NovelToon NovelToon
Janda Seksi Idaman Sang CEO

Janda Seksi Idaman Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Anak Genius / Janda / Cinta pada Pandangan Pertama / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:32.6k
Nilai: 5
Nama Author: eli_wi

Ciluk ba...

"Ha yo... Om mau mendekati Mamaku ya?" seru seorang gadis cilik dengan rambut keritingnya.

"Enggak. Siapa juga yang mau mendekati Mamamu yang janda itu?" tanya seorang laki-laki yang tak lain adalah atasan dari Ibu gadis cilik itu, Luis Marshal Gena.

"Om suka lilik-lilik Mama. Ndak boleh ya, Om. Nanti matanya bintitan," ucap gadis cilik itu lagi.

Seorang janda atau single mom bekerja sebagai sekretaris di sebuah perusahaan. Kata orang-orang, dirinya disebut sebagai janda seksi. Padahal menurut sang empu, dia biasa saja.

Luis yang merupakan atasannya, begitu kagum dengan sosok sekretarisnya yang mandiri dan tegas. Bahkan berulangkali terpergok melihatnya. Namun perjalanan Luis mendekati sekretarisnya sangat terjal karena anaknya yang tampak tak suka dengannya.

Mampukah Luis meraih hati si janda seksi dan anaknya itu? Lalu bagaimana dengan mantan suami dari sekretarisnya yang tiba-tiba datang dan menjadi penghalang mereka untuk bersatu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eli_wi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Masalah Perempuan

"Emma, siapa Om bos yang dimaksud sama Aiko? Kamu lagi dekat sama Om-Om? Atau dekat dengan bos perusahaan? Ayo cerita dong, aku penasaran." tanya Celine dengan pertanyaan beruntun.

Setelah makan malam, Aiko memilih tidur karena kecapekan diajak pergi ke sawah oleh Celine. Sedangkan Celine memilih menginap di rumah Emma. Sekarang ia sedang menemani Emma makan malam. Pasalnya saat ia dan Aiko makan malam, justru Emma tengah membersihkan diri. Emma yang mendengar pertanyaan Celine hanya bisa menghela nafasnya kasar.

"Atasanku," jawab Emma dengan singkat.

"Atasanmu? Yang katanya perjaka tua dan kaum pelangi itu? Woah..." seru Celine dengan tatapan tak percayanya.

Bugh...

"Kalau ngomong disaring dulu dong, Celine. Awas saja sampai kamu ngomong begini terus ada Aiko dan atasanku mendengar. Aiko bisa menirukan ucapan kamu dan atasanku bakalan tersinggung," seru Emma menegur Celine sambil meninju pelan lengan tangannya.

"Ya maaf, habisnya aku kan kalau ngomong emang suka ceplas-ceplos. Reflek aja gitu,"

"Terus beneran kamu mau menikah dengan Om bos itu? Jadi Ibu bos dong nanti," tanya Celine yang ikut-ikutan memanggil Luis dengan panggilan Om bos seperti Aiko.

"Ya nggak lah, Celine. Sadar diri aja sih aku. Udah janda, terus status sosialnya juga beda jauh banget. Kaya bumi sama langit," ucap Emma sambil menggelengkan kepalanya.

"Janda tapi body masih kaya single gini kok. Masih pantas. Lagian status sosial tuh apa? Yang penting otak dan etika nomor satu. Penting lagi nih, tidak merebut dari siapa-siapa. Dia single, kamu juga." ucap Celine mengucapkan kalimat penyemangat pada Emma.

Prett...

Emma hanya tertawa, seakan meremehkan ucapan Celine. Baru juga ada rumor dia dekat dengan Luis saja, Ibu dari atasannya itu langsung melabraknya. Entah apa yang akan dilakukan orang-orang dengan status sosial tinggi itu jika rumor tersebut benar terjadi. Emma tak bisa membayangkannya jika harus hidup bergelimang harta tapi tidak tenang. Berkonflik dengan mertua karena status sosial yang berbeda.

"Jangan bermimpi seperti cinderella yang dapat pangeran tampan dan kaya. Cukup hidup begini saja, yang penting tenang dan aman." ucap Emma sambil terkekeh pelan.

"Kamu berhak bahagia, Emma." ucap Celine dengan tulus.

"Jangan memikirkan kebahagiaan oranglain, termasuk sahabatmu ini. Pikirkan juga kebahagiaanmu sendiri yang sampai saat ini belum menemukan pujaan hati," ucap Emma dengan sindirannya.

"Aku sudah bahagia seperti ini. Menikah atau tidak, aku tak masalah. Banyak orang yang sayang dan mau menemaniku," ucap Celine yang seakan tak sesuai dengan ucapannya tadi.

"Nah... Itu tahu. Aku pun begitu, mau menikah lagi atau tidak ya itu urusan nanti. Aku juga sudah bahagia begini, hidup tenang dengan Aiko." ucap Emma membuat Celine malu sendiri.

Padahal ia tadi sudah meminta Emma agar bahagia dengan menikah kembali. Namun malah dia sendiri yang mematahkan ucapannya, bahwa kebahagiaan tak hanya dari pernikahan. Celine merangkul bahu Emma, sahabat yang selama ini selalu kuat dan dewasa dalam menghadapi setiap masalah.

Bahagia terus kita,

Jangan sampai sedih atau sengsara hanya karena cinta,

Dih... Udah jadi pakar cinta sejati nih,

Hahaha...

Mau buka jasa konsultan cinta. Padahal percintaannya sendiri ambyarrrrr...

Hahaha...

Keduanya tertawa bersama, seakan tadi tak pernah membicarakan tentang masalah pernikahan. Emma memang belum memikirkan tentang pernikahan lagi. Yang ada di pikirannya saat ini, Aiko hidup tanpa kekurangan.

***

Jedug... Jedug...

Cheers...

"Tumben mau menyusul kita ke sini," sindir Erlan saat melihat Luis masuk dan mendekati ketiga sahabatnya.

Saat ini Luis tengah bergabung bersama ketiga sahabatnya di sebuah club malam. Padahal biasanya, Luis paling anti dengan tempat hiburan malam seperti ini. Setiap kali diajak, pasti Luis tidak akan mau. Pasalnya Luis tahu jika di sana, ia malas direpotkan oleh teman-temannya yang mabuk.

"Mukanya juga kusut amat. Kaya baju yang nggak disetrika," ucap Hendrick saat melihat wajah Luis.

"Lagi galau merana karena cewek kah? Atau gagal dapat tender?" tanya Roland menebak penyebab Luis mau masuk ke dalam club lagi.

"Perempuan itu susah dimengerti dan tidak peka," ucap Luis tiba-tiba sambil menghela nafasnya kasar.

Woah...

Prok... Prok...

"Seorang Luis, tiba-tiba saja curhat masalah cewek yang nggak peka dan susah dimengerti? Ini perlu kita buat syukuran," ucap Roland sambil menepuk tangannya berulangkali.

"Cewek mana yang bikin seorang Luis seperti ini? Kita harus patut apresiasi pada perempuan itu," tanya Erlan dengan tatapan penasarannya.

Luis mendengus sebal saat melihat respons dari ketiga sahabatnya. Bukannya menjawab pertanyaannya, justru mereka malah balik bertanya. Padahal ia hanya ingin jawaban alasan mengapa perempuan tidak peka dan sulit dimengerti.

"Jangan banyak tanya. Jawab saja," ucap Luis dengan ketus.

"Minum dulu nih, biar rileks." ucap Erlan yang memberikan satu gelas kecil ke hadapan Luis.

"Aku udah nggak minum begituan," ucap Luis menolak minuman yang diberikan oleh Erlan.

"Sakit nih orang satu," Erlan sampai menyindir Luis yang sok tidak mau minum minuman beralkohol lagi. Padahal Luis adalah suhu. Bahkan minum sampai satu botol pun, Luis tidak akan mabuk.

"Biar nanti anakku tidak ikut-ikutan minum begini. Kalau lihat Papanya begini, khawatir dia akan meniru." ucap Luis tiba-tiba membuat ketiga sahabatnya saling pandang.

Ketiganya seakan tengah berdiskusi panjang lewat tatapan mata. Mereka bingung dengan perubahan Luis yang tiba-tiba membahas perempuan dan anak. Padahal biasanya setiap bertemu, pembicaraan mereka tidak jauh-jauh dari pekerjaan. Walaupun beberapa kali diselingi candaan.

"Kamu stress karena disuruh menikah sama orangtua dan Kakekmu?" tanya Erlan mencoba menebak perubahan Luis saat ini.

"Enggak. Buat apa stress karena ditekan untuk menikah? Justru mereka yang stress karena nggak bisa mengatur hidupku," ucap Luis sambil terkekeh pelan.

"Terus kamu kenapa sih? Aneh banget," tanya Hendrick yang kesal karena Luis bermain teka-teki dengan mereka.

"Emma dan Aiko, sangat lucu." ceplos Luis membuat ketiga sahabatnya langsung memelototkan matanya.

Emma? Sekretarismu itu?

Aiko? Siapa dia? Kamu suka dua perempuan?

Aiko itu anaknya Emma,

Apa?

Hendrick dan Roland yang belum mengetahui tentang Aiko, tentu saja terkejut. Sedangkan Erlan langsung berpikir bahwa yang membuat Luis seperti ini adalah Emma. Erlan melihat kedua sahabatnya yang tampak shock.

"Luis suka sama sekretarisnya sendiri?" bisik Roland bertanya pada Erlan.

"Nggak tahu," Erlan menggelengkan kepalanya, pertanda tidak tahu.

"Tapi dia sudah dekat dengan anaknya Emma," lanjutnya.

Walaupun Emma janda, nggak kelihatan kok. Masih seperti perempuan single. Yang paling penting, dia baik dan tegas.

Be...

Itu mantan suaminya Emma,

Ha? Mana?

1
Keysha Aurelie
hahaha rasakan itu Kek 🤣 jangan bercanda sama Aiko yang berlebihan nanti malah jadi kenyataan🤣
ini buktinya🤣🤣
Mifta Afandi
lanjut kak selalu d nanti
Keysha Aurelie
si kecil yang cerewet dan menggemaskan ini sangat paham tentang cinta dan kasih sayang karena pernah ditolak sama anak kelas sebelah🤣🤣 anak cowok yang sering digodain Aico🤣🤣🤣 hahaha
dengan itu om bos ,kalau gak tertarik mending buat kakek Regan aja😂
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
skakmat si luis
suryanti1989
💖💖💖
neny
cerita nya bagus,,semangat terus kak othor 💪
Penulis Eli: terimakasih kak 🙏😊
total 1 replies
Keysha Aurelie
semakin seru aja ini calon keuarga yang berbahagia🤭
Emma lihat tuh kak Luis dan Aiko sangat kompak bukan ,sangat pantas dan cocok jadi suami mu 😂
Luis kapan ngajakin nikah 🤣
serius aku nanya😂
Mifta Afandi
lanjut kakakkk
ririen handayani
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ bulet bgt dong
Keysha Aurelie
hahaha dapat bonus lho kalian dari calon papa nya Aiko😂
Dewiendahsetiowati
Kim Jodohin sama Celine biar ketularan gesreknya
Keysha Aurelie
hahaha Aiko lucu sekali mau menjodohkan Kim sama Celine 😂
nanti tambah gak tumbuh tumbuh rambut nya Kim kalau sama Celine hahaha
tapi bener juga siapa tau cocok😂
Dewi kunti
siapa tuch
Mifta Afandi
lanjut kak AQ menunggu
Keysha Aurelie
kebohongan mama Lea , terdapat kebohongan ternyata ,terjawab juga
Cie Luis berharap jadi pasangan suami istri 🤭
Sani Srimulyani
lucu banget nih aiko, kayanya kalo dah besar bakalan cerdas kaya mamanya
Keysha Aurelie
Penasaran akan ada adegan dan kejadian apa selama dua hari kedepan , ku harap semakin maju pendekatan Luis untuk mendapatkan hatinya Emma🤭🤣
Keysha Aurelie
sengaja banget Luis ini pengen dekat dekat sama Emma ,sadar gak tuh gandeng tangan orang😂
ririen handayani
👍👍👍👍👍👍🤭🤭🤭🤭🤭
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!