NovelToon NovelToon
Ruang Rahasia Sang Pembantu: Aku Bukan Lagi Debu Di Kakimu

Ruang Rahasia Sang Pembantu: Aku Bukan Lagi Debu Di Kakimu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Ruang Ajaib
Popularitas:14.7k
Nilai: 5
Nama Author: Erchapram

Lily Rosamaria bukan siapa-siapa di rumah itu. Anak kandung yang diperlakukan seperti pembantu, sejak ibu tiri dan Nindi datang mengambil alih segalanya.

Tapi Lily punya Dimas Arya, kekasihnya yang membuatnya bahagia. Sampai malam sebelum pernikahan mereka, Lily memergoki Dimas dan Nindi di kamar belakang.

"Kami saling mencintai, Lily. Kamu yang seharusnya pergi."

Bukan Dimas yang bicara, tapi Nindi dengan perut yang mulai membesar.

Lily tidak menangis, dia berlari masuk ke gudang tua belakang rumah ketika ayahnya justru menginginkannya terkurung di sana.

Di balik dinding yang pengap itu, Lily menemukan pintu kecil berkarat. Dan di balik pintu itu, sebuah ruang yang tidak masuk akal. Ruang yang mendengarnya. Ruang yang menjawab amarahnya.

"Kamu mau apa?" bisik sesuatu dari sana.

Lily mengepalkan tangan. Dadanya penuh amarah, malu, trauma dan satu bara kecil yang belum padam.

"Aku mau mereka merasakan apa yang aku rasakan."

Ruang itu bersinar.

Dan Lily Rosamaria mulai bangkit.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erchapram, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 30 - API YANG DIATUR

Lily membaca pesan Sinta Wardhani tiga kali.

Setiap kali matanya sampai di kalimat terakhir. Sebelum semuanya terlambat untuk kita berdua, ada sesuatu di perutnya yang bergerak. Bukan ketakutan. Lebih ke jenis perhatian yang tajam, seperti mendengar bunyi yang tidak biasa di rumah yang seharusnya sepi.

Untuk kita berdua.

Sinta menggunakan kata kita. Bukan kamu saja. Artinya Sinta menempatkan dirinya dalam posisi yang sama dengan Lily. Sama-sama dalam bahaya, sama-sama butuh jalan keluar, atau setidaknya ingin terlihat seperti itu.

Lily tidak membalas langsung.

Dia menyimpan ponsel, menyelesaikan persiapan makan siang yang tadi terhenti, dan menggunakan dua puluh menit berikutnya untuk berpikir sambil tangannya bergerak otomatis di dapur.

Sinta Wardhani adalah pengacara internal Reinaldo. Perempuan yang memblokir akses ke rekening Mama. Yang ada bersama Reinaldo waktu mengunjungi dokter tua itu dua minggu setelah Mama meninggal. Yang menurut mantan karyawan Reinaldo bertugas memastikan tidak ada jejak hukum.

Sekarang perempuan itu mengirim pesan langsung ke Lily.

Ada dua kemungkinan besar. Pertama: Sinta genuinely mau berpindah haluan. Mungkin karena tekanan dari Reinaldo sudah terlalu besar, mungkin karena ada sesuatu yang berubah dari sisi Reinaldo yang membuat posisi Sinta tidak lagi aman. Kedua: ini jebakan, cara Reinaldo mendapatkan informasi tentang sejauh mana Lily sudah bergerak, atau cara untuk menarik Lily keluar dari jalur yang sudah dia bangun dengan susah payah.

Lily mengiris wortel dengan lebih hati-hati dari yang dibutuhkan dan memikirkan cara untuk menguji mana yang benar tanpa mempertaruhkan terlalu banyak.

Siang itu, setelah makan siang selesai dan ayahnya kembali ke ruang kerjanya dan Tante Sari naik ke lantai dua, Lily mengirim pesan ke Hendra. [Ada seseorang bernama Sinta Wardhani yang menghubungi aku langsung. Tahu namanya dari kamu dan Pak Syarif. Minta bicara.]

Hendra membalas dalam lima menit, lebih cepat dari biasanya. [Jangan balas dulu. Aku hubungi mantan karyawan Reinaldo yang tahu nama dia. Tunggu.]

Lily menunggu.

Empat puluh menit kemudian. [Menurut sumberku, Sinta sudah tidak aktif di perusahaan Reinaldo sejak dua bulan lalu. Putus kontrak. Alasannya tidak jelas dari luar tapi ada yang bilang ada konflik internal. Ini bisa berarti dia genuinely tidak lagi di pihak Reinaldo, atau ini cara Reinaldo membuat kamu percaya dia tidak lagi di pihaknya.]

[Cara membedakannya?] balas Lily.

[Tanya sesuatu yang hanya orang yang genuinely sudah keluar dari lingkaran Reinaldo yang bisa jawab. Sesuatu yang tidak bisa dia tahu kecuali dari dalam. Tapi juga sesuatu yang kalau salah, tidak membakar posisimu.]

Lily memikirkan itu.

Malam itu di ruang rahasia, Lily duduk di depan cermin dengan satu pertanyaan yang sudah dia formulasikan sejak siang.

Apa yang aku perlu dari Sinta kalau dia benar-benar sudah keluar?

Jawaban itu tidak susah ditemukan. Sinta adalah pengacara internal, dia tahu lebih dari dokumen yang ada di tangan Pak Syarif. Dia tahu cara kerja internal perusahaan Reinaldo, jalur-jalur yang digunakan untuk menggerakkan aset secara legal maupun yang di pinggir legalitas. Dan kalau Sinta pernah hadir waktu Reinaldo mengunjungi dokter tua itu. Dia adalah saksi hidup yang bisa memberikan kesaksian langsung, bukan kesaksian yang sudah empat belas tahun berlalu.

Tapi ada harganya.

Orang yang sudah keluar dari lingkaran seperti itu tidak keluar dengan tangan kosong, dan tidak akan mau bicara tanpa mendapatkan sesuatu sebagai gantinya.

Pertanyaannya adalah: apa yang Sinta mau?

Cermin beriak pelan.

Gambar yang muncul malam ini tidak seperti biasanya, bukan potongan masa lalu atau gambaran masa depan. Lebih seperti skala, dua sisi timbangan yang sedang dicari keseimbangannya.

Di satu sisi: semua yang sudah Lily kumpulkan. Dokumen Pak Syarif. Pernyataan Bu Hendrawati. Catatan dokter tua. Kesaksian mantan karyawan. Keberatan di kantor pertanahan.

Di sisi lain: apa yang belum ada. Rekaman di tangan Dimas yang belum bisa diakses. Kesaksian langsung dari orang yang ada di tempat kejadian. Bukti yang cukup untuk membawa ini ke jalur yang benar.

Timbangan itu belum seimbang.

Lily menatap cermin.

"Aku perlu dia," katanya pelan. Bukan ke cermin... ke dirinya sendiri. "Tapi aku tidak bisa buta."

Cermin tidak menjawab dengan kata. Hanya beriak sekali lagi, dan cahaya di ruangan itu menyesuaikan diri ke ukuran yang lebih kecil tapi lebih padat. Seperti api yang dikecilkan bukan karena akan padam tapi karena sedang menyimpan panasnya untuk waktu yang lebih penting.

Lily menarik napas.

Dan dia memutuskan.

Rabu pagi, Lily mengirim pesan ke Sinta Wardhani:

Bisa. Tapi ada syaratnya. Satu: kamu datang ke tempat yang aku pilih, bukan yang kamu pilih. Dua: kamu datang sendiri. Tiga: sebelum kita ketemu, kamu kirim ke aku satu informasi yang membuktikan kamu sudah benar-benar keluar dari lingkaran Reinaldo. Bukan informasi yang aku sudah tahu, tapi sesuatu yang baru.

Lily menekan kirim dan meletakkan ponselnya.

Dia tidak tahu Sinta akan membalas hari ini atau tidak. Tidak tahu apakah perempuan itu punya informasi yang bisa memenuhi syarat itu atau tidak.

Yang dia tahu adalah cara manusia bereaksi terhadap permintaan seperti ini.

Orang yang sedang menjalankan jebakan akan mempertanyakan syaratnya. Akan mencoba negosiasi, akan mencoba memindahkan kontrol ke dirinya sendiri. Orang yang genuinely mau bicara dan genuinely punya sesuatu akan mengambil syarat itu sebagai hal yang masuk akal.

Balasan datang empat jam kemudian.

Bukan teks. Sebuah file... PDF, tiga halaman, tanpa nama pengirim di dokumen itu sendiri.

Lily membukanya di kamarnya dengan pintu terkunci.

Halaman pertama: surat internal dari firma hukum yang Lily tidak kenal nama lengkapnya. Tapi ada nama Pak Wirawan di dalamnya, sebagai konsultan eksternal. Surat ini membahas strategi untuk menghadapi potensi klaim ahli waris atas aset-aset tertentu yang disebutkan dengan nomor sertifikat yang Lily sudah hafal.

Surat itu ditandatangani tiga bulan lalu.

Halaman kedua: lampiran yang berisi daftar nama, orang-orang yang dihubungi firma itu dalam konteks yang disebut sebagai pengkondisian lingkungan. Sebagian besar nama yang Lily tidak kenal. Tapi ada dua yang dia kenal.

Nama pertama: Pak Wirawan.

Nama kedua dan ini yang membuat Lily harus menarik napas sebelum melanjutkan membaca nama Bu Hendrawati. Notaris yang sudah datang ke pihak Lily dua hari lalu.

Lily menatap nama itu.

Halaman ketiga: catatan pertemuan singkat, tidak resmi, lebih seperti catatan tangan yang diketik ulang. Pertemuan antara Reinaldo dan seseorang yang hanya disebut sebagai H. Di catatan itu ada satu kalimat yang Lily baca dua kali:

H setuju untuk memberikan informasi soal pergerakan LR sebagai imbalan atas jaminan keamanan posisinya di tengah proses yang sedang berjalan.

LR.

Lily Rosamaria.

Dan H... seseorang yang setuju untuk memberikan informasi tentang Lily sebagai imbalan jaminan keamanan.

H untuk Hendrawati.

Atau H untuk Hendra.

Lily menutup file itu dan duduk di tepi kasurnya dalam keheningan yang tiba-tiba terasa sangat penuh.

Di dalam dadanya, amarah yang selama ini dia jaga pada ukuran yang bisa dikelola. Api kecil yang stabil, mulai terasa ukurannya bergerak naik lagi. Bukan ke arah yang meledak. Ke arah yang lebih panas, lebih terkendali, lebih seperti api yang sudah menemukan bentuknya dan tidak akan mudah dipadamkan dari luar.

Bukan panik.

Bukan runtuh.

Hanya seseorang yang baru menyadari bahwa jalan di depannya lebih berbahaya dari yang kemarin dia kira dan dia tetap memilih untuk tetap melangkah maju.

Bersambung ke Bab 31...

1
sunaryati jarum
Ayah pengecut membiarkan putri kandung jadi pembantu untuk ibu tiri dan adik tiri di rumah peninggalan neneknya
sunaryati jarum
Semoga semua yang menjadi hakmu kembali
sunaryati jarum
Berarti ayahmu,Sari,Nindi dan Wulan tidak punya hak atas rumah peninggalan nenekmu.Benar- benar ayah tidak tahu diri
sunaryati jarum
Emak bingung terlambat dua puluh tahun, maksudnya
Erchapram: Maksudnya terlambat mengakui selama 20 tahun lamanya
total 1 replies
sunaryati jarum
Semoga tidak membayakan dirimu , Lyli
sunaryati jarum
Itu berita untuk membuat kamu goyah Lyli, teruslah maju
WeGe
kenapa ruang rahasia di gudang jadi nggak aman? semoga memindahkan dokumen ke kantor pak Syarif bukan sebuah jebakan. 😐
WeGe
ya karena ketahuan. coba kalau Lily diam sj, kan keenakan punya pembantu gratis. hukum juga sari ini lah Thor. enak aja lolos gitu doang/Smug/
WeGe
semoga
WeGe
aku masih nggak percaya padanya Lily. jangan lengah.
WeGe
pasti ada saja rencana jahat nya. hati" Lily.
asih
sudah masuk 40 bab .. mau ngejar baca tp waktunya g ada .. sudah sampai 70 bab sekarang ..Thor jangan ngebut updatenya
Erchapram: Gpp santai saja, baca kalo ada waktu. Aku kejar mau tamat sebelum lebaran. Terima kasih.
total 1 replies
sunaryati jarum
Sudah ada firasat bahwa gugatan Lyli akan berhasil
sunaryati jarum
Reynaldo selalu mengawasi Lyli,Lyli jadi semakin kuat dan tangguh serta selalu waspada
sunaryati jarum
Reynaldo mulai takut kalah ,semua nego untuk Lyli ditolak, orang tamak kini saatnya kau kalah dari generasi ketiga Nenek Suwarni
sunaryati jarum
Semakin menarik namun berat bagi emak
sunaryati jarum
Ayah pengecut tidak bisa melindungi istri dan putrinya pilih meyelamatkan diri, sekarang waktunya kau menebus Suharto walau kau masuk bui lakukan!!!
sunaryati jarum
Banyak dokumen resmi untuk mengambil hak Lyli yang diklaim orang lain, semoga bermanfaat,Lyli dan ada titik terang
sunaryati jarum
Ayah durhaka putri kandung dijadikan pembantu anak tiri dijadikan ratu, diakhir cerita ayah Lyli, Sari dan Nindi harus mendapatkan karma.Untuk Reynaldo dan kroninya harus dapat balasan setimpal
sunaryati jarum
Segera selesai dengan selamat, semua hak Lyli dapat dimilikinya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!