NovelToon NovelToon
Perempuan Desa Yang Selalu Dihina

Perempuan Desa Yang Selalu Dihina

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / Nikahmuda
Popularitas:687
Nilai: 5
Nama Author: Nur silawati

"Amelia kita sudah menikah, ingat perjanjian kita jika pernikahan ini hanya sementara. Aku menikahimu karena terpaksa.. jangan berharap banyak dari pernikahan ini. Aku pun tidak akan menyentuhnya."ucap Rudi.
Amelia gadis berasal dari desa kidul, bertemu dengan Rudi pria asal ibukota,ia seorang kontraktor yang sedang membangun jalanan di desa Amelia.
Amelia terpaksa menerima lamaran Rudi karena ingin melunasi hutang kedua orang tuanya.
Rudi terpaksa menikahi Amelia karena tunangannya Sarah hilang entah ke mana menjelang 1 minggu pernikahan mereka.
Sementara undangan sudah menyebar kemana-mana.
Untuk menutupi aib keluarga Rudi memilih Amelia untuk ia nikahi.
"Apapun persyaratannya aku terima yang terpenting uang yang kamu janjikan harus tepati..." jawab Amelia tegas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur silawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 22.. pernikahan mantan suami.

Amelia pulang dengan hati yang gembira hari ini. Dia bersiul-siul masuk ke dalam rumah Bude setelah mengucapkan salam.

Bude Gendis mengernyitkan keningnya melihat sang keponakan yang begitu ceria saat pulang kerja.

Hatinya pun ikut ceria jika melihat keponakan yang ia sayangi bahagia..

"Bahagia sekali sepertinya?"tanya bude Gendis.

"Bude lihat ini, gaji cerbung dan bonus ku turun."Gendis menutup mulutnya tak percaya melihat nominal gaji Amelia dari membuat cerita.

"Masya Allah banyak sekali nduk? Bisa buat umroh kalau setiap bulannya mendapatkan sebesar itu?" Ucap Gendis.ia menatap keponakannya dengan tatapan kagum.

"Yang tidak pantas dengan Rudi itu bukan kamu nduk. Tapi Rudi yang tidak pantas mendampingi perempuan hebat seperti mu? Lanjutkan kuliahmu meraih mimpimu untuk menjadi orang hebat, Siapa tahu 10 tahun ke depan kamu salah satu orang hebat yang akan duduk di gedung MPR." Ucap Gendis berapi-api.

Ia sangat bangga dengan keponakannya yang bisa menghasilkan uang puluhan juta hanya membuat cerita.

Bukan hanya membuat cerita, tidak sembarang orang bisa mengarang cerita indah. Jika tidak memiliki keahlian di dunia literasi..

" Amiiin ya robbal alamiin Semoga doa Bude dikabulkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala."Amelia mengusap wajahnya dengan kedua tangan sebagai bentuk syukur kepada Allah lalu memeluk Bude Gendis dan mencium pipi wanita paruh baya itu..

"Aku sampai gemeteran Bude melihat gaji cerbung ku, tidak menyangka saja jika ceritaku banyak peminatnya dan mendapatkan bonus dari aplikasi.. insya Allah Bude bapak dan ibu akan menjadi tamu Allah."ucap Amelia sambil mencium pipi budenya.

Sangking bahagianya Amelia sampai lupa menanyakan kegiatan budenya yang sedang membuat lontong.

"Bude buat lontong untuk apa?"tanya lia dia baru ngeh budenya sedang berkutat di dapur dengan beras dan daun pisang..

" Bude mendapat orderan untuk Jumat berkah lontong sebanyak 200 piece.." Lia pun baru sadar jika malam ini malam Jumat.

"Oh besok Jumat ya Bude? Malam ini malam Jumat? Ya ampun kerja kantoran Aku sampai lupa hari dan malam."Bude Gendis menarik hidung mancung Amelia.

"Masih muda sudah pikun, lekas mandi jangan lupa membaca surat Yasin. Oh iya Nduk itu ada undangan di atas meja,dari mantan suamimu."Lia melangkahkan kakinya menuju meja kecil yang ada di sudut ruangan tengah.

Dengan tangan gemetar Ia membuka undangan itu yang tertuliskan. Kamila binti Suwarno dan Rudi bin firdaus.

Mungkin karena Amelia sudah tahu siapa Kamila ia melihat pasangan itu tidak serasi sama sekali.

"Akhirnya mereka menikah juga, mungkin Dunia sementara lagi akan kiamat, jeruk makan jeruk." Ucap Amelia, Bude Gendis, mendengar ucapan keponakan menghentikan kegiatannya.

"Bude juga tidak bisa membayangkan, jika Rudi tahu siapa istrinya, apa mungkin ia sudah tahu dan memang menyukai sejenis?" Jawab Bude gendis.

Amelia mengangkat kedua bahunya, ia bodo amat dan tidak perduli apakah Rudi mencintai sesama jenis atau tidak bukan urusannya lagi.

"Menurut Bude, aku hadir atau tidak di acara pernikahan Mas Rudi dan Kamila?"tanya Amelia.

"Wajib hadir! Tunjukkan pesonamu pada mantan suamimu dan mantan mertua, tunjukkan pada semua orang kamu hidupnya lebih baik dari sebelumnya."Gendis berapi-api memberikan semangat pada sang keponakan.

"Baiklah, kalau Bude menginginkan aku menghadiri pernikahan mantan suamiku aku akan datang bersama kasih."Gendis mengangguk. Ia ini seluruh keluarga Rudi melihat Amelia yang sekarang, Yang dulu mereka hina karena berasal dari desa dan miskin.

"Berarti aku harus membeli pakaiaan yang terbaik dan trendy, untuk aku kenakan di hari pernikahan mas Rudi." Amelia yang sudah memiliki uang tidak sulit untuk mencari pakaian yang bagus.

"Wajib beli..! Karena memang kamu butuh pakaian itu, kamu tidak punya pakaian formal ke kondangan. Tidak perlu mahal yang penting sopan."sahut Bude Gendis.

Di rumah  Rudi sedang meeting keluarga untuk membahas pernikahannya minggu depan.

Seragam yang dikenakan oleh keluarga Rudi  Sage. Ainun sangat antusias mempersiapkan pernikahan kedua putranya.

"Akhirnya kamu dan kamilah menikah juga, Ibu sudah tidak sabar ingin memiliki menantu wanita karir, yang akan mengajak Ibu shopping-shopping tiap bulannya."imajinasi Ainun membayangkan ia bersama Kamila shopping tas-tas branded, dan pakaian branded lainnya.

"Dewi pun sudah tidak sabar ingin punya kakak ipar yang super gaul dan kece."Azizah diam Tidak berkomentar, secara predikatnya menantu kesayangan sebentar lagi akan punah, dan akan diduduki oleh Kamila.

"Keluarganya Kamila Kenapa tidak ada satupun di kota ini?"tanya firdaus pada Rudi.

"Calon mertuaku keluarga besarnya ada di kidul, dan kedua mertuaku sedang berada di Singapura untuk urusan bisnis.. sepertinya wali nikah akan diwalikan Hakim, papinya Kamila sudah memberikan mandat pada Hakim."firdaus merasa ada yang disembunyikan oleh calon menantunya itu.

"Acara penting dan sakral anaknya, mereka tidak bisa pulang? Pekerjaan mereka sepenting apa? Sehingga tidak bisa menjalankan kewajibannya menjadi wali nikah putrinya."protes firdaus..

Ia semakin yakin ada hal yang disembunyikan oleh selalu menantunya..

"Calon besan kita itu, bukan orang sembarangan bapak! Pembisnis, dan waktunya dihabiskan mencari uang, buktinya pernikahan ini semua Kamila yang membiayainya. Dari seragam keluarga, uang seserahan uang Kamila, Rudi hanya modal burung doang. Itu dari Papahnya Kamila semua, Tapi beliau tidak bisa hadir dan tidak bisa menikahkan putrinya. Tidak apa-apa sih tidak ada masalah menurut ibu."firdaus geram ia mengangkat tangannya sambil menunjuk ke kepala sendiri. Meminta Ainun berpikir pakai logika..

"Sudah Rudi tidak perlu didengarkan protestan bapakmu, tinggal satu minggu lagi kamu dan Kamila harus tenang karena menuju halal ada 50 se*an yang menggoda kalian, supaya gagal menikah." Ainun selalu mensupport apapun yang menjadi keputusan Kamila dan Rudi.

Walaupun itu salah di mata umum selagi Ainun disumpeli uang ia akan selalu membela menantunya.

Keseruan mereka ngobrol dikagetkan dengan notifikasi di handphone Dewi.

"Dewi !Mbak Kamila sudah mentransfer 5 juta untuk ibu, untuk pegangan ibu takut ada hal yang harus dibeli. Untuk wedding itu sudah di handle oleh wedding organizer kalian hanya persiapkan diri untuk datang dan menikmati hidangan."pesan dari Kamila.

"Awwwwww..!"Dewi teriak histeris..

Semua keluarga yang ada di ruangan itu kaget mendengar teriakan Dewi yang histeris.

"Apa-apaan sih Dewi bikin orang jantungan saja?"Hardik Denada.

"Bu lihat ini Bu.. Mbak Kamila transfer uang lima juta untuk ibu, kata Mbak Kamila buat pegangan ibu takut ada hal yang harus dibeli. Baik banget kan Mbak Kamila, pengertian sekali dengan ibu. Mungkin, karena kurang kasih sayang dari Maminya, Jadi ia menganggap Ibu seperti ibu kandung. Tidak ada ya,menantu seperti ini?"Dewi melirik Azizah yang sedang menyusui Arkan..

"Ya ampun Kamila!! Baik banget sih ni anak mengerti sekali perasaan ibu dan kondisinya.. Ibu memang benar-benar berjuang sendiri untuk pernikahan Rudi, punya besan pun tidak ada yang pengertian untuk menyumbang. Semuanya uang Rudi dan uang bapak, yang lebih banyak sih uang Kamila. Untuk seragam saja harus ibu yang mengeluarkan, seharusnya anak laki-laki pertama dan perempuan pertama yang menghandle seragam dan kebutuhan lainnya. Untunglah Tuhan kasih jodoh kamilah untuk Rudi yang mengerti kondisi ibu."Denada memutar bola matanya jengah mendengar ibunya habis-habisan menyanjung Kamila.

"Biasa saja tidak usah menyanjung setinggi langit, kalau jatuh sakit.. Saya tidak ada kewajiban untuk membantu menyiapkan pernikahan Rudi dalam bentuk uang, Rudi anak laki-laki memang sepatutnya dia yang mempersiapkan pernikahan. Apalagi Rudi sangat mapan dalam finansial."sarkas Denada.

Ia masih sakit hati dengan ibunya, saat dia meminta uang untuk melunasi hutang ibunya tidak mau menjual atau memanjangkan perhiasannya.

"Seharusnya kamu dan Arman patungan untuk membeli seragam keluarga kita, semuanya Rudi yang menghandle. Untung Ia menikahi wanita kaya sehingga tidak kesulitan dalam keuangan."jawab Ainun dengan nada kesal.

"Terserah Ibu sajalah.. dianggap anak syukur Tidak dianggap pun tidak apa-apa. Aku tidak ingin mengeluarkan uangku sepeserpun untuk Rudi. Kalau Arman masih wajib mengeluarkan uang secara ia anak laki-laki.."Ainun yang melihat wajah kesal Denada tidak lagi membahas masalah uang.

"Mas Arman banyak pengeluaran, tidak ada budget untuk membantu Rudi. Jangan mengharapkan sumbangan ibuku, waktu adikku menikah Ibu tidak menyumbangkan? Jadi ibuku tidak kehutangan  dengan ibu.."Azizah ikut berkomentar, karena suami dan ibunya disebut dalam list orang yang tidak menyumbang dan tidak membantu pernikahan Rudi.

"Besan ibumu orangnya dendaman, mentang-mentang aku tidak menyumbang di pernikahan, ia balas tidak menyumbang di pernikahan Rudi.." Azizah menatap mertuanya dengan kesal.

Terlihat sekali Ibu mertuanya pilih kasih saat Kamila hadir di tengah-tengah keluarga mereka.

1
Sella Rahmantoni
selamat membaca buku baruku teman-teman semoga suka🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!