NovelToon NovelToon
Bocil Imutnya Om Tentara

Bocil Imutnya Om Tentara

Status: tamat
Genre:Beda Usia / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:339.7k
Nilai: 4.5
Nama Author: Amanda Ferina

Aileen Candramaya Putri Cempaka atau yang lebih sering dipanggil dengan sebutan Cempaka. Anak dari salah satu ajudan jenderal besar di Bandung. Malang nasib di umurnya yang baru 10 tahun ia harus kehilangan orangtunya akibat pemberontakan di Papua. Cempaka yang masih kecil dititipkan pada atasannya. Muhammad Ghiza Naskala Barawijaya adalah anak dari Jendral Muhammad Toha Barawijaya. Ia adalah sosok yang selalu ada di pertumbuhan Cempaka. Ketika Cempaka baru kelas 5 SD dan dititipkan pada orangtunya ia pun menjadi sosok ajudan untuk Cempaka. Hidup Cempaka selalu terbiasa dengan Naskala meskipun Naskala selalu mengejeknya. Ketika ia beranjak dewasa Cempaka tak mengerti kenapa Naskala sangat dingin dan tak ingin berbicara padanya. Bahkan selalu menundukkan pandangan kepadanya. Pada suatu hari ada tragedi besar yang mengharuskan Naskala dan Cempaka menikah meskipun dilaksanakan dengan terpaksa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amanda Ferina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 15

Cempaka menatap batu nisan yang ada di depannya. Wjahanya samasekali tak menampakkan keceriaan seperti biasanya. Cempaka tampak sangat terpukul atas kematian kedua orangtua angkatnya yang sangat ia cintai dan juga menjadi pengganti malaikatnya.

Kini tak ada lagi senyum lebar Adhila yang selalu menatapnya dengan wajah bangga. Tak ada lagi senyum Toha yang selalu meyakinkan dirinya untuk menjadi orang sukses dan hebat.

Niat ingin memberikan surprise kepada orangtuanya malah berubah dalam sekejap dirinyalah yang diberikan surprise yang sangat luar baisa oleh Tuhan. Tentunya hal itu tak pernah diduga-duga oleh Cempaka.

Cempaka bersimpuh di depan makam kedua orangtuanya. Ia memeluk batu nisan Adhila dengan sangat kuat dan menangis kencang. Naskala melihat itu hanya menunduk sedih.

Ia tahu Cempaka pasti amat sakit atas kematian kedua orangtuanya yang tak akan pernah disangka oleh wanita itu.

"Kenapa Bunda pergi secepat itu. Cempaka kangen sama Bunda. Kueh buatan Om juga masih ada. Dan gambar yang dilukis Cempaka masih bagus. Tapi kalian pergi ninggalin kami. Hiks," isak cempaka.

Naskala menarik napas panjang dan meminta agar Nanda menenangkan Cempaka. Nanda yang paham dengan isyarat yang diberikan oleh Naskala lantas menahan tubuh Cempaka dan memeluknya dengan sangat erat.

"Semua manusia akan berakhir seperti ini. Mungkin ini sudah giliran Om dan juga Tante. Jadi kamu jangan sedih."

Cempaka menatap temannya yang paling terbaik tersebut. Ia memeluk tubuh Nanda sambil menangis tersedu-sedu.

"Kenapa harus Ayah dan Bunda yang lebih dulu. Kenapa tidak Cempaka saja?"

"Cempaka! Banyak hal yang tidak kamu ketahui. Tante dan Om mungkin sudah banyak melewati beragam hal di dunia. Dan kamu juga belum pernah hidup dalam ujian yang luar biasa jadi Tuhan kasih kesempatan buat kamu untuk diuji dan juga memanfaatkan kehidupan. Dan kamu jangan menyia-nyiakan itu dan malah memprotes ke Tuhan. Yang kamu harus lakukan itu adalah belajar bagaimana caranya ikhlas dan menjalankan kehidupan dengan baik sebelum akhirnya kamu yang berada di dalam sini. Lagipula menangisi orang yang sudah mati dengan berlarut-larut seperti ini malah akan menyakitkan bagi si mayat. Lihat Om Naskala yang merupakan anak kandungnya berusaha kuat dan tak menangis karena dia tau dengan agama."

Banyak orang yang datang ke pemakaman. Mengingat Toha adalah jendral tinggi membuat banyak para penjabat dan juga petinggi yang lainnya datang ke sesi pemakaman.

Tadi saja upacara kemeliteran untuk mengantarkan Adhila dan Toha ke peristirahatannya terkahir baru saja selesai. Cempaka tak begitu mengikuti karena yang ada di benaknya hanyalah keinginan bersama dengan Adhila dan bercanda bersamanya.

Cempaka menatap Naskala yang berusaha menahan rasa terpukulnya. Ia tampak kuat namun di dalam sangat rapuh tidak sesuai dengan kenyataan. Cempaka menjadi terharu dengan Naskala.

"Om! Om jangan sedih!" Naskala menatap Cempaka yang baru saja berbicara padanya. Wanita itu menasehatinya padahal Cempaka sendiri sedang bersedih.

"Saya pasti kuat yang tidak kuat itu kamu."

"Om!"

"Cempaka! Jika kamu merasa sangat sayang dengan bunda dan ingin dia bahagia kamu harus mendoakannya tiap malam. Dan mengirimkan surat Al-Qur'an. Dan turuti keinginan bunda dan ayah yang ingin kamu Istiqomah berhijab serta mempelajari agama lebih dalam lagi." Cempaka masih ingat dengan harapan Adhila dan Toha yang seperti itu.

"Insyaallah Om! Dan Om jangan lupa untuk bantu Cempaka belajar agama."

Cempaka mengira Naskala akan menolaknya namun hal yang sangat mengejutkan Naskala adalah perempuan tersebut malah mengangguk setuju.

__________

Lebih dari satu bulan setelah peninggalan Adhila dan juga Toha. Naskala tak bisa melupakan sosok keuda orangtunya dengan mudah. Bayang-bayang mereka selalu saja ada di pikiran Naskala.

Setiap kali ia merindukan mereka maka Naskala akan mengirimkan doa-doa untuk kedua orangtuanya. Seperti saat ini Naskala baru saja selesai mengerjakan sholat hadiah untuk kedua orangtuanya.

Ia membuka pecinya dan duduk di meja kerjanya. Peci tersebut diletakkan di atas meja. Naskala pun mulai membuka beberapa berkas.

Berkas itu adalah berkas yang merupakan salah satu bukti-bukti mengenai pembunuhan berencana orangtuanya.

Naskala sudah meminta aparat untuk menyelidiki namun penyelidikan berhenti di tengah jalan. Terpaksa Naskala yang bekerja sendirian untuk membuktikan kasus tersebut.

Ia yakin jika itu adalah sebuah pembunuhan berencana. Mereka sudah lama mendapatkan teror. Dan Naskala curiga jika tuduhan jika ia terlibat dalam pembunuhan salah satu anggota tentara juga ada hubungannya dengan kasus ini.

Ia bersama teman sejatinya berusaha mengungkap kebenaran itu. Hidup mereka tidak akan pernah tenang jika kasus ini belum diungkap.

Mengingat jika para aparat juga sangat sulit untuk mengungkap kasus ini membuat Naskala merasa jika ada orang dalam yang bekerjasama untuk mereka atau memang ketuanya adalah orang dalam itu sendiri.

Naskala menyentuh keningnya yang sangat pening. Ia memejamkan mata dan menarik napas panjang. Tak lama pintu kamarnya diketuk hingga membuat Naskala terpaksa bangkit dari duduk nyamannya dan melihat keluar apa lagi yang dibutuhkan Cempaka hingga kembali datang ke kamarnya.

"Ada apa?"

"Assalamualaikum."

"Wa'alaikumussalam?"

"Om! Jangan lupa makan, tadi Cempaka udah masak."

"Memangnya kamu bisa masak?" tanya Naskala meremehkan Cempaka.

Cempaka memasang wajah muram dan tak suka mendengar kalimat yang baru saja dilontarkan oleh om-om menyebalkan di depannya.

"Om selalu saja meremehkan Cempaka! Om belum tahu kan keahlian Cempaka?"

"Perasaan saya kamu kemarin belum bisa masak," ucap Naskala dan bersedekap dada seraya mengamati Cempaka yang sudah kalau telak.

"Yaudah sih kalau mau makan ya makan kalau enggak, ya enggak. Gak usah debat," ucap Cempaka protes dan langsung pergi ke dapur dengan wajah judesnya.

Naskala tertawa setelah Cempaka pergi. Wanita yang ia anggap seorang adik rupanya dia lah yang akan menjadi calon istri Naskala. Naskala tak menyangka akan hal itu padahal ia ingin Cempaka mendapatkan seorang pendamping yang bukanlah seorang abdi negara agar Cempaka tak merasa kesepian dan juga ketakutan nantinya.

Apalagi Naskala nantinya akan sering pergi bertugas. Ia tak bisa membayangkan Cempaka yang nantinya ketika ia pergi dia akan sendiri di rumah.

"Bunda, Ayah inilah kekhawatiran Naskala selama ini." Untuk perasaan siapa yang tidak akan menyukai Cempaka. Dia adalah wanita yang sangat menggemaskan dan juga sangat imut.

Selain itu dia juga sangat cantik dengan daya tarik yang luar biasa. Bohong jika selama ini Naskala tidak tertarik. Ia terus bergetar setiap kali dekat dengan Naskala.

"Ternyata kamu adalah pelabuhan terakhir saya. Saya harap kamu tidak akan pernah kecewa jika nanti saya menikahi kamu. Mungkin akan cepat karena saya tidak akan mungkin bertahan hidup serumah bersama mu dengan syahwat saya yang makin menjadi setiap hatinya."

________

TBC

JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA.

1
Ruk Mini
oooo .. Bahagia kumpul kembali..tpi musuh y pd d hukum ape tewas thorrr msh lanjut kh..?? d tgg thorrr klo msh lanjut. tq 🙏👍👍👍
Ruk Mini
semangat bbank.. Brantas
Ruk Mini
atutttt...mkn serem thorrr
Ruk Mini
dag dig dug
Ruk Mini
jie ..belah duren bank
Ruk Mini
ngarep..sadt bank..
Ruk Mini
target berikutnya istri mu bank..ati2
Ruk Mini
rumit y..klo org yg pegang kendali mlh melenceng..ya Allah.. Lindungi Negeri kami🤲🤲🤲
Ruk Mini
cie...cie..
Ruk Mini
mulai ..
Ruk Mini
maksa ..nenk..nenk .
Ruk Mini
dilema y nenk
Ruk Mini
dasar.. bocil
Ruk Mini
kau sgt hebat Rey...salut👍👍👍
Ruk Mini
hpp nenk sama2 firs kiss dh halal pula
Ruk Mini
ayu terang keun
Ruk Mini
resiko bsm bocil bank
Ruk Mini
ayoo..bank gas keun
Ruk Mini
mulai tersingkap...trs semangat bank selidiki y
Ruk Mini
nenk..kesel ..ape cemburu..🙄🙄🙄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!