NovelToon NovelToon
MENGEJAR CINTA SANG ANTAGONIS

MENGEJAR CINTA SANG ANTAGONIS

Status: sedang berlangsung
Genre:Gadis nakal / Time Travel / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Romansa / Reinkarnasi / Fantasi Wanita
Popularitas:9.2k
Nilai: 5
Nama Author: Mellisa Gottardo

Elena, seorang gadis yang selalu kalah dan selalu di perlakukan tidak adil. Kini telah menemukan dunia baru, dengan tujuan hidup yang baru.

Mengejar cinta atau mencari harta? Elena akan melakukan keduanya sekaligus.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mellisa Gottardo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kencan berkesan [Visual]

Theor duduk di dahan pohon tinggi sambil menatap belati yang baru saja dirinya beli tadi. Mengingat Isabella sempat menyentuh jubahnya, Theor langsung memotong jubah itu dengan belati baru.

"Bagaimana bisa aku dulu pernah berpikir dia adalah gadis penyelamat ku." Batin Theor dingin.

"Benar-benar menjijikkan." Theor jijik.

Theor bersandar menikmati angin sepoi-sepoi yang menerpa wajahnya, dia jadi teringat dengan suara Elena beberapa hari yang lalu. Saat dia sedang melakukan interogasi di bawah tanah, tiba-tiba suara lembut terdengar di kepalanya.

Itu adalah suara Elena yang masuk telepati nya, melalui kalung miliknya yang saat ini ada pada Elena. Theor merasa senang, dia masih terngiang-ngiang suara indah itu. Namun akhir dari kalimat yang diucapkan Elena terdengar sangat sendu.

"Apa dia sedang murung sekarang? aku sudah berhasil menyangkal tuduhan, seharusnya Duke tidak terlalu sedih lagi seperti yang di pikirkan Elena." Gumam Theor.

"Aku ingin bertemu dengannya." Lirih Theor, merindukan Elena.

Theor melompat turun dari dahan pohon, dia berlari cepat entah kemana. Hidupnya benar-benar bebas setelah Daniel di kurung, karena dia terbebas dari pekerjaan.

Di sisi Elena, saat ini dia sedang menjalani hari santai. Bertukar surat dengan Roxane yang sedang bahagia, mengatakan jika dia akan segera menikah dengan Daniel. Elena turut senang, setidaknya harapan Roxane benar-benar terwujud meskipun Daniel belum mencintainya.

Malam harinya, Elena terbangun saat malam hari karena kalung yang dirinya pakai bergetar. Saat Elena melihatnya, kalung itu memancarkan warna merah, Elena menyentuh liontin itu reflek.

"Keluarlah."

"Balkon."

Suara Theor menggema di kepalanya, Elena langsung terduduk karena terkejut. Dia buru-buru berlari ke kamar mandi untuk membasuh wajah dan sikat gigi, setelah itu dirinya membuka pintu balkon dengan hati-hati.

Begitu pintu balkon terbuka, Elena melihat Theor sudah berdiri membelakangi nya. Elena menelan ludahnya susah payah, Theor benar-benar sangat tinggi, badannya indah dan tegap sangat menawan.

"Apa tadi itu?." Elena bertanya lirih.

"Batu komunikasi." Jawab Theor, menoleh menatap Elena.

Wajah Theor sangat tampan, apalagi dibawah cahaya bulan purnama. Terlihat sangat menawan sekali, kegelapan tidak bisa meredupkannya.

"Kenapa datang malam-malam begini?." Tanya Elena, mendekat pada Theor.

"Jika aku datang siang hari, Duke tidak akan membukakan pintu." Jujur Theor.

"Hahahah, benar juga." Elena tertawa lucu.

"Kau sudah tidur?." Tanya Theor, dia bersandar pada tembok pembatas.

"Kau bertanya, ini saja sudah pagi buta." Elena melirik sinis.

"Maaf untuk itu, apa kau mau pergi denganku." Ajak Theor.

"Kau mau menculikku? yang benar saja." Elena sinis.

"Bukan, hanya... menikmati matahari fajar bersama." Lirih Theor.

"Bisa dilihat dari sini kan." Elena tidak mengerti.

"Tidak, aku berjanji akan membawamu kembali sebelum orang-orang terbangun." Ucap Theor.

"Hahahah, jangan salahkan aku jika Ayahku semakin membencimu." Elena tidak menolak.

"Biarkan itu menjadi urusanku." Theor menarik Elena dan mendekapnya, setelah itu dia melompat dari balkon dan pergi entah kemana.

Theor membawa Elena ke sebuah bukit, di sana ada ayunan di dahan pohon besar. Elena duduk di sana dengan hati-hati, dia melihat sekitar yang masih gelap gulita menakutkan.

"Theor, disini menakutkan." Lirih Elena.

"Aku disini." Theor berada di belakang Elena, dia memegang tali ayunan seakan sedang memdekap Elena.

"Apa alasanmu membawaku kesini?." Tanya Elena.

"Melihat matahari_

"Baiklah, aku yang salah bertanya." Elena jadi malas.

"Elena, pertanyaan ku waktu itu belum kau jawab." Ucap Theor.

"Yang mana?." Elena pura-pura lupa.

"Apa kau gadis yang menyelamatkan ku saat tersesat di hutan dulu? saat itu kita masih anak-anak." Ucap Theor.

"Apa alasanmu menduga itu adalah aku?." Elena tanya balik.

"Bekas luka di punggung mu, aku sangat ingat dengan bekas luka itu." Jujur Theor.

"Jika memang itu aku, apa yang akan kau lakukan?." Ucap Elena.

"Dulu.. aku berjanji akan menikahi gadis penyelamat setelah dewasa." Jujur Theor.

"Janji anak-anak memangnya serius? kau sudah besar sekarang, memangnya janji seperti itu perlu di tepati? aku hanya mengajakmu keluar dari hutan, apanya yang penyelamat." Ucap Elena santai.

"Bagiku kau tetap penyelamat." Kukuh Theor.

"Baiklah Theor, jadi apa kau sedang melamarku sekarang?." Tanya Elena, menoleh pada Theor.

"Tidak." Jawab Theor cepat.

"Hah? apa sih." Elena jadi kesal.

Elena cemberut, dia langsung menatap ke depan dan sibuk bermain ayunan. Theor yang merasa salah bicara menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, suasana jadi canggung.

Matahari mulai terbit perlahan, cahaya mulai menyinari bumi dengan indahnya. Ditemani kabut dingin, dan udara sejuk penuh oksigen dari dedaunan hijau.

"Waahhhhhhh.... cantiknyaaaa." Elena terpukau.

"Iya... cantik." Tapi Theor menatap wajah Elena, bukan matahari.

"Darimana kau tau tentang tempat ini? apa kau sudah pernah kencan sebelum nya?." Tanya Elena.

"Aku menemukan nya kemarin, aku membuat ayunan ini untukmu__." Theor keceplosan.

"Apa? kau... menyiapkan tempat ini untukku?." Elena tercengang.

Lebih tercengang lagi saat menoleh ke arah Theor, wajah Theor yang biasanya datar dan dingin kini sedang bersemu merah. Wajahnya merah padam, dia sedang salting saat ini.

"Astaga wajahmu memerah Theor." Elena meledek, padahal jantungnya sendiri sedang berdebar tidak karuan.

Theor yang malu langsung merindukan tubuhnya, menyandarkan dahinya pada punggung Elena. Elena mematung, merasa tersengat listrik karena punggungnya bersentuhan langsung dengan dahi Theor.

"Ternyata kau punya sisi manis ya, padahal orang-orang mengatakan kau orang yang dingin dan menakutkan." Ucap Elena, berusaha mencairkan suasana.

"Apa menurutmu begitu?." Theor masih malu.

"Ya... aku menyukai tingkahmu yang kekanakan." Elena jujur.

Theor langsung berdiri tegap, dia berjalan ke depan Elena menghalangi pandangan Elena ke matahari. Elena bisa melihat sosok Theor yang gagah tegap, meskipun membelakangi cahaya.

"Kalau begitu.... kalau begitu bisakah kau me__

Srakkkk

Kyaaaaaaaaa

"Astaga Theooorrrr!!!!!!!." Elena berteriak terkejut saat Theor terperosok ke dalam jurang.

Elena langsung terduduk lemas di sisi jurang dengan tubuh gemetar, dia ingin meminta tolong tapi saat ini mereka ada di hutan. Elena menangis, memanggil nama Theor dengan panik.

tap

tap

"Menikah denganku.... Elena."

Theor tiba-tiba muncul dari jurang dengan tubuh penuh tanah dan dedaunan, dia menggigit bunga liar dan tersenyum tanpa dosa.

"THEOR!!!!." Elena langsung menarik Theor ke atas dan memeluknya, dia benar-benar jantungan tadi.

"Apa yang kau lakukan Theor!!! itu berbahaya, apa kau tau betapa takutnya aku tadi." Elena manangis karena syok berat.

Theor tekejut melihat Elena menangis, padahal dia tidak apa-apa. Tapi dia tersenyum senang, ternyata di perhatikan rasanya tidak buruk juga.

"Jurang mana yang harus aku coba lain kali?.* Batin Theor, sinting.

"Aku teringat tidak membawa bunga, jadi aku mencari bunga untukmu. Elena... gadisku, bagaimana jika kita menika__

"Tidak mau." Tolak Elena kesal.

"A-apa?." Theor heran, padahal tadi Elena menangis mengkhawatirkannya tapi sekarang dia menolaknya?.

Visual Theor & Elena.

[Cie Theor ngeblush].

1
Lilis Khotimah
kenapa harus jadi anak ayam sih Thor 🤣🤣🤣🤣🤣
Sribundanya Gifran
lanjut
Mellisa Gottardo: siaap🥰
total 1 replies
𓆩❤𓆪✿✧༺°◐ZN²◑°༻✧❀ଘ😇ଓ
/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Mellisa Gottardo: /Scowl/
total 1 replies
Alishe
bentar lg ayam pink🤣🤣🤣🤣
Alishe: saingan theor pilihan daddyhhh gue gpp biar makin kebakaran jenggot si kaku ini🤣🤣
total 2 replies
Alishe
ga guna u curiga udah telatttttt
Alishe
masi aja si ajim belain tu setan dihhh
Alishe
bukannya iya?? 🙄
Alishe
enak ga dituduh☺☺
Mellisa Gottardo: otw salam olahraga
total 1 replies
Alishe
nah ulet belbel mau ngapain lg itu ga boleh bgt org bahagia
Alishe
ahahaha percaya ga percaya laki w jg gini pas pdkt🤣🤣🤣
Mellisa Gottardo: awww sosweet
total 1 replies
Alishe
keselan gue perasaan🙄🙄🙄
Alishe
bener katarak ni org
Siti Aisyah
🤭🤭🤭
Mellisa Gottardo: /Drool/
total 1 replies
Yogi Muriani
ayam warna warni 🤣🤣suka-suka-suka👍
Mellisa Gottardo: hahahaha
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
ayam teletubbies dong mereka jadi nya, berpelukan
Mellisa Gottardo: hahaaha
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
sekutu isabelle ternyata orang yang tak di sangka²
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
nah, baru tau takut. itu dia sifat nya orang sabar, sekali bertindak 1000 nyawa akan siap dicabik-cabik nya
Mellisa Gottardo: terharu yaw
total 1 replies
Kimyoonvi
harus bngt tiga anak ayam warna warni? 😭
Mellisa Gottardo: hahahah
total 1 replies
Evi Marena
ayam warna warni😂othorrrr the best sudah up 2part.....moga elena mau bantu mereka cari Isabella sang penipu ulung SM pendeta agung laknat😒
semangat othorrrr....moga sehat selalu 😘😘
Mellisa Gottardo: hahaha okee
total 1 replies
Alishe
puas satu puasss puas aja satuuuuu🤧🤧🤧
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!