NovelToon NovelToon
Rahim Pengganti

Rahim Pengganti

Status: tamat
Genre:Romantis / CEO / Pengganti / Diam-Diam Cinta / Kehidupan di Kantor / Identitas Tersembunyi / Kaya Raya / Tamat
Popularitas:7.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: dandelion_me

Ayla Beyza. gadis kelahiran jerman dan sekarang memilih menetap di sebuah negara yang mayoritasnya islam sunni. setelah menyelesaikan studynya. Ayla menyambung hidupnya di turki dengan bekerja di sebuah perusahaan besar yang bergerak di bidang teknologi.

Ayla berumur 27 tahun, single, cantik, kecantikannya tidak perlu melihat dua kali untuk menilai. di gilai banyak pria bahkan beberapa aktor dan pengusaha muda bisa di buat kecewa oleh si gadis cantik tersebut. bulu matanya yang panjang dan lentik, semakin memperindah parasnya apalagi bibirnya yang kecil membuat para pria ingin melumatnya. tapi sayang semua harus kecewa karna sang empunya hati tersebut hanya menyukai satu laki laki dan cintanya berada di tempat yang salah.

"mungkin benar kata orang'perasaan cinta datang tidak di undang' namun di sini hatiku.... ". Ayla.


Deniz Selim. Seorang dokter spesialis bedah mulut dan juga menjabat sebagai seorang di rektur di sebuah rumah sakit besar milik keluarganya. Deniz pria berdarah turki asli dengan ketampanan yang tidak bisa di ragukan lagi di sertai jenius dan cerdas, sudah berstatus sebagai seorang suami. Deniz sudah memiliki seorang istri yang sangat di cintainya dan pernikahan mereka selalu bahagia dan indah meski mereka belum di karunia seorang anak.

Bagaimana pertemuan dan jalinan cinta keduanya? di saat mereka memiliki kehidupan masing masing. next...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dandelion_me, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

Ayla merebahkan tubuhnya ke sofa sembari menghidupkan tv di depannya. ia baru saja selesai makan malam dan tinggal menunggu proses makanan dalam perutnya selama setengah jam maka ia sudah bisa tidur jika dr. deniz tidak kemari malam ini. dan ia berdoa semoga pria itu tidak datang.

Hari ini di perusahaan. ia bukannya capek karna pekerjaannya yang menumpuk tapi ia malah capek karna terus menghindar atau bersembunyi dari pak altan. ia rasa pak altan sangat gigih banget. di tambah dengan teror si murat. di saat ia sedang bersembunyi dari pak altan. ia malah bertemu dengan murat dan saat mau melarikan diri dari murat, ia malah berpapasan dengan dr. deniz di lift. dirinya yang mau naik ke lantai paling atas yaitu atap tempat yang paling nyaman dan tenang untuknya sedangkan deniz sepertinya mau ke lantai 12 ke lantai di mana kantor pak altan.

"huhhhh". ayla menghela nafas lalu mendongakkan kepalanya ke atas menatap atap ruang tamunya.

Ingatan ayla kembali saat dirinya bertemu dengan deniz.

flashback...

Ayla melangkah cepat ke lift lebih tepat di katakan berlari.

"ayla tunggu!". panggil murat sembari mengejar langkah ayla.

Ayla menekan cepat tombol lift dan berdiri di sana dengan tidak sabar.

ting...

Pintu lift terbuka dan secepat kilat ayla masuk sembari menekan tombol untuk naik.

"ayla...".

Tuk...

"hhuhhhh". desah ayla lega begitu pintu lift tertutup.

"pria itu benar benar tidak mau menyerah ckck.....padahal dia sudah tahu semua...huhhh,benar benar". Ayla mendesah lelah lagi lalu matanya melihat ke pintu lift dan sontak saja melebar dengan cepat ayla berbalik melihat ke belakangnya.

'deniz?! '.

Deniz melihat ayla dengan tatapan malasnya sedetik kemudian dia memilih melihat ke arah lain.

Ayla menarik nafas sembari mengerjap dan berbalik membelakangi deniz setelah ia melangkah ke dinding lift dan bersandar di sana.

Senyap dan sunyi itulah yang terjadi di dalam lift.

Ayla melihat ke lift yang terus naik ke atas dan entah mengapa baginya liftnya sangat lambat naik se akan akan sedang mengolok dan mempermainkan dirinya.

Deniz menggeram lalu dengan cepat melangkah ke depan dan menekan tombol lift yang membuat lift berhenti dan tidak berjalan lagi.

Ayla sontak melihat deniz. 'ada apa dengan pria ini?! '

Ayla menatap deniz yang berdiri dan juga menatap dirinya. wajahnya seperti biasa dingin dan datar. ayla membalas tatapan tajam deniz tanpa berniat mau bertanya dengan segala pertanyaan yang muncul di kepalanya.

Ayla bersandar menyamping dinding sembari menatap deniz dengan acuh.

Deniz menarik nafasnya sebelum berbicara. sebenarnya ini sama sekali tidak penting baginya namun salahkan kakeknya yang menggantung jawaban.

"kenapa harus memberitahu kakek dengan lamaran altan? apa maksudmu? ".

Ayla mengerjap. 'kakek bilang sama dia?... '

Ayla kembali melihat deniz lalu ia mendengus sinis sebelum menjawab.

"aku rasa itu bukan urusan anda dr? "

Deniz bersikap tenang dengan menahan amarahnya agar tidak mencekik wanita ini di sini. entah kenapa sedetik saja berbicara dengan wanita ini selalu bisa membuat emosinya naik.

"kamu menerimanya?! "

"tentu saja! coba pikir, pak altan mapan, tampan, baik, tipe pria yang perhatian, ah...yang lebih penting dia mencintaiku itu yang penting lalu...ah, neneknya merestui! bukankah akan sangat rugi jika aku menolak?! ayolah, semua wanita menginginkannya". jawab ayla cepat dan dengan malas.

Deniz menatap ayla tajam Sedangkan ayla menantang tatapan deniz.

"aku kira kamu sadar dirimu siapa sekarang"

Ayla mendesah lelah. "memang siapa? ah...istri dr. deniz...?". sinis ayla tajam.

Deniz menggeram marah. "lebih tepat, seorang jalang yang di beli rahimnya".

Ayla sontak menatap deniz dengan tatapan kosong sedangkan hati dan dirinya sangat teriris dengan ucapan deniz. padahal itu hal yang sudah biasa ia dengar keluar dari mulut deniz bahkan lebih dari itu namun sekarang...

Ayla memilih melihat ke arah lain karna jika melihat deniz terus bisa bisa air matanya akan tumpah. ia mau mengatakannya tapi ia juga tidak mau, entah karna apa. apa...karna tidak mau berpisah lebih awal.

Ayla kembali melihat deniz setelah menarik nafas untuk menenangkan irisan sakit di hatinya.

"tolong tekan kembali lift seperti semula". ujar ayla dan terlihat lelah di nada suaranya. lelah? sepertinya aku mau menangis.

"kamu belum menjawabku"

Ayla menatap deniz dengan malas.

"jika yang kamu khawatirkan adalah temanmu maka tenang saja, aku tahu diri! apa itu cukup memuaskanmu?! ". ayla melangkah mendekati deniz lalu menekan tombol yang menuju lantai di mana ia kerja. awalnya ia mau ke atap namun sekarang suasana hatinya memintanya untuk tidak ke sana lagi karna apa, karna jika sendiri, ia akan menangis.

Ayla melangkah keluar begitu pintu lift terbuka dan ia langsung di kejutkan dengan kehadiran pria yang dari tadi ia hindari. murat.

flashback off...

Ayla lagi lagi menghela nafas. "aku menjauh darinya namun ketemu lagi dengannya, apa dia jodohku? huhhh dasar". ayla membalikkan badannya mau tidur.

Ting tong...ting tong..

Ayla sontak bangun dan duduk dengan matanya melihat ke pintu kamar. mata ayla beralih ke jam di samping ranjangnya.

10:13

"huhh, waktunya dia". ujar ayla lalu bangkit bangun melangkah ke pintu kamarnya.

Ckleck...

Ayla membuka pintu lalu berbalik melangkah ke sofa sedangkan pintu ia biarkan deniz yang menutup, itu sudah terjadi sejak beberapa malam terakhir ini dan deniz tidak mempermasalahkannya. ayla menarik nafas menunggu deniz yang melangkah ke sofa.

Jantungnya akan selalu seperti biasa ketika deniz melangkah mendekatinya namun hilang begitu saja saat perlakuan kasarnya.

"bangunlah". perintah deniz ke ayla.

Ayla dengan malas bangun dan mematuhi perintah deniz. lagian ini juga tugasnya.

"bagaimana rasanya jika telanjang berdua?! ". itu adalah kata kata yang sengaja ayla keluarkan supaya suasana mereka tidak beku.

"dalam mimpimu! "

Ayla memajukan bibirnya acuh sembari mendengar apa yang sedang deniz lakukan di bekakangnya. melepaskan tali ikat pinggangnya.

"lalu kita lakukan di kamarku, kamu setuju?! "

"lebih baik tutupmu mulutmu dari pada aku yang menutup, melakukan ini saja denganmu sudah membuatku jijik". desis deniz tajam.

Ayla tertawa kecil meski hatinya sakit.

Ting tong...ting tong...

Ayla dan deniz sontak melihat ke pintu keluar.

"aku rasa mereka memanggilmu"

"aku datang tanpa mereka, dan kakek setuju"

Ayla sontak melihat deniz.

"lalu siapa di luar?! ". ayla melepaskan tangan deniz dari dirinya lalu melangkah ke pintu.

Ckleck...

"hai sayang!". sapa seorang wanita begitu ayla membuka pintu. mata ayla sontak membulat namun kembali lesu saat melihat orang yang di belakang temannya aliye.

Brakhhh...

Ayla sontak menutup pintu lalu ia beralih menoleh ke belakangnya yang tidak ada siapapun.

Ayla dengan buru buru melangkah ke sofa di mana ada deniz di sana.

"deniz gawat, ini benar benar gawat! ". ujar ayla panik sembari memegang kepalanya.

Deniz mengerutkan keningnya.

"memang siapa yang datang? ah...pacarmu? " deniz melipat kedua tangan di dadanya sedangkan celananya sudah kembali rapi.

Ayla sontak melihat deniz dan kembali melihat ke pintu saat suara bel pintu apartemennya terdengar lagi.

Ting tong...ting tong

Ayla melebarkan matanya.

"tidak deniz! kamu harus sembunyi, tidak ada cara lain, kamu tidak boleh terlihat di sini, ayo"

Ayla dengan cepat meraih tangan deniz dan membawa deniz ke kamar tamu.

Deniz menepis tangan ayla dan menatap ayla marah.

"kenapa aku harus sembunyi? jika pacarmu datang, aku tinggal pulang! selesai"

Ayla menatap deniz dengan perasaan semakin panik karna bel rumahnya terus bersuara.

"pacar apaan sih? sudah masuk sana". ayla membuka pintu kamar dengan sangat lebar namun terhenti saat ia mengingat sesuatu.

Brakhhh...

Ayla kembali menutup dan menolak deniz untuk masuk kamarnya saja.

"apa yang kamu lakukan? sudah ku bilang jangan sentuh tubuhku". geram deniz marah sembari menoleh kebelakang melihat ayla yang menyentuh punggungnya.

"sentuh apaan, tidak usah lebay! sana cepat". ayla terus menolak deniz ke kamarnya yang sama sekali enggan untuk melangkah al hasil ayla haru menguras tenaga.

Deniz menyentak tangan ayla lalu menatap ayla tajam.

"siapa sih yang datang? kenapa aku harus sembunyi? di tambah, kenapa kamu harus panik begini?! "

Ting tong...ting tong...

Ayla kembali menatap deniz.

"nanti akan aku beritahu, sekarang tidak sempat lagi, cepat masuk". jerit ayla panik.

Deniz semakin bingung melihat ayla lalu matanya beralih ke pintu.

"sudah sana cepat masuk? ". ayla dengan cepat menolak deniz ke dalam kamarnya lalu menutup pintu kembali.

Ayla menghela nafas lega lalu melangkah ke pintu apartemennya. langkahnya terhenti saat mengingat ada sesuatu yang tertinggal dengan cepat mata ayla melihat ke sepatu deniz dan tanpa menunggu lama ayla berlari ke sana memungutnya.

Deniz yang tidak terima di perlakukan begitu di tambah di suruh sembunyi, memang apa salahnya di sini.

Deniz dengan geram membuka pintu kembali dan..

Dughhh...

"ah..." ringis ayla saat merasakan seseorang mengenai pintu akibat dirinya yang membuka terburu buru.

"ughhhh...". deniz menelungkupkan kedua tangan di hidungnya akibat terkena benturan pintu.

Ayla meringis melihat deniz yang kesakitan.

"kamu baik baik saja? aku tidak lihat kamu...tunggu, jangan bilang tadi kamu mau keluar?! "

Deniz berdecak kesal lalu melepaskan tangannya dan beralih menatap ayla.

"ah..." jerit ayla saat melihat hidung deniz yang mengeluarkan darah.

Deniz berdecak kesal dan kembali menutupi hidungnya.

"ah...aku hanya mau bilang, apapun yang terjadi jangan pernah keluar okay, kamu harus di sini dan jika kamu ngantuk tidur aja di manapun kamu mau di sini dan jangan pernah keluar". peringat ayla lagi tanpa sedikitpun merasa khawatir dengan hidung deniz. ia bahkan sudah lupa.

Karna kesal deniz meraih tangan ayla dan menariknya hingga pintu belakang mereka tertutup. deniz menghimpit tubuh ayla.

"kamu pikir kamu siapa dengan memerintahku huh? dan satu lagi, aku mau keluar". ujar deniz lalu melepaskan ayla dan membuka pintu kamar ayla.

"kamu gila ya? kamu tahu siapa yang datang? aliye temanku dan jika dia melihatmu aku yakin dia akan menghajarmu habis habisan dan satu lagi, altan... Altan kemari". Jerit ayla di ujung kalimat.

Mata deniz seketika itu juga membulat lebar.

"jadi... Bisakah kamu tetap diam di dalam...?...Aku sendiri saja bingung mau menjelaskan bagaimana ke teman mu itu...?!". Ujar layya setengah memohon.

Deniz terdiam.

Tit..tit..tit..tit..tit

Mendengar suara yang berasal dari pintu masuk.

Kedua mata ayla dan deniz. Menatap horor ke pintu.

Ayla tidak akan mempertanyakan siapa yang sedang menekan angka demi angka di pintu masuk apartemen nya. Jika bukan itu perbuatan temannya. Ayrin.

Ckck...

"cepat masuk deniz...? Tidak ada waktu lagi?!" Ujar ayla. Nyaris seperti merengek. Sembari dirinya menolak tubuh deniz. Untuk masuk dalam kamar.

Kali ini deniz tidak lagi memberontak. Malah dia terdiam beberapa saat di depan pintu. Sebelum kemudian melangkah masuk dengan pasrah ke dalam kamar ayla.

Deniz mendaratkan bokong nya di sofa. Duduk di sana, di sofa dekat pintu. Sedang telinga dan pikirannya berada di luar. Lebih tepat di Ayla, altan dan teman ayla.

Ckleck...

Pintu terbuka dan aliye yang pertama masuk.

"hai...". Sapa ayla ramah dengan senyum sumringah nya, namun di paksa. Berdiri tidak jauh dari pintu. Dengan kedua tangannya berada di belakang.

Aliye menatap ayla curiga. Meneliti wajah ayla, mencari sesuatu di sana.

"ada apa sih denganmu...? Mencurigakan banget tahu nggak! Kamu tidak sendiri kan?!".

Mulut ayla terbuka tertutup dalam menjawab ucapan temannya. Sedang altan meneliti hal tersebut, yang masih berdiri di luar.

"apa maksud mu mencurigakan?! Aku sendiri tuh". Ayla melihat ke altan dan tersenyum palsu memaksa.

"silakan masuk pak!". Persilakan ayla sopan ke altan.

Aliye sekilas menoleh melihat altan. Sebelum kemudian melangkah masuk lebih ke dalam. Mengiraukan ayla.

Altan di pintu segera masuk ke dalam dengan canggung dan malu. Melewati ayla dan mendaratkan bokong nya di sofa. Setelah di persilahkan oleh ayla.

Pintu. Otomatis tertutup sendiri.

"kamu tadi menutup pintu dan tidak membukanya lagi? Wajahmu tadi menjelaskan". Aliye meletakkan tasnya di sofa.

Ayla tersenyum canggung sembari tersenyum ke altan.

"kamu gimana sih? Bawa tamu kerumahku tidak bilang bilang? Rumahku kan berantakan banget. Jadinya aku beresin dulu tadi...Maaf ya pak? Kelamaan". ayla berujar sopan. Sedang matanya menatap aliye geram.

Aliye melihat ke segala isi apartemen ayla, yang ternyata bersih bersih saja. Jauh dari kata kotor atau. Yang namanya berantakan. Kembali melihat ayla.

Aliye menyodorkan satu kantong.

"nih..." Ujarnya.

"apa ini? ". ayla meraih kantong yang di sodorkan aliye. Dan melihat isi di dalamnya.

"tadi aku lewat di depan kue kesukaanmu dan kebetulan masih buka. Aku beli deh".

Ayla membulatkan matanya senang.

"wahhh... Kamu memang temanku yang terbaik aliye? Tau aja aku sudah kepengen ini beberapa hari ini...Euhmmm...". Ayla memeluk aliye erat dan menggonyang goyangkan tubuh keduanya.

Mengacuhkan keberadaan altan di sana.

"oh ya? Pria ini...Aku berpapasan tadi di lift. Aku tidak membawanya". Jawab aliye dengan ucapan ayla tadi. Setelah melepaskan pelukan keduanya.

Ayla tersentak. Kembali tersadar dengan kehadiran altan di sana.

Ia tersenyum tipis ke altan lalu ke aliye.

"sudahlah! Kamu sudah makan?!".

"sudah! Aku toilet dulu. Kebelet nih!". Aliye melenggang dari sana. Masuk ke salah satu kamar yang berada di sana.

Kamar yang mau di masuki deniz tadi oleh ayla. Namun tidak jadi.

Menoleh melihat aliye sampai masuk ke dalam kamar. Ayla bernafas lega.

'untung saja ia tidak memasukkan deniz ke sana, tadi huhhh..'.

"oh ya? Pak altan mau minum apa? Saya buatkan. Pak altan suka cake? "

"tidak terlalu suka tapi boleh sesekali. Apa saja! ". Jawab altan menatap ayla.

Ayla tersenyum tipis. "anda pria yang sangat jujur".

"benarkah? Tapi hanya untukmu"

Pipi ayla sontak saja memerah malu.

"ah...Aku merasa tersanjung!". Kekeh ayla. Menepis rasa malunya.

"kalau begitu saya menyiapkan ini dulu". Angkat ayla pada kantong di tangannya.

Di jalan ke dapur. Ayla melihat ke kamar, yang di masuki aliye.

'lihat? Jika kesini. Aliye selalu akan masuk ke sana dan untung aku tadi cepat ingat jika tidak... Aku tidak tahu apa yang akan terjadi tapi... Tunggu. Bagaimana dengan hidung deniz...? Apakah sudah baik baik saja? Huhhh...Kurasa'. Desah ayla.

Deniz yang berada di dalam kamar ayla merasa suntuk dan bosan. Akhirnya ia memutuskan untuk berjalan jalan di kamar ayla. Dan langkah pertama deniz adalah ke walk in closet di kamar tersebut.

Deniz melihat semua itu dengan pandangan takjub.

Tas yang berderet rapi dan ia sangat tahu betul. Itu bukanlah tas murahan. Karna sebagiannya. Ceyda juga memilikinya. Lalu mata deniz beralih ke sepatu ayla.

Bermacam macam sepatu di sana bahkan ada yang sama warna bahkan merek. Dan itu semua. Dari merek ternama.

Wajah deniz. Masih terlihat datar.

Manit matanya yang tajam. Seperti menyembunyikan sesuatu yang dalam.

Beralih ke deretan baju ayla. Manik mata deniz menjelajahi satu persatu. Bermodel model bahkan bermerek merek.

Mata deniz beralih ke meja kecil yang berisi jam tangan dengan merek terkenal dan harga yang fantastis. Ia tahu karna dirinya juga suka mengoleksi jam dan suka memakai jam tangan.

Deniz menghela nafas lalu berbalik melangkah keluar dari sana namun terhenti. Saat sudut matanya menangkap sesuatu di sebelah kanannya. Ia menoleh dan menatap intens benda tersebut. Seketika itu juga kedua mata deniz membulat.

Ia menggeram tidak suka.

"itu..."

1
Hana Marlhiena
Luar biasa
Nizwaalifa woo
sdah smpai bab 20 tp masih pusing nyatuin alurnya
@hana017
Sequel Rahim Pengganti versi Reyyan Ferdinand sudah saya keluarkan ya. Judul novelnya."Pewaris Kerajaan". Dukungan, koment dan like di harapkan☺️☺️☺️
Ros Miyati: sis kata kata cinta gk dilanjutkan ya, bagus lho sis ceritaya
total 1 replies
@hana017
terimakasih
Liana Simon
ceritanya menarik Thor
@hana017
Cerita Reyyan sudah saya keluarkan ya. Aku berharap semua suka, akan ada rahasia rahasia kelam dari Reyyan Ferdinand. Nantikan ya...
Nuraini Aini
penuh teka teki membingungkan. katanya dia cinta mati sm ceyda tp cinta matinya jg sm beysza alias ayla
Nuraini Aini
sama aku jg bingung semuanya pd bingung😄
Nuraini Aini
apa ayla sdh g perawan lg waktu pertama berhubungan bdn sm deniz krn deniz s4lalu mangatai ayla jalang
Nuraini Aini
aku pikir cm aku saja yg krg memahami ceritanya disini hampir semuanya g paham
Nuraini Aini
ceritxnys krg seru tau" udh selesai aja hubungan bdnnya
Nuraini Aini
sebenarnya ceritanya bgs tp penulisannya agak susah dipahami atau aku yg lola ya🤔
Aisyah
salam kenal 🤗🤗🤗🤗
Sabarina Sitepu
walau akhirnya dpt reader pahami, krn ternyata deniz bersandiwara. meskipun bersandiwara masih ada bbrp bagian yg kurang nyambung. Tapi author sdh berhasil membuat reader berfikir keras karena banyaknya slot2 yg misterius, seru, terus berkreasi dan mengembangkan diri, semoga kedepan semakin okey
Ilham Risa: Hai kak, mampir juga yuk kak ke novel aku "bangkitnya pria terhina" makasih kak🙏
total 1 replies
Sabarina Sitepu
ceritamu agak beda dgn karya penulis lainnya, mungkin krn author tdk buat dialog prov deniz, jadi reader tdk mengetahui isi hari deniz, sehingga saat ada flash back banyak reader termasuk saya protes krn terkesan tdk nyambung dgn cerita awal, walau akhirnya bisa eeader
Sabarina Sitepu
kalo anna dan baby nya meninggal, lalu si Rayyan dari mana asalnya ya? apa kek ferdinand nikah lagi?
Sabarina Sitepu
flashbacknya jadi merusak ceritamu yg sdh sangat bagus thor, ada ketidak sesuaian alur cerita jadinya, terkesan author memihak dan memaksakan karakter deniz, terkesan memihak ke deniz, kita reader yg terus mengikuti ceritamu sedikit terganggu thor, semoga author lebih kreatif dan jujur akan tulisannya sendiri,
Samiran Indra
Ra faham AQ sampek tak baca keatas tak ulang2 . sebenarnya kisah nya menarik cuma rada bingung alurnya
nrycdv
gue tau ya novel tuh tempatnya untuk halu tp ini cerita yg bener bener isinya dengan kebohongan, sangat mengada ngada, gila sih gak ngerti dengan jalan pikiran si penulisnya
nrycdv
ini ceritanya mengada ngada deh, kalo emang tau dari awal gak mungkin dia nyakitin ayla bukanya dia cinta bgt sama ayla bahkan deniz memperlakukan ayla seperti binatang kalo sedang bercinta, berucap kasar, tak menghargai, bahkan membenci rasanya gak mungkin orang berfikiran itu akting, akting yg mana sampe sekejam itu gak logis
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!