NovelToon NovelToon
Rahasia Pernikahan Sang Dokter

Rahasia Pernikahan Sang Dokter

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Anak Genius / Penyesalan Suami / Dokter
Popularitas:23.8k
Nilai: 5
Nama Author: Buna Seta

Betapa bahagianya Sekar ketika dinikahi oleh dokter yang bernama Ilham Kaniago. Sekar yang bekerja sebagai perawat menyadari jika ia bukan gadis yang cantik. Kulit hitam gelap, wajah berjerawat tidak disangka jika akan dipinang oleh dokter tampan dan kaya raya. Tetapi dalam pernikahan itu, Sekar hanya mendapat nafkah batin malam pertama saja. Ilham selalu dingin dan cuek membuat hari-hari Sekar Ayu bersedih.

"Apa tujuan kamu menikah dengan aku, Mas?"

"Ya, karena ingin menjadikan kamu istri, Sekar."

Usut punya usut, Ilham menikah dengan Sekar karena ada maksud tertentu.


Tetapi walaupun hanya diberi nafkah sekali, Sekar akhirnya mengandung. Namun, sayangnya bayi yang Sekar lahirkan dinyatakan meninggal. Setelah bercerai dengan Ilham, Sekar bekerja kembali di rumah sakit yang berbeda membantu dokter Rayyan. Dari sekian anak yang Sekar tangani ada anak laki-laki yang menginginkan Sekar ikut pulang bersamanya.

Apakah Sekar akan menerima permintaan anak itu? Lalu apa Rahasia Ilham?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Buna Seta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

"Mama kecil, lihat mainan aku yuk," Arka tampak bahagia sekali ketika tiba di rumah. Ia menarik tangan Sekar mengajak masuk ke kamar. Namun, Sekar menoleh nenek Arka yang tampak lelah bersandar di kursi sofa.

"Tolong ya, Suster," nenek berharap kepada Sekar untuk mengikuti kemauan Arka, agar cucunya tenang barang sebentar, seharian ini ia sudah dibuat pusing tujuh keliling.

"Baik Nyonya," Sekar mengangguk setelah mendapat izin, mengikuti Arka ke kamar yang luas. Terdapat tiga lemari besar di tempat itu, satu lemari untuk pakaian berbagai merk, lemari mainan anak laki-laki yang rata-rata harganya selangit, dan juga tempat tidur Arka yang tak kalah mahal. Sekar tentu tahu barang berkualitas karena hampir satu tahun tinggal bersama Ilham mantan sumi.

"Wah, mainan Arka banyak sekali..." Seru Sekar mengikuti Arka yang tengah ambil mobil-mobilan di lemari kaca tersebut.

"Banyak Mama..." jawabnya melirik Sekar. Sekar tersenyum ternyata kedatangannya ke rumah ini membuat wajah Arka yang pucat ketika di rumah sakit tadi, sekarang tampak berseri.

"Sayang... memangnya Mama kamu kemana?" Tanya Sekar menyelidik. Sekar tidak yakin dengan penuturan nenek jika orang tua Arka di luar negeri. Aneh saja menurut Sekar, kok ada orang tua yang setega itu. Anaknya di rumah sakit berhari-hari tapi tidak segera ke rumah sakit.

"Mama Alka itu Mama Kecil," Arka yang sedang mendorong mobilan di lantai pun berhenti lalu menatap Sekar. "Kalau Mommy, sekalang ke lual negeli mencali duit untuk membeli mainan yang banyak..." tutur Arka dengan bahasa cadel yang khas.

"Terus... Papa Arka?" Ulang Sekar.

"Papa lagi kelja," jawabnya, yang ia maksud adalah kerja.

Sekar tidak bertanya lagi tentang orang tua Arka. Ia menemani Arka bermain, menyuapi ketika makan siang, dan juga menemani tidur sambil mendongeng. Hingga akhirnya anak itu pun pulas,

 Sekar keluar kamar hendak pamit pulang. Selama di kamar tadi tidak tenang khawatir mama Arka datang dan terjadi salah paham. Apa lagi Arka masih mempunyai orang tua lengkap. Tiba di ruang tamu Sekar mendengar nenek sedang berbicara di telepon dengan seseorang.

"Arka rewel terus, cepat pulang makannya, diurus baby sitter tidak mau. Kamu ke mana saja di telepon tidak aktif, Mama ini sudah tua Luna."

Sekar yang tidak sengaja mendengar kemarahan nenek Arka terkejut. Setahu Sekar, nenek Arka sangat lembut. Begitu nenek menutup telepon Sekar mendekat.

"Arka sudah bobo, saya permisi pulang Nyonya..." pamit Sekar.

"Kok buru-buru Sus, makan siang dulu," titah nenek, mengajaknya ke arah meja. Tetapi Sekar menolak karena masih kenyang.

"Bukankah kamu di suruh menunggu Dokter Rayyan?" Tanya nenek yang sempat mendengar percakapan Rayyan dengan Sekar di lobby rumah sakit.

"Saya sudah kirim pesan dokter Rayyan agar tidak usah menjemput saya, Nyonya," tutur Sekar.

Nenek Arka pun akhirnya setuju, tidak mungkin menahan Sekar di rumahnya karena akan mengganggu aktivitas suster Sekar. Nenek pun masuk ke kamar hendak istirahat.

"Biar saya yang menemani Arka, Sus," ucap baby sitter yang sudah mengasuh Arka sejak bayi, tapi akhir-akhir ini Arka menolak bersamanya.

"Terima kasih Mbak, kenalkan, saya Sekar," Sekar dan baby sitter yang bernama Rini itu berkenalan. Mereka lantas berpisah, Rini ke kamar Arka, sementara Sekar hendak pulang tapi sebelumnya izin salah satu art ke kamar mandi.

Namun, begitu keluar dari kamar mandi, Sekar menarik napas panjang. Suasana mewah di ruang tamu itu kontras dengan suara tangis Arka yang pecah. Bocah kecil itu memeluk kaki Sekar dengan erat, membenamkan wajahnya di perut. Air matanya membasahi baju katun biru muda itu, membuat Sekar merasa serba salah.

"Mama kecil jangan pelgi... Arka mau sama Suster Sekar di sini," isak Arka sesenggukan. Bahunya naik turun menahan tangis yang tak kunjung reda sejak keluar dari kamar.

"Sayang, dengar Suster ya," Sekar menggendong Arka lalu duduk di sofa. "Tadi kan Suster sudah menemani Arka. Nah, sekarang Arka main sama Mbak Rini. Suster harus kembali bekerja, ada pasien lain yang butuh bantuan Suster." Imbuh Sekar melirik Rini baby Sitter yang berdiri di belakang Arka.

Namun, bukannya tenang, Arka justru menangis semakin kencang memegang tangan Sekar. "Nggak mau! Pasien lain nggak boleh sama Mama kecil! Sustel Lini saja yang gantiin!"

Tiga pelayanan termasuk Rini di rumah mewah itu hanya berdiri terpaku, tidak berani ikut campur melihat cucu majikan mereka histeris. Di saat yang sama, langkah kaki yang tenang namun berwibawa terdengar menuruni tangga marmer. Seorang wanita lanjut usia dengan pakaian sutra yang elegan muncul, menatap pemandangan di ruang tamunya dengan kening berkerut.

Melihat Arka yang terus terisak dan menolak melepaskan genggamannya, Nenek Arka yang bernama ibu Pratiwi, melangkah mendekat. Ia menatap lekat sosok Sekar, lalu beralih pada cucu semata wayangnya yang tampak sangat bergantung pada perawat muda itu.

Ibu Pratiwi menghela napas panjang, lalu memegang pundak Sekar dengan lembut. "Suster Sekar, sepertinya Arka benar-benar tidak bisa jauh dari kamu. Saya belum pernah melihatnya menempel pada orang asing seperti ini," ucapnya sedih namun terselip permohonan.

"Tapi maaf, Nyonya... Saya tidak bisa tinggal lama-lama di sini. Tugas saya mengantar Arka sudah selesai," jawab Sekar dengan sopan, meski hatinya terasa berat melihat wajah Arka yang sembap. Sekar juga tidak bisa jujur jika alasannya tidak mau menemani Arka karena khawatir dengan mommy Arka.

Ibu Pratiwi menatap Sekar menyiratkan kekuasaan sekaligus harapan. "Saya tahu, kamu tidak mau menemani Arka karena takut Mommy Arka bukan? Jika itu masalahnya, saya yang akan tanggung jawab," Ibu Pratiwi rupanya bisa membaca pikiran Sekar. "Sebagai Nenek, saya tidak tega melihat Arka tersiksa seperti ini, padahal dalam masa pemulihan. Begini saja, saya mohon Suster tinggal di sini sementara waktu untuk merawat Arka sampai dia benar-benar pulih."

Sekar tertegun, hendak menyela, namun Ibu Pratiwi melanjutkan, "Soal gaji, jangan khawatir. Saya akan membayar kamu tiga kali lipat dari gaji yang kamu terima di rumah sakit. Saya juga yang akan bicara langsung pada pihak rumah sakit dan Dokter Rayyan agar memberikan izin khusus atau cuti untuk kamu."

Sekar terdiam seribu bahasa. Padahal ia bekerja sebagai perawat bukan semata-mata gaji. Di satu sisi Sekar memang membutuhkan uang karena saat ini sedang menyicil BTN. Tapi bekerja sebagai perawat adalah dunianya. Bukan hal yang mudah Sekar untuk mendapatkan ijazah perawat, mengingat ia hanya hidup sebatang kara.

"Tolonglah, Suster... hanya sampai Arka sehat," tambah Ibu Pratiwi sambil menatap mata Sekar dalam-dalam.

"Baik Nyonya, tapi izinkan saya untuk tetap bekerja di rumah sakit sesuai shift," jawab Sekar dengan satu syarat.

...~Bersambung~...

Ingin tahu siapa orang tua Arka, setelah bab ini ya. 😁 ❤❤❤

1
Sunaryati
Syukurlah Arka belum sampai diajak pergi Luna, Nak Sekar jika dr Ilham mempersulit ancam dengan ingin melaporkan tindakannya dulu.
Teh Yen
Ilham yah ,, dia kmn tadi tau engg kalau arka mau d bawa ke luar negri sama Luna ???
Rina
Semoga semuanya akan baik” saja dan hidup dengan bahagia 🫢🫢🫢
Dew666
💎🌹
Asyatun 1
lanjut
Lia siti marlia
siapa tuh yang nanya apa mungkin nyonya pratiwi
Eka ELissa
spa tuhhh Ilham apa Mak Lampir yaaaaa entahlah hy emak yg tau 🫣🫣🫣
@Mita🥰
ilham
Fitriah Fitri
ilham ni yg bertanya, pasti
Eka ELissa
aduh jgn2 di bawa minggat ma Luna lgi...😡😡😡😡
Eka ELissa
knpa....pnsrn yeee...
dia ada di dekat mu tau...bhkn sbntr lgi bikin idup mu jungkir balik Luna.....
Eka ELissa
sudah ku duga...Luna GK sebaik yg kmu lihat ilham....ksian bgt kmu...😡😡😡😄😄😄😄🫣slma ini di tipu ma Luna....😄😄😄🫣
Rina
Waduh Arka kemana ya 🫢🫢🫢
Teh Yen
apa Luna yg membawa arka pergi trus c ilham diam saja kah kurang ajar
Ariany Sudjana
kenapa Luna harus sewot? kan arka bukan anak kandungnya Luna, tapi anak kandungnya Sekar
@Mita🥰
arka di bawa pergi
Lia siti marlia
lucu kamu luna sok perhatian sama arkan .....aduh itu arkan kemana yah ...
Yanti Gunawan
Dsar Ilham bodoh lelaki terbodoh iiiiih jijik kali lah 😫😫😫
Bu Kus
harus cari bukti lg Sekar kalo Luna bukan ibu yang baik kasihan arka yang jadi korban luna
Ita rahmawati
bodoh kalo kamu mau arka,,tinggal SM mamamu aja anakmu masih di gituin apa lgi tinggal terpisah GK ada keluarga lain yg mengawasi pasti makin menjadi itu si Luna 😏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!