NovelToon NovelToon
Between Kook & V

Between Kook & V

Status: sedang berlangsung
Genre:BTS / BXB / Teen School/College / Diam-Diam Cinta
Popularitas:946
Nilai: 5
Nama Author: Axeira

Berisi kumpulan cerita KookV dari berbagai semesta. Romantis, komedi, gelap, hangat, sampai kisah yang tak pernah berjalan sesuai rencana.

Karena di antara Kook dan V,
selalu ada cerita yang layak diceritakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Axeira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7 ANAK DARI MASA DEPAN

Beberapa Tahun Kemudian —

Pagi itu hujan rintik.

Taehyung berdiri di depan sekolah dasar, tangan satu memegang payung, tangan satunya menggenggam tangan Jungkook.

Pintu sekolah terbuka.

Seorang anak laki-laki berlari keluar, tasnya miring, rambutnya berantakan, dan—

mata bulat itu.

“Daddy!”

“Mommy!”

Taehyung refleks berjongkok dan menangkap tubuh kecil itu.

Keonho.

Nyata.

Hangat.

Berat badannya nyata di lengan Taehyung.

Jungkook mengacak rambut anak itu.

“Lari mulu. Nanti jatuh.”

Keonho nyengir.

“Daddy dulu lebih ceroboh.”

Jungkook mendengus.

“Mulut kamu makin mirip Mommy.”

Taehyung tertawa kecil.

Kadang, saat malam sepi, Taehyung masih ingat versi cahaya itu.

Versi Keonho yang hampir hilang.

Tapi anak ini—

bukan keajaiban.

Bukan hadiah.

Dia hasil pilihan.

Pilihan buat gak kabur.

Pilihan buat tetap bareng meski ribut.

Pilihan buat hidup meski takut.

“Mom,” Keonho tiba-tiba berkata pelan.

“Kalian dulu beneran gak akur ya?”

Taehyung dan Jungkook saling pandang.

“Banget,” jawab Jungkook.

“Tapi Daddy jatuh cinta duluan,” sahut Taehyung.

“FITNAH.”

Keonho tertawa.

“Syukurlah.”

“Syukur kenapa?” tanya Taehyung.

“Kalau enggak, aku gak bakal ada.”

Hujan makin pelan.

Langit tetap abu-abu.

Tapi dunia—

terasa cukup.

___

Keonho tahu satu hal sejak kecil:

teman-teman Mommy dan Daddy itu bahaya.

Bukan bahaya kriminal—

bahaya mental.

“Jadi lo beneran anak mereka?”

Jimin menatapnya dari ujung kepala sampai kaki, senyumannya terlalu cerah buat orang yang niat menghakimi.

Keonho menyandarkan bahu ke dinding, hoodie hitam menutupi setengah wajahnya.

“Iya. Kenapa? Mau minta DNA?”

Seisi ruang tamu hening satu detik.

Lalu—

“ANJIR,” Mingyu ngakak.

“Mulutnya plek ketiplek Mommy lo.”

Taehyung, dari dapur:

“KEONHO.”

“Mommy dulu juga gitu,” Keonho santai.

“Cuma bedanya aku jujur.”

Jungkook mendelik.

“Kamu baru pulang jam dua pagi.”

“Jam dua nol lima,” Keonho membetulkan.

“Akurasi itu penting.”

Yoongi menyeruput kopi dengan tenang.

“Dia ini upgrade kalian. Versi Lebih nyebelin.”

Wonwoo mengangguk pelan.

“Dan lebih pintar nutupin.”

Keonho menoleh.

"Tante ngerti gue.”

“Gue tau karena gue dulu juga gitu.”

Jisoo mendekat, menatap wajah Keonho lama.

“Lo tau gak hal paling nyebelin?”

Keonho mengangkat alis.

“Apa, Tante?”

“Lo mirip Mommy lo pas muda,” kata Jisoo sambil menunjuk Taehyung,

“tapi tatapan mata lo… Daddy lo banget.”

Jungkook refleks berkata,

“Iyalah, anak gue!”

Keonho nyengir.

“Makanya aku jarang jujur.”

Taehyung memijat pelipis.

“Kenapa kamu dipanggil ke sekolah?”

Keonho menghela napas malas.

“Berkelahi. Eh bukan, membela diri”

Jungkook langsung berdiri.

“Dengan siapa?”

“Anak senior,” jawab Keonho.

“Siapa suruh Ngomongin Mommy.”

Ruangan langsung berubah dingin.

“Ngomong apa?” suara Jungkook rendah.

Keonho menatap lantai.

“Katanya aku anak gagal karena… keluarga aku aneh.”

Taehyung melangkah mendekat.

Pelan.

Tapi wajahnya dingin.

“Terus?” tanya Taehyung.

Keonho mengangkat bahu.

“Aku buktiin kalau anak keluarga aneh gak gampang diinjek.”

Jimin berbisik ke Seokjin:

“Ini persis banget mereka dulu.”

Seokjin mengangguk.

“Versi mini yang lebih nekat.”

Jungkook jongkok di depan Keonho.

“Kamu salah karena berantem.”

Keonho menatap ayahnya.

“Tapi aku gak nyesel.”

Sunyi.

Lalu Jungkook berkata pelan:

“Gue juga dulu gitu.”

Keonho menelan ludah.

“Cuma takut aja… kalo aku gak cukup kuat.”

Taehyung memeluk anak itu tanpa banyak kata.

Jungkook ikut menempelkan tangan di punggung Keonho.

Yoongi mengalihkan pandangan.

“Mereka udah jadi orang tua beneran.”

Keonho tersenyum kecil di dada Taehyung.

“Mommy…”

“Hmm?”

“Terima kasih udah milih tetap bareng.”

Taehyung mencium rambutnya.

“Kalau gak, Kamu gak bakal ada.”

Keonho mengangkat kepala, menatap semua orang.

“Kalian… dulu juga suka ribut ya?”

Mingyu terkekeh.

“Parah.”

Jimin:

“Drama.”

Wonwoo:

“Tapi bertahan.”

Keonho mengangguk pelan.

“Berarti gue aman.”

Jungkook mengacak rambutnya.

Keonho tersenyum bandel.

1
elleaa_
kapan lanjut lagi kakkk? aku menunguuuu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!