Aira gadis cantik nan manis namun sayang dengan sifat dinginnya, yang berjuang hidup seorang diri di ibu kota, setelah di usir oleh keluarganya dan bertemu dengan Brian ceo dingin yang tak tersentuh apakah akan tumbuh cinta di antara mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon devi oktavia_10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16
Hari ini Aira libur kuliah dan kerja, kini Aira berada di sebuah sirkuit karena beberapa hari lagi dia akan balapan,
"Hay... gadis kulkas ku" ucap Bang Ali, pelatih Aira,
"Hai... juga abang play boy!" balas Aira,
"Ncek abang, bukan play boy ya Ai...!" kesal Ali tak terima,
"Trus klau bukan play boy, apa namanya?" ucap Aira,
"Abang, suka ngak tega aja gitu, nolak cewek mukanya melas, ya sudah abang pacari saja!", ucap Ali cengengesan,
Aira melengos, jengah dengan ucapan Ali, dia pergi ke dalan ruang ganti pakaian, Aira berganti pakaian dengan baju balapan, Aira sudah sefty langsung turun ke arena balap
Di sana dia sudah di tunggu oleh beberapa team nya,
"Aira ready sayang?" ucap Ali, Ali sudah menganggap Aira seperti adiknya sendiri,
Dulu Ali adalah pelatih Aira di kampung halamannya, karena tau Aira pindah ke kota ini Ali pun ikut pindah, Ali sangat tau perjuangan Aira, walau Aira dulu dan Aira sekarang sungguh berbeda, tapi Ali tetap menyayanginya,
Walau Aira sekarang berubah jadi gadis dingin, tapi sifat sopan santun nya tetap ada, itu yang membuat Ali semangkin menyayangimu.
Back to topik...
" I am ready" ucap Aira dingin,
"Weeesss.... panas panas gini, Aira mah tetap serasa di kutup!" celutuk salah seorang crew,
Aira hanya mengangkat bahunya acuh, sambil menunggangi kuda besinya.
Aira mulai mengambil ancang ancang
Ngeng.....
Ngeng.....
Ngeennnngggggg......
Aira mulai memacu kuda besinya, di arena balap,
"Gila, Aira mangkin pesat aja tuh kemajuannya, ucap tommy blasteran jerman, dia juga seorang ceo, di sebuah perusahaan, tapi dia hoby balapan, apa lagi dia tau ada Aira di team nya, semangkin semangat aja dia
ikut balapan,
Dan Aira juga bekerja di perusahaan Tommy,
Walau Aira tidak langsung terjun ke perusahaan, dia cukup bekerja dari rumah, dengan laptopnya,
Tapi Aira, klau ketemu Tommy di luar kerjaan dan balapan, seperti orang tak kenal, itu membuat Tommy geleng geleng kepala,
Pernah suatu hari Tommy lunch bersama teman teman dan para rekan bisnisnya di cafe tempat Aira kerja, dan kebetulan Aira yang melayaninya, Aira bersikap acuh seperti orang tak kenal, dan berbicara formal, itu membuat Tommy mendengus kesal,
"Dasar gadis kulkas empat pintu" gerutu Tommy, Airanya cuma cuek aja dan pergi meninggalkan Tommy yang sedang kesal,
Kembali ke topik...
Sudah lima kali putaran, Aira sampai di garis finish, dengan kecepatan waktu kurang dari yang di targetkan,
"Gilaaa.... Gadis kulkas ku?, kau emang the best!!" Tommy mengacung kan dua jempolnya, sambil tersenyum senang,
"Ah biasa aja kok, kak! masih kalah jauh sama si rosa rosa itu" ucap Aira merendah,
Semua yang ada di sana hanya geleng geleng kepala dengan ucapan Aira, yang suka merendah,
Tak sekali pun dia membanggakan dirinya, padahal sudah banyak prestasi yang dia dapat, tapi semuanya dia umpetin, yang tau hanya orang orang di team nya aja,
Klau sudah di luar, atau pun ketemu di luaran sana Aira meminta jangan ada yang membicarakan siapa dia,
Itu lah yang membuat Orang orang kagum sama Aira,
"Dek, ke perusahaan yuk...! rayu Tommy, karena selama bekerja belum sekali pun Aira menginjakan kakinya itu, ke perusahaan tempat dia bekerja,
Aira bekerja sama Tommy juga ngak sengaja, pas lagi di arena balap, Tommy di telpon sama asistennya, perusahaan sedang kacau, dan saham anjlok, klau tidak cepat di tanganin, lima belas menit perusahaan benar benar jatuh, ke betulan orang yang bekerja sama Tommy lagi di luar kota, tak bisa di hubungi, Tommy benar benar panik saat itu,
Aira yang melihat teman satu team nya kacau, langsung buka suara,
"Ada apa bang? mukanya kusut"
Entah kenapa Tommy curhat begitu lancar sama Aira, dan Aira menawarkan bantuannya, awalnya Tommy agak ragu, tapi mau gimana lagi, harus di coba dari pada menunggu yang tak pasti, dan beruntungnya waktu itu Aira membawa laptopnya, karena pulang kuliah langsung ke sirkuit,
Tak sampai lima menit, data data perusahaan langsung pulih, dan kembali normal, orang yang menyabotase langsung di bongkar oleh Aira,
Tommy tanpa sadar langsung memeluk Aira, sambil mengucapkan terimakasih,
"Terima kasih"
"Terima kasih, ngak mau tau...! pokoknya mulai sekarang kamu kerja sama abang, ok"
"Ngak ada penolakan! berapa pun gaji yang kamu minta abang kasih! abang ngak mau dengar penolakan titik, ngak pake koma!"
Akhirnya jadi lah Aira, kerja di perusahaan Tommy, tak bisa menolak, ucapan Tommy sang pemaksa,
Balik ke topik ya...
"kapan, kapan aja deh bang! capek pengen rebahan!", tolak Aira,
"Ncek..." Tommy mendecakan lidahnya, "kapan sih kamu mau ke perusahaan" rajuk Tommy,
"Nanti pasti ada saatnya" cengir Aira, meninggalkan Tommy yang sedang kesal,
"Dasar, gadis kulkas, keras kepala!" sungut Tommy, melihat Aira yang sudah berjalan jauh dari Tommy,
hadeeechhh