(🌶️🌶️🌶️🌶️🌶️)
"Aku tidak mau menceraikan Alexa Ma!" pekik Stevan, suaranya menggelegar memenuhi ruang tamu.
"Mama tidak meminta kamu untuk menceraikan Alexa! Tapi kamu harus bertanggung jawab atas apa yang sudah kamu lakukan, Stevan! Karena saat ini, Emily tengah mengandung anak kamu!"
Duar!
Perkataan Nyonya Eta Raven, ibu kandung Stevan sekaligus ibu mertua Alexa bagaikan petir yang menyambar Alexa di pagi hari. Alexa mematung di tempat menatap pertengkaran mereka tanpa mengeluarkan suara. Jantungnya terus berdetak kencang tanpa henti, membuat Alexa tiba-tiba merasakan sesak nafas. Pandangannya pun perlahan kabur dan...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon medusa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab~15.
...🔥🔥🔥🔥...
...Dalam perjalan pulang dari kantor polisi, Tristan menyempatkan diri mampir di apotik dan supermarket untuk membeli beberapa buah segar untuk dibawa pulang. Dan semua itu di saksikan langsung oleh Emily yang satu mobil bersama Stevan, Nyonya Eta dan Tuan Josep....
"Dasar janda jebol. Baik sekali nasibnya, dia bisa mendapatkan pria seperti Tristan yang bukan hanya tanpa dan hot, tetapi juga perhatian," batin Emily terus menatap Tristan dari jendela mobil hingga mobil yang mereka tumpangi melaju pergi dan Tristan menghilang dari pandangannya.
"Kau sedang menatap siapa?" celetuk Stevan yang sejak tadi memperhatikan aksi Emily secara diam-diam.
Emily pun langsung tersadar dan salah tingkah."A-aku? Aku hanya sedang melihat supermarket itu. Pasti mereka menjual buah yang sangat segar-segar," elak Emily.
"Kau mau sayang?" tanya Nyonya Eta lembut, sambil tersenyum melirik ke arah Emily dari kursi depan.
"Hah? Tidak perlu Ma. Lagian kita sudah jauh." Emily bergegas menolaknya, karena saat ini ia sedang tidak ingin makan buah-buahan.
"Pa, cepat putar balik. Calon menantu kita mau makan buah, jangan ditunda, nanti calon cucu kita ileran," pinta Nyonya Eta dijawab dengan anggukan setuju dari Tuan Josep.
...Mobil mereka pun mengubah jalur dan berpapasan dengan mobil sport berwarna hitam milik Tristan yang melaju pergi dengan kecepatan tinggi....
"Sialan! Padahal aku ingin melihat apa yang akan dilakukan oleh Tristan selanjutnya, malah terjebak disini," umpat Emily dalam hati menahan kesal.
*
*
...(Di rumah)...
...Tristan yang sudah tiba langsung turun dari mobil dan berjalan masuk dengan tergesa-gesa sambil membawa satu kantong besar di tangannya. Ia bahkan mengabaikan dokter keluarga Raven yang menyambutnya di depan pintu utama....
Ceklek.
...Pintu kamar terbuka, Tristan berjalan masuk perlahan, mendekati Alexa yang tertidur pulas diatas kasur. Tak mau membangunkan Alexa, Tristan meletakan kantong berisi buah itu dengan pelang di samping kasur, lalu duduk di tepi ranjang....
"Sayang," bisik Tristan mengusap wajah cantik Alexa dengan lembut."Cepat bangun. Aku baru saja membeli buah kesukaan kamu, yaitu buah Strawberry dan buah Melon. Semuanya masih segar lho, sayang."
"Uhh... Stevan, hentikan," ujar Alexa tanpa sadar. Di alam bawa mimpinya, ia pikir Stevan yang mengganggunya.
...Rahan Tristan langsung mengeras. Ia mengepalkan kedua tangan dan memaksa mencium dan melumat bibir Alexa dengan paksa, hingga Alexa pun terbangun....
"Hhmmppp...."
Plak!
...Di bawa tekanan, Alexa tidak sengaja melayangkan tamparan ke arah Tristan. Seketika ia tersadar dengan aksinya, lalu meraih lengan Tristan....
"Tristan? Maafkan aku, a-aku-"
Swos.
Tristan menghempaskan tangan Alexa dengan kesal.
"Aku akan menganti baju dan mengupas buah. Kau, pakailah salep yang kubelih itu," ujar Tristan berjalan pergi dengan marah.
...Alexa duduk terdiam menatap Tristan yang membuka lemari dengan kasar, meraih baju santai miliknya, lalu berjalan pergi ke kamar mandi dan masuk....
"Aduh... kenapa aku selalu reflek dan suka menampar," gerutu Alexa menunduk lesu.
...Tak lama, pintu kamar mandi kembali terbuka. Tristan berjalan keluar dengan memakai celana kain panjang dan kemeja, menampakkan tatto ular besar melingkari lengannya. Mengabaikan Alexa yang terus memperhatikannya dari belakang....
"Sejak kapan Tristan mentato tubuhnya? Perasaan malam itu...." Alexa terdiam. Wajahnya memerah merona saat bayangan olahraga panas yang menguras energi itu kembali berputar begitu saja dengan sangat jelas di benaknya."Itu cuman kesalahan, Alexa. Berhenti memikirkannya," gumam Alexa.
"Apa yang cuman kesalahan?"
...Tristan yang membungkuk di samping kasur hendak mengambil kantin berisi buah tak sengaja mendengar gumaman Alexa....
"Hah?!" Jantung Alexa berdetak kencang, ia terkejut mendongak menatap Tristan."Ti-tidak, i-itu maksudku-"
"Kau sakit?" Tristan mengerutkan kening menaruh tangan besarnya di kening Alexa.
"Argh! A-aku tidak apa-apa!" teriak Alexa menjauh dengan wajah semakin memerah bak tomat rebus.
...Bukannya ia tak ingin disentuh oleh Tristan, tetapi sentuhan hangat tangan Tristan membuat pikiran mesumnya berlari kemana-mana. Dan bayangan yang membuatnya semakin canggung dan malu adalah, saat Tristan membenamkan wajah di sela kedua pahanya, lalu ia menjilati milik Alexa dengan lapar sambil menatap kedua mata Alexa dengan tatapan gelisah penuh hasrat....
"Sepertinya kau sakit, aku keluar memanggil dokter itu, kebetulan dia ada disini."
...Tristan segera pergi sambil membawa kantong buah itu tanpa menunggu jawaban dari Alexa....
"Astaga... Alexa ingat, dia bukan suamimu atau kekasihmu. Hubungan antara kamu dan dia hanyalah sebuah kesepakatan, jadi berhenti membayangkan hal yang tidak masuk akal, dasar otak mesum," gerutu Alexa memukul kepalanya sendiri."Aww..." ringis Alexa mengusap kepalanya sendiri."Sialan, aku lupa kalau kemarin aku baru saja dihajar habis-habisan oleh Papa."
...(Bersambung)...