NovelToon NovelToon
The Horn Land

The Horn Land

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Sutrisno Ungko

fiksi sejarah Kisah Para Pemimpin sebuah Pulau bernama The Horn Land. cerita dalam rentang waktu 110 tahun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sutrisno Ungko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ommer Ghie

Bersama para Iblis Merah yang baru tiba, Ommer akhirnya dipertemukan dengan Leader Jhuma. Beliau duduk di salah satu ruang pertemuan Kastel sisi barat. Ia ditemani Sorush. Juga ada Kapten Jack dan Uon Bloodstone.

“Lama tak bertemu Ommer. Kami mengira kamu tak akan menyusul kami ke The Horn Land.” sambut Jhuma.

Leader mengingat peristiwa perpisahan mereka di dermaga. saat Ommer justru berbalik dan turun dari perahu.

“Ya situasi di Lemuria saat ini sedang tidak baik-baik saja setelah perebutan Kaitaia. Kekaisaran membuat aturan ketat bagi kami yang dituduh berafiliasi dengan perjuangan ayah. Sehingga tak ada pilihan bagi kami selain untuk menyeberang. Sayang aku tak bisa bertemu ayah lagi..” kata Ommer tertunduk. Ia tentu menyesali tak bisa bersama dengan para kesatria pertama juga ayahnya saat penjemputan awal. Namun ia memang tak bisa meninggalkan calon istrinya saat itu. Kini saat istrinya bersamanya, ayahnya sudah meninggal.

“Begitulah kehidupan Ommer, ayahmu adalah teladan dan penggerak perjuangan kami. Ia telah melakukan tugas seperti apa yang ia inginkan disisa kehidupannya dulu. Ayahmu adalah Leader bagi negeri kecil yang sedang kami teruskan ini. Dan mimpi besar sudah ia letakkan. Dalam pondasi keyakinan pada pembebasan negeri yang merdeka.” kata Jhuma.

“Aku memang mengangumi beliau sebagai seorang ayah dan pribadi pejuang, aku belum tentu bisa mengikutinya. ”Seketika rasa haru mengeluyut perasaannya membayangkan sosok seorang ayah yang pantas untuk diteladani.

“Pasti bisa Ommer. Hanya keyakinan yang di perkuat. Dan tanyakan pada diri apakah ingin dikenang dalam sejarah sebagai pejuang atau sekedar pecundang. Kamu datang untuk membuktikannya.”

“Tentu aku siap berjuang bersama Tuan dan semua kesatria.”

“Bagus. Dan pengorbanan diri diatas segala-galanya. Apa yang terjadi di Lemuria saat ini?” tanya Jhuma.

“Kekaisaran secara umum sedang tidak aman. Sudah mulai banyak faksi yang terbentuk di dalam istana sendiri, beberapa pangeran bersiap diri memperebutkan kekuasaan. Dan masing-masing di dukung jenderal yang kuat. Apalagi kaisar juga sudah menua sehingga potensi perpecahan setelah mangkatnya kaisar terlihat jelas. Meskipun belum secara terbuka terlihat saat ini. Di utara negara-negara saingan juga sedang bersiap diri melihat celah untuk membelah kekaisaran dimasa depan.” kata Ommer.

“Semoga itu bisa terjadi. Bagaiamanapun kekaisaran masih sangat kuat, sehingga kita tentu berharap banyak situasi yang terjadi disana bisa membantu mewujudkan mimpi kita untuk negara baru yang kita sedang dirikan di The Horn…Kapten Jack, bagaimana dengan Iblis Merah?”

“Maaf ser. Saat ini kami hanya datang berlima saja. Kesatria baru sedang di godok di Lemuria. Mereka mungkin menyusul kemudian. Kami memang menyeleksi dengan ketat keanggotaan Iblis Merah. Dan kami bercita-cita terus bersama negara yang didirikan Leader Owen . Kini baginda memimpin tentu kami akan mengawal baginda sampai akhir hayat kami.” kata Kapten Jack.

“Ernes Mangnall, John Bentley dan pasukan Iblis Merah yang telah gugur menjadi saksi keteguhan kalian dalam membela perjuangan kita.” kata Jhuma.

Leader terdiam sejenak.

“Baginda bagaimana dengan para perusuh itu? Apakah sudah bisa kita ambil tindakan?” tanya Uon. Sedari tadi ia hanya mendengarkan pembicaraan. Kini ia menanggapi, betapa marahnya ia para para perusuh itu. Seperti marahnya ia pada para suku Yulara yang memberontak. Ia mendendam. Bukan hanya para Kaemon dan dua kesatria keluarga lain, namun pada suku Yulara, bahkan mereka yang beragama Morgana.

“Datangnya Kapten Jack dan Ommer, dan belum adanya laporan dari perbatasan Dargaville, membuat kita bisa ada waktu mengurusi mereka. Uon, ambil tugas ini, kamu cari dan bawa ke kastil mereka. Jika melawan hukum ditempat. Ajak Serta Arius Mandon dan Olga Darvo, bawa pasukan keluarga kalian.” Perintah Jhuma.

“Segera tuan” kata Uon.

Ia tak menunggu pertemuan selesai, langsung saja menghilang dari balik pintu dan melaksanakan tugasnya.

Tiba-tiba pintu di ketuk, Theon masuk membawa sepucuk surat. semua melihat kearahnya.

“Surat dari mana Theon?” tanya Sorush

“Surat dari Whangarei mungkin ser. Kekuasaan disana akan segera diserah terimakan. Mereka mengharapkan Leader bisa berada disana.” demikian penjelasan Theon sambil memberikan surat itu pada Sorush. Yang kemudian diserahkan pada Leader Jhuma.

Jhuma membacanya dengan seksama. Terlihat ia sedikit berfikir.

“Terlalu cepat, kabar ini datang…”gumamnya.

“Mengapa ser?” tanya Ommer.

“Whangarei sudah jatuh, para kesatria pertama memintaku untuk menghadiri proses serah terima kekuasaan di Whangarei.” kata Jhuma.

“Apakah kita akan kesana? Pasukanku tentu siap mengawal.” kata Kapten Jack

“Tentu…kita akan kesana., persiapkan pasukan. Bagi dengan pasukan kita di Kastel.” kata Jhuma.

“Segera tuan.”

Jhuma kemudian menatap Ommer,

“Tuan muda Ommer, anda beristirahatlah dulu dengan pengikutmu. Maester Sorush akan menunjukan tempat penampungan untuk kalian. Arah tenggara kastel dipersiapkan untuk kelak menjadi tempat tinggal sahabat-sahabat dari Lemuria. Bantu perbaiki secara mandiri tempat itu. Ketika sudah siap, persiapkan pasukanmu, perang kita masih panjang.”

“Baik yang tuan, terima kasih untuk semuanya.” kata Ommer.

“Ada buku ayahmu dititipkannya padaku, kini sejak kamu datang. Kamu boleh menyimpannya. Bacalah,. tulisannya bagus. Theon sedang menyalinnya juga.” kata Jhuma lagi. Sambil berlalu.

***

1
Widiarto Andu
👍
Widiarto Andu
𝐭𝐞𝐫𝐛𝐚𝐢𝐤 𝐬𝐢𝐡..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!