NovelToon NovelToon
Perfect Lies

Perfect Lies

Status: tamat
Genre:Wanita Karir / Pengganti / Diam-Diam Cinta / Percintaan Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Cintapertama / Tamat
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: Daena

Perasaan Kaylee Lumiere didasari oleh kasih sayang yang begitu besar sehingga ia rela menomorduakan kebahagiaannya sendiri.
Ia lebih memilih mendengarkan cerita cinta Atlas Theodore dengan wanita lain daripada mengambil risiko menyatakan cinta dan kehilangan kehadiran Atlas selamanya. Baginya, "memiliki Atlas sebagai sahabat" jauh lebih baik daripada "kehilangan Atlas karena cinta yang ditolak."

Kaylee Sudah ahli Menekan rasa cemburu, sesak napas, dan teriakan di dalam hati yang ingin mengatakan, "Seharusnya aku yang ada di posisi itu."

Kaylee merasa seperti berdiri di balik kaca bening. Ia bisa melihat Atlas dengan sangat jelas, menyentuhnya, dan mengetahui setiap rahasia terkecilnya, namun ada penghalang tak kasat mata yang mencegahnya untuk melangkah lebih jauh. Ia adalah orang paling dekat, sekaligus orang paling jauh dari hati Atlas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Malam yang Menyesakkan

Kamar Atlas selalu memiliki aroma yang sama, campuran antara parfum kayu cendana dan tumpukan buku tua. Di atas ranjang king size itu, Kaylee Lumiere meringkuk, memeluk bantal sofa sambil menatap langit-langit kamar yang penuh dengan stiker bintang yang mulai memudar, sisa-sisa kegilaan mereka saat berusia sepuluh tahun.

Di sampingnya, Atlas Theodore berbaring dengan tangan di belakang kepala. Suaranya rendah, mengisi keheningan malam dengan narasi yang bagi Kaylee, terasa seperti sembilu yang diolesi madu.

"Dia tertawa, Kay. Dan saat itu juga, gue sadar kalau gue benar-benar suka sama Clarissa," bisik Atlas. Matanya menerawang, senyum tipis tersungging di bibirnya yang dulu pernah menceritakan hal yang sama tentang Sabina, cinta pertamanya di SMA.

Kaylee menoleh, memaksakan sebuah lengkungan di bibirnya. Senyum yang sudah ia latih di depan cermin selama ribuan jam. "Bagus, dong. Akhirnya si Tuan Dingin ini luluh juga sama anak Hukum."

"Lo pikir gue dingin?" Atlas tertawa, menyentil dahi Kaylee pelan. "Gue cuma nggak mau buang waktu sama orang yang nggak satu frekuensi. Tapi Clarissa... dia beda."

Beda, batin Kaylee. Kalimat itu selalu muncul setiap kali Atlas menemukan pelabuhan baru. Dan setiap kali itu juga, Kaylee harus membangun tembok miliknya lebih tinggi lagi.

Mereka adalah dua jiwa yang tidak terpisahkan. Tumbuh di lingkungan elit, sekolah internasional yang sama, hingga kini di usia 20 tahun, mereka masih menghirup udara kampus yang sama meski gedung mereka berseberangan. Atlas dengan dunianya di Teknik Arsitektur, dan Kaylee di Desain Komunikasi Visual.

Tidak ada rahasia di antara mereka. Begitu kata Atlas.

Ciuman pertama Atlas? Kaylee adalah orang pertama yang tahu betapa canggungnya Atlas saat melakukannya dengan Sabina di belakang lab kimia dulu.

Patah hati Atlas? Kaylee yang membelikan es krim dan menemaninya main game sampai pagi.

Kebiasaan tidur Atlas? Kaylee hafal di luar kepala bahwa pria itu selalu menendang selimut saat bermimpi buruk.

Namun, ada satu rahasia yang Atlas tidak tahu. Rahasia yang terkunci rapat sejak di sekolah internasional, saat Kaylee menyadari bahwa debar jantungnya bukan lagi karena persahabatan, melainkan cinta yang menyakitkan.

"Kay?" panggilan Atlas membuyarkan lamunannya.

"Hm?"

"Clarissa nanya soal lo hari ini. Dia nanya, apa kita nggak pernah... lo tahu, punya perasaan lebih? Dia bilang aneh ada cowok dan cewek sedekat ini tapi nggak ada apa-apa."

Jantung Kaylee berhenti berdetak sesaat. Ia membalikkan badan, memunggungi Atlas agar pria itu tidak melihat matanya yang mulai berkaca-kaca. "Terus lo jawab apa?"

"Gue ketawa, lah," Atlas menjawab enteng. "Gue bilang, Kaylee itu bagian dari diri gue. Kayak tangan atau kaki. Mana mungkin gue pacaran sama tangan gue sendiri? Lo itu saudara gue, Kay."

Saudara. Kata itu lebih tajam dari belati manapun.

"Ya, benar," suara Kaylee stabil, sebuah pencapaian luar biasa bagi seseorang yang hatinya baru saja hancur berkeping-keping. "Gue juga nggak level sama lo. Gue cari yang lebih ganteng dari lo nanti."

Atlas tertawa kecil, menarik selimut untuk mereka berdua. "Tidur, Kay. Besok lo ada kelas pagi, kan?"

"Iya. Good night, Atlas."

" Night, Kay."

Dalam kegelapan, Kaylee memejamkan mata rapat-rapat. Di dunia Atlas, mereka adalah sahabat sejati. Di dunia Kaylee, setiap napas adalah sebuah kebohongan yang sempurna.

Udara musim gugur di Helsinki mulai menusuk tulang, mencapai 2∘C sore itu. Kaylee merapatkan syal wolnya saat berjalan melintasi pelataran Aalto University. Arsitektur bangunan kampus yang minimalis seolah mengejek hidupnya yang penuh dengan dekorasi kebohongan.

Atlas sudah menunggunya di depan kafetaria, duduk di atas bangku kayu dengan segelas kopi hitam khas Finlandia yang mengepul. Pria itu tampak sangat serasi dengan latar belakang langit kelabu, jaket parka hitam, rambut yang sedikit berantakan tertiup angin Utara, dan tatapan tajam yang selalu melunak saat melihat Kaylee.

"Lama banget, Kay. Kelas desain lo bahas teori warna sampai ke akarnya?" goda Atlas sambil menyodorkan satu roti kayu manis hangat pada Kaylee.

"Dosen gue agak perfeksionis hari ini," jawab Kaylee pendek, berusaha menormalkan detak jantungnya.

Mereka berjalan kaki menuju stasiun metro. Di Finlandia, orang-orang menghargai privasi dan ketenangan, dan Kaylee telah mengadopsi budaya itu dengan sangat baik untuk menyembunyikan perasaannya.

"Nanti malam Clarissa mau ajak gue ke Linnanmaki," kata Atlas tiba-tiba. "Dia pengen lihat lampu-lampu taman bermain sebelum tutup musim dingin. Lo mau ikut?"

Kaylee tersenyum, tipe senyum yang tidak pernah mencapai matanya. "Lo gila? Itu kan kencan, Atlas. Ngapain gue jadi obat nyamuk di suhu sedingin ini?"

"Nggak apa-apa, Kay. Clarissa yang minta. Dia bilang dia pengen lebih akrab sama orang paling penting di hidup gue."

Orang paling penting. Kata-kata itu selalu terasa seperti pelukan sekaligus tamparan. Atlas mengatakannya dengan sangat tulus, tanpa beban, karena baginya Kaylee adalah rumah. Tapi bagi Kaylee, rumah itu memiliki pintu yang terkunci rapat untuknya.

Malamnya, salju pertama mulai turun tipis di Helsinki. Sesuai tradisi mereka sejak kecil di sekolah internasional, jika salah satu merasa gelisah, mereka akan berakhir di apartemen salah satu dari mereka. Malam ini, giliran Atlas yang mendatangi apartemen Kaylee yang bergaya Skandinavia minimalis.

Mereka duduk di dekat jendela besar yang menghadap ke jalanan berbatu. Atlas merebahkan kepalanya di paha Kaylee, kebiasaan sejak mereka berusia tujuh tahun yang tak pernah berubah meski otot bahu Atlas kini sudah jauh lebih lebar.

"Tadi seru banget, Kay," gumam Atlas, matanya terpejam saat jemari Kaylee secara otomatis menyisir rambutnya. "Gue sama Clarissa... kita ciuman di bawah bianglala. Rasanya beda sama Sabina dulu. Lebih... dewasa."

Kaylee menghentikan gerakannya sesaat, hanya satu detik, sebelum melanjutkannya lagi. Di luar, salju turun semakin lebat, menutupi aspal dengan warna putih yang dingin, sama seperti hatinya yang berusaha membekukan rasa sakit.

"Oh ya? Congratulations, Atlas. Lo akhirnya nemuin dewasa versi lo," bisik Kaylee.

Atlas membuka matanya, menatap Kaylee dari bawah. "Gue beruntung banget punya lo, Kay. Gue nggak tahu gimana jadinya kalau gue harus ngelewati semua ini tanpa cerita ke lo. Lo satu-satunya orang yang nggak akan pernah bohong sama gue."

Kaylee menelan ludah. Tenggorokannya terasa tercekat. "Ya. Gue nggak akan pernah bohong sama lo, Atlas."

Itu adalah kebohongan terbesar yang pernah ia ucapkan di tanah Finlandia.

🌷🌷🌷🌷

Happy Reading😍

1
falea sezi
uda end kahh
falea sezi
bagus np sepi like
falea sezi
baguss
falea sezi
berarti uda nganu belom kok Bianca gini
falea sezi
mending pergi jauh lah ngapain masih di situ
falea sezi
dih kucing di kasih ikan jelas di embat laki. kayak gini g ccok di jadiin suami
Desti31
Izin mampir Thor😍🙏
Ridwani
👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!