NovelToon NovelToon
"Rahasia Laut Pasuruan"

"Rahasia Laut Pasuruan"

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Cinta Istana/Kuno / Penyelamat
Popularitas:825
Nilai: 5
Nama Author: Kristinawati Wati

Berlatarkan masa kejayaan Kerajaan Panjalu (Singhasari) di wilayah Pasuruan, sebuah prasasti kuno yang ditemukan oleh Gadis nelayan, Mira, mengungkap rahasia pelabuhan perdagangan rempah-rempah yang hilang selama berabad-abad. Bersama dengan Jaka, seorang budak kerajaan yang ahli membaca naskah kuno, keduanya harus mengurai misteri di balik prasasti tersebut sebelum kekayaan dan sejarah kerajaan jatuh ke tangan yang salah. Di tengah ombak laut dan rahasia yang terpendam, apakah mereka berhasil menyelamatkan warisan leluhur?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kristinawati Wati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15: PERANG ANTAR DUNIA DAN HARAPAN YANG TERSEMBUNYI

Setelah hampir dua minggu terus menerus menulis dan bekerja sama dengan Pak Joko serta Dika, Rara akhirnya mengetahui bahwa musuh yang ingin menguasai pintu antar dunia adalah sosok bernama Lord Malakor—seorang mantan penjaga pintu yang jatuh ke dalam kegelapan karena keinginannya untuk menjadi penguasa semua dunia. Ia telah merencanakan serangan besar ke kedua dunia pada malam bulan purnama yang akan datang—hanya tinggal tiga hari lagi.

Di dunia nyata, Surabaya mulai menunjukkan tanda-tanda tidak biasa. Langit yang biasanya biru atau mendung kini terkadang berwarna ungu pekat di malam hari, dan banyak orang melaporkan melihat bayangan makhluk aneh yang berlari cepat di antara gedung-gedung tinggi. Rara sendiri sering merasa getaran kuat dari dalam tubuhnya setiap kali pintu antar dunia mulai terbuka sedikit demi sedikit karena kekuatan Lord Malakor yang terus meningkat.

Hari itu, Rara kembali duduk di kafe "Kopi Kenangan", tapi kali ini dia tidak sendirian. Pak Joko ada di sisinya, sedang menjelaskan tentang senjata ajaib yang bisa menghentikan Lord Malakor—"Pedang Cahaya dan Bayangan" yang hanya bisa dipegang oleh penerus yang memiliki hubungan darah dengan Lia, nenek buyut mereka berdua. "Pedang itu tersembunyi di dua tempat yang berbeda—bagian cahayanya ada di dunia kamu, dan bagian bayangannya ada di dunia cerita kamu. Kita harus mengambilnya sebelum malam bulan purnama, kalau tidak sudah terlambat," jelas Pak Joko dengan wajah serius.

Saat itu juga, laptop Rara menyala terang dan layarnya menunjukkan adegan di dunia cerita nya. Dika sedang berada di istana kerajaan yang kini sudah dikuasai oleh pasukan bawahannya Lord Malakor. Ia berhasil menyusup masuk bersama dengan sekelompok pejuang yang masih setia kepada kerajaan lama. Di dalam ruang rahasia istana, Dika menemukan peta yang menunjukkan lokasi bagian bayangan dari Pedang Cahaya dan Bayangan—di dalam gua es yang terletak di puncak gunung tertinggi "Gunung Awan Abadi".

Namun, sebelum Dika bisa bergerak untuk mengambilnya, suara keras terdengar dari luar ruangan. "Kau tidak akan pergi kemana-mana, Dika!" teriak seorang pria tinggi dengan wajah yang penuh dendam—"Kadir", sahabat masa kecil Dika yang kini telah bergabung dengan pihak Lord Malakor karena dijanjikan kekuasaan tak terbatas. "Aku sudah bosan selalu berada di bawahmu! Dengan membantu Lord Malakor, aku akan menjadi orang terkuat di semua dunia!" ujar Kadir sambil mengeluarkan pedang gelap yang bersinar dengan energi kegelapan.

Pertempuran pun terjadi di dalam istana yang sepi itu. Dika yang sudah mahir menggunakan kekuatan perpindahan antar dunia berjuang dengan gigih melawan Kadir dan pasukannya. Ia berhasil menghindari serangan berbahaya dari Kadir berkali-kali, bahkan berhasil membuat beberapa pasukan musuh terluka parah. Tapi Kadir tidak mudah dikalahkan—ia telah mendapatkan kekuatan tambahan dari Lord Malakor yang membuatnya lebih kuat dan cepat dari biasanya. Saat Kadir hendak menyerang Dika dari belakang, tiba-tiba seorang wanita cantik dengan baju perang berwarna biru muncul dan membantu Dika menghadang serangan itu. Wanita itu adalah Princess Lila—putri kerajaan yang telah menyembunyikan diri selama bertahun-tahun dan kini kembali untuk membantu menyelamatkan negerinya.

Sementara itu di dunia nyata, Rara dan Pak Joko sedang dalam perjalanan ke lokasi bagian cahaya dari pedang ajaib—di bawah makam Lia yang terletak di desa tua di luar kota Surabaya. Jalan menuju desa itu penuh dengan rintangan; pohon-pohon yang biasanya tenang kini mulai bergoyang liar tanpa ada angin, dan jalanan yang biasanya jelas kini seringkali tiba-tiba berubah arah karena gangguan energi dari pintu antar dunia yang hampir terbuka.

Setelah hampir dua jam berkendara, mereka akhirnya tiba di desa tua yang sunyi itu. Makam Lia terletak di belakang pohon beringin tua yang sama dengan tempat Rara dulu bermain dengan Dika saat masih kecil. Pak Joko mengambil sebuah batu kecil dari saku jas nya dan menyentuh permukaan makam—seketika saja tanah mulai bergeser dan terbuka sebuah lorong bawah tanah yang dalam sekali. "Kita harus cepat, Rara. Energi musuh mulai kuat dan bisa saja lorong ini tertutup kapan saja," ujar Pak Joko sambil masuk ke dalam lorong terlebih dahulu.

Di dalam lorong itu sangat gelap, tapi ada cahaya keemasan yang muncul dari dalam yang semakin jelas seiring dengan mereka semakin mendekat. Akhirnya mereka sampai di sebuah ruangan bawah tanah yang luas dengan langit-langit yang tinggi. Di tengah ruangan itu, sebuah pilar kristal besar berdiri kokoh dengan pedang yang memiliki bilah berwarna putih keemasan yang bersinar terang—bagian cahaya dari Pedang Cahaya dan Bayangan. Rara merasakan tarikan kuat dari pedang itu, dan saat tangannya menyentuh gagangnya, cahaya terang menyala dan informasi tentang cara menggunakan pedang itu masuk ke dalam benaknya dengan sendirinya.

Namun, saat mereka hendak mengambil pedang dan kembali ke atas, suara tertawa jahat terdengar dari pintu lorong. "Terima kasih telah membantu aku menemukan bagian terakhir dari pedang itu, Rara!" ujar Lord Malakor yang tiba-tiba muncul bersama dengan beberapa pasukannya. Ia mengenakan baju besi hitam yang penuh dengan simbol kegelapan, dan matanya yang merah menyala seperti bara api. "Sekarang aku akan mengambil pedang ini, menyatukannya dengan bagian bayangannya, dan menjadi penguasa semua dunia!"

Rara dan Pak Joko siap menghadapi Lord Malakor, tapi kekuatan nya sangat luar biasa. Dalam sekejap, pasukan Pak Joko yang datang untuk membantu sudah banyak yang terluka. Rara mencoba menggunakan kekuatan yang dia miliki untuk menghadang serangan Lord Malakor, tapi ternyata kekuatannya belum cukup untuk melawan sang musuh utama ini. Saat Lord Malakor hendak menyerang Rara dengan tangan nya yang bersinar gelap, tiba-tiba ada kilatan cahaya dari arah laptop yang Rara bawa bareng—layarnya menunjukkan bahwa Dika dan Princess Lila telah berhasil mengambil bagian bayangan dari pedang ajaib dan sedang dalam perjalanan untuk datang ke dunia nyata untuk membantu mereka.

Di dunia cerita, Dika dan Princess Lila berhasil mengalahkan Kadir setelah sebuah pertempuran yang sangat sengit. Kadir akhirnya menyadari kesalahannya ketika melihat bahwa Lord Malakor hanya menggunakan dia untuk mencapai tujuannya dan tidak akan pernah memberikan kekuasaan yang dijanjikan. Sebelum wafat karena luka yang parah, Kadir memberikan informasi penting kepada Dika—bahwa Lord Malakor memiliki titik lemah di bagian belakang leher nya, di mana simbol kegelapan yang menjadi sumber kekuatannya berada.

Setelah itu, Dika dan Princess Lila menggunakan kekuatan perpindahan antar dunia yang ditingkatkan dengan bagian bayangan pedang untuk datang ke dunia nyata. Saat mereka muncul di ruangan bawah tanah itu, Lord Malakor terkejut dan sedikit terganggu—hal itu menjadi kesempatan emas bagi Rara dan Pak Joko untuk menyerang. Rara mengambil bagian cahaya pedang, sementara Dika mengambil bagian bayangannya. Saat mereka menyatukan kedua bagian itu, pedang itu menyatu menjadi satu dengan cahaya yang sangat terang hingga membuat semua orang harus menutup mata.

Pedang Cahaya dan Bayangan yang utuh akhirnya siap digunakan. Rara, Dika, Pak Joko, dan Princess Lila berbaris bersama untuk menghadapi Lord Malakor dalam pertempuran terakhir. Lord Malakor menyerang dengan segala kekuatannya, membuat tanah bergoyang dan dinding ruangan mulai retak. Tapi mereka berempat bekerja sama dengan sangat baik—Rara menggunakan kekuatan cahaya dari pedang untuk menghalangi serangan musuh, Dika menggunakan kekuatan perpindahan untuk menyerang dari belakang, Pak Joko membantu mengatur strategi serangan, dan Princess Lila menggunakan keahlian nya dalam sihir untuk membuat musuh menjadi lemah.

Setelah beberapa saat bertempur, akhirnya mereka menemukan kesempatan untuk menyerang titik lemah Lord Malakor. Rara dengan cepat menghindari serangan terakhir sang musuh dan menusukkan pedang ke bagian belakang leher nya di mana simbol kegelapan berada. Seketika saja cahaya terang menyala dari dalam tubuh Lord Malakor, dan dia mulai berteriak kesakitan sebelum akhirnya menghilang dalam secercah cahaya putih.

Dengan terbunuh nya Lord Malakor, energi kegelapan yang menyebar ke kedua dunia mulai menghilang. Langit kembali berwarna biru cerah, dan pintu antar dunia yang hampir terbuka mulai tertutup perlahan. Namun, sebelum benar-benar tertutup, Dika harus kembali ke dunia nya untuk memimpin kerajaan dan memulihkan kedamaian sana. Rara merasa sangat sedih karena harus berpisah dengan orang yang telah menjadi sahabat baik nya, tapi mereka berdua tahu bahwa tugas masing-masing belum selesai.

"Kita akan selalu terhubung melalui cerita yang kamu tulis, kan?" tanya Dika dengan mata yang penuh air. Rara mengangguk dan menjawab, "Tentu saja. Aku akan terus menulis cerita kita, dan mungkin suatu hari nanti kita bisa bertemu lagi." Setelah itu, Dika dan Princess Lila kembali ke dunia mereka, dan pintu antar dunia tertutup sepenuhnya.

Setelah semua itu terjadi, Rara kembali ke kafe "Kopi Kenangan" untuk melanjutkan menulis bab terakhir dari cerita nya. Dia menuliskan bagaimana Dika berhasil memimpin kerajaan dengan bijak, bagaimana Pak Joko kembali menjadi penjaga pintu antar dunia yang tersembunyi, dan bagaimana dirinya sendiri menjadi penulis yang terkenal dengan cerita tentang dunia pararel yang sebenarnya pernah ada. Namun, di akhir cerita nya, Rara menuliskan sebuah catatan rahasia—bahwa pintu antar dunia mungkin akan terbuka lagi suatu hari nanti, dan saat itu tiba, mereka akan siap untuk menghadapi apa pun yang datang.

Saat Rara menekan tombol "terbitkan" untuk bab terakhir cerita nya, dia merasakan getaran lembut dari dalam tubuhnya dan melihat bayangan kecil Dika yang sedang tersenyum dari balik layar laptop nya. Dia tersenyum kembali, tahu bahwa cerita mereka tidak akan pernah berakhir hanya di situ.

 

1
Anna
Thor maaf sekali, tapi ini cerita kamu sebener ee mau novel apa cerpen kok tiap bab beda. bukan beda alur tapi beda isi cerita. padahal tema judul kamu bagus lho. 🙏🙏
Anna
kok agak bingung ya, kan di bab 2 mira sudah kabur sama jaka, kenapa di bab 3 baru ketemu? tapi di awal ada mereka ketemu, eh ketemu atau belum ketemu 🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!