NovelToon NovelToon
Rebel Hearts

Rebel Hearts

Status: tamat
Genre:Berbaikan / Dikelilingi wanita cantik / Playboy / Anak Genius / Percintaan Konglomerat / Obsesi / Tamat
Popularitas:47.2k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

"Kau tahu apa masalahmu, Salena? Kau terlalu sibuk menjadi sempurna sampai lupa caranya menjadi manusia." — Zane Vance.
"Dan kau tahu apa masalahmu, Vance? Kau pikir dunia ini panggung sirkusmu hanya karena teman-teman bodohku memanggilmu Dewa. Dasar alay." — Salena Ashford

Zane Vance (21) pindah ke Islandia bukan untuk mencari musuh. Tapi saat di hari pertama dia sudah mendebat Salena Ashford—si putri konglomerat kampus yang kaku dan perfeksionis—perang dunia ketiga resmi dimulai.

Semua orang memuja Zane. Mereka memanggilnya "Dewa dari New York" karena pesonanya yang bad boy, dingin, dan Urakan Ganteng (ini kata teman Selena), kecuali Salena.
Namun, semakin keras Salena berusaha menendang Zane dari tahtanya, semakin ia terseret masuk ke dalam rahasia hidup cowok itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dua Garis Merah

Keheningan di kamar itu terasa begitu berat, seolah dinding-dinding Mansion Ashford sedang ikut menguping rahasia yang baru saja terucap. Zane masih mematung di pinggir ranjang, sementara Salena meringkuk, memeluk lututnya dengan tubuh yang gemetar.

​"Aku akan mencarinya. Sekarang juga," gumam Zane dengan suara yang dalam, seolah ia sedang mengumpulkan sisa-sisa keberaniannya.

​"Zane, jangan gila! Ini jam dua pagi!" bisik Salena dengan nada panik. "Jika penjaga gerbang melihatmu keluar masuk dalam keadaan seperti ini, mereka akan curiga."

​Zane tidak peduli. Ia segera mengenakan kembali kemejanya dengan gerakan cepat yang berantakan. "Aku lebih baik dicurigai sebagai pencuri daripada membiarkanmu ketakutan sendirian tanpa kepastian, Salena. Aku harus tahu."

​Zane menyelinap keluar melalui balkon seperti bayangan, melompat ke dahan pohon ek tua yang sering menjadi jalurnya, dan menghilang di kegelapan malam. Satu jam terasa seperti satu abad bagi Salena. Ia duduk di lantai kamar mandi yang dingin, menatap ubin marmer dengan pikiran yang berkecamuk. Ia membayangkan wajah ayahnya, sang penguasa bisnis yang tak kenal ampun, jika tahu bahwa putri kebanggaannya telah dirusak oleh pria yang ia peringatkan.

​Terdengar suara ketukan pelan di jendela. Salena bergegas membukanya. Zane masuk dengan napas tersengal, wajahnya kemerahan karena dinginnya angin malam, dan di tangannya ada sebuah kantong plastik kecil yang ia remas kuat-hal-hal yang tidak pernah ia bayangkan akan ia beli dalam hidupnya yang liar di New York.

​"Ini," kata Zane, menyerahkan sebuah kotak kecil dengan tangan yang masih gemetar. "Cepat, Sal. Aku akan menunggu di sini."

​Salena masuk ke kamar mandi. Keheningan kembali meraja. Zane berdiri di tengah kamar, telinganya tajam menangkap setiap suara gesekan kecil dari dalam sana.

Di kepalanya, bayangan malam-malam panas mereka kembali berputar, setiap desahan, setiap sentuhan, dan setiap sumpah cinta yang mereka bisikkan di bawah selimut.

​Apa yang telah kulakukan? batinnya. Ia mencintai Salena, ia sangat mencintainya, tapi ia tidak pernah menyangka akan menjadi pengecut yang menyembunyikan nyawa di balik punggung mertuanya.

​Tiba-tiba, pintu kamar mandi terbuka perlahan. Salena muncul dengan wajah yang benar-benar pucat, lebih putih dari salju yang turun di luar. Di tangannya, ia memegang benda plastik kecil itu. Ia tidak berkata apa-apa, hanya menyodorkannya pada Zane.

​Dua garis merah. Tegas. Nyata. Menantang.

​Zane merasakan lututnya melemas. Ia terduduk di lantai, menatap benda itu seolah itu adalah surat eksekusi mati sekaligus mukjizat yang paling indah.

​"Zane..." suara Salena pecah. Ia jatuh bersimpuh di depan Zane, menangis tanpa suara. "Papa... Papa akan membunuhmu. Dia akan menghancurkan karirmu, deportasimu, segalanya. Bagaimana ini?"

​Zane segera menarik Salena ke dalam dekapannya, menciumi puncak kepalanya dengan penuh perasaan. "Hush... tenanglah, Sayang. Tenang."

​Zane menjauhkan sedikit wajahnya, menangkup pipi Salena yang basah oleh air mata. Matanya yang biru kini tidak lagi memancarkan ketakutan, melainkan sebuah tekad yang mengerikan.

​"Dia tidak akan menyentuhku. Dan dia tidak akan menyentuhmu," kata Zane dengan nada yang sangat rendah namun kuat. "Jika dia tidak memberiku izin untuk menikahimu lewat pintu depan, maka aku akan membawamu lari lewat pintu belakang. Tapi satu hal yang pasti, Salena... bayi ini, dia adalah bukti bahwa aku adalah milikmu seutuhnya. Tidak ada lagi New York, tidak ada lagi masa lalu. Hanya kita."

​Zane mencium perut Salena yang masih rata dengan sangat khidmat, seolah ia sedang memberikan penghormatan pada nyawa baru yang berani hadir di tengah badai.

​"Besok pagi," gumam Zane sambil menatap mata Salena. "Kita akan menghadapi ayahmu. Aku tidak akan membiarkanmu menanggung ini sendirian sebagai masuk angin lagi. Aku akan mengaku, meski aku harus berlutut di bawah kakinya sampai dia menghancurkan wajahku."

​Salena terisak, memeluk leher Zane erat. "Dia akan sangat marah, Zane. Sangat marah."

​"Biarkan dia marah," sahut Zane dengan seringai tipis yang kembali muncul.

"Setidaknya dia akan tahu bahwa putrinya tidak bosan padaku, dan aku... aku sudah mengikatmu dengan cara yang paling permanen di dunia ini."

🌷🌷🌷🌷

Happy Reading Dear 🥰😍

1
Mommy Inci
keren
Ros 🍂: Ma'aciww kak🥰
total 1 replies
ren_iren
bagussss
Ros 🍂: Ma'aciww kak🫶🥰
total 1 replies
ren_iren
ahhh so sweet banget babang Xander mah....
Ros 🍂: huhu🫶🥰
total 1 replies
ren_iren
mantabb... suka sm karakter laki yg gk menye2....
ren_iren
innalillahi, turut berbela sungkawa ya Zane...
Ros 🍂: huhuhu🥲
total 1 replies
ren_iren
dah punya anak gadis kembar, selamat sal and Zane.. 🤗
ren_iren
alhamdulillah, luluh juga pak radennya.. 🤗
Ros 🍂: hihi🤭🥰
total 1 replies
ren_iren
keren memang cerita mu kak 🤗🤗🤗
Ros 🍂: ma'aciww kak 🫶🥰
total 1 replies
ren_iren
wow wow, huru hara melanda.... 😂
Ros 🍂: ma'aciww sudah selalu meninggalkan jejak kak 🫶🥰
total 1 replies
ren_iren
jgn bikin huru hara ya kak😁
Ros 🍂: wkkwk🤣
total 1 replies
ren_iren
polinginlope mereka, gasss gasss sah sah..... 🤭😁🤣
ren_iren
cieee salena digodain sm Zane.... 🤭😁
Ros 🍂: Author Salting kalo tiap baca ulang mereka 🤣
total 1 replies
ren_iren
gassss ajakin bikin huru hara Zane.... 🤣
ren_iren
🤣🤣
oooo kamu ketahuan....
salen cepat sembunyikan mukamu...
malu2 manja ya 😁😁
ren_iren
ini nich salen belum2 uda meledak2 cari minusnya... eh ternyata dia yg terjerat sendiri.. kan tertarik dirimu dgn pesona bad boy.... 🤣🤣
Ros 🍂: wkwkwk🤣
total 1 replies
ren_iren
tatonya sangat apa ini..... 🤭🤣
Ros 🍂: tatonya keren 🤣
total 1 replies
ren_iren
pokoknya gasss baca baca baca.....
penulis yg idenya gk abis2 🤗
sehat2 kak 🤗
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
happy ending... ga bertele² ga menye² tapi tetap pada alurnya.👍👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎: kembali kasih Thor.🫰🤗
total 2 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Akhirnya sadar juga Kate, baby boy hebat bisa bantu papihnya berjuang membangunkan mammy'nya yang tidur lama.👏👏👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
jadi mewek perjuangan Katiya yang mencari keadilan untuk Feo dan Letulusan dan keteguhan Cinta Xander untuk Katiya meskipun sudah di hancurkan karna di jadikan alat balas dendam.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!