Adven Mahardhika Alkhatiri, seorang lelaki yang penuh rahasia dalam hidupnya. Bahkan keberadaan anaknya juga menjadi rahasia dan teka teki tersendiri untuk keluarga Alkhatiri yang begitu terpandang.
Rahasia besar apakah yang selama ini dia simpan? dan mampukah dia mendapatkan jawaban dari rasa penasarannya terhadap seorang perempuan bernama Sukma Paramitha?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridwan01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30 ( Teror di mulai )
"Innalillahi, jadi kalian baru bisa keluar dari tempat persembunyian kalian pagi ini?" tanya Akhtar
"Benar tuan besar, kami di kelilingi kelompok Monica, lebih tepatnya orang bernama Budi, dia di panggil ketua oleh orang orang yang sudah membuat mobil pak Luis kecelakaan" jawab Vian
"Luis Kecelakaan" gumam Akhtar kembali mengingat kata kata Luis tentang dia yang akan meninggal karena kecelakaan.
Vian dan Rasman benar benar merasa berada dalam sebuah peperangan tadi malam, mereka berdua tidak bisa bergerak dari tempat mereka bersembunyi karena tempat itu di keliling orang orang Budi, bahkan mereka berdua bisa melihat ada beberapa polisi yang datang untuk mengurus kecelakaan Luis agar di tetapkan sebagai kecelakaan tunggal.
"Budi, sudah Adven duga dia itu berbahaya dad" ungkap Adven
"Daddy juga tidak menyangka" ungkap Akhtar
"Satu lagi tuan, orang bernama Budi itu mengatakan kalau dia akan melenyapkan seluruh keluarga pak Luis sama seperti keluarga Alkhatiri melenyapkan seluruh keluarga orang bernama Budi itu" ucap Rasman membuat semua orang yang ada di sana terkejut.
"Dad..."
"Daddy semakin tidak mengerti, Daddy tidak pernah punya musuh, orang tua Daddy juga sama" ungkap Akhtar
"Apa mungkin dia orang dari masa lalu salah satu keluarga Alkhatiri dad, tapi kita tidak tahu" ucap Adam
"Daddy akan menemui Om Adrian, semoga beliau bisa membantu kita mengetahui siapa orang itu" ucap Akhtar
"Opa Adrian kan sekarang jadi pemimpin di pesantren dad, ketua Dark Dragon yang sekarang itu Langit Arka Danendra, tapi masih di bantu ketua dari generasi kedua yaitu Om Vandra Adiwinata" ungkap Adven
"Kamu temui Langit kalau begitu, Daddy akan minta nasehat Om Adrian" ungkap Akhtar
"Iya dad" jawab Adven
"Vian, Rasman, kalian kawal Daddy ke Ciremai, jangan pakai mobil Daddy, pakai mobil tugas kalian supaya aman dan tidak di ikuti orang" perintah Adven
"Baik tuan" jawab keduanya
"Istirahatlah dulu, kalian bersih bersih dan makan lalu tidur, Daddy akan berangkat setelah Dzuhur" ucap Adam
"Baik tuan"
"Adven mau jemput Axel dulu dad, sekalian kembali ke kantor karena tadi Adven hanya ijin sebentar" ucap Adven
"Adam juga dad, Adam mau melihat Anita, takutnya dia juga di incar" ucap Adam
"Iya, kalian berhati hatilah" jawab Akhtar juga khawatir apalagi dia belum tahu apa alasan sebenarnya Budi begitu membenci anak anak Alkhatiri.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Di depan perusahaan Anita.
"Dengan ibu Anita?" tanya seorang lelaki yang berpakaian polisi
"Iya, ada perlu apa ya pak?" tanya Anita
"Saya diminta pak Adam untuk menjemput anda, beliau mengalami kecelakaan dan sekarang sedang berada di rumah sakit" jawabnya
"Apa!"
Anita begitu terkejut mendengarnya Adam kecelakaan, dia langsung mengikuti polisi itu dan meminta supirnya untuk ke tempat Akhtar dan mengabari mereka kalau Adam kecelakaan.
"Kecelakaan di daerah mana ya pak?" tanya Anita
"Di dekat halte bis permata bu, pak Adam menabrak seorang pejalan kaki saat membawa mobil" jawabnya membuat Anita berhenti.
"Suami saya mengendarai mobil?" tanya Anita
"Benar Bu"
"Tunggu sebentar saya mau ambil tas saya dulu, uang saya ada di sana semua" ucap Anita berbalik tapi langsung di cegah polisi itu.
"Tidak ada waktu lagi Bu, pak Adam mungkin sekarang sudah menunggu ibu di ruang operasi"
"Iya tapi saya harus membawa identitas dan juga dompet saya, mungkin saya harus mengurus administrasi suami saya"
"Tidak perlu Bu, semuanya sudah di urus pihak rumah sakit dan polisi"
Jawaban polisi itu semakin membuat Anita curiga, pertama Adam tidak mungkin membawa mobil karena tangannya masih dalam masa pemulihan, kedua polisi itu sangat memaksa sekali Anita untuk ikut dengannya dan terakhir, dia bilang semua sudah di urus rumah sakit dan polisi, sejak kapan biaya orang yang kecelakaan di tanggung pihak rumah sakit ataupun polisi, tetap harus ada wali yang menandatangani semua urusan di rumah sakit. itulah yang Anita pikirkan.
"Baiklah, mana mobil polisinya!" tanya Anita sambil melihat situasi.
"Sudah Bu, ibu ikut kami saja" ucap polisi itu mulai kesal.
"Pak satpam!" panggil Anita dan dua orang polisi itu segera bersiap memegang senjata mereka.
"Iya Bu Anita" ucap satpam yang menghampiri Anita.
"Bilang pak Toto saya mau ke rumah sakit, nanti setelah dia datang, berikan kotak berry hitam pada beliau" ucap Anita membuat mata satpam itu terbelalak.
"Tunggu apa lagi, ayo cepat!" ucap Anita dan satpam itu mengangguk.
Berry hitam adalah kode bahaya yang di ketahui semua karyawan, itu di lakukan Anita karena memang nyawanya sering di incar banyak orang. Apalagi setelah tahu Anita menikah dengan Adam, lebih banyak orang lagi yang mengincarnya.
"Telepon pak Adam" bisik satpam pada supir Anita yang sigap segera menelepon Adam.
"Mari bu" ucap polisi itu sopan dan Anita mengangguk.
Anita di giring ke sebuah mobil sedan hitam yang di kenali Anita adalah mobil milik Adam, tapi Anita tahu mobil itu ada di bengkel dan pemiliknya mengatakan kalau mobil itu akan selesai dalam satu minggu.
"Ya Tuhan lindungi aku" gumam Anita