Di tahun 3000 terjadi kekacaun dunia. Banyak orang berpendapat itu adalah akhir zaman, bencana alam yang mengguncang dunia, Gempa bumi, lonsor, hujan yang disertai badai..
Saat mata mereka terbuka, dunia sudah berubah. Banyak orang yang tewas akibat tertimpa bangunan yang roboh dan juga tertimbun akibat tanah longsor.
Tapi, ada yang berbeda dengan Orang yang terkena air hujan. Mereka tiba-tiba menjadi linglung, bergerak dengan lambat, meraung saat mencium bauh darah.
Yah, itu Virus Zombie. Semua orang harus bertahan hidup dengan saling membunuh. Kekuatan yang muncul sedikit membantu mereka untuk melawan ribuan Zombie.
Lima tahun berlalu, Dunia benar-benar hancur.. Tidak ada lagi harapan untuk hidup. Sumber makanan sudah habis, semua tanaman juga bermutasi menjadi tanaman yang mengerikan.
Aruna Zabire, memasuki hutan yang dipenuhi hewan dan tumbuhan mutasi. Dia sudah bosan untuk bertahan, tidak ada lagi keluarga dan kerabat. Mereka semua tumbang satu persatu ditahun ketiga.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda Fii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 1. Melintas
Sebuah rumah, di Desa kecil terlihat warga sedang berkumpul, baik anak-anak, dewasa serta orang tua. Seorang Tabib, sedang melakukan pemeriksaan pada seorang gadis, tapi dia heran, karena gadis itu baik-baik saja.
"Tabib bagaimana keadaannya? Apa dia baik-baik saja?" Tanya seorang Pria paruh baya. Dia Kepala Desa sekaligus pemilik rumah.
Seketika semua mata memandangnya, mereka juga penasaran.
"Eh, nona itu baik-baik saja. Dia hanya pingsan kerena kelelahan,." jawabnya
"Syukurlah." Semua orang merasa lega, karena gadis yang mereka temukan ternyata masih hidup, jika gadis itu sudah tidak bernyawa maka kampung mereka akan diselidiki oleh petugas meski keadaan tidak memungkinkan. Pasalnya, orang-orang di kota sudah pergi mengungsi akibat kekeringan.
Kepala Desa meminta semua warganya kembali pulang. Semua harus pergi ke ladang untuk yang terakhir kalinya. Dia hanya meminta sang Tabib untuk tinggal sampai gadis itu terbangun.
Setelah beberapa menit berlalu, semua yang ada di dalam ruangan tersentak kaget mendengar suara yang begitu tegas dan dingin.
"Siapa kalian?"
"Ini di mana?"
Aruna langsung duduk saat dia sadar, dia heran melihat orang-orang yang tidak dia kenal duduk tidak jauh darinya.
"Akhirnya kamu sadar juga! Bagaimana keadaanmu apa ada yang sakit?" Tabib Gu yang pertama kali bertanya.
"Aku baik-baik saja! Tapi kalian siapa?" Tanya Aruna dengan sikap waspada, dia sudah mengambil ancang-ancang jika mereka menyerangnya.
Semua orang berdiri dan jalan mendekat untuk melihatnya, mereka sudah memperhatikan sejak awal, jika dilihat dari tubuhnya yang putih mulus wajahnya yang cantik dan gaunnya yang sangat indah Aruna pasti seorang nona Bangsawan dari kota.
"Perkenalkan saya Kepala Desa, Nama saya Ji Daquan, kamu bisa memanggilku Paman Ji. Dan dia Tabib Gu, dia yang sudah memeriksamu!" Kata Kepala Desa, dia juga meperkenalkan anggota keluarganya yang ada di raungan tersebut.
"Kamu berada di Desa Suning!" Lanjut Paman Ji yang melihat Aruna hanya diam, dia pikir Aruna menunggu penjelasannya lebih lanjut.
"Haa Desa Suning, itu daerah mana? Maksudku di kota mana?" tanya Aruna dengan raut wajah bingung. Bukan kah seharusnya dia sudah mati di dalam hutan yang penuh makhluk Mutasi.
"Desa Suning berada di bawa pemerintahan Kota Junsu!" Paman Ji menjawab dengan sabar.
"Astaga ini sebenarnya di mana, kenapa semua terdengar asing!" Gumam Aruna dalam hati dengan prustasi, tapi seketika dia menyadari sesuatu, Mungkinkah ??
"Paman Ji ini Negara apa?" tanya Aruna dengan penuh harap.
Paman Ji merasa heran dengan pertanyaan Aruna, namun dia tetap menjawab "Negara Xu! Ehh Nak, jangan-jangan kamu bukan berasal dari Negara Xu ya?"
Semua orang tersentak dan menatap Aruna dengan rasa gelisah, dan sedikit takut. Jika bukan dari Negara Xu, berarti dari Negara Luar. Tapi kenapa Aruna tiba-tiba ada di Desa mereka? Apakah dia seorang mata-mata?
Istri Paman Ji yang merasa suasana sedikit tegang segara berkata. "Nak, ini minumlah dulu. Kamu pasti hauskan? Sebentar lagi waktunya makan siang, mari makan terlebih dahulu baru kita lanjutkan!"
Tanpa ragu Aruna mengambil gelas yang disodorkan, setelah memastikan air itu aman di segera meminumnya, rasanya benar-benar menyegarkan..Entah kapan terakhir kali dia minum air bersih.
"Ternyata benar, aku tidak lagi di zaman itu"
Aruna tertegun melihat bubur encer di mangkuknya. Dia melihat Kepala Desa dan keluarganya beserta Tabib Gu makan dengan lahap. Aruna tersenyum kecil, makanan itu lebih baik daripada makanan yang ada Zamannya.
Aruna sedikit beruntung, karena di saat pertama kali membuka mata dia sudah mengaktifkan ruang penyimpanannya, meski luasya hanya 5x10 m, tapi itu sudah sangat membantu. Di saat dia sudah mengerti situasi, Aruna mulai menyimpan semua kebutuhannya.
Ditahun kedua dia mengaktifkan kekuatan es dan kekuatan mentalnya. Sedangkan di tahun ke tiga dia kembali mendapat kekuatan, yaitu kekuatan Petir.
Karena mendapat lebih banyak kekuatan, dia lebih memilih untuk jalan sendiri. Aruna tidak ingin orang lain mengetahui kekuatannya yang ganda. Di tahun kelima semua kekuatannya sudah di level 10. Tapi sekarang semua kembali ke level 1.
"Tidak masalah, setidaknya tidak ada Zombie di sini"
Melihat Aruna makan sambil melamun, Istri Kepala Desa merasa sangat malu. Tapi apa boleh buat, sekarang musim kemarau yang berkepanjangan membuat semua orang tidak bisa bertani sehingga tidak ada pemasukan. Hal itu juga yang membuat mereka terpaksa pergi untuk mengungsi.
Setelah makan siang bersama semua orang berkumpul di ruang tamu, Kepala Desa memiliki Dua Anak Laki-laki, dan juga empat cucu laki-laki, yang paling tua sekitar 17 tahun.
"Nona Aruna, bisakah kamu menjelaskannya?" Suara Kepala Desa memecah kesunyian.
"Baiklah, aku harap kalian bisa mempercayai ucapanku" ucapnya dalam hati. Dia memutuskan untuk tidak memberi tahukan tentang Zombie, jangan sampai mereka takut dan mengira dirinya membawa kesialan.
"Aku berasal dari jauh, tapi tidak dari salah satu negara yang Paman sebutkan tadi. Aku bahkan baru pertama kali mendengarnya!"
Semuanya terkejut, jika bukan dari salah satu negara, terus berasal dari mana? Tidak mungkin jika dia turun dari langit.
"Di zamanku, semua negara sudah maju dan di pimpin oleh Presiden. Transportasi, kami tidak lagi menggunakan gerobak sapi atau kereta kuda"
"Presiden, apa itu?"
"Jika di sini mungkin setara dengan Kaisar!" Jawab Aruna. Dia sudah mendengar sedikit tentang Negara Xu dari Tabib Gu.
Melihat semua orang kembali diam dia melanjutkan ceritanya. "Aku adalah seorang Dokter, di hari libur aku pergi ke hutan untuk mencari obat-obatan, sekalian untuk liburan. Jadi aku membawa banyak perbekalan untuk beberapa hari!"
Hari di mana dia memutuskan untuk masuk hutan, Aruna menggunakan baju ala-ala seorang Pendaki dengan tas besar di punggungnya. Tapi dia merasa aneh, karena tidak menemukan hewan ataupun tumbuhan yang bermutasi.
Sampai dia sebuah air terjun, Aruna makin merasa ada yang aneh. Keadaan hutan sangat sunyi, bahkan suara jangkrik atau serangga lainnyapun tidak terdengar sama sekali. Padahal dia datang untuk menyerahkan diri kepada penghuni hutan.
Sambil menunggu hewan-hewan itu muncul dia berselfie untuk kenangan terakhir. Bahkan dia sempat mengganti baju, menggunakan dress untuk berfoto ala Princess.
Setelah puas memandangi air terjun, Aruna memutuskan untuk melanjutkan perjalanan, Dia tidak meminum sedikitpun air itu. Tiba-tiba dia mendengar suara langkah kaki yang berjalan dengan tergesa-gesa.
Aruna menggunakan kekuatan mentalnya, tapi dia tidak melihat ada orang di sekitar jangkauannya. Berbeda dengan hewan-hewan, mereka ada, tapi bersembunyi sekaan tidak ingin menampakkan diri di hadapannya.
Begitupun dengan tumbuhan, Aruna juga baru sadar jika semua pohon dan tanaman yang dia lihat tampak normal pada umumnya, Dia berjalan sampai langkah kaki itu tidak terdengar lagi.
Aruna tertegun melihat dua pohon besar yang saling berhadapan, Saking besarnya akar dan ranting mereka menyatu membentuk terowongan. Dia berjalan tanpa rasa takut, tapi setelah melewati pohon besar itu Aruna tiba-tiba pusing dan pandangannya menggelap.
"Begitulah, sampai akhirnya aku terbangun sudah ada di sini" Aruna mengakhiri ceritanya, dia tidak menceritakan yang tidak perlu seperti Zombie dan ingin menyerahkan dirinya kepada hewan mutasi.
Semua yang mendengarnya masih hanyut dalam imajinasi mereka. Sebenarnya sangat sulit dipercaya, tapi mereka juga melihat dan mendengar Aruna bercerita seperti orang yang jujur, tidak ada kegugupan sama sekali.
"Dokter, apa itu?" Tabib Gu yang pertama kali bereaksi dan bertanya. Dia merasa Aruna bukan orang biasa, apalagi dia sudah menyentuh nadinya, dia merasakan tanaga dalam yang sangat melimpah.
"Dokter itu seperti Tabib Gu!" Aruna adalah seorang Dokter Militer.
"APA? Jadi kamu seorang Tabib?" Paman Ji syok saking terkejutnya begitupun dengan yang lainnya.
"Wah Tabib perempuan adalah hal yang sangat langkah. Mungkin di Ibu Kota hanya ada beberapa Tabib saja!" Ujar Tabib Gu.
Semua orang mengangguk membenarkan, meski masih ada sedikit keraguan mereka tetap mendengarkan cerita Aruna yang ada di Zamannya.
"Oh aku punya bukti!" Seru Aruna dengan Antusias. "Paman Ji, apa orang yang menemukanku melihat tas yang kubawa?"
"Oh ternyata itu sebuah tas," sangat berbeda dengan tas yang mereka punya.
"Ya, mereka juga membawa tasmu. Ji Yong ambilkan tas itu di dalam kamar Kakek!" Pintanya kepada cucu tertua, Ji Yong. Dia menyimpannya dalam kamar, karena dia merasa barang itu sangat berharga.
"Baik Kek!" Ji Yong segera mengambil tas itu, saat melihatnya matanya sangat berbinar. Tas seperti ini bisa memuat banyak barang.
Ji Yong meletakkan tas besar itu di depan Aruna. Dia segera membuka tasnya dan mencari ponsel yang terakhir dia pake, pasalnya ada beberapa ponsel di ruang penyimpanannya hasil jarahan di sebuah toko.
Untungnya ponsel yang dia gunakan berselfie ada di dalam tas, Aruna tidak perlu mencarinya lagi.
"Ini dia!" katanya sambil memperlihatkan kepada yang lain.
Semua mata langsung tertuju pada benda yang berbentuk segi empat itu, mereka tidak pernah melihat benda tersebut, mungkin kah yang diceritakan Aruna semuanya benar?
"Oh Kakek, lihat benda itu bercahaya!" seru Ji Zang takjub, cucu Paman Ji yang bungsu.
"Astaga, Nak benda apa itu?" tanya Bibi Suyu, Istri Kepala Desa. Meski ada rasa takut, tapi rasa penasaran lebih kuat.
"Benda ini disebut Ponsel, bisa berguna banyak hal. Terutama berkomunikasi dengan jarak jauh, dan juga mengirim pesan."
"Benarkah?" hampir semua bertanya dengan serempak.
Aruna memperlihatkan Video saat memasuki hutan sampai ke air terjun. Tak lupa juga foto selfienya, bahkan foto bangunan yang bertingkat juga ada di ponselnya, tidak ketinggalan mobil kesayangannya juga ada di situ.
Mereka semua takjub, benda kecil itu ternyata sangat canggih. Bisa menciptakan apa yang terjadi di dunia nyata.
"Waahh,, Kak Aruna sangat cantik!" ujar Ji Rong dengan berbinar, dia Cucu ketiga Paman Ji.
"Ya sangat cantik, lukisannya juga terlihat sangat nyata!" Bibi Suyu juga membenarkan.
Yang lainnya masih fokus dengan foto-foto Aruna, untungnya tidak ada foto Zombie yang tersimpan.
"Ehmm, ini sudah membuktikan jika Nona Aruna memang berasal dari dunia yang sudah maju!" Kata Paman Ji setelah menenangkan dirinya.
Aruna berterima kasih, karena mereka sudah mempercayainya. Dia juga meminta untuk tidak memberitahukan orang lain.
"Apa yang kalian lihat tidak boleh diceritakan kepada orang lain," ucap Paman Ji dengan tegas kepada keluarganya.
lanjut thorr💪💪💪