NovelToon NovelToon
Pemberontak Para Dewa Season 2

Pemberontak Para Dewa Season 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Keluarga / Action / Persahabatan / Mengubah sejarah / Mengubah Takdir
Popularitas:45.3k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Setelah menyelamatkan Alam Dewa dan mencapai ranah Dewa Sejati, Shi Hao terpaksa meninggalkan rumah dan orang-orang yang dicintainya demi mencegah kehancuran dimensi akibat kekuatannya yang terlalu besar.

Namun, saat melangkah keluar ke Alam Semesta Luar, Shi Hao menyadari kenyataan yang kejam. Di lautan bintang yang tak bertepi ini, Ranah "Dewa" hanyalah titik awal, dan planet tempat tinggalnya hanyalah butiran debu. Tanpa sekte pelindung, tanpa kekayaan, dan diburu oleh Hukum Langit yang menganggap keberadaannya sebagai "Ancaman", Shi Hao harus bertahan hidup sebagai seorang pengembara tak bernama.

Menggunakan identitas baru sebagai "Feng", Shi Hao memulai perjalanan dari planet sampah. Bersama Nana gadis budak Ras Kucing yang menyimpan rahasia navigasi kuno ia mengikat kontrak dengan Nyonya Zhu, Ratu Dunia Bawah Tanah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 220

Gerbang Utama Arena Final – Menara Langit.

Suasana di depan gerbang teleportasi menuju medan perang final terasa begitu tegang hingga udara pun terasa berat.

Ribuan penonton menahan napas. Di hadapan Shi Hao dan Tim Asura, berbaris selusin Tetua Agung Panitia Turnamen. Mereka mengenakan jubah putih-emas dengan lambang Kekaisaran Pusat, memancarkan aura yang menindas.

Di tengah mereka, Tetua Mo, Ketua Panitia yang diam-diam telah menerima suap besar dari Pangeran Jin, melangkah maju dengan wajah dingin.

Dia menunjuk ke arah Wuming.

"Berhenti!" suara Tetua Mo menggelegar.

"Sesuai Aturan Tambahan Untuk menjaga keseimbangan kompetisi, setiap tim hanya diperbolehkan memiliki SATU kultivator ranah Dewa Sejati (True God). "

Tetua Mo menyeringai licik.

"Tim Asura memiliki dua. Feng dan... Orang Tua ini. Salah satu harus mundur. Atau kalian didiskualifikasi."

Tie Shan mengepalkan tangan batunya. "Curang! Aturan itu baru saja kalian buat pagi ini!"

"Protes ditolak," potong Tetua Mo. "Patuhi atau pergi."

Shi Hao menyipitkan mata. Tangannya bergerak ke gagang pedang. Dia siap menebas birokrat tua ini di tempat.

Namun, sebuah tangan yang tenang menahan bahu Shi Hao.

Wuming.

Orang tua itu tersenyum tipis. Mata pedang peraknya bersinar tenang.

"Tuan Feng," kata Wuming pelan. "Simpan pedangmu untuk si Gagak Emas di dalam sana. Jangan tumpulkan pedangmu pada anjing penjaga gerbang ini."

Wuming melangkah maju, menghadap Tetua Mo.

"Baik. Aku setuju dengan aturan itu."

Tetua Mo menghela napas lega. Rencananya berhasil. Tanpa perlindungan Wuming, Shi Hao akan lebih mudah dikeroyok di dalam.

"Bagus. Kalau begitu, silakan tunggu di tribun penonton biasa," kata Tetua Mo meremehkan.

"Tidak," jawab Wuming.

Wuming berjalan menuju sisi kiri gerbang teleportasi raksasa itu. Dia tidak naik ke tribun. Dia duduk bersila tepat di samping pilar gerbang utama.

Dia meletakkan pedang barunya (sebilah Pedang Meteorit yang dia dapat dari ruang harta Shi Hao) di pangkuannya.

"Aku akan menunggu di sini," kata Wuming.

Tetua Mo mengerutkan kening. "Apa maksudmu? Kau menghalangi jalan!"

Wuming menutup matanya.

"Domain Pedang: Keheningan Mutlak."

ZING.

Tidak ada ledakan besar. Hanya suara dengungan halus yang menyebar dari tubuh Wuming.

Sebuah kubah transparan berwarna perak meluas, menyelimuti seluruh area gerbang, termasuk menara pengawas panitia.

Suhu turun drastis.

Setiap orang di area itu merasakan sensasi dingin di leher mereka, seolah ada bilah pedang tak terlihat yang menempel di kulit mereka.

"Mulai detik ini," suara Wuming bergema langsung di kepala semua orang, tanpa dia membuka mulut.

"Aku adalah Penjaga Pintu."

"Pertarungan di dalam sana adalah urusan para pejuang muda. Tidak boleh ada gangguan dari luar."

Wuming membuka sedikit kelopak matanya, menatap tajam ke arah Tetua Mo dan para juri bayaran.

"Jika ada satu transmisi suara curang yang masuk..." "Jika ada satu formasi bantuan yang diaktifkan dari luar..." "Atau jika ada satu orang yang mencoba masuk untuk membantu Pangeran Jin..."

KRAK.

Pilar batu di samping Tetua Mo terbelah dua dengan rapi, padahal Wuming tidak bergerak sama sekali.

"...Maka Pedangku akan memenggal leher pelakunya sebelum dia sempat berkedip."

Wajah Tetua Mo pucat pasi. Kakinya gemetar. Dia menyadari dia terperangkap. Niatnya untuk diam-diam membantu Pangeran Jin dengan mengaktifkan jebakan arena dari luar kini mustahil. Wuming telah mengunci seluruh kawasan dengan Niat Pedang-nya.

Shi Hao tertawa terbahak-bahak.

"Hahaha! Bagus! Bagus sekali, Senior!"

Shi Hao menepuk bahu Wuming.

"Jaga pintu belakangku, Senior. Aku akan pastikan panggung di dalam sana banjir darah."

Wuming mengangguk hormat. "Selamat berburu, Tuan."

Shi Hao berbalik ke arah timnya.

"Tie Shan, Shu Ling, Luo Tian... Ayo masuk. Kita punya janji kencan dengan pangeran sombong."

Tim Asura melangkah masuk ke dalam pusaran teleportasi, meninggalkan Wuming yang duduk seperti patung dewa di gerbang, membuat seluruh panitia turnamen membeku dalam ketakutan.

Arena Final – Benua Terapung Langit.

Cahaya teleportasi memudar.

Tim Asura mendarat di medan perang final. Ini bukan arena biasa. Ini adalah sebuah benua pulau yang melayang di angkasa, dengan gunung-gunung, sungai, dan hutan.

Namun, pemandangan di depan mereka membuat Tie Shan menelan ludah.

Di seberang padang rumput yang luas, berdiri sebuah pasukan.

Bukan 4 orang. Bukan 10 orang.

Tapi 500 Kultivator Elit.

Pangeran Jin berdiri paling depan, mengenakan Zirah Matahari Penuh. Di belakangnya, berdiri aliansi dari Klan Titan, Sekte Pedang Suci, Klan Bersayap, dan sisa-sisa tim lain yang telah tunduk padanya.

Mereka membentuk formasi perang raksasa yang memancarkan tekanan gabungan setingkat Dewa Sejati Puncak.

"Selamat datang, Feng," suara Pangeran Jin diperkuat Qi, menggema di seluruh benua.

"Atau haruskah kupanggil... Shi Hao?"

Pangeran Jin merentangkan tangannya, memamerkan pasukannya.

"Kau lihat ini? Ini adalah Aliansi Matahari. 500 orang jenius melawan 4 orang buangan."

"Kau kehilangan pelindung tuamu. Kau sendirian. Tidak ada tempat lari."

Shi Hao melangkah maju, berdiri sendirian di depan pasukannya yang kecil. Angin menerbangkan rambut peraknya.

Dia melihat pasukan 500 orang itu. Wajahnya datar, tidak ada rasa takut sedikit pun.

Shi Hao menoleh ke Luo Tian (Mata Tiga).

"Luo Tian, berapa banyak musuh di sana?"

Luo Tian mengaktifkan mata ketiganya, memindai dengan cepat. "500 tepat, Tuan. Terdiri dari 50 Kesengsaraan Besar, sisanya Penyatuan Kehampaan."

Shi Hao mengangguk. Dia mengeluarkan pedang Leviathan Asura.

"Hanya 500?"

Shi Hao tersenyum miring, senyum yang membuat Pangeran Jin di kejauhan merasa tidak nyaman.

"Pangeran Jin, kau salah paham tentang satu hal."

Shi Hao mengarahkan pedangnya lurus ke wajah Jin.

"Kau tidak mengepungku."

Aura Nirwana dan Asura meledak dari tubuh Shi Hao, menciptakan pilar cahaya yang menembus langit benua terapung itu.

"Kalianlah yang terperangkap di sini bersamaku."

Shi Hao menghentakkan kakinya.

"Tie Shan! Posisi Depan! Jadilah Dinding yang tak runtuh!" "Shu Ling! Sayap Kiri! Panen kepala mereka yang mencoba kabur!" "Luo Tian! Cari posisi tinggi! Tembak siapa saja yang mencoba terbang!"

"DAN AKU..."

Shi Hao melesat maju sendirian, menerjang langsung ke arah 500 pasukan itu seperti meteor.

"...AKAN MENGAMBIL KEPALA RAJANYA!"

BOOM!

Shi Hao menabrak barisan depan pasukan Titan. Tabrakan itu begitu keras hingga sepuluh Titan terpental ke udara dengan zirah hancur.

Tidak ada taktik rumit. Shi Hao adalah ujung tombak yang membelah lautan manusia.

Pangeran Jin meraung dari belakang barisan.

"BUNUH DIA! TAHAN DIA! DIA CUMA SATU ORANG!"

Tapi Pangeran Jin lupa.

Satu singa di tengah seribu domba tetaplah seekor singa.

Dan di gerbang luar, Wuming tersenyum tipis merasakan getaran pertempuran itu. "Bising sekali... anak muda memang penuh semangat."

1
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Muantebz 🐉🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Jlebz ⚔️🌟🐉🔥
Eka suci
kalau SDH punya tempat sendiri saat keluarga mu dari alam bawah naik punya tempat shi kamu punya beberapa kehidupan dan beberapa keluarga di setiap reinkarnasi mu
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Selamat anda mendapat julukan " Silver Fans ".
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Meluncur 2 gift ☕ dan 2 gift 🌹 lanjut Up Thor
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Tetap semangat Thor 💪💪
Eka suci
lanjuuut
Eko Lana
hahahaha...mulai melanjutkan petualangan baru mantap👍
Eka suci
asender dari bumi langsung ke dunia langit
Rhaka Kelana
cerita bagus, bahasa yang lugas...seru, tegang...romansa dalam bahasa yang halus , lanjutkan karya mu thor .....👍👍
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Hajar semua iblis🌟🐉🔥🔛
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Kepruk jadikan bothok🔝🌟🐉🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Tak ada wkt tnp pertarungan..
Muantebz 🔝🐉🔥🌟🔛
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Sarapan 🔝🐉🔥🌟
Harman Loke
bunuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuhhhhh semuaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaanyaaaaa jangan beri ampun bantaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaiiiiiiiiiiii
Harman Loke
bantaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaiiiiiiiiiiii rataaaaaaaaaaaaakaaaann dengaaaaaaaaaaaaaaannn tanaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahh
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
🔝🔛 🔝
Harman Loke
mantaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaappppp banget musuh musuhmu Zhu Shi Hao lari tunggang langgang3
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Seruuuuuuu 🔝⚔️❤️
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yuhuuuuu 🔥🐉🌟
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!