Semua akan hadir jika kita sedang memiliki harta benda, Rumah yang mewah , harta dimana mana, semua akan di anggap KELUARGA jika kita punya segalanya, Tapi coba lihat jika kita sedang tidak punya apa apa, jangankan di anggap keluarga di tanya kabar pun tidak akan pernah, Uang yang berbicara, uang yang membuat lingkungan keluarga menjadi Cemara dalam cerita ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Coretan Hitam.Id, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Overtingking.
Karena tidak ada kejelasan apa apa dari Panji, Lesi ingin Panji yang menjelaskan nya tapi malah tidak ada kejelasan apa apa, entah alasan kenapa bisa si Reva itu bisa buka ponsel Panji sampai membuka dan memblokir kontak Lesi.
"Apa aku bisa masih percaya ke Dia ya ?" Keluhnya, fikiran nya kini sedang terganggu karena kejadian kemarin, semalaman Lesi tidak bisa tertidur lelap, karena dia ingin kejelasan langsung dari Panji.
"Tapi setiap aku tanyakan gak pernah di balas sama sekali, kenapa sih selalu di bikin ngegantung seperti ini " Ucap Lesi mengomel sendiri, sambil membaca pesan singkat yang ia kirim kan kepada Panji, tapi tidak pernah mendapatkan balasan dari sang kekasih.
" apa karena kita sering jauh ya, jadi banyak kejadian yang aku sendiri gatau, karena dia tidak pernah cerita tentang hidup dan keadaan dia " Lanjutnya.
"Aku pengen ngobrol loh sama kamu, tapi kenapa kamu bilang sibuk terus, memang ketika mau istirahat tidak bisa ya mengabarkan barang sepesan pun " Tutur Batin nya berbicara sambil memandang foto kebersamaan nya dengan Panji sewaktu jalan jalan di pantai.
"Aku kok kayak, cinta sendiri aja ya ?, dia kayak gak ada effor nya sama sekali , bahkan buat mengabari saja dia tidak sempat" Ucap Dirinya Lesi mulai merasa insecure terhadap dirinya, kepercayaan nya juga hilang seketika kepada Panji, tapi rasa cinta yang tulus begitu besar, bahkan Lesi mau bilang putus pun seperti ada yang menghalangi di dalam hatinya, tapi jika ia bertahan pun, seperti banyak yang mencoba mengganggu nya, apa lagi jarang komunikasi, dan jarak yang selalu jadi penghalang.
" Ya allah kalo aku sudah tidak jodoh dengan dia, tolong lepaskan aku , buat hati aku ikhlas jika nanti dia sudah bersama orang lain , karena aku tidak kuat menahan rasa curiga tanpa penjelasan dari dia, dan sampai sekarang pun tidak mendengar kabarnya lagi, atau menanyakan keadaan aku " Keluh batin nya, tak terasa air mata membasahi pipi cubby nya.
"Lesi makan ayo " teriak ibu dari luar kamar.
" nanti bu belom lapar " Timbal Lesi.
" dari kemarin gak makan gak minum, kasian diri kamu, jngan berlarut larut dalam kesedihan Les, laki laki bukan dia aja " Tutur bu Arumi , mungkin batin seorang ibu tahu, jika anaknya sedang merana karena cinta.
"kasihan sama diri kamu, dia mana mungkin peduli sama keadaan kamu sekarang. Dia lagi tertawa sama teman teman nya. Gak mikirin kamu yang lagi nangisin dia " Lanjutnya.
Lesi hanya menunduk lesu, dan menangis dalam diam tanpa suara, memikirkan Nasipnya yang sekarang, entah kenapa dia begitu hilang rasa haus dan lapar, sudah seharian dia di kamar mengurung diri, keluar hanya sekedar ke kamar mandi saja.
dan Lesi juga sering mendengar nasihat dari ibunya, jika jangan terlalu mencintai orang terlalu dalam, karena jika kita sakit hati kita susah mengobatinya, cintai lah orang dengan setara, jika dia mencintai mu kamu balas cintanya. Tapi jika dia seperti tidak terlalu mencintaimu, cukup mengagumi saja jangan membawa nya ke dalam hati dan berharap kasih sayang yang penuh dari dirinya, meski pun itu adalah tunangan mu sendiri.
Mencintai tanpa di balas dengan cinta akan mendapatkan kekecewaan ber kepanjangan, Yang ada kita sendiri yang hancur, dia yang menghancurkan nya hanya bisa diam tanpa tau apa yang kita rasa kan.