NovelToon NovelToon
Berondongku Suamiku

Berondongku Suamiku

Status: tamat
Genre:Berondong / Ibu Tiri / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 5
Nama Author: mama reni

Kirana harus menerima kenyataan bahwa calon suaminya meninggalkannya dua minggu sebelum pernikahan dan memilih menikah dengan adik tirinya.

Kalut dengan semua rencana pernikahan yang telah rampung, Kirana nekat menjadikan, Samudera, pembalap jalanan yang ternyata mahasiswanya sebagai suami pengganti.

Pernikahan dilakukan dengan syarat tak ada kontak fisik dan berpisah setelah enam bulan pernikahan. Bagaimana jadinya jika pada akhirnya mereka memiliki perasaan, apakah akan tetap berpisah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Dua Puluh Delapan

Sarapan pagi di hotel itu berlangsung dengan suasana canggung yang mau tidak mau, masih menyisakan bayang-bayang kejadian pagi tadi. Kirana makan roti sambil terus menunduk, sementara Samudera dari tadi cuma senyum-senyum sendiri, jelas sekali menikmati wajah Kirana yang masih merah muda seperti tomat ceri.

“Kenapa bengong terus?” tanya Samudera sambil menyodorkan gelas jus.

“Aku nggak bengong,” bantah Kirana cepat, padahal sendok rotinya bahkan belum menyentuh mulut sejak lima menit terakhir.

Kirana masih membayangkan kalau tadi malam tidur saling berpelukan dengan Samudera. Dalam hatinya bertanya, kenapa aku bisa tak sadar.

Samudera tertawa kecil. “Oke, fine. Kamu nggak bengong. Kamu cuma kehabisan kata-kata karena suamimu terlalu ganteng. Apa kamu masih merasa bermimpi karena bisa menikah dengan pria setampan saya?”

Kirana menatapnya dengan lirikan tajam. “Tingkat percaya diri mu begitu besar. Apa kamu kalau bicara tak bisa serius dikit?”

“Bisa.” Sam mengangkat alis. “Tapi kalau aku serius banget nanti kamu makin suka.”

“Sam!!”

Pria itu tertawa keras sampai beberapa tamu menoleh. Rasanya Kirana ingin menutup wajah pakai piring karena malu.

Setelah sarapan dan check-out, Samudera merangkul pundak Kirana pelan, hanya sesaat, tapi cukup membuat Kirana menegang seperti papan tripleks.

“Ayo,” ajak Samudera. “Kita pindah ke apartemenku.”

Kirana berhenti langkah. “Kok buru-buru banget?”

Sam memegang koper Kirana. “Karena kita udah sah, Ran. Dan… aku mau kamu ada di rumahku.”

Lalu ia menambahkan dengan suara lebih pelan, hampir tak terdengar, “Rumah kita.”

Kirana tersentak kecil. Kata itu, 'rumah kita', lebih bikin jantungnya lari 100 km/jam daripada Sam keluar kamar mandi pakai handuk kecil tadi.

Samudera dan Kirana berangkat dengan mobil sport miliknya. Gadis itu tak menyangka jika pria yang diajaknya menikah ternyata anak orang kaya. Dia tak tahu juga ada niat apa sehingga pria itu mau menerima pernikahan ini. Entah ada maksud lain. Ia tak peduli, yang jelas dia hanya ingin menjalani semuanya apa adanya. Mengalir seperti air.

Beberapa menit kemudian mereka sampai di apartemen. Keduanya masuk ke lift menuju lantai tempat apartemen milik Samudera berada. Begitu pintu apartemen terbuka, hal pertama yang masuk dalam kepala Kirana adalah:

“KENAPA TEMPAT INI KAYAK HABIS DISERANG ANGIN PUTING BELIUNG?!”

Dan hal kedua, “ASTAGA ITU CELANA DALAM?!”

“TIIIIIIIIIIIDAAAAAAAKKKKK!!!” teriak Kirana spontan sampai suaranya pecah.

Sam mengerjap, lalu menoleh santai. “Oh, itu.”

“Itu ...!” Kirana menunjuk dengan dua tangan gemetar ke sudut ruangan. “Sam! Itu celana dalam kamu berserakan di lantai! Ada tiga! Bukan satu tapi tiga. Jorok banget!”

Samudera mengangkat bahu. “Ya kan rumahku. Kenapa?”

“Samudera!” Kirana hampir menjerit lagi. “Ini ruang tamu, bukan museum pameran pakaian dalam!”

Samudera malah tertawa terpingkal-pingkal sampai harus pegangan meja. “Kiran … Kiran … kamu lucu banget kalau panik. Hanya celana dalam, loh.”

“Ini bukan lucu! Ini jorok! Ini bencana visual!”

Sam mendekat sambil menepuk bahunya. “Tenang. Sekarang udah jadi apartemen kamu juga'kan? Kamu boleh kok ubah semua jadi rapi.”

Kirana menghela napas panjang. “Astaga. Aku harus mulai dari mana .…”

Samudera tersenyum. “Dari ngumpulin celana dalam itu dulu, mungkin?”

“Samudera!”

“Hahaha, ya udah, ya udah. Aku bantu.”

Keduanya sepakat membersihkan bersama. Mereka mulai dari dasar, yaitu menyapu, bebersih meja, masukin baju-baju random Samudera ke laundry bag. Kirana beberapa kali cuma bisa geleng-geleng.

“Aku sekarang paham kenapa lemari hotel kemarin rapi banget,” gumam Kirana.

“Karena dibenahin housekeeping?” tebak Samudera.

“Karena aku melarang kamu memegang dan menyentuhnya!” kata Kirana ketus. Sam ngakak lagi.

Setelah semua terkumpul, sampailah mereka di tahap terakhir, yaitu mengepel lantai. Kirana yakin Samudera mengepel lantai apartemennya hanya sekali setahun.

“Kiran, kamu pasti capek. Biar aku ....”

“Enggak,” potong Kirana. “Aku bisa. Bukankah tadi kamu bilang aku bisa merubahnya sesuai mauku! Sekarang aku ini istri kamu, jadi bagian bersih-bersih rumah jadi tanggung jawabku."

Sam tersenyum pelan. Ada sesuatu di wajahnya, kehangatan. Seperti ia baru saja melihat sisi Kirana yang membuatnya diam sesaat.

“Makasih,” gumam Samudera tulus.

Kirana salah tingkah dan langsung sibuk ngepel untuk menghindari kontak mata. Tapi sepertinya Tuhan tidak membiarkan mereka selesai dengan santai.

Ketika Kirana melangkah ke area depan sofa, lap pel yang baru diguyur air pembersih membuat lantai licin seperti es. Dan ia terpeleset.

“Astaga!” ucap Kirana saat akan terpeleset.

“Awas! Kirana!” Samudera berlari ingin menangkapnya. Tapi Sam lupa kalau lantainya juga licin.

Tanpa bisa dihindari, keduanya jatuh. Tapi yang gila adalah Kirana tidak jatuh sembarangan. Ia jatuh tepat di atas tubuh Samudera. Tangan Kirana menumpu di dada Sam. Nafasnya memburu. Detak jantungnya berdetak lebih cepat.

Sementara Sam terpejam sebentar karena kaget, lalu membuka mata perlahan, dan mendapati wajah Kirana tepat satu jengkal dari wajahnya. Suasana jadi hening seketika.

Parahnya, tubuh mereka menempel. Degupan jantung Kirana terdengar jelas. Degupan jantung Sam terasa naik menghantam tulang rusuk.

Kirana tak bisa bergerak. Sam juga tidak. Mata mereka bertemu. Ada sesuatu yang bergetar aneh. Perasaan yang tak bisa mereka jelaskan.

Kirana menelan ludah pelan, napasnya berbaur dengan napas Samudera.

Samudera menatapnya tanpa berkedip, kedua tangannya refleks menahan pinggang Kirana agar tidak jatuh lebih dalam.

“Kirana …,” bisik Samudera, suaranya terdengar parau sekali.

Kirana menegang. “A … apa?”

Sam menatap mata Kirana begitu lama, begitu dekat, begitu intens. Dan jantung mereka berdetak seperti mau meledak.

Entah siapa yang akan bergerak duluan. Entah apa yang bakal terjadi setelah itu.

Karena tepat di sana, dalam posisi yang terlalu dekat. Terlalu intim.Dan terlalu salah waktu, Kirana dan Sam sama-sama menyadari ada perasaan aneh yang mulai muncul. Dan sepertinya keduanya sama sekali belum siap.

1
Ning Suswati
yaaa selesai deh
Ning Suswati
males sih sebenernya, ayah kandung demi lobang berjalan jadi buta dan tuli lebih memenyingkan lobangnya, y gitulah laki2, makanya jadi bitir itu banyak yg jahat, karena ingin menguasai sepenuhnya
🌹🪴eiv🪴🌹
suka terharu liat keluarga sakinah
terimakasih untuk tulisan indah mu thor
🌹🪴eiv🪴🌹
pengalaman nggak tuh 🤣
Ning Suswati
hai tissa nikmati aja kisah hidupmu, bukannya sdh menjadi pilihanmu merampas laki2 gk modal.banget hihihihi, gk ayah kandung gk butir gk satir semua penjahat dlm rumah tangga sendiri, nikmati saja semua nya
🌹🪴eiv🪴🌹
waktu dr.mika ngajak Irfan ketemuan aku tahu Irfan bukan orang baik,eh ternyata malahan dia borokokok 👻
🌹🪴eiv🪴🌹
kan......
🌹🪴eiv🪴🌹
sudah mika
Kirana sudah mulai meleleh 🥳
Ning Suswati
mantu pilihan, baguslah tuhan tdk tidur, sampai dg sampah ya busuk juga akhirnya, gk bisa bayangkan seandainya tuhan kasih jodoh irfan dg kirana, laki mokondo gk punya harga diri, gk punya urat malu🤭🤣
Ning Suswati
baru minta maaf selama ini kemana aja, anak kandung dianiaya anak orang lain di manja dipuja,
Ning Suswati
kok sam tanpa komunikasi lagi dg kirana, seakan kirana bukan siapa2, terus apa urusannya kan tissa punya suami
Ning Suswati
paket lengkap, mungkin tuhan sdh mengatur semuanya hanya kita tinggal.menjalaninya, diberika njln berliku, bertebing, batu batuan sampai kakipun terasa berdarah, namun dg janjinya tuhan yg menentukan segalanya
Ning Suswati
hhhhhh sam nikmati aja sekarang siapa dirimu, anak yg teraniaya karena sdh ada saingan kelas berat hhhh
Ning Suswati
rasain tuh kamu sam, cari seblak tuh sampai dapat
Ning Suswati
dasar laki2 gk tegas, y emang bukan jodoh kali sama kirana,
Ning Suswati
hhhhh rasakan tuh si sam, tadi barusan nantang kalau ngidam, baru aja satu permintaan sdh semaput,hhhhhh
🌹🪴eiv🪴🌹
aturan phota-photo dulu trus di posting biar adik n mana tiri liat 💃
🌹🪴eiv🪴🌹
eh.....🤣👻👻👻👻👻
nah lo, kok gitu
🌹🪴eiv🪴🌹
yuhu.....💃💃💃💃💃💃
🌹🪴eiv🪴🌹
bapak edan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!