NovelToon NovelToon
Setelah Kepergianmu

Setelah Kepergianmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Keluarga
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: naisa strong

Hai teman-teman, aku masih berjuang konsisten tapi aku nggak tahu kalau akhirnya di tengah jalan aku menyerah dan tidak melanjutkan. Aku hanya rindu menulis. Tapi aku terjebak pada rutinitas harian yang tiada henti. Lanjutan dari Penantian panjang 1 dan 2. Padahal Penantian panjang 2 saja belum saya tamatkan. Tapi semua nama tokoh bermula dari sana.

"Apa kamu bilang?" Suara serak zahrin dengan air mata kemarahan namun dia tahan. Tenggorokannya tercekat sakit, ditambah harus mendengar permintaan suaminya yang dirasa tak mampu dia tunaikan.
Kembali dengan seorang pria yang pernah menyakitinya sangat dalam. Rasanya Zahrin tak terima.

Regi tak beralih tatap. Menatap Zahrin dengan mata sendu yang membuat Zahrin melengos sakit bertambah dengan dadanya yang nyeri.

Apa yang terjadi teman-teman? Sampai-sampai Zahrin begitu?
Ingatkah kalian, siapa pria yang menyakiti Zahrin dulu?
Aku tidak janji menamatkan ceritanya. Tapi aku dapat fell nya. Semoga bisa konsisten menggarapnya🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon naisa strong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bubur ayam Alma

"Aku mau setiap pagi sarapan bubur buatan Alma, Rin." Jawab Regi semakin membuat Zahrin bingung.

"Setiap pagi sarapan bubur buatan, Alma?" Zahrin yang kembali bertanya kepada suaminya. Membuat Zahrin garuk-garuk kepala pelan dengan ujung kuku telunjuknya, yang beralih mengusap pelan alis kiri nya karena bingung harus menimpali apa. "Ada apa dengan, Regi? Biasanya dia anti Alma, malah aku yang sering bujuk-bujuk dia untuk tidak benci-benci amat dengan si Alma. Mengapa hari ini dia berubah?" Tanya Zahrin dalam hatinya. Zahrin mencoba tidak terlalu ambil pusing dengan perkataan suaminya. Zahrin memilih tidak memperpanjang terkait bubur Alma dan meminta Regi untuk meminum obat-obatannya.

Sedangkan di kantor Armand.

Armand masih meminta penjelasan dari Alma. Namun Alma lagi-lagi mengalihkan pembicaraan.

"Apa ada yang kamu sembunyikan?" Tanya Armand lebih dalam.

Alma tertawa kecil, mengalihkan keseriusan Armand menunggu jawaban Alma, namun lagi-lagi Alma enggan menjawab dan mengajak suaminya sarapan pagi di depan kantornya.

Armand tahu istrinya sedang menyembunyikan sesuatu. Armand tidak lantas meminta jawaban Alma saat itu.

Namun dimanapun berada, lagi-lagi wajah Regi menghantui isi kepala nya. Alma bahkan sering keceplosan memanggil Armand dengan sebutan kak seperti Alma memanggil Regi.

Biarpun Armand sebenarnya menangkap keanehan istrinya, namun Armand memilih diam dan mencari tahu sendiri mengingat Alma sering berkilah terkait sebutan kak Regi yang beberapa kali dia salah panggil saat bersamanya.

Berbeda dengan Arsyad dan Akhyar yang tengah duduk-duduk dibangku trotoar dibawah pohon asam Jawa tidak jauh dari pintu keluar sekolah. "Aku mendengar Oma bicara sama mommy katanya Daddy sakit parah, aku juga melihat mommy malam-malam menangis sesenggukan. Daddy sakit apa, papa A?" Tanya Arsyad yang mulai paham pembicaraan orang dewasa.

Akhyar sedikit terhenyak dengan apa yang dikatakan Arsyad. Pantas saja, Akhyar mencoba tawarkan minum, makan siang bersama, Arsyad menolak. Rupanya bocah ini memikirkan daddynya. "Coba nanti papa A tanya mommy kamu. Sekarang Arsyad tidak boleh sedih. Arsyad besok juga tidak boleh bolos seperti Arsyla. Janji ya!" Akhyar berusaha menghibur Arsyad untuk tidak murung.

Arsyad manggut-manggut.

Disitu ibu Olivia menjemput Arsyad dan bertemu dengan Akhyar. Ibu Olivia mengucapkan terimakasih karena Akhyar selalu perhatian kepada Arsyad dan Arsyla.

"Kamu baik sekali, Akhyar. Sekali lagi terimakasih karena akhir-akhir ini kami memang kerepotan terkait anak-anak mengingat Zahrin menunggu Regi di rumah sakit." Ibu Olivia menjelaskan. Ibu Olivia juga menyuruh Arsyad untuk masuk ke dalam mobil.

"Regi, sakit?"

Ibu Olivia mengangguk.

"Kalau boleh tahu sakit apa, Bu? Karena tidak biasanya Arsyad sesedih hari ini.

Ibu Olivia terdiam lama. Wajahnya berubah muram. "Kanker hati."

Akhyar memasang wajah serius. Lumayan tidak menyangka Regi bisa terkena penyakit berat seperti yang dikatakan ibu Olivia.

"Kalau begitu kita pamit dulu, sekali lagi terimakasih sudah menemani Arsyad." Ibu Olivia yang kemudian memasuki mobilnya.

Akhyar kemudian mencoba menghubungi Zahrin. Namun belum sampai bicara dengan Zahrin lewat panggilan ponsel. Akhyar sudah dihubungi klien nya dimana dia sudah di tunggu disuatu tempat.

Keesokan harinya di rumah sakit.

Dokter menyarankan untuk Regi beristirahat dan tidak boleh kelelahan atau bekerja terlalu diforsir. "Semoga kejadian seperti ini tidak terulang kembali. Dua Minggu saya tunggu jadwal kontrolnya."

Regi mengangguk.

Akan tetapi tidak dengan Zahrin yang sebenarnya ingin lebih jauh bertanya terkait penyakit suaminya. Namun karena dirasa belum terlalu menganggu pikiran Zahrin, Zahrin pun pamit mendorong kursi roda yang diduduki suaminya. Berikut ibu Olivia, Arsyad dan Arsyla yang sudah tidak sabar bermain dengan daddy nya.

Ajakan-ajakan kecil yang dilontarkan Arsyad dan Arsyla seperti main bola, berenang sudah diagendakan mereka pekan ini. Tapi Regi hanya tertawa kecil tidak menjawab ajakan anak-anaknya mengingat kondisinya.

"Nanti kalau Daddy sudah sehat kembali, pasti kalian bisa main bola, berenang atau diantar sama Daddy kemana saja." Sahut Zahrin yang tidak ingin anak-anaknya kecewa. Zahrin bahkan terkesan ringan menjanjikan nya.

Arsyad dan Arsyla yang kembali ceria.

Namun keceriaan tadi mendadak hening sejenak, kala Regi mengingatkan Zahrin terkait bubur Alma.

"Bubur, Alma? Maksudnya?" Bahu ibu Olivia yang menyenggol bahu Zahrin pertanda meminta penjelasan.

"Em, nanti ma aku ceritanya. Sekarang kita ke mobil saja dulu." Jawab Zahrin enggan sebenarnya.

Ibu Olivia manggut-manggut pertanda setuju lalu semuanya melanjutkan langkahnya.

Sesampainya di rumah. Zahrin yang sibuk di dapur saat suaminya istirahat setelah minum obat. Mencoba beberapa jenis resep bubur ayam seperti yang dibuat Alma. Sebenarnya, ini bukanlah hal yang berat buat Zahrin, mengingat dia hobby memasak jadi Zahrin tidak mendapati kendala berarti.

Sampai dimana dua resep bubur ayam sudah tersaji di atas nampan dan mencoba menghidangkan nya ke Regi. Dengan percaya dirinya dia membawa nampan ke kamar. Menghidangkan dua mangkuk berisi bubur ayam dengan resep yang berbeda beserta krupuk-krupuk nya.

"Makan malam pakai bubur ayam, Rin?" Tanya Regi sembari memandangi dua mangkuk bubur ayam dihadapannya secara bergantian.

"Kalau kamu nggak suka, aku bikinkan menu baru ya?" Dengan cepat Zahrin menjawab tanpa protes.

"Bentar, bentar. Aku bilangnya kan bubur buatan Alma dan itu buat sarapan besok pagi, Rin. Kenapa jadi kamu yang repot bikin, terus buat makan malam?"

Zahrin masih diam.

"Okey, aku makan. Tapi tidak untuk dua mangkuk ini, Rin." Jari telunjuk Regi yang mengarahkan ke dua mangkuk yang berisikan bubur ayam.

Zahrin yang awalnya kesal, berubah cekikikan kecil setelah melihat ekspresi wajah Regi. Zahrin kemudian menyuapi Regi dengan bubur ayam buatannya. Ingin bertanya terkait rasanya apakah sama dengan bubur buatan Alma, namun urung ia sampaikan karena tidak ingin memperkeruh suasana malam itu.

Berbeda sekali dari malam-malam tahun-tahun sebelumnya. Zahrin lebih perhatian ke suaminya mengingat tahun-tahun sebelumnya Zahrin hampir melupakan perhatian-perhatian kecil ke Regi. Malah selalu Regi yang selalu memberinya perhatian. Kini sebaliknya. Zahrin kemudian mengambil album foto di meja nakas nya. Setiap foto menyimpan memori tersendiri. Zahrin berbicara panjang lebar mengingat satu persatu foto-foto di album tersebut. Bahkan banyak tawa kecil yang keluar kala keduanya membahas satu persatu dari foto kenangan keduanya.

Namun anehnya, ditengah kehangatan malam itu. Tiba-tiba saja Regi mengambil ponselnya dan menelepon Alma. "Kamu sudah tidur?" Tanya Regi kepada Alma dan Zahrin hanya memandangi suaminya.

"Belum, kak. Ada apa?" Tanya Alma agak pelan, supaya Armand tidak mendengar.

"Kalau kamu tidak repot, aku pesan bubur ayam empat porsi untuk besok pagi."

Alma terkaget dari balik telepon. Setelahnya tersenyum sambil geleng-geleng kepala kecil. "Jadi kakak sudah pulang ke rumah?"

"Iya tadi pagi."

"Okey, besok pagi sekali aku ke rumah lengkap dengan pesanan kakak." Alma dengan senangnya.

Regi lalu menutup ponselnya. Dimana Zahrin yang kemudian menyuruh suaminya untuk tidur dan menyelimutinya.

Sengaja Zahrin tidak mau suasana malam ini berubah. Sengaja dia yang mengalah demi suasana hati Regi tetap terjaga, biarpun di bath room nya. Banyak hal janggal yang membuat Zahrin bertanya-tanya.

Keesokan harinya.

Pagi-pagi sekali Alma membawakan pesanan Regi. Zahrin yang membukakan pintu untuk Alma tampak diam saja. Tak sepatah katapun terucap keluar dan Alma tak mempermasalahkan itu. "Wah, mari kita sarapan buryam dari tante Alma." Regi yang terlihat wajahnya lebih segar tampak sudah di meja makan berserta Zahrin dan anak-anaknya

"Apa itu Buryam Daddy?" Arsyla mempertanyakan sepenggal kata aneh menurutnya.

"Bubur ayam." Jelaskan Regi sembari tersenyum lebar.

"Oo." Jawab Arsyad dan Arsyla secara bersamaan.

"Aku sengaja bawa lima dan sekarang mari kita sarapan bersama." Alma yang mengeluarkan bubur ayam buatannya yang masih hangat.

Arsyad dan Arsyla yang sudah tidak sabar ingin mencicipinya.

Zahrin yang memakan nya dan ternyata memang lebih enak buatan Alma setelah dia memasukkan bubur buatan Alma ke dalam mulutnya.

"Bagiamana rasanya, anak-anak?" Tanya Alma.

"Enak, enak, Tante." Jawab Arsyad yang menambahkan cerita malah lebih enak punya Tante Alma ketimbang buatan mommynya semalam. "Ya, kan, Syla?" Lanjut Arsyad ke Arsyla.

Arsyla mengangguk sembari menikmati bubur ayam yang disantapnya.

Regi dan Alma tertawa kecil. Zahrin yang tidak mau suasana berubah hanya gara-gara bubur. Lalu dia juga ikut menambahkan candaan nya jika mereka semua menghabiskan bubur ayam buatan nya semalam walaupun masih enak buatannya tante nya.

Dimana semuanya tertawa setelahnya.

"Mbak, aku minta waktu bicara sebentar ya, dengan kak Regi?" Izin Alma dengan Zahrin yang kemudian Alma dan Regi berjalan ke taman belakang.

"Sejauh mana perkembangan penyakit, kakak?" Tanya Alma khawatir dengan keadaan kakak tirinya itu.

"Aku sudah pasrah, Al." Jawab Regi datar. "Oh, ya, pesanku kamu jadi istri yang baik untuk Armand, ya." Imbuhnya.

Alma mengangguk. Jujur ingin memeluk Regi, namun takut disalah pahami. Namun ternyata tidak pada Regi yang merengkuhnya. Tidak ada niatan macam-macam. Hanya saja Regi ingin menebus rasa bersalahnya yang banyak bencinya terhadap si wanita dihadapannya. Minimal jika nanti dia meninggalkan dunia ini. Tidak banyak sesal dan hatinya sudah berdamai dengan masa lalu terkait Alma.

Alma menitikkan buliran jernih dari kelopak matanya. Merasakan takut jika pria yang merengkuhnya mendadak pergi dan tinggal nama.

Zahrin hanya bisa melihati keduanya dari kejauhan. Terasa sakit sebenarnya, tapi mau bagaimana jika Regi dan Alma yang sudah menjadi bagian dari keluarga yang melakukannya. Mencoba berpikir baik, jika Alma takut kehilangan kakak tirinya.

"Aku ada sesuatu buat kakak dan kakak adalah orang pertama yang aku kasih tahu berita bahagia ini." Bersamaan dengan Alma melepas pelukan nya Regi dan mengambil test pack di saku tunik yang dikenakannya. Alma menunjukkan test pack yang bergaris dua yang menunjukkan kalau sekarang dia hamil dan mengandung anak Armand.

Regi excited melihat itu. Dia memeluk Alma kembali dengan perasaan turut berbahagia.

Sementara Zahrin semakin penasaran dengan apa yang mereka bicarakan karena jika melihat keduanya, mereka sangat senang dan asyik bercerita satu sama lain.

"Jadi Armand belum tahu?" Tanya Regi ke Alma.

Alamat menggeleng dengan senyumannya.

"Kalau begitu tunggu apa lagi, sekarang kamu pulang dan beritahu Armand!"

Alma mengangguk senang. Dimana setelahnya ia berpamitan dan menuju rumahnya dan memanggil-manggil suaminya.

Namun sampai di depan pintu bedroom Alma mendengarkan hal aneh dari dalam. Alma mencoba membuka pintu bedroom perlahan. Dan betapa terkejutnya Alma setelahnya.

Bersambung

1
Vanni Sr
semua novel ny saling berkaitan , jd hrus baca semua ny. g seru. hrus ny stop pke crta baru tp ini saling berkaitan yg di wjibkn baca judul sblm nya biar ngerti hadeeeuh
naisa strong: 😄😄😄trik marketing kak🤣🤣 supaya kakak juga baca yang sebelumnya dan semakin banyak novel penulis yang terbaca oleh pembaca yang alhasil kalau banyak yang koment suka dan baca penulis dapat cuan kak....hehehhehe🤣🤣😍🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!