"Capek tidak sayang? aku masih mau sekali lagi.."
"Kamu kuat sekali Mas.."
Si tampan itu tertawa menciumi pipi sang Istri, entah sejak kapan dia sangat mencintai istrinya ini.
"Sudah di minum Pilnya Sayang?"
"Harus Mas? Aku lelah minum Pil KB terus.."
"Menurutlah sayang semua demi kebaikan.."
Tidakkah Tama tau jika larangannya itu justru menyakiti hati Istrinya?
"Aku takut sayang, Aku takut kamu akan meninggalkan aku saat mengetaui kebenaran atas Suamimu ini."
Tama selalu di hantui rasa bersalah, ketakutan dia akan masa lalunya.
Sebenarnya apa Yang terjadi di masa lalu ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nufierose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BERCAK DARAH
BAB 9
Tak pernah terbayang dalam benak seorang Bayu kalau harus berurusan dengan seorang Tama, tak ada masalah saja sudah sangat menyeramkan , apa lagi ada masalah, dan kali ini yang menjadi masalahnya adalah Istri tercintanya, sudahlah habis Bayu kali ini.
Sesampainya di hotel Bayu langsung membawa Alisya ke dalam kamarnya, di lepaskannya sepatu wanita cantik itu dengan sangat pelan, lalu Bayu membaringkan Alisya dengan sangat hati-hati.
“Bu Maaf aku sudah lancang, tapi aku akan semakin bersalah kalau membiarkan ibu saat pingsan tadi.”
Bayu memeriksa ponselnya, pesannya pada Selin sudah di baca itu berarti berita ini sudah sampai ke telinga sang Bos, baiklah Bayu hanya menunggu Bos killernya itu sampai di Hotel.
“BAYU!”
Mendengar suara lantang Bayu sudah sangat yakin kalau itu suara Bosnya, Tama memasuki kamar hotelnya, satu ruangan begitu menggema teriakan Tama, Bayu yang sedang duduk memainkan ipadnya sontak langsung berdiri.
“Iya Pak..”
"Kenapa Istri saya? Kamu apakan dia?"
DAM!
Inilah yang ditakuti oleh Bayu tapi Dia harus tetap bisa tenang.
“Maaf Pak, tadi saya terpaksa harus menggendong Bu Alisya, Karena keadaan sangat tidak memungkinkan.” Ucap Bayu dengan suara pasrahnya, namun Tama malah berdecak.
"Bukan.. Alisya kenapa? Kok bisa dia pingsan?"
Bayu memberanikan diri mengangkat kepalanya.
“Ibu Mau makan pasta Pak, dan saya membawa ke salah satu resto tak jauh dari sini, awal mula semua baik – baik saja, saya hanya meninggalkan Ibu sebentar untuk memesan makanan, tapi setelah saya kembali saya malah melihat ibu sudah menangis sesegukan, saya tidak tau pasti penyebabnya tapi ibu saat itu juga meminta pulang, namun baru sampai di Lobi ibu sudah tidak sadarkan diri..”
Alur kejadian yang sangat lengkap dan Tama mulai mengamati.
“Apa yang membuat Alisya menangis?” Ucapan Tama pelan seolah – akan berpikir.
“Saya juga tidak tahu Pak..”
Bayu diam sejenak sebelum melanjutkan pembicaraannya.
“ Bolehkah saya kembali ke Resto untuk memeriksa CCTV disana?”
“Tidak Usah Bayu!!”
Suara lantang Tama melengking, dia ingin segera melihat sang Istri.
“Sayang?”
“Silakan Pak..” Bayu membuka pintu kamar dan terlihat Alisya sudah tertidur dengan wajah yang pucat.
"Hei! Kamu kenapa sayang? Apa yang membuatmu sampai seperti ini? Apakah ada yang mengganggumu?" Tama menciumi jemari sang Istri yang terasa dingin, Alisya masih belum sadarkan diri.
“Pak, maaf tapi Ibu belum makan apapun dari siang..” ucap Bayu, dia juga takut di salahkan lagi.
Tama terdiam, ia hanya memandangi wajah Istrinya.
“Baiklah, kamu bisa keluar..”
“Baik Pak..”
Setelah Bayu Keluar, Tama menaiki Ranjang Tidurnya, di peluk erat tubuh mungil sang Istri dengan penuh kecemasan.
"kamu ini sebenarnya kenapa sayang? Jangan buat aku cemas.."
Tama sudah ingin mati rasanya, melihat Istri tercintanya tak sadarkan diri saja sudah membuatnya begini apa lagi ditinggal oleh Alisya, tak bisa di bayangkan deh!
Meninggalkan sang Istri Tama membersihkan tubuhnya, memasak Sup seafood Kini Tama sudah kembali memeluk Sang Istri.
“Bangunlah sayang, aku rindu kamu, lama sekali pingsannya sih!”
Tama menciumi pipi Alisya sehingga membuat Wanita cantik itu sedikit terusik.
“Hmmmpp..”
“Sayang?” kedua mata Tama berbinar – binar, Wanita kesayangannya sudah siuman dari pingsannya.
“Mas? Kok aku di sini?”
Alisya seketika mengingat dirinya ada di dalam resto kenapa sekarang ada di kamar?
“Kamu pingsan sayang, dan Bayu yang membawamu Pulang, kamu kenapa sayangku?”
Dengan penuh kelembutan Tama menceritakan alur kejadian sebelum Alisya pingsan dan Wanita itu tiba-tiba teringat kembali.
“Apa yang membuatmu menangis sayang?”
Alisya membayangkan, andai saja dia bercerita apa suaminya ini akan memahaminya?
“Sayang.. kenapa malah melamun?” Alisya tersadar dan menerbitkan senyuman manisnya.
“Aku mengingat mama, dan entahlah semakin aku mengingatnya kepalaku semakin terasa sakit..”
Mendengar itu Tama langsung memeluk Sang Istri, dia tau sekali Alisya begitu merindukan Sang Ibu tapi mau bagaimana lagi, Seingat Alisya Ibunya sudah meninggalkan dia.
"Apa yang harus aku lakukan saat kamu sedang seperti ini sayang? Aku sangat cemas.."
Alisya menggeleng, dia menggerakan tubuhnya yang terasa sakit.
“Kata Bayu kamu belum makan apapun dari siang hari, benar?” Alisya menganggukkan kepala.
“Aku sudah masak buat kamu, Sup Seafood kesukaan kamu..” Wajah berbinar terlukis indah di wajah Alisya, Suaminya sangat paham apa yang Dia suka.
“Pasti rasanya enak sekali, aku mau makan Mas!”
Tama mengangguk, dia mendudukan sang Istri dan menciuminya dengan gemas.
“Mau makan di meja atau mau mas ambilkan saja? Kamu makannya di kamar ya?”
“Aku masih bisa jalan sayang..” Alisya menjawab dengan sedikit tertawa, syukurlah kesayangannya itu sudah bisa tersenyum, Tama jadi merasa lega.
“Aku buatkan Jus jeruk mau?”
“Tidak Mas makasih, aku mau susu saja boleh?”
“Oh boleh dong Tuan Putri..”
Dengan sigap Tama membawakan pesanan Nona kesayangannya, dan dari belahan dunia manapun tidak akan ada yang percaya sebucin ini Tama dengan sang Istri, apapun demi Istrinya akan dia lakukan, bahkan terjun ke jurang sekalipun.
"Bagaimana? Enak?" Alisya mengangguk Lucu, di habiskannya makanan buatan sang Suami, Alisya bahkan tak menyisakannya sedikitpun.
“Enak banget Mas, Aku suka, Tapi Ngomong – ngomong kapan kamu membeli bahan makanan?”
“Aku punya Bayu yang serba bisa sayang..”
“Kamu menyuruh Bayu belanja bahan masakan?” Tama menganggukkan kepala.
“tega sekali kamu..”
"Kenapa? Salahnya dimana? Dia itu kan Sekretaris aku, dan Sekretaris seorang Tama harus bisa segala hal.."
“Tapi berbelanja itu tugas perempuan sayang..” Protes Alisya yang merasa suaminya ini selalu seenaknya dengan bawahnya.
"Salahnya dimana? Aku saja laki – laki sudah mengantar kamu berbelanja, kelak Bayu akan menikah dan dia harus mulai belajar dari sekarang!"
Baiklah!!
Mengalah saja Alisya jika sudah berdebat dengan sang Suami, sampai kapanpun tidak akan menang.
Keesokan harinya, Tama sudah keluar menggalkan Hotel dari pagi buta, lelaki tampan itu meninggalkan sepucuk pesan manis dengan Jus Mangga di atas meja rias, Alisya hanya tersenyum melihatnya.
“Selamat Pagi sayangku, kecintaanku, belahan jiwaku, jangan lupa di minum Jus mangganya, dan jangan lupa senyum buat aku pagi ini... maafkan aku sudah pergi pagi – pagi sekali, aku ada urusan yang harus aku kerjakan.. Aku mencintai Istriku..”
Dengan penuh cinta Tama mengukir kata – kata manis itu, dan rupanya mampu membuat Alisya seolah terhipnotis, Suaminya memang luar biasa.
“Ada saja gebrakannya pagi – pagi suamiku..”
Alisya meminum Jusnya penun dengan senyum, dia sangat bahagia memiliki Tama di hidupnya, entahlah jika tidak ada Tama akan seperti apa hidupnya nanti..
“Apa itu?”
Kedua mata Alisya seolah terpanah pada saku jaket yang di tinggalkan Tama di atas Sofa, yang jelas Alisya tau itu adalah Jaket milik suaminya.
"Apa semalam Mas Tama keluar ya? Kapan dia memakai Jaket ini?" Alisya mulai bertanya – tanya kemana Suaminya malam – malam?
“Apa ini?”
Kedua mata Alisya seakan memelotot saat melihat sesuatu yang sejak tadi membuatnya penasaran, saputangan putih yang ada sedikit bercak darah, dan itu mampu membuat Alisya panik.
“Apa Mas Tama terluka lagi?”
______
suka sama karakter Tama walaupun kejam dan cuek tapi sama istri selalu lembut
love banget pokonya 😗 😗
antagonis mulai keluar nih kayanya