NovelToon NovelToon
Melihatmu Dalam Kabut

Melihatmu Dalam Kabut

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Romantis
Popularitas:337
Nilai: 5
Nama Author: Fadhil Asyraf

tentang dia yang samar keberadaannya tapi pasti tentang rasa cintanya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fadhil Asyraf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30: Simfoni Tanpa Akhir

Dua belas tahun telah berlalu sejak Arthur pertama kali memutar kaset pita milik ibunya. Toko instrumen di Cornwall kini telah menjadi bagian dari sejarah kota, tempat yang dikenal bukan karena teknologinya, melainkan karena jiwanya. Lyra kini telah tumbuh menjadi remaja dengan rambut yang sering ia ikat asal-asalan, selalu membawa buku sketsa nada di tasnya.

Suatu sore yang jingga, saat Arthur sedang merapikan rak biola, seorang anak laki-laki seusia Lyra masuk ke toko. Ia membawa sebuah tas instrumen yang bentuknya tidak lazim—terlalu besar untuk biola, namun terlalu ramping untuk selo. Anak itu memiliki tatapan mata yang tenang, jenis ketenangan yang hanya dimiliki oleh mereka yang terbiasa mendengarkan kesunyian.

"Saya dengar di sini adalah tempat di mana suara-suara lama disembuhkan," ucap anak laki-laki itu pelan. Ia mengeluarkan sebuah instrumen buatan tangan yang terbuat dari perpaduan kayu tua dan serat karbon modern.

Instrumen Masa Depan

Lyra, yang sedang duduk di sudut toko, bangkit berdiri. Ia mendekati instrumen itu dan menyentuh permukaannya dengan ujung jarinya. Ia tidak hanya melihat bentuknya, ia sedang merasakan getaran pasif dari benda tersebut.

"Ini bukan instrumen biasa," gumam Lyra. "Ini dirancang untuk menangkap resonansi udara, bukan?"

Anak laki-laki itu tersenyum. "Namaku Elias. Kakekku dulu bekerja dengan seorang pria bernama Thomas. Dia bilang, jika suatu saat aku menciptakan sesuatu yang tidak bisa kupahami suaranya, aku harus membawanya ke sini, kepada keturunan Sang Arsitek."

Arthur, yang berdiri di balik meja, merasakan lingkaran takdir sedang menutup sempurna. Elias adalah cucu dari Mia—gadis kecil yang dulu ia tolong dengan alat bantu dengar filter. Warisan penyembuhan itu telah kembali dalam bentuk kreasi baru.

Penyerahan Tongkat Estafet

Elias mulai memainkan instrumennya. Suara yang keluar bukanlah nada yang bisa ditemukan dalam skala musik konvensional. Itu adalah suara yang menyerupai desau hutan, retakan es, dan bisikan angin. Itu adalah "suara kehidupan" yang dulu pernah dibicarakan ibu Arthur dalam kaset pitanya.

Arthur menatap Lyra. Ia melihat putrinya tidak lagi merasa terganggu atau takut. Lyra justru mengambil biolanya, menyesuaikan nadanya dengan suara aneh dari instrumen Elias, dan mulai menciptakan harmoni yang spontan.

Di sanalah, di tengah toko kayu tua itu, masa lalu dan masa depan bertemu. Arthur menyadari bahwa tugasnya telah selesai. Ia telah menjaga api itu agar tidak membakar dunia, dan kini ia memberikannya kepada generasi yang lebih bijaksana—generasi yang tidak ingin menguasai suara, melainkan ingin menari bersamanya.

Keheningan yang Indah

Malam itu, setelah Elias pergi dan Lyra masih sibuk mencatat melodi baru di kamarnya, Arthur dan Elara duduk di dermaga depan rumah mereka.

"Kau melihatnya tadi, kan?" tanya Elara, menyandarkan kepalanya di bahu Arthur yang mulai rapuh.

"Ya," jawab Arthur. "Dunia akan tetap berisik, El. Tapi selama ada orang-orang seperti Lyra dan Elias, kebisingan itu akan selalu menjadi musik. Marcus salah, dan aku juga sempat salah. Kita tidak perlu membangun arsitektur untuk suara. Kita hanya perlu menyediakan ruang di hati kita agar suara itu bisa singgah."

Arthur mengambil ponsel lamanya—benda yang selama puluhan tahun ia simpan dalam keadaan mati. Ia berjalan ke ujung dermaga dan menjatuhkannya ke dalam air laut yang gelap. Tidak ada lagi pesan rahasia, tidak ada lagi frekuensi hantu.

Gema Terakhir

Di bawah sinar bulan, Arthur dan Elara berjalan pulang menuju rumah yang penuh dengan cahaya. Di dalam, suara tawa Lyra terdengar menyatu dengan bunyi piring yang beradu dan deru ombak di kejauhan.

Kisah "About You" berakhir di sini. Bukan dengan sebuah lagu yang mengguncang dunia, melainkan dengan keheningan yang nyaman antara dua orang yang saling mencintai. Karena pada akhirnya, frekuensi yang paling kuat bukanlah yang bisa didengar oleh telinga, melainkan yang bisa dirasakan oleh jiwa yang telah menemukan rumahnya.

Dunia tetap berputar, tetap kacau, dan tetap indah. Dan di suatu tempat di Cornwall, sebuah toko instrumen tua masih berdiri, menjaga rahasia paling sederhana di alam semesta: bahwa suara terbaik adalah suara yang kita bagikan dengan orang lain.

1
Fadhil Asyraf
makasih kak
PanggilsajaKanjengRatu
Keren banget🔥
Aku suka gaya tulisan seperti ini. Cara kamu ngedeskripsiin tiap bait suasana, benda dan waktu, bikin aku bener-bener masuk ke dalam diri El. Sukses selalu thor, semangat ⭐
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!