Aaron Alexander Demian Dirgantara, seorang pria sukses yang memiliki perusahaan di Amerika yang bergerak di bidang infrastruktur dengan kekayaan yang tidak terhitung, memiliki paras tampan dengan tinggi badan ideal dan bentuk tubuh yang cukup bagus.
Ia merupakan seorang pria yang sangat di puja puja dan menjadi impian para wanita, namun ia hanya menganggap wanita sebagai tisu basah dan mainannya.
Setelah 10 tahun ia tak pulang ke negaranya, ia malah terpincut pada seorang wanita muda yang sering ia temui di sebuah club, wanita yang membuatnya penasaran dan ingin memiliki nya seutuhnya.
Namun takdir berkata lain, selain saingannya yang lumayan banyak ia tertampar dengan kenyataan jika wanita kecil incarannya adalah adik angkatnya sendiri yang sering ia temui di rumah dengan pakaian syar'i nya.
Bagaimanapun kelanjutannya, yuk ikuti kisahnya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bundaAma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps-34
Indri dan Pedro bertemu bukan secara kebetulan, saat ini ayah Indri seorang sopir keluarga Manopo masih hidup sedangkan ibunya sudah meninggal akibat kebakaran yang pernah terjadi di keluarga Manopo dahulu.
Saat itu usia Indri masih dibilang cukup muda dan labil, namun sifat liciknya sudah melekat dalam dirinya berawal dari rasa iri dengki nya melihat Hajeera yang seperti seorang tuan putri hingga perlahan dirinya memupuk rasa benci pada orang orang disekitarnya dan merasa dirinya lah korban dari semuanya.
Padahal sebelum ada Hajeera keluarga Manopo hanya memiliki nya bahkan tidak sedikit orang hanya tahu jika Indri merupakan putri dari pasangan Giselia Manopo dan Hendrik Manopo. Namun setelah Hajeera lahir Indri merasa tersaingi dengan adanya Hajeera di tengah tengah mereka, Bu Gisel dan pak Hendrik selalu ikut serta membawa Hajeera kemanapun pergi, dan orang orang mulai mengenal siapa Hajeera yakni putri kandung keluarga Manopo.
Rasa cinta yang selalu Indri dapatkan dari keluarga Manopo membuatnya memiliki sifat egois dan takut kehilangan, ia takut jika dirinya tidak dicintai lagi dengan adanya Hajeera, padahal nyatanya meskipun ada Hajeera Bu Gisel dan pak Hendrik yang sudah menganggap nya sebagai putri mereka tidak pernah membedakan rasa sayang antara dirinya dan Hajeera.
Orang bodoh tetap merasa iri dan dengki pada sesuatu yang bukan miliknya, jika dia memang pintar harusnya dia tahu batasan dicintai oleh keluarga majikan orang tuanya adalah hal yang diimpikan anak anak semua pekerja, namun ingin memiliki segalanya dari mereka adalah sebuah kelancangan yang tak memiliki moral.
Bu Gisel dan pak Hendrik yang cerdas, mereka cepat menyadari jika Indri sangat takut kehilangan kasih sayang mereka karena adanya putri kandung mereka, untuk itu mereka membagi rata saham perusahaan untuk masa depan keduanya agar tidak merasa saling iri, mereka sangat memaklumi sifat Indri yang masih kecil, namun tanpa mereka tahu sifat nya tetap melekat malah semakin menjadi di usianya yang sudah tidak terbilang kecil.
Saat Pedro menjadi buronan interpol, ia membantunya agar terhindar dari interpol, ia berencana ingin memiliki semua aset keluarga Manopo tanpa di bagi dengan Hajeera, jika tidak bisa maka ia setidaknya memiliki kuasa atas Manopo group.
Ia pun mendekati Simon dan rela menjadi pelampiasan Simon demi bisa menyembunyikan Pedro, karena saat itu Simon merupakan putra seorang politikus dan putra dari seorang miliarder yang kekayaan hampir mendekati keluarga Manopo.
Namun ia sadar, ia tidak bisa melangkahi kekayaan Hajeera di masa depan, karena ia tahu satu hal keluarga Manopo menyiapkan aset lain selain saham untuk Hajeera, sedangkan untuknya mereka hanya menyiapkan setengah saham perusahaan untuknya.
Indri yang gelap mata merencanakan pembunuhan berencana yang akan terjadi seperti murni kecelakaan biasa, ia yang saat itu selalu menjadi sasaran empuk Simon untuk melampiaskan amarahnya, memilih sebuah restoran di sebuah pegunungan untuk bertemu dengan Simon.
Di perjalanan Indri di paksa melakukan atraksi dengan paku paku kecil di jalanan, dengan patuh Indri menari nari di atas paku paku kecil yang berserakan di jalan pegunungan tepat jalanan curam. Menahan rasa sakit dikakinya ia terus menari membuat Simon semakin terbahak-bahak.
Setelah puas melihat Indri yang selalu menurut layaknya anjing peliharaan Simon membersihkan paku paku tersebut dari tepi jalanan agar tidak terjadi kecelakaan.
Namun naas Simon yang polos terkena jebakan Indri yang sudah terencana, ia mengirimi pesan pada ayah nya kapan pulang, dan ayahnya menjawab jika sekarang ia sudah menuju perjalanan pulang dan telah keluar gerbang restoran.
Indri menghitung kira kira berapa menit mobil yang dikendarai ayahnya melewati jalanan tersebut, setelah menghitung cukup lama, ia kembali menaburkan paku paku tersebut yang sudah dilengkapi oli ke jalanan, dan tepat waktu perhitungan nya mobil yang dikendarai ayahnya melewati jalan tersebut dan mengalami sedikit keolengan akibat menginjak paku paku yang cukup banyak dan oli yang licin membuatnya tergelincir hingga terjun ke dalam jurang.
Indri hanya diam membeku tanpa melakukan apapun melihat kejadian tersebut, namun Simon yang juga melihat kecelakaan tersebut langsung panik bersama teman temannya jika ada mobil yang celaka karena perbuatan mereka, sedangkan Indri pura pura menangis menangisi kakinya yang kesakitan.
Ibarat sekali mendayung dua pulau terlewati, ia membunuh keluarga menopo dan membuat Simon dan beberapa temannya menjadi boneka yang bisa dikendalikan nya tanpa mereka sadari.
Lagi lagi rencananya tidak semulus yang direncanakan nya, Hajeera masih hidup dan selamat dari kecelakaan maut tersebut, itulah mengapa ia masih membutuhkan Pedro untuk mengumpulkan pundi pundi uang agar tidak bisa di usik oleh Hajeera.
Hingga dua belas tahun silam, kejadian tersebut seolah lenyap, mereka hanya tahu pasangan Giselia Manopo dan Hendrik Manopo meninggal karena kecelakaan lalu lintas di pegunungan, tak dipungkiri itu semua akal akalan yang dibuat mati Matian oleh keluarga Caroline dan para pejabat lain untuk menyelamatkan putra putri mereka dari kehancuran akibat ulahnya.
Indri tetap merasa puas bisa memainkan semua orang, meskipun ia putri dari keluarga miskin tapi ia bisa memainkan para politikus sampai pengusaha pengusaha sukses.
Namun Piramida yang di rancang Indri belasan tahun seperti nya akan menemui kehancuran nya sebentar lagi, seseorang di sana selalu membuntuti nya dan mengorek lebih dalam tentang siapa saja dan mengapa.
Seseorang di sana sangat gigih untuk membuka tabir yang tertutup belasan tahun lalu, mereka hanya ingin menangkap para korup elit yang membuat dunia gonjang ganjing dengan kejahatannya.
"Jadi, apakah dia selalu pergi ke daerah sana bersama Simon?" tanyanya.
"Yah, aku beberapa kali memergoki mereka pergi ke sana, namun seringkali Indri pergi ke sana sendirian tanpa Simon!"
"Hahahahhah! Rupanya si jalang adalah pemain..." ucap Hajeera tertawa seraya menyunggingkan bibirnya menertawakan sifat penjilat Indri yang ternyata melebihi ekspektasi nya.
"Sekarang kita harus gimana?" tanya Steve pada Hajeera yang tengah memakan salad buatan nya.
"Sekarang bukan waktunya kita bertindak, jika kita bertindak sekarang itu sama saja dengan bunuh diri, kita tidak memiliki satupun sekutu di pihak kita.. " jawab Hajeera dingin dengan tatapan menerawang jauh kedepannya.
"Mengapa kamu tidak meminta bantuan pak Benedict? Dia pasti mau membantumu jer..." saran Steve yang membuat Hajeera menarik nafasnya perlahan.
"Dia tidak akan setuju, karena bagaimanapun kamu berdua adalah putri angkatnya..." ucap Hajeera yang langsung di jawab decakan oleh Steve.
"Ckkk... Bilang saja, kamu masih ragu untuk menghancurkan si jalang!" ujar Steve memutar bola matanya malas.
"Jer, sampai kapan kamu akan merasa bersalah? Kamu gak salah jer, itu salah Indri yang selalu iri padamu..."