Sepulang nya Alvira dari mengantar kan putri nya ke sekolah, Alvira berniat singgah di rumah mertua nya.
Tapi alangkah terkejut nya Alvira saat dia mengetahui bahwa di rumah mertua nya sedang ada acara pernikahan kedua suami nya.
Sang suami yang kata nya pergi ke kantor, kini sedang melaksanakan akad nikah atas nama wanita lain.
Alvira bertekad untuk membalas semua perbuatan mereka, suami nya, mertua nya dan juga adik ipar nya yang mendukung suami nya.
Ikuti kisah nya di sini.
Jangan lupa like, komen dan follow ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
30
"Vir, aku janji tidak akan melakukan hal yang membuat mu marah. Tapi tolong, jangan usir aku dari rumah ini!" Kembali Bayu memohon pada Vira.
Vira berdiri di hadapan kedua manusia tidak tahu diri itu dengan nafas naik turun karena emosi, Vira sangat geram dengan apa yang sudah mereka lakukan.
"Vir, Miranda yang memaksa untuk pergi ke kamar mu. Kau boleh menghukum Miranda sesuka hati mu!" Kini Bayu malah balik menyalahkan Miranda.
"Mas, apa - apaan kau. Aku ini istri mu, kau sebagai kepala keluarga seharus nya lebih tegas pada Vira!" Miranda tentu saja tidak terima dengan apa yang di katakan oleh Bayu.
"Vir, mas mohon Vir, biar kan mas tinggal di rumah ini!" Bayu kini berlutut di hadapan Vira.
"Baik lah mas, ingat apa perjanjian kita tadi. Jika kau melanggar nya, maka bersiap lah kau dan Miranda akan jdi gembel di jalanan!" Dengus Vira dengan emosi yang memuncak.
"Mir, ayo ikut aku ke kamar mu!" Bayu menyeret tangan Miranda dan ingin membawa nya pergi dari sana.
"Mas, aku tidak mau kamar itu. Aku mau nya kamar yang ini!" Miranda menunjuk pada kamar nya Vira.
"Miranda, ikuti semua ucapan ku atau aku akan membiar kan mu hidup di jalanan!" Bayu mengancam Miranda.
"Mas, aku ini istri mu!" Miranda protes dengan apa yang di lakukan oleh Bayu.
"Aku tidak perduli siapa kau, turuti perintah ku atau kau mau hidup di jalanan!" Bayu kembali mengancam.
Akhir nya dengan wajah kesal dan sambil menggerutu, Miranda pun mengikuti langkah kaki Bayu menuju ke lantai bawah. Mereka berdua pergi ke kamar yang sudah di siap kan oleh Miranda sebelum nya.
Miranda tampak sangat kesal, wajah nya di tekuk. Bayu juga tidak bisa melakukan apapun, karena saat ini rumah ini ternyata kepemilikannya atas nama Mama mertua nya, bukan diri nya.
Awal nya Bayu mengira bahwa kepemilikan rumah ini atas nama nya, karena dia adalah suami nya Vira. Rumah yang mereka tempati ini adalah hadiah pernikahan nya dengan Vira yang di berikan oleh orang tua nya Vira. Bayu tidak menyangka ternyata orang tua Vira secerdik ini, tidak membiarkan Bayu menguasai sedikit pun harta mereka.
"Aku mau membersih kan diri lagi, kau silah kan gunakan kamar mandi yang ada di dekat dapur!" Bayu memberi tahu Miranda.
Bayu segera keluar dari kamar itu, kamar yang mereka tempati berukuran 3 x 3 meter, tidak ada kamar mandi di dalam nya. Jadi Miranda harus menggunakan kamar mandi yang ada di dekat dapur, kamar ini tidak lebih bagus dari kamar nya bi Marni.
Sementara itu bi Marni membuka lemari pakaian nya, dia mengambil beberapa lembar daster yang sudah tidak terpakai lagi. Beberapa daster lusuh itu ada yang sudah robek, bi Marni rencana nya akan memberikan daster itu pada Miranda sesuai dengan perintah majikan nya.
Dengan senyum yang mengembang di sudut bibir nya, Bi Marni segera membawa daster lusuh itu ke kamar nya Miranda.
"Ini baju ganti untuk mu!" Ujar Bi Marni sambil melempar kan baju - baju itu.
"Apa maksud mu? Aku tidak sudi mengenakan pakaian itu!" Miranda berkata dengan sombong nya di hadapan bi Marni.
"Terserah pada mu jika kau tidak mau, aku pun tidak perduli!" Ujar bi Marni dengan ketus.
"Ini semua tidak pantas aku kenakan, ini semua pantas nya di jadikan keset kaki!" Miranda melempar kan kembali semua baju - baju itu pada Bi Marni.
"Dasar pelakor tidak tahu diri, sudah merebut suami orang belagu lagi!" Bi Marni berkata dengan tatapan yang penuh dengan ejekan.
"Apa kau bilang? Kau sudah bosan bekerja di sini? Aku ini adalah majikan mu, jadi aku bisa memecat mu jika kau kurang ajar pada ku!" Miranda mengancam bi Marni.
"Jangan sok deh kamu, kita ini status nya sama. Sama - sama pembantu!" Ujar Bi Marni dengan sinis.
"Saya bukan pembantu di sini, saya adalah nyonya di rumah ini, karena saya adalah istri nya mas Bayu!" Miranda mengingat kan status nya di rumah ini.
"Nyonya di rumah ini hanya satu, yaitu nyonya Vira!" Bi Marni tidak sudi mengakui wanita ini sebagai majikan nya.
"Kurang ajar, pembantu tidak tahu diri. Awas saja kamu, aku akan membuat mu di usir dari sini!" Miranda mengancam bi Marni.
"Jangan berkhayal deh kamu, udah buruan kamu ikut saya. Kita siap kan makan malam untuk mereka!" Bi Marni meninggal kan Miranda ya g tampak masih sangat kesal.
Miranda tidak keluar dari kamar itu, mata nya nanar memandangi baju - baju daster lusuh milik bi Marni.
"Ini tidak bisa di biar kan, aku tidak terima di perlakukan seperti ini!" Guman Miranda dengan geram.
Miranda mencari keberadaan suami nya di dalam rumah itu, tapi ketika dia tiba di ruang tamu di melihat Bayu turun dari lantai atas.
"Mas, aku tidak mau di perlakukan seperti pembantu di sini. Pembantu mu itu berani bersikap kurang ajar pada ku!" Miranda mengadukan sikap bi Marni pada nya.
"Miranda, sebaik nya kamu turuti saja apa yang di katakan oleh Vira. Karena jika tidak, maka dia akan mengusir Kita dari rumah ini. Aku tidak mau kita menjadi gelandangan di luar sana!" Bayu berkata pada Miranda.
"Mas, Vira sudah keterlaluan. Dia sudah merampas ponsel ku, dan dia juga merampas koper ku. Sekarang pembantu nya juga memberikan daster - daster lusuh pada ku, aku tidak terima di perlakukan seperti itu!" Miranda sangat kesal di perlakukan seperti itu oleh Vira dan juga Bi Marni.
"Mir, jika kau tidak mau maka silah kan kau keluar dari rumah ini. Tapi aku tidak bertanggung jawab dengan diri mu di luar sana, silahkan kau urus sana sini diri mu!" Bayu pun tampak begitu kesal dengan sikap manja Miranda.
"Mas, kok kamu begitu sama aku!" Miranda semakin kesal karena Bayu bukan nya membela nya tapi malah ikut menyalahkan diri nya.
"Saat ini kita tidak bisa melawan Vira secara terang- terangan, jadi kita harus bersabar untuk mendapat kan semua nya. Jika kau tidak bisa bersabar sedikit lagi, maka silahkan kau cari jalan mu sendiri!" Ujar Bayu dengan ketus.
Miranda sangat kecewa dengan ucapan Bayu, dia akhir nya berlalu kembali ke kamar nya sambil menangis. Miranda segera membersih kan tubuh nya, lalu mengenakan daster lusuh pemberian dari bi Marni.
"Aku belum pernah mengenakan pakaian seperti ini, tunggu saja Vira akan akan membalas perbuatan mu!" Guman Miranda sambil meremas daster lusuh yang di kenakan nya.
tinggal usir mereka... ato jual rmhmu....
kadang cerai bukan buat anak trauma tp mntelamat kan mental. semakin berbohong nnti kl anak tau mlh tambah bikin anak gk sehat secara psikis.
🤣🤣🤣.
makane di selingkuh I krn nyatanya gk berani cerai Dr bayu kan. anak anak cm alesan bagi wanita bucin.