ini karyaku yang ke enam, mohon dukungan nya ya....
*************
Eltav Aarav Exellenza (baxter), seorang cowok berusia 17 tahun dan hidup seorang diri dengan ketiga maid nya meskipun ia masih memiliki keluarga. keluarga nya tidak peduli pada nya kecuali abang nya apalagi ia baru mengetahui bahwa diri nya hanyalah seorang anak angkat.
ia sangat tertutup dan enggan menceritakan kisah hidup nya pada orang lain termasuk sahabat satu satu nya. ya, hanya sahabat nya lah yang mau berteman dengan nya sedangkan yang lain hanya menganggap nya seperti sampah, namun semua itu tidak pernah di hiraukan oleh nya.
hingga suatu saat, ia menemukan dua anak kecil yang berbeda usia yang tertidur di bawa guyuran air hujan tepat di depan gerbang rumah nya.
siapakah dua anak kecil tersebut? apakah Eltav akan menolong dan merawat mereka atau akan membiarkan nya begitu saja? silahkan ikuti kisah nya dan jangan lupa berikan like, komentar, subcribe dan vote ya, terima kasih dukungan nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FZR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MK |BERTEMU ROY|
Setelah beberapa hari istirahat, Eltav pun kembali bersekolah seperti biasa, namun ia di larang bekerja dan di minta untuk bekerja di balik layar saja.
Selesai sarapan, Eltav, Zufa, kakak dan yang lain nya berpamitan pada para orang tua untuk berangkat ke sekolah.
"kamu yakin mau jalan kaki son?" tanya Darion.
"iya pa, El udah gak papa kok" jawab Eltav.
"gak papa pa, ada Zufa yang nemenin" ucap Zufa.
"ya sudah, kalian hati hati ya"
"iya"
Mereka pun berangkat ke sekolah, Davin menaiki motor sport nya sambil membonceng Divya begitu juga dengan Regan. Eltav melihat sahabat nya itu tidak seperti biasa nya yang diam saja, namun ia akan menanyakan nya nanti saat sampai di sekolah.
Sesampai nya di sekolah, mereka menunggu Eltav dan Zufa yang datang terakhir karna mereka berjalan kaki.
"kata kepala sekolah sekarang ada rapat jadi jamkos semua, tapi gak boleh pulang dulu sampe nanti waktu nya pulang" ucap Regan.
"kok lo baru bilang?" tanya Digo.
"gue juga baru di bilangin papi gue"
"ya sudah kalian ke kelas aja sana atau terserah, Zufa, kamu kalo mau ke kelas duluan aja ya, aku ada perlu sama Regan" ucap Eltav.
"aku ke perpus aja" ucap Zufa.
"oke hati hati ya"
"kalo gitu kita mau ke kantin aja" ucap Abigail.
"gue ikut Zufa aja" ucap Divya.
"hm"
Mereka pun berpencar pergi ke tujuan masing masing, sedangkan Eltav mengajak Regan pergi ke rooftop.
(lo selalu peka sama keadaan gue El) batin Regan.
Sesampai nya di rooftop, mereka pun duduk sambil menikmati pemandangan dari sana dan menikmati angin pagi yang berhembus pelan dengan cahaya matahari yang menghangatkan.
"papi nyuruh gue pulang" ucap Regan setelah beberapa menit terdiam.
Sedangkan Eltav tetap diam dan mendengarkan keluh kesah sahabat nya, selama ini masalah keluarga Regan hanya Eltav sendiri yang tau.
"ada grandpa sama grandma di mansion El, dan lo tau sendirikan El kalo hubungan gue sama mereka gak baik, mami papi juga gak bisa berbuat apa apa"
"gue di jodohin El, lo tau sama siapa? Sama Abel El, lo tau kan kelakuan si anabel itu gimana, masa iya gue sama dia, hiii amit amit dah"
"Abel? Yang suka cowok cewek itu?" tanya Eltav.
"iya, gue harus gimana nih?"
"gue bantu"
"gak usah, gue cuma butuh solusi aja, sisa nya biar gue urus sendiri"
"gak papa, papi juga undang gue buat makan malam bareng saat pertunangan lo minggu depan"
"gak gak gak, gue gak setuju, lo baru aja sembuh masa harus ngurus masalah lagi sih, masalah keluarga gue lagi, gak usah" tolak Regan mentah mentah karna ia tak ingin sahabat nya kembali sakit.
"gue gak papa Gan, lagian bukan gue yang nyari bukti nya"
"ya udah, tapi lo jangan maksain diri lo ya, awas aja lo"
"iya iya, terus sekarang lo mau gimana?"
"gak, gue pulang pas acara tunangan aja, tapi gue langsung gak terima dia"
"ya udah"
"thanks ya El"
"no problem Gan, we are best friends"
✴✴✴
Jam istirahat pun tiba, para murid pun banyak yang pergi ke kantin untuk mengisi perut mereka. Regan pun mengajak Eltav untuk ke kantin dan berkumpul bersama yang lain nya.
Saat di koridor, mereka bertemu dengan Roy Avie Jhonson bersama teman nya Davis Ellard. Eltav dan Regan hanya melirik mereka sekilas begitu juga sebalik nya, namun tiba tiba Roy dan teman nya menghadang mereka, tapi mereka hanya diam saja dan melihat apa yang akan di lakukan oleh nya.
"lo...Eltav ya" ucap Roy.
"mau apa lo? Kelompok lo udah hancur, jadi gak usah cari gara gara lagi sama kita" ujar Regan.
"gue udah gabung dengan crstyal blood"
(lah, itu bukan nya gangster nya Eltav ya) batin Regan.
"gue secara pribadi nantang lo balapan sama duel besok malam"
(entah apa yang terjadi sampe lo ngelupain gue sepenuh nya, tapi gue akan buat lo inget tentang gue meski sedikit) batin Eltav.
Eltav diam namun tersenyum tipis dan hanya Roy yang bisa melihat senyum itu walau sekilas sebelum Eltav kembali lagi ke wajah datar nya, setelah itu kembali melangkah tepat ke samping Roy dan tanpa di duga Eltav menepuk pundak nya sebanyak tiga kali membuat Roy kaget dan terdiam.
Belum selesai rasa kaget nya, ia kembali di kagetkan dengan ucapan yang di bisikan Eltav pada nya terutama nama panggilan nya.
"Rav terima tantangan nya Vie" bisik Eltav.
Roy merasakan sakit yang amat sangat di bagian kepala nya membuat nya mengerang kesakitan, Eltav yang mendengar erangan tersebut pun langsung reflek menggendong nya di punggung nya dan bergegas ke uks, tapi sebelum itu ia meminta Regan untuk pergi ke kantin duluan.
Sedangkan Davis yang tadi sempat terkejut dengan gerakan Eltav yang tiba tiba pun segera menyusul mereka ke uks.
"lord, bagaimana keadaan nya?" tanya Davis.
Yap, Davis merupakan anak buah Eltav tersembunyi serta sudah lama mengikuti Roy atas perintah Eltav dan Eltav sengaja meminta Davis untuk membawa dan menerima Roy untuk bergabung di crstyal blood dan meminta nya untuk jadi teman nya saat bersekolah. Semua itu tidak ada yang mengetahui nya termasuk Regan.
"temani dia, kalo dia bangun dan nyari saya atau ingin mengobrol dengan saya maka besok malam saat tantangan"
"baik lord"
✴✴✴
Pulang sekolah pun tiba, Eltav dan yang lain nya pun pulang dan seperti biasa Eltav dan Zufa berjalan kaki. Di parkiran, Eltav melirik sekilas Roy dan Davis yang kebetulan juga berada di parkiran.
Sedangkan Roy terus menatap Eltav yang berjalan dengan seorang gadis yang ia ketahui nama nya adalah Zufa. Ia ingin menghampiri nya dan menanyakan sebuah kebenaran tentang nya, namun ia ingat apa yang di sampaikan Davis pada nya saat di uks tadi.
"dia siapa? Kok dari tadi ngeliatin kamu?" tanya Zufa.
"belum saat nya kamu tau" jawab Eltav.
Sedangkan Regan, Davin, Divya dan Abigail cs terus memperhatikan gerak gerik Roy yang terus melihat Eltav.
"tuh bocah kenapa dah? Gitu amat ngeliatin Eltav" ujar Digo.
"ada sesuatu yang tidak kita ketahui tentang El dan dia" ucap Regan.
"apa?" tanya Griffon.
"lo tanya gue, gue tanya siapa?" tanya balik Regan.
"gue kira lo tau, kan lo yang paling deket sama Eltav"
"gak semua nya gue tau, Eltav punya geng aja gue baru tahu setahun yang lalu"
"ya sudah, ayo pulang nanti kita tanyakan saja sama Eltav" ucap Divya.
Mereka pun menaiki motor masing masing dan pulang ke kediaman masing masing kecuali Davin yang mengantar Divya ke rumah Eltav lebih dulu.
Sesampai nya di rumah, Eltav langsung pergi ke kamar nya untuk bebersih dan berganti pakaian kemudian ia pergi ke ruang kerja untuk mengerjakan pekerjaan nya.
✴✴✴
Di depan gerbang rumah Eltav, berdirilah dua cowok yang baru saja turun dari taxi lalu salah satu dari mereka bertanya pada salah satu satpam yang berjaga.
"permisi pak"
"iya tuan, nyari siapa ya?"
"mau tanya pak, apa benar ini rumah Eltav Aarav Baxter?"
"benar tuan, ada perlu apa ya?"
"apa tuan Darion ada di sini pak? Bila ada, tolong beritahu dia kalo keponakan nya datang"
"baik tuan, mari masuk dulu tuan"
"terima kasih pak, woy Ryu, ayo"
"eh iya"
"maaf tuan tuan, kalian silahkan menunggu di sini sebentar"
Pak satpam itu pun masuk ke rumah dan menemui Darion yang kebetulan berada di ruang keluarga bersama kedua cucu nya dan ke empat putra angkat nya.
"permisi tuan, maaf mengganggu"
"ada apa pak?" tanya Joy.
"di luar ada dua cowok den, kata nya salah satu dari mereka merupakan keponakan tuan Darion" jawab nya.
"siapa nama nya pak?" tanya Darion.
"aduh tuan maaf, saya lupa menanyakan nama mereka"
"oh, persilahkan mereka masuk, dia keponakan saya bersama teman nya, ini keponakan saya baru ngasih kabar ke saya"
"baik tuan, kalo begitu saya permisi"
"hm"
Pak satpam tersebut pun kembali ke pos lalu meminta kedua cowok tadi untuk mengikuti nya ke rumah.
"papa!!!! Putramu yang tampan ini datang bersama macan pa!!!!" teriak nya menghebohkan.
Semua yang berada di ruang keluarga pun terkejut mendengar teriakan tersebut termasuk Lyora dan Divya yang sedang memasak di dapur untuk makan malam, sedangkan Eltav tidak mendengar karna ruangan nya kedap suara.
"Zahen!!! Jangan teriak teriak, nanti roboh rumah adekmu ini gimana hah!!!" omel Lyora yang langsung pergi ke ruang tamu dan menjewer telinga Zahen.
"aaaa ampun mom, janji gak teriak lagi deh" mohon Zahen.
"huh, liat tuh temen kamu sampe kaget begitu" dengus Lyora.
"maafin nih singa ya Ryu, dia emang kayak gini kalo sama keluarga nya" ucap Divya.
"heh kucing garong, enak aja panggil gue singa" sewot Zahen.
"sudah sudah, sana kalian istirahat dulu di kamar tamu nanti kalo makan malam mommy panggil" ucap Lyora.
"siap mommy"
"oh ya mom, mereka siapa?" tanya Ryu.
"mereka anak anak nya Eltav" jawab Lyora.
Kedua nya pun mengajak duo kecil berkenalan, setelah itu mereka izin masuk kamar untuk beristirahat.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...