NovelToon NovelToon
Lupa Bahwa Kau Milikku

Lupa Bahwa Kau Milikku

Status: tamat
Genre:CEO / Perjodohan / Tamat
Popularitas:44.6k
Nilai: 5
Nama Author: Wahyuni Shalina

Menikah tanpa kehadiran suami bukanlah impian Sheena. Ia terpaksa menandatangani dokumen pernikahan di catatan sipil hanya didampingi oleh ibu mertuanya, sementara Matthias—sang suami—lebih memilih merayakan kelulusan S2-nya di The Spire Of Wisdom tanpa sedikit pun memberi kabar.

Tiga bulan penuh pengabaian membuat hati Sheena mendingin. Saat Matthias pulang dengan aura black flag yang kaku dan dingin, Sheena dipaksa pindah ke mansion pribadi pria itu. Matthias bersikap seolah Sheena hanyalah orang asing yang menumpang hidup, karena hatinya masih tertahan pada sosok gadis kecil di halte bus bertahun-tahun lalu—satu-satunya orang yang membolehkannya menangis.

Matthias tidak sadar, sapu tangan yang ia simpan bagai nyawa adalah milik wanita yang kini ia abaikan di rumahnya sendiri. Saat kebenaran terungkap, apakah Sheena masih mau menunggu pria yang sudah membuang waktunya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wahyuni Shalina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kotak Dimsum dan Pengakuan "Pacar"

Pagi ini Sheena tidak ada jadwal kuliah. Ia duduk di dapur sambil menatap kalender, pikirannya masih tertinggal di pelukan hangat semalam. Rasa bersalah karena selalu bersikap pedas mulai berperang dengan rasa terima kasihnya.

"Ah, sudahlah! Anggap saja ini upeti agar dia tidak mengungkit kejadian aku menangis semalam," gerutu Sheena sambil mulai menyingsingkan lengan bajunya.

Ia memutuskan membuat dimsum udang dan ayam—keahlian tersembunyi yang ia pelajari dari neneknya di Calapan. Tangannya yang mungil dengan cekatan membungkus adonan, mengukusnya hingga aroma harum memenuhi dapur. Setelah matang, ia menyusunnya rapi dalam kotak bekal berwarna pastel, tak lupa menyelipkan selembar memo kecil bertuliskan: "Makan ini. Jangan sampai pingsan di kantor dan merepotkan orang lain. - S.K."

...–Gedung SM Corp, Makati.–...

Suasana di ruang rapat lantai 50 terasa mencekam. Matthias duduk di kursi utama dengan wajah kusut dan mata yang sedikit menghitam karena kurang tidur. Aura black flag-nya keluar maksimal, membuat para manajer gemetaran saat mempresentasikan laporan.

Rei, asisten pribadinya, hanya bisa menghela napas. Ia tahu ada yang salah. "Tuan Matthias, apa Anda perlu kopi lagi? Wajah Anda terlihat... sangat tidak puas hari ini," bisik Rei hati-hati.

"Lanjutkan saja rapatnya, Rei. Jangan banyak tanya," sahut Matthias dingin, padahal di kepalanya hanya terbayang wajah tidur Sheena tanpa kacamata tadi pagi.

Tiba-tiba, ponsel di meja sekretariat berdering. Resepsionis di lobi terdengar panik saat berbicara dengan Rei lewat intercom.

"Maaf, Tuan Rei. Ada seorang gadis muda di lobi. Dia ingin bertemu Tuan Matthias tapi tidak punya janji. Saat ditanya siapa, dia... dia bilang dia adalah pacar Tuan Matthias."

Rei nyaris menjatuhkan tabletnya. "Pacar?! Tuan Matthias tidak punya pacar!"

Matthias yang mendengar kata "pacar" langsung menoleh tajam. Jantungnya berdegup aneh.

"Tanyakan siapa gadis yang berani itu!" Kata Matthias.

"Katanya Nona Sheena, Tuan."

Gadis kecil itu ya?

"Biarkan dia naik," potong Matthias tiba-tiba, suaranya tetap datar namun ada kilat jenaka di matanya. "Suruh dia menunggu di ruang kerjaku. Kita tunda rapat ini sepuluh menit."

Sepuluh menit kemudian, pintu ruang kerja mewah Matthias terbuka. Sheena melangkah masuk dengan ragu, masih mengenakan kacamata bulat dan tas ranselnya. Ia mendapati Matthias sedang berdiri membelakanginya, menatap jendela besar yang menghadap kota.

"Jadi, 'pacarku' sudah datang?" Matthias berbalik, melipat tangan di dadanya yang bidang. Postur raksasanya membuat ruang kerja itu terasa sempit bagi Sheena.

Wajah Sheena langsung merah padam. "Itu... itu hanya agar resepsionisnya tidak banyak tanya! Jangan terlalu percaya diri, Tiang Gapura!"

"Lalu untuk apa kau ke sini? Mengganggu jam kerjaku?"

Sheena menghentakkan kotak bekalnya ke atas meja mahoni Matthias. "Ini! Anggap saja ini upeti karena kau tidak membiarkanku mati ketakutan semalam. Makanlah, jangan banyak protes!"

Matthias menatap kotak bekal itu, lalu menatap Sheena yang tampak gelisah. "Kau memasaknya sendiri?"

"Tentu saja! Kalau aku beli di luar, aku tidak akan repot-repot datang ke sini dengan macetnya Makati yang gila," jawab Sheena pedas, meski matanya menghindari tatapan Matthias.

Matthias berjalan mendekat, berhenti tepat di depan Sheena sampai gadis itu harus mendongak drastis. Ia mengambil kotak itu, lalu sedikit membungkuk hingga wajah mereka sejajar.

"Terima kasih, 'pacar'," bisik Matthias dengan seringai tipis yang sangat jarang ia tunjukkan. "Sekarang tunggu di sofa itu. Aku harus menyelesaikan satu rapat lagi. Jangan berani kabur sebelum aku selesai, atau aku akan memberitahu resepsionis bahwa 'pacarku' sedang ngambek."

Sheena ternganga. "Heh! Siapa yang mau menunggu—"

Belum sempat Sheena protes, Matthias sudah keluar ruangan dengan langkah angkuh, meninggalkan Sheena yang menghentakkan kaki kesal tapi diam-diam merasa lega karena "upeti"-nya diterima.

Di lorong, Rei melihat Matthias berjalan kembali menuju ruang rapat dengan senyum kecil yang hampir tak terlihat. Dunia pasti sudah gila, pikir Rei, Tuan Matthias yang jarang tersenyum sama sekali langsung membuat ekspresi yang berbeda setelah dikatai 'Tiang Gapura' oleh gadis kecil itu?

1
Ira Nadira
astga nagaaaaaaaa bagus bgt thorrrr😍😍😍 aku padamu pokoknya mah😍
Bae •: makasih ya kak 😍
total 1 replies
Ira Nadira
baper bgt kalo punya laki model gini nih🤭, kira2 ada g yah di dunia nyata😁
Ira Nadira
mampus lu rasain😒
Ira Nadira
tp di awal td ada kata2 kalo si mathiass tau Senna pemilik sapu tangan itu kan??
Ira Nadira
yahhh pecah perawan dah😁
Ira Nadira
duh thorrrr🤣kan gw yg salting ihhh malu ahh🤭
bagus, ceritanya ringan dan manis. gak ada konflik. tapi panjangkan lah lain kali ceritanya hahah🤣
Ira Nadira
wahhh salut sama si othorrr keren bgt penulisannya😍😍 hampir g ada typo samsek😍😍
Ira Nadira
astaga astagaaaaaaaa😍😍😍 manis bgt sih akhhh🤣🤣
Ira Nadira
dari awal bab g pernah komen karna saking serunya😍😍
Bae •: makasih ya kak😍
total 1 replies
Naufal hanifah
keren /Good//Good//Good/
Sari Purnama
Hmm..saya suka saya suka saya sukaaaaaaaa
Sari Purnama
ahay deuy..🤭🤭
YuWie
seru sih..tapi klo salah sangkanya dipanjang2 in jadi malz jg ya
YuWie
berubah kah wajah mereka shg tak saling mengenali?
LEECHAGYN
wihh terpanaa juga😭
Anonymous
ceritanya bagus bgttttt...,. sayang terlalu pendekkkkk....
mili
suka cerita nya
falea sezi
keren
Mirda Julianti
karya yang bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!