Sahara adalah anak kandung yang terusir bersama dengan ibunya karena Fit-nahan yang di buat oleh wanita lain di hati ayahnya.
Mampukah Sahara memperjuangkan dan membersihkan nama ibunya dari fit-nah keji wanita yang tak lain adalah sahabat ibunya itu?
Akankah ayahnya percaya? baca terus kisah Perjuangan Sahara.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sahara 11
"Astaghfirullah... Apa yang terjadi padamu Nak..."panggil Mama Riyanti saat masuk dan mengunci kamar Sahara setelah meminta Bi Sumi untuk keluar.
"Ma..."panggil Sahara memeluk ibunya.
Tangis Riyanti pecah. Dia tak mengira jika suaminya akan sampai sejauh ini. Sandy yang dia kenal sudah tak ada lagi. Sebesar itukah pengaruh seorang Wanda kepada Sandy? Hingga Sandy berubah menjadi seperti ini. Bahkan dia dengan teganya membuat anak perempuan yang seharunya dia jaga baik mental dan fisiknya malah di buat seperti ini.
Rianty semakin membenci Sandy dan Wanda. Mendengar jika dia sudah berselingkuh berbulan-bulan dengan Wanda apalagi dia membawa Wanda dan kedua anaknya ke rumah mereka saja sudah membuat Rianty membenci Sandy. Apalagi melihat Sahara seperti ini. Tak ada lagi cinta yang tersisa untuk dia. yang ada hanya kebencian kepada Sandy.
"Ma, apa Mama mau kabur dengan aku? Aku sudah menyiapkan rumah kontrakan untuk kita,"ajak Sahara.
"Aku juga sudah menarik banyak uang dari kartu aku dan kartu Milik mama yang kebetulan ada di aku. Aku sudah menyimpan uangnya di tempat yang aman untuk kita melanjutkan hidup. Atau mama mau tinggal disini bersama dengan Papa?"tanya Sahara.
"Tidak nak. Mama pasti akan ikut bersama dengan kamu. Apapun yang terjadi, mama akan bersama dengan anak Mama. Untuk apa mama tinggal di istana mama buat sendiri ini sudah menjadi neraka untuk mama. Apalagi melihat yang dia lakukan padamu. Tak masalah jika dia melakukan hal ini kepada Mama. Tapi mama tak terima lahir batin mama jika Sandy melakukan hal ini padamu Nak..."ucap Rianty dengan tatapan penuh amarah.
"Mama punya rekening simpanan tanpa sepengetahuan ayahmu. Dan juga rumah yang bisa kita tempati, kita bisa tinggal disana. Ayahmu tak akan tau tempat itu. Dan mama yakin jika kita pergi maka dia akan mencabut fasilitas sekolahmu juga,"jawab Mama Riyanti.
"Aku tak peduli ma, jika tidak sekolah di tempat seperti itu juga. Yang penting aku bisa pergi dari neraka ini. Neraka yang di buat sendiri oleh Papa. Toh semua kekayaan ini juga pada akhirnya tidak bisa kita nikmati Ma,"jawab Sahara.
"Maafkan Mama sayang. Mama tak mampu mencegah belatung nangka masuk kedalam kehidupan keluarga kita. Mama terlena dengan kebahagiaan kita. Dengan kebaikan dan juga kasih sayang papa kamu yang nyatanya di luar sana dia sudah membagi hatinya,"jawab Mama Riyanti.
Sedangkan di luar sana Sandy hanya bisa menatap pintu kamar anaknya yang tertutup rapat. Dia mendengar sendiri jika Rianty mengunci dan menutupnya dengan sangat kencang setelah Bi Sumi keluar dari dalam kamar Sahara.
"Bi, apa Sahara sudah di obati? Apa dia menangis karena kesakitan?"tanya Sandy kepada Bi Sumi yang datang memberikan kopi untuknya.
"Sudah saya obati Pak. Tapi Non Sahara tidak menangis ataupun merasa kesakitan. Mungkin rasa marah dan keceeanya kepada Anda mengalahkan rasa sakitnya. Apalagi ini pertama kalinya anda bersikap kasar seperti itu kepada Non Sabaraha. Dia pasti mengira jika anda berubah menjadi monster jahat. Bukan lagi ayah yang selalu dia sanjung dan banggakan selama ini. Maaf kalau saya lancang Pak. Tapi memang sekarang anda berubah setelah membuka hati untuk wanita lain,"ujar Bi Sumi yang sudah di anggap seperti keluarga sendiri oleh mereka.
Sandy hanya menutup matanya, mendengarkan ucapan Bi Sumi yang memang benar adanya. Dia memang salah kerena sudah membiarkan wanita lain masuk kedalam hati dan hidup mereka. Tapi dia juga tak bisa menolaknya. Karena tubuhnya juga selalu menginginkan Wanda.
Tapi entah kenapa keinginannya kepada Wanda sekarang malah menghilang. Apalagi setelah semalam dia menghabiskan waktu bersama dengan Rianty. rasanya berbeda. Dan Rianty mampu memberikan apa yang dia inginkan selama ini. Sensasi baru yang tak pernah dia lakukan bersama dengan Rianty.
"Pergilah bi, istirahat sudah malam. Jangan lupa kunci pintu,"ujar Sandy sambil mengambil kopinya dan masuk kedalam ruang kerjanya.
Bi Sumi hanya menatap punggung Sandy. Sandy sudah salah mengambil langkah yang akan membuat kehidupannya hancur dengan cepatm
"Bi, mas Sandy dimana? Apa dia masuk lagi ke dalam kamar Rianty?"tanya Wanda.
"Tidak mbak, Pak Sandy ada di ruangan kerjanya mbak. Dan Bu Rianty mengunci diri di dalam kamar Non Sahara,"jawab Bi Sumi.
"Heh, aku ini adalah nyonya juga di rumah ini. Panggil aku Bu Wanda! Jadi pembantu kok tidak tau diri. Sudah pergi sana! Kamu bau keringat sekali. Jangan lupa mandi. Aku tidak suka mencium aroma tubuh bau sepertimu itu!"jawab Wanda membuat Bi Sumi merasa di rendahkan dan sakit hati.
Wanda tak peduli jika ucapannya itu akan sangat menyakitkan hati Bi Sumi. Karena dia merasa keduduknnya sama dengan Rianty. Sama-sama istri dari Sandy. Walau dia masih berstatus istri siri. Setelah memastikan jika Suaminya ada di dalam ruang kerja dan tidak kembali menghabiskan malam bersama dengan Rianty, dia juga masuk kedalam kamarnya.
Malam menjelang, Rianty membereskan pakaian dan barang-barang penting milik Sahara. Mereka tak membawa banyak pakaian, hanya secukupnya dan membawa barang-barang penting saja. Sedangkan barang-barang milik Rianty semuanya sudah ada di dalam koper miliknya.
Pukul dua lewat, Sahara mengotak-atik komputer sehingga membuat cctv di rumah eror. Setelahnya Rianty meminta Bi Sumi membawakan koper miliknya. Mereka kabur melalui jendela kamar Sahara. Agar Bi Sumi dan yang lainnya tidak di salahkan. Sedangkan security juga pura-pura tidur. padahal sebelumnya mereka sudah tau rencananya.
Mereka pergi menggunakan mobil taxi, sedangkan motor milik Sahara dia titipkan di rumah temannya. Dan tadi sore dia pulang menggunakan Taxi online. Mereka keluar dari rumah dengan berhati-hati. Jangan sampai membuat keributan dan juga kecurigaan dari Sandy.
Menurut Bi Sumi, lewat tengah malam, Sandy masuk kedalam kamar Wanda. Sehingga mereka juga lebih leluasa untuk pergi. Karena jarak kamar Wanda lebih jauh ke area depan rumah. sedangkan kamar Sahara memang berada di depan sehingga begitu keluar dari jendela kamar bisa langsung ke halaman depan dan gerbang rumah.
"Hati-hati nak..."ucap Rianty kepada Sahara saat mereka berhasil keluar dari dalam rumah.
Pak Sahrul security di rumah juga malah terlihat meneteskan air mata melihat majikannya yang begitu baik malah menjadi seperti ini. begitupun dengan Bi Sumi yang juga menangis di dalam kamarnya. Dia tak kuasa menahan rasa sedih dalam hatinya. Mengingat apa yang sedang terjadi di rumah ini. Besok pagi pasti akan terjadi kegemparan di rumah ini. Saat Sandy tau jika Rianty dan Sahara berhasil kabur dari rumah. sedangkan sekarang Sandy tidak menyadarinya karena dia melupakan keberadaan mereka. Sekarang dia sedang fokus menikmati malam bersama dengan Wanda.
salam sehat selalu outhor syantik ku 🫶🫶🫶🫶