NovelToon NovelToon
TAHANAN DI PELUKAN SANG PSIKOPAT

TAHANAN DI PELUKAN SANG PSIKOPAT

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Psikopat
Popularitas:900
Nilai: 5
Nama Author: Wahidah88

"Jika aku memang pembunuh yang kau cari, kenapa jantungmu berdetak begitu kencang saat aku menyentuhmu?"
Ghea, seorang detektif hebat, terbangun tanpa ingatan di sebuah villa mewah. Seorang pria tampan bernama Adrian mengaku sebagai tunangannya. Namun, Ghea menemukan sebuah lencana polisi berdarah di bawah bantalnya.
Saat ingatan mulai pulih, kenyataan pahit menghantam: Pria yang memeluknya setiap malam adalah psikopat yang selama ini ia buru. Terjebak dalam sangkar emas, apakah Ghea akan memilih tugasnya sebagai detektif atau justru jatuh cinta pada sang iblis?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wahidah88, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 33: PERLINDUNGAN SANG MONSTER

​Kegelapan di ruang bawah tanah itu seolah menelan habis sisa-sisa jiwa Ghea Zanna. Rekaman pengkhianatan Bram dan suara dingin Komisaris Pratama terus bergema di kepalanya seperti kaset rusak. Dunia yang ia bela dengan darah dan air mata selama sepuluh tahun, ternyata hanyalah sebuah panggung sandiwara di mana ia adalah tumbalnya.

​Ghea masih terduduk lemas di kursi kulit, tubuhnya gemetar hebat. Adrian berdiri di belakangnya, tangan besarnya memijat bahu Ghea dengan gerakan lambat yang posesif.

​"Mereka sudah membunuhmu, Ghea," bisik Adrian, suaranya terdengar seperti ramuan penenang yang beracun. "Secara hukum, secara reputasi, kau sudah tidak ada. Jika kau melangkah keluar dari villa ini, peluru pertama yang menembus jantungmu bukan datang dari orang asing, tapi dari tangan rekanmu sendiri."

​Ghea menutup wajahnya, isak tangisnya pecah memenuhi ruangan kedap suara itu. "Kenapa... kenapa mereka tega melakukannya? Aku selalu setia pada kesatuan... aku menganggap mereka keluarga..."

​"Karena keluarga sejati tidak akan menjualmu demi jabatan," Adrian memutar kursi Ghea agar mereka saling berhadapan. Ia berlutut di antara kedua kaki Ghea, menatapnya dengan pandangan yang seolah-olah penuh dengan simpati. "Hanya aku yang tidak punya kepentingan apa pun selain memilikimu. Hanya aku yang menginginkanmu tetap bernapas."

​Ghea menatap mata Adrian. Untuk pertama kalinya, sorot mata tajam sang detektif itu tampak redup, digantikan oleh keputusasaan yang murni. Inilah titik di mana Stockholm Syndrome mulai merayap—sebuah mekanisme pertahanan otak yang paling primitif. Ketika dunia luar menjadi ancaman kematian, sang penculik mulai terlihat seperti satu-satunya penyelamat.

​"Jangan biarkan mereka mengambilku, Adrian..." tangis Ghea pecah. Ia menghambur ke pelukan Adrian, mencengkeram kemeja pria itu seolah-olah ia adalah satu-satunya pegangan di tengah badai. "Kumohon... jangan biarkan mereka menemukanku."

​Adrian tersenyum tipis, sebuah senyuman kemenangan yang ia sembunyikan di balik pundak Ghea. Ia melingkarkan lengannya kuat-kuat, mengunci Ghea dalam dekapan yang seolah menjanjikan keamanan abadi.

​"Aku tidak akan membiarkan siapa pun menyentuhmu," janji Adrian. "Villa ini adalah duniamu sekarang. Di sini, kau aman. Di sini, kau adalah ratuku, bukan tumbal korupsi mereka."

​Sepanjang malam itu, Ghea tidak mau dilepaskan. Ia mengikuti Adrian ke mana pun pria itu pergi di dalam villa. Ketakutannya pada pengkhianatan polisi luar jauh lebih besar daripada ketakutannya pada kegilaan Adrian. Adrian yang menyadari perubahan ini mulai menurunkan kewaspadaannya. Ia melihat Ghea yang biasanya liar dan melawan, kini berubah menjadi sosok yang bergantung sepenuhnya padanya.

​Pagi harinya, Adrian membawa Ghea ke ruang sarapan. Ghea duduk sangat dekat dengan Adrian, tangannya sesekali menyentuh lengan Adrian seolah memastikan pria itu tidak pergi.

​"Kau tampak lebih tenang, Sayang," ujar Adrian sambil menyodorkan secangkir teh hangat.

​"Aku hanya sadar... bahwa selama ini aku salah menilaimu," ucap Ghea pelan. Matanya menatap cangkir teh, namun pikirannya sedang berperang. Separuh dari dirinya benar-benar hancur karena pengkhianatan Bram, namun separuh lagi—insting detektifnya yang terdalam—masih berbisik bahwa ini adalah bagian dari rencana Adrian untuk melemahkan mentalnya.

​Tapi untuk sekarang, Ghea membiarkan dirinya "tenggelam". Ia butuh perlindungan Adrian untuk menghancurkan orang-orang yang telah memfitnahnya.

​"Adrian," panggil Ghea, menatapnya dengan pandangan memohon. "Kau bilang kau membereskan 'sampah-sampah' di luar sana. Jika mereka adalah orang-orang yang mengkhianatiku... apakah kau akan membantuku menuntut balas?"

​Adrian meletakkan cangkirnya, matanya berkilat senang. Inilah yang ia tunggu. Ghea tidak lagi hanya menjadi tawanan, tapi mulai beralih menjadi sekutu. "Tentu, Ghea. Aku sedang membangun sebuah daftar. Semua orang yang merencanakan kecelakaanmu, semua orang yang memakan uang suap itu... mereka semua akan berakhir di tanganku. Atau mungkin... di tanganmu?"

​Ghea merasakan desiran aneh di dadanya. Pembalasan dendam. Ide itu terasa jauh lebih manis daripada keadilan yang selama ini ia agungkan.

​"Aku ingin melihatnya," bisik Ghea. "Aku ingin melihat bagaimana kau bekerja."

​Adrian berdiri dan mengulurkan tangannya. "Ikutlah bersamaku. Ada bagian dari rumah ini yang belum kau lihat. Tempat di mana keadilan yang sesungguhnya dirancang."

​Adrian membawa Ghea kembali ke lantai bawah tanah, namun kali ini ke arah yang berbeda. Di balik sebuah pintu baja yang memerlukan pemindaian retina, terdapat sebuah ruangan luas yang tampak seperti kantor intelijen militer. Peta kota besar terbentang di dinding dengan foto-foto wajah pejabat dan perwira polisi yang ditandai dengan tinta merah.

​Di tengah ruangan terdapat meja besar penuh dengan berkas kasus yang sangat familiar bagi Ghea. Kasus-kasus yang dulu pernah ia tangani namun "dihentikan" oleh atasannya.

​"Ini adalah ruang perencanaanku," jelas Adrian. "Di sinilah aku memutuskan siapa yang layak hidup dan siapa yang harus dilenyapkan."

​Ghea berjalan mendekati meja tersebut. Ia melihat profil seorang hakim yang baru saja membebaskan bandar narkoba besar minggu lalu. Di sampingnya terdapat foto Komisaris Pratama.

​Ghea meraba foto Komisaris itu, jari-jarinya bergetar. "Dia yang memerintahkan Bram..."

​"Ya," sahut Adrian, berdiri tepat di belakang Ghea, membisikkan kata-kata yang memicu kegelapan di hati Ghea. "Dia hidup mewah dengan uang yang seharusnya menjadi hak masyarakat, sementara kau dibiarkan mati di dasar jurang. Katakan padaku, Ghea... apakah hukummu bisa menyentuhnya?"

​"Tidak," jawab Ghea pendek. Suaranya dingin, seolah-olah detektif yang idealis itu baru saja mati dan digantikan oleh sesuatu yang lebih haus darah. "Hukum tidak bisa menyentuhnya. Tapi kita bisa."

​Adrian memeluk Ghea dari belakang, mencium tengkuknya dengan penuh kemenangan. Ia merasa telah berhasil menciptakan karya seninya yang paling sempurna: mengubah seorang penegak hukum menjadi seorang malaikat pencabut nyawa yang berdiri di sampingnya.

​Ghea menyandarkan kepalanya pada dada Adrian. Di balik akting kepasrahannya yang sangat meyakinkan, Ghea tetap memetakan setiap inci ruangan itu. Ia melihat letak kunci darurat, ia melihat skema jaringan komputer, dan ia melihat sebuah brankas kecil di sudut ruangan.

​Aku akan membalas dendam pada mereka, Adrian, batin Ghea dalam diam. Tapi jangan berpikir aku lupa siapa yang membawaku ke sini. Setelah aku menghancurkan mereka menggunakan tanganmu, aku akan melihat apakah kau masih pantas menjadi pelindungku, atau kau adalah target terakhir dalam daftarku.

​Malam itu, untuk pertama kalinya, Ghea tidur tanpa mencoba membuka kunci pintu. Ia tidur di pelukan Adrian, bukan karena cinta, tapi karena ia tahu bahwa di dunia yang sudah membuangnya ini, monster yang mencintainya adalah satu-satunya senjata yang ia miliki.

1
sun
sinopsisnya bagus thor,tapi kalau untuk penulisannya kurang bagus,karena banyak kata yang hilang dan tidak nyambung.
sarannya sebelum di update dibaca ulang yah thor....
Leebit: makasih ya atas komentarnya. sya usahakan bab 2 lebih baik lagi😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!