Hanya satu persen dari populasi global, manusia yang memiliki warna mata heterochromia. Lunar salah satunya.
Memiliki warna mata hijau dan biru, Lunar menyembunyikannya ketika hidup di luar Silvanwood yang terisolasi dari teknologi.
Untuk menyambung hidup, Lunar tak menduga menjadi aktris di perusahaan entertainment milik Jackson Adiwangsa dan menjadi kesayangannya.
Hingga kejadian tak terduga membuat apa yang disembunyikan Lunar terkuak. Bagaimana kehidupan Lunar, apakah dia akan tetap tinggal atau kembali ke Silvanwood?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Seven Introvert, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tiga
"Maafkan gadis ini, tuan Jackson. Dia anak baru," tutur Alice tak enak.
Jackson--- pria berusia tiga puluh dua tahun itu menarik tubuh Lunar untuk berdiri. Wajah Jackson terlihat dingin, tapi siapa sangka kepribadiannya hangat.
Lunar mengatakan maaf sekali lagi pada Jackson. Gadis itu pamit setelah Alice mengisyaratkannya untuk pergi.
Alice berpikir, Jackson memaafkan Lunar karena dia masih muda. Jackson dikenal ramah dan rendah hati entah di depan atau pun belakang kamera.
Jackson dikenal sebagai seniman multitalenta. Dia pandai bela diri dan menyukai semua bentuk seni. Entah tarik suara atau seni rupa.
Jackson pun seorang Ceo di AHP (Adiwangsa Hero Production) yang dia rintis dari nol. Kemampuan Jackson menjadikan perusahannya memiliki saham terbesar yang menaungi agensi-agensi untuk mempromosikan banyak bintang di dunia hiburan.
Jackson pun bergelut di bidang kuliner dan fashion. Dia punya brand sendiri dan kerap mengenalkan kuliner rumahan pavoritnya di restoran pribadi.
Jackson memiliki banyak penggemar, namun di usianya yang cukup matang tak ada rumor dekat dengan gadis atau membicarakan pernikahan. Asmara Jackson tertutup rapat dan hanya fokus untuk berkarya.
Namun Jackson mengapresiasi dirinya atas effort projeknya yang laris. Publik lebih mengenalnya sebagai aktor, penulis skenario, sutradara bahkan produser.
Hal itu mengantarkan Jackson pada ketenaran bahkan ke perfilman kancah internasional. Orangtua yang memiliki anak gadis menginginkan Jackson menjadi menantu, termasuk mami Alice .
Asisten Jackson menghampirinya sembari membawa sepatu baru. Dari kejauhan, Lunar memperhatikan Jackson. Gadis itu bersembunyi dan menangis karena merasa bersalah.
"Kakiku tidak terluka, Tom. Lagipula sepatuku cuma sedikit kotor, orang bertemu denganku tidak akan tertuju pada sepatu. Apakah sepatu yang diinjak lebih utama dari wajah tampanku?" canda Jackson membuat Alice tersipu.
Mendengar itu, Lunar tersenyum tipis. Selanjutnya dia tersadar untuk tidak memperhatikan Jackson lalu bergabung bersama maid lain.
Namun, lagi-lagi Lunar mencuri pandang ke arah Jackson. Rahang tegas, hidung mancung dan bermata sipit begitu teliti Lunar melihatnya.
Rambut haircut terlihat serasi dengan auranya yang badas. Dada bidang Jackson dan tubuhnya tinggi menjulang, membuatnya menyabet deretan penghargaan sebagai model majalah sampul pria saat remaja. Tak hanya Alice, gadis-gadis di pesta pun berusaha menarik perhatian Jackson.
"Tuan Jackson memang murah hati, tapi salah tetaplah salah dan si maid tak berguna itu harus bertanggung jawab. Benarkan putriku sayang?" ucap mami Alice.
Wanita sosialita itu menepuk tangan dua kali, lalu datanglah dua maid membawa Lunar ke hadapannya. Lunar memekik ketika mami Alice meremas lengannya untuk berlutut pada Jackson.
"Tradisi di keluarga kami bagi yang bersalah harus dihukum agar jera. Berikan dia hukuman!" mami Alice menunjuk Lunar.
Lunar pasrah karena memang dirinya bersalah. Lalu wanita itu menatap sekilas putrinya. Sang model paham, lantas dia merubah ekspresi wajahnya menjadi iba pada Lunar.
"Sudahlah, mami. Gadis ini tidak sengaja menumpahkan minuman di sepatu tuan Jackson. Semua orang pernah berbuat salah mami, tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini. Benarkan, tuan Jackson?" Alice membungkuk lalu menarik Lunar untuk berdiri.
Sang model pura-pura tersenyum lembut. Lunar merasa Alice gadis manipulatif. Untuk pertama kalinya Lunar mengutuk seseorang dalam hatinya setelah Aaron.
"Nona Alice benar. Ini masalah kecil kenapa dibesar-besarkan," tukas Jackson berusaha mengembalikan suasana.
Alice melirik maminya lalu tersenyum misterius. Wanita itu membatin, tak sia-sia dia berkata merendahkan Lunar karena ini yang dia inginkan. Alice membela Lunar untuk citra dirinya.
"Kalau begitu bisakah kita mulai berpesta?!" Alice tersenyum penuh arti pada Jackson.
Semua tamu undangan bersorak setuju. Dua maid menarik Lunar agar tidak terlihat di acara inti. Menyanyikan lagu ulang tahun, meniup lilin lalu memotong kue.
Lunar mengusap air mata. Batinnya memanggil nama Aling. Ketika di Silvanwood, Lunar selalu diperlakukan baik. Dia sedih bertemu orang jahat pada dirinya.
Di ulang tahun Alice, sebuah kehormatan grup musik besutan AHP menjadi pertunjukan spektakuler apalagi dihadiri langsung oleh Jackson Adiwangsa.
Di hari itu, acara ulang tahun Alice menjadi top score one. Laman media sosial pun dipenuhi berita Alice. Banyak yang iri pada gadis itu, apalagi Jackson ikut memeriahkan. Setelah meniup lilin, pria itu terkejut karena Alice memberikan potongan kue pertama.
Jackson merasa canggung. Dia merasa Alice berlebihan. Dia tak langsung menerima suapan Alice, jika Aaron tidak menatapnya tajam. Oke, Jackson akan lakukan demi persahabatannya dengan Aaron.
Gemuruh tepuk tangan dan bisik-bisik bahwa Jackson dan Alice pasangan yang serasi. Sang model tidaklah tuli, demi Jackson dia sampai menyewa buzzer untuk membuat gosip dirinya bersama Jackson.
Di tengah acara, Jackson meringis. Pandangannya berkunang-kunang dan telinganya mendadak tuli. Tubuh Jackson oleng, hampir saja tumbang jika Tom tidak sigap menangkapnya. Kepala Jackson berdenyut hebat.
"Tuan," Tom menahan beban tubuh Jackson.
Seketika pesta menjadi hening. Musik pun berhenti sementara Alice ikut menyentuh Jackson lalu datang tiga orang bodyguard.
Lunar meneguk ludah, ketika menyadari bekas luka di kepala Jackson. Lunar sanggup melihat objek dari jarak jauh, itulah kelebihannya.
Namun, Jackson menolak untuk pergi dari acara. Pria itu mengatakan baik-baik saja lantas meminta Alice untuk melanjutkan pestanya.
"Anda sedang tidak sehat. Istirahat saja tuan," Alice menarik Jackson untuk duduk.
Aaron mendekat. Pria itu mencoba memeriksa Jackson. Aaron seorang dokter sekaligus menjadi dokter pribadi Jackson selama ini.
Lunar tak percaya bahwa profesi Aaron begitu mulia. Gadis itu menggigit bibir menyaksikan Aaron menyuntik Jackson.
Entah obat apa, reaksi tubuh Jackson kejang sesaat sampai mendengkur. Aaron hanya mengatakan bahwa Jackson terlalu bekerja keras di siang dan malam.
Sudah saatnya Jackson istirahat dan menikmati hasilnya selama ini, toh Jackson sudah menjadi rich man yang terkenal.
"Apa kau tidak tertarik dengan seorang gadis? Percuma saja jika asetmu tidak digunakan semestinya." Aaron meledek pada saat itu.
Jackson tertawa getir. Tentu saja dia menyukai gadis tapi untuk jatuh cinta tak semudah itu. Jackson tak seperti Aaron yang play boy, mudah mengatakan cinta untuk berkencan.
Jackson hanya mengatakan jika suatu saat nanti dia akan jatuh cinta. Sebuah perasaan yang hadir bukan sebatas berahi seperti Aaron.
"Tuan," Tom kuatir.
Pria gundul itu mengguncang bahu tuannya. Jackson masih meringis kesakitan, tak biasa suntikan Aaron tidak ada efeknya.
Tak hanya keluarga Erina, semua maid pun tidak menyukai Lunar tanpa alasan. Di rumah ini, hanya dokter Aaron yang menyukainya.
Pesta pun masih belum berakhir padahal malam sudah larut. MC mengatakan pesta berakhir setelah pemotongan kue apalagi Jackson tiba-tiba sakit, acara pun berjalan tak sesuai rancangan. Padahal rencana Alice ingin berdansa dengan Jackson.
Kamera pun dimatikan. Selain tamu VIP tak bisa masuk, seketika ruangan pesta dijaga ketat di luar. Pesta yang sebenarnya baru dimulai. Banyak yang sudah sempoyongan karena minuman keras dan memaksakan tetap menari mengikuti alunan musik. Alice berubah liar.