NovelToon NovelToon
The Queen

The Queen

Status: tamat
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Wanita Karir / Diam-Diam Cinta / Cintapertama / Berbaikan / Tamat
Popularitas:314
Nilai: 5
Nama Author: Daena

Bagian I: Era Sang Ratu dan Awal Dinasti Kisah bermula dari Queen Elara, seorang wanita tangguh yang membangun fondasi kekuasaan Alexandra Group. Ia menikah dengan Adrian Alistair, pria dingin dan strategis. Dari persatuan ini, lahir dua pasang anak yang menjadi pilar keluarga: si kembar Natalie dan Nathan. Natalie tumbuh sebagai gadis yang tampak lugu namun memiliki sifat "bar-bar" yang terpendam, sementara Nathan menjadi eksekutor tangguh penjaga kehormatan keluarga.
Bagian II: Penyamaran Sang Pangeran Italia Masa muda Natalie Alistair diwarnai oleh kehadiran seorang pengawal misterius bernama Julian, yang sebenarnya adalah Giuliano de Medici, pewaris takhta mafia dan perbankan Italia yang sedang menyamar. Di tengah ancaman rival seperti Jonah dan Justin Moretti, cinta mereka tumbuh dalam gairah yang terjaga.
Bagian III: Dua Pewaris dan Rahasia Kelam Natalie dan Giuliano dikaruniai dua anak: Leonardo dan Alessandra. Leonardo tumbuh menjadi putra mahkota yang sempurna.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

Di dalam kamar utama penthouse yang kedap suara, suasana begitu pekat dengan aroma maskulin Giuliano dan wangi mawar dari tubuh Natalie.

"Morning, Aku butuh kau," bisik Natalie, suaranya parau, matanya berkilat liar menatap pria yang selama ini selalu memujanya.

Giuliano tidak bisa lagi berpaling. Ia mencium Natalie dengan intensitas yang mampu menghancurkan akal sehat. Tangannya yang besar menjelajahi lekuk tubuh Natalie dengan kepemilikan mutlak. Pakaian yang baru saja dipakai terlepas satu per satu, menyisakan kulit yang saling bersentuhan, memercikkan arus listrik yang membakar.

Penyatuan Pagi itu terjadi dengan liar namun penuh pemujaan. Natalie mengerang, mencengkeram bahu kokoh Giuliano saat pria itu membawanya ke puncak kenikmatan untuk kesekian kalinya. Dan kali ini, bukan lagi pengaruh obat.

Tidak ada lagi kelembutan pangeran, yang ada hanyalah seorang pria yang sedang mengklaim wanita miliknya. Giuliano bergerak dengan ritme yang menuntut, memastikan setiap sudut jiwa Natalie hanya berisi namanya. Pagi itu, mereka tidak hanya berbagi tubuh, tapi menyerahkan seluruh keberadaan mereka dalam tarian gairah yang tak berujung.

Sinar matahari Roma meninggi, memasukki celah gorden, Natalie terbangun dengan rasa pegal yang nikmat di sekujur tubuhnya. Ia menoleh dan menemukan Giuliano sedang menatapnya dengan pandangan yang begitu dalam, seolah Natalie adalah satu-satunya alasan dunia berputar.

"Kau bangun, Amore?" bisik Giuliano, suaranya serak khas bangun tidur.

Natalie, alih-alih merasa malu karena ini adalah pertama kalinya bagi dirinya, justru tersenyum nakal. Ia menarik selimutnya, lalu merangkak ke atas tubuh Giuliano, menekan dadanya ke dada bidang pria itu.

"Kudengar kau pria yang sangat disiplin, Giuliano. Tapi Semalam dan pagi tadi... kau tampak sangat tidak disiplin," goda Natalie sambil memainkan jemarinya di bibir Giuliano.

Giuliano menyeringai, tangan posesifnya kembali melingkar di pinggang ramping Natalie. "Itu karena gurunya terlalu Kau."

Hasrat yang seharusnya sudah padam Tadi pagi justru menyala kembali dengan lebih terang. Giuliano membalikkan posisi, mengunci Natalie di bawahnya. Mereka kembali tenggelam dalam penyatuan yang lebih lambat namun jauh lebih intens. Setiap sentuhan terasa begitu nyata dan emosional. Mereka melakukannya lagi dan lagi, seolah mencoba mengejar waktu yang selama ini mereka habiskan dalam penantian.

Sore harinya, perut mereka mulai memprotes. Giuliano, yang ingin memanjakan ratunya, memutuskan untuk memasak sendiri. Ia hanya mengenakan celana kain panjang tanpa atasan, memperlihatkan otot punggungnya yang sempurna saat ia memotong sayuran di dapur minimalis yang mewah.

Natalie muncul dengan hanya mengenakan kemeja putih milik Giuliano yang kebesaran, menutupi paha indahnya secara minimal. Ia berjalan mendekat dan memeluk Giuliano dari belakang, mencium punggung pria itu yang hangat.

"Apa yang sedang dimasak oleh calon suamiku?" tanya Natalie dengan nada manja yang menggoda.

"Pasta Carbonara tradisional. Duduklah, Honey, sebelum aku menghanguskan makan malam kita karena tidak fokus padamu," jawab Giuliano sambil mencoba mengaduk saus.

Namun, Natalie Alistair tetaplah Natalie yang bar-bar. Ia tidak duduk. Ia justru merangkak naik ke atas meja dapur (kitchen island), tepat di depan tempat Giuliano berdiri. Ia menarik kerah leher Giuliano, memaksa pria itu berdiri di antara kedua kakinya yang terbuka.

"Aromanya sangat enak," bisik Natalie, matanya tertuju pada bibir Giuliano. "Tapi aku merasa ada yang lebih enak dari pasta ini."

Giuliano meletakkan spatula-nya dengan napas yang mulai berat. "Natalie... aku sedang mencoba menjadi pria yang baik sekarang."

"Jangan jadi pria baik, Giuliano," tantang Natalie sambil memberikan gigitan kecil di rahang Giuliano.

"Apa sudah tidak Sakit!!?" Nathalie Mengangguk Kecil.

Tahanan Giuliano hancur total. Ia mendorong semua bahan makanan ke samping, menjatuhkan beberapa buah tomat yang menggelinding ke lantai, dan mengangkat Natalie lebih tinggi di atas meja marmer yang dingin tersebut. Makan malam mereka terbengkalai. Di tengah aroma bawang putih dan lada, gairah kembali meledak di dapur. Penyatuan mereka di atas meja dapur itu terasa lebih liar dan menuntut, sebuah perayaan cinta yang tak kenal bosan, mengukuhkan bahwa bagi mereka, sekali saja tidak akan pernah cukup.

Setelah akhirnya mereka benar-benar makan malam (yang sudah dingin namun terasa sangat nikmat), mereka duduk di balkon sambil melihat bintang-bintang.

"Justin dan Ambar akan membayar untuk ini, Natalie," ucap Giuliano dengan nada serius. "Tapi aku harus berterima kasih pada rencana bodoh mereka. Karena mereka, aku menyadari bahwa menahan diri darimu adalah hal terbodoh yang pernah kulakukan."

Natalie bersandar di bahu Giuliano. "Mereka pikir mereka bisa menghancurkanku dengan ini. Mereka lupa, aku adalah putri dari Queen Elara. Aku tidak hancur oleh gairah, aku justru menguasainya."

Giuliano mencium puncak kepala Natalie. Dunia boleh saja gempar dengan skandal yang dibuat Justin, tapi di dalam penthouse ini, hanya ada dua penguasa yang telah menemukan rumah mereka yang sebenarnya.

🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷

happy reading😍😍

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!