirahat tanpa adanya gangguan dari siapapun.

Sementara itu~

Di rumah sakit kota kabupaten. Elena menemani Rafael yang baru saja dipindahkan ke ruang rawat setelah menjalani operasi pada luka di kakinya, sementara anggota keluar Kalingga yang lainnya, mereka masih dalam perjalanan,dan paling cepat mereka akan tina tengah malam nanti.

Rafael masih belum membuka kedua matanya, dimana kakinya memang harus menjalani operasi karena luka yang terlalu dalam dan sedikit terlambat dirujuk ke rumah sakit kabupaten.

Di kamar rawat Rafael. Saat ini Elena sedang bersantai menikmati ketenangan juga kenyamanan, dimana luka-luka kecil di tubuh dan wajahnya telah selesai diobati, dan ia merasa jika kesehatannya perlahan semakin membaik.

Tetapi, saat waktu menunjukkan pukul sepuluh malam. Tiba-tiba Elena merasa tubuhnya panas, bahkan wajahnya saat ini sudah seperti udang rebus, merah menyala.

Yang awalnya hanya terasa panas. Begitu rasa panas telah sepenuhnya menghilang, barulah rasa gatal perlahan muncul.

Bukan rasa gatal biasa, tapi itu rasa gatal yang sangat menyakitkan, membuat Elena terus menggaruk, sampai-sampai kulitnya dipenuhi luka garukan, tapi sedikitpun ia tak berusaha menghentikan garukan tangannya.

Setiap kali garukan itu dihentikan, Elena akan merasakan rasa gatal yang samakin menjadi-jadi, sampai akhirnya ia memutuskan pergi ke Dokter Kulit yang ada di rumah sakit, tapi sayangnya sang Dokter Kulit sudah meninggalkan rumah sakit karena memang jam kerjanya telah usai.

Tepat saat itu datang keluarga Kalingga, dan mereka langsung saja menyuruh perawat menyuntikkan obat bius supaya Elena tak lagi menggaruk tubuhnya sendiri, terutama menggaruk wajah yang saat ini sudah dipenuhi luka akibat cakram yang dilakukan sendiri oleh Elena.

Baru juga selesai dengan Elena, keluarga Kalingga dibuat kelabakan saat Rafael mengalami gatal yang sama, dan pada akhirnya pria itu ikut dibius, membuat pasangan kakak dan adik itu untuk sementara waktu tenang, setidaknya sampai kedatangan Dokter Kulit yang saat ini sudah dalam perjalanan kembali ke rumah sakit.

1
❤️⃟Wᵃf 🍒⃞⃟🦅SENJA
wakaakaak aduh ga kebayang 🤣
❤️⃟Wᵃf 🍒⃞⃟🦅SENJA
yaiks perempuan ga tau malu 😤
Lala Kusumah
kereeeeeennn Raka 👍👍👍😍😍
saniscara patriawuha.
sikattttt sudahhhh mbokkkk linnnnn
saniscara patriawuha.
gassdsd pollllll...
❤️⃟Wᵃf 🍒⃞⃟🦅SENJA
pada ga tau malu banget🤧
Fahreziy
nexk
Lala Kusumah
ish selalu saja ketemu sama keluarga toxic itu ya Alina, hajar saja kalau mereka macam macam 😡😡💪💪
ラマSkuy
haiya thor tanggung banget ini udah abis aja, masih belum puas aku bacanya 😁
Lala Kusumah
good job Raka 👍👍👍
ラマSkuy
lanjut thor
Fahreziy
nexk
ラマSkuy
waduh gatal gatal selama seminggu lagi 🤣🤣🤣
ラマSkuy
jangan bilang Raka ini jodohnya Alina ya thor
ラマSkuy
wah ternyata Raka pun menyembunyikan identitas aslinya ya, keren thor makin banyak rasa penasaranku tentang alur ceritanya 👍
saniscara patriawuha.
sikatttttt aeeee mangggg....
❤️⃟Wᵃf 🍒⃞⃟🦅SENJA
salah orang capernya 🤭
Lala Kusumah
kereeeeeennn Alina 👍👍👍😍
❤️⃟Wᵃf 🍒⃞⃟🦅SENJA
shania bukannya robot ya 😳🤭
❤️⃟Wᵃf 🍒⃞⃟🦅SENJA
owalaaah ibumu korban perjodohan lin 🤧
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!