NovelToon NovelToon
WANG SHIN

WANG SHIN

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengawal / Identitas Tersembunyi / Balas Dendam
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Eka Magisna

𝘛𝘳𝘢𝘨𝘦𝘥𝘪 𝘱𝘦𝘮𝘣𝘦𝘳𝘴𝘪𝘩𝘢𝘯 𝙈𝙤𝙧𝙣𝙞𝙣𝙜 𝙂𝙡𝙤𝙧𝙮—𝘖𝘳𝘨𝘢𝘯𝘪𝘴𝘢𝘴𝘪 𝘱𝘳𝘢𝘫𝘶𝘳𝘪𝘵 𝘣𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘦𝘴𝘢𝘳𝘬𝘢𝘯 𝘞𝘢𝘯𝘨 𝘚𝘩𝘪𝘯 𝘴𝘦𝘣𝘢𝘨𝘢𝘪 𝘮𝘢𝘴𝘵𝘦𝘳 𝘦𝘭𝘪𝘵𝘦 𝘱𝘳𝘢𝘫𝘶𝘳𝘪𝘵, 𝘮𝘦𝘯𝘦𝘸𝘢𝘴𝘬𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘣𝘦𝘳𝘢𝘱𝘢 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘳𝘦𝘬𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢, 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘢𝘵 𝘵𝘦𝘳𝘱𝘶𝘳𝘶𝘬 𝘴𝘢𝘢𝘵 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘥𝘪𝘢𝘯𝘨𝘨𝘢𝘱 𝘴𝘦𝘭𝘦𝘴𝘢𝘪 𝘣𝘦𝘨𝘪𝘵𝘶 𝘴𝘢𝘫𝘢.
𝘚𝘩𝘪𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘭𝘢𝘯𝘪 𝘬𝘦𝘩𝘪𝘥𝘶𝘱𝘢𝘯 𝘳𝘢𝘯𝘥𝘰𝘮 𝘴𝘦𝘵𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘪𝘵𝘶— 𝘵𝘦𝘳𝘮𝘢𝘴𝘶𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘴𝘶𝘢𝘮𝘪 𝘴𝘦𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘸𝘢𝘯𝘪𝘵𝘢 𝘵𝘶𝘢.
𝘕𝘢𝘮𝘶𝘯 𝘥𝘪 𝘣𝘢𝘭𝘪𝘬 𝘪𝘵𝘶 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢, 𝘥𝘪𝘢 𝘵𝘦𝘯𝘨𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘢𝘯𝘨𝘶𝘯 𝘬𝘦𝘬𝘶𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘴𝘢𝘳 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘱𝘦𝘮𝘣𝘢𝘭𝘢𝘴𝘢𝘯 𝘥𝘦𝘯𝘥𝘢𝘮.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka Magisna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

왕신 ー 35

Selama tiga hari, tidak ada apa pun yang didapat dari rekaman bola-bola kecil kamera yang ditanam di rumah Kwon Mina oleh Ye Eun-ju.

Kecuali hari ini.

Shin yang sedang mengantar Lim Suyu ke rumah sakit segera melanting pergi usai mendapat kiriman melalui ponselnya dari Alex Xei. Tugas mengawal dikuasakan pada Lee Jay yang memang ikut serta dalam aktifitas itu, secara penuh.

Lim Suyu belum bisa bertanya, tapi melihat senyuman di wajah Lee Jay saat usapan pundak terakhir oleh Shin, sesuatu yang besar pasti didapat oleh lelaki itu dari pekerjaan yang masih belum diketahui tata dan cara mainnya.

“Nyonya tenang saja, Shin Sunbae ... ―ah, maksud saya suami Anda ... tidak akan pernah mengecewakan. Dia cerdas, dan bergerak seperti bayangan.”

Dalam hati Jay terkekeh keras, terkait kata 'suami', bagi seorang Shin. Meskipun keputusan itu diambil karena sifat altruisme―rasa kepedulian pada wanita tua yang perlu dibantu, tetap saja Jay merasa ingin terbahak mengingat mereka sudah menikah.

Kendati menertawakan, jauh di kedalaman hati, dia tetap sangat mengagumi seniornya itu.

'Shin Sunbae memang tiada dua soal memilih cara.'

Lim Suyu hanya mengangguk kecil setelah diam beberapa saat memikirkan sedikit tentang apa yang akan dilakukan Shin, sambil menatap pintu tertutup yang tadi dilewati lelaki itu.

“Nyonya beristirahatlah,” kata Jay sambil menyiapkan bantal di belakang punggung Lim Suyu untuk disandari secara tenang.

Kepatuhan wanita tua itu cukup meresahkan, terutama bagi Han Taeja yang baru tiba di sana lima menit lalu.

Entah itu Wang Shin atau sekarang Lee Jay, kedua manusia itu nyaris memiliki warna serupa soal karisma. Meskipun Jay terkesan lebih ceria dan santai, dalam sorot matanya tetap mengandung intimidasi.

 Tatapan Taeja sedikit miring pada Jay, dibalas senyuman manis oleh pemuda yang selalu mengikat rambutnya bergaya half-bun tersebut.

Bedanya, kesan edgy namun santai berbaur dalam diri Jay, satu poin yang membuat Han Taeja merasa tidak setegang seperti saat berhadapan dengan Shin.

'Kedua manusia itu memiliki aura berbeda, tapi maknanya sama-sama mengesankan. Harus disebut apa?'

Jay mundur ke belakang, lalu duduk di satu kursi besi berdekatan pintu, memberi celah pada Han Taeja mengurusi pekerjaannya bersama sang nyonya.

Obrolan dimulai dan Jay resmi jadi pendengar.

“Saham mengalami penurunan, mereka mengusulkan ... kita terpaksa harus memotong yang menyebabkan masalah,” cakap Han Taeja dengan versinya. Wajahnya yang biasa tenang, sekarang nampak sedikit tersirat mengeluh.

Dia seorang pengacara, tapi semua laporan perusahaan masuk ke dalam kantong dokumennya juga. Melalui Sekretaris Lim Suyu yang sigap itu tentunya, Myung Sehyun.

“Maksudmu ... karena masalah timbul di LC food, kita harus menjualnya begitu?!” Pertanyaan dengan nada setengah tinggi dari Lim Suyu merujuk pada dataan dalam dokumen yang baru saja dibacanya.

Lebih dulu Han Taeja membetulkan kacamatanya sebelum kemudian mengangguk. “Sesuai usulan CEO Kwon, mereka semua setuju”

“Bukankah Kwon Minho sangat menyukai menjadi CEO di sana, kenapa ingin melepas? Kenapa tidak berusaha memperjuangkannya?! Dia menyukai ramen dan daging asap, kenapa tidak mendalami apa yang disukainya? Kenapa tidak memperbaiki kesalahannya dan malah membatalkan sesuka hati?!”

Sejauh ini LC food hanya memproduksi roti dan dan camilan ringan, belum ada seperti yang disebutkan Lim Suyu.

Han Taeja mendesah kasar, tidak bisa detail menjawab bagian itu, selain; “Sepertinya CEO Kwon menginginkan tempat lain, Nyonya.”

Lim Suyu tersentak. “Tempat lain? ... Maksudmu?!”

“Bersamaan dengan penjualan LC food, beliau juga ingin membeli sebuah perusahaan game.”

“Apa?! Game?!”

“Ya. Famous Games,” terang Taeja, lalu menyambung lebih merinci, “CEO Kwon percaya diri dengan ini karena belakangan games meraja di kalangan anak sekolah dan mahasiswa. Beliau tergiur keuntungan yang diberitakan perusahaan ternama Emerald games. Saat yang sama kebetulan Famous Games mengalami kemerosotan setelah CEO mereka mengalami kecelakaan dan koma. CEO Kwon terobsesi ingin menaikkan pamornya kembali dan yakin bisa menyaingi Emerald.”

“Seseorang mungkin menghasutnya di sana,” sambung pengacara itu setelah menjeda beberapa saat untuk melihat reaksi Lim Suyu.

Wanita itu teredam diam, memikirkan mendalam dengan bahasa wajah yang perlahan resah. Bola matanya mendadak panas. Terbit kekalutan yang tak sesederhana kegagalan satu produk di perusahaannya.

Terdorong gejolak, bait kenangan terbentuk dalam suara yang bergelombang, “LC Food adalah akar impian Sah-yeob, dia sangat mencintai kuliner. Mengatakan agar bisa berbagi dengan orang-orang yang rendah taraf perekonomiannya dengan menciptakan produk makanan sehat dengan harga murah. Aku mendirikannya susah payah setelah akuisisi dari G-food yang berantakan. Bukankah ini terlalu dini, Han Taeja?”

“Sangat, Bu Pimpinan.” Han Taeja setuju tanpa perlu berpikir.

“Dan setelah kuberikan cuma-cuma pada Kwon Minho untuk dirawatnya, bagaimana bisa dia akan melepaskannya begitu saja?”

Untuk menjawab, Han Taeja perlu kata yang tepat, jangan sampai satu kata lahir menjadi provokatif, lalu Lim Suyu akan menekan dirinya untuk menentang. Dan itu bukan pilihan baik saat kesehatannya seburuk sekarang.

Tentang penjualan, meskipun bisa saja gagal karena Lim Suyu tidak berkenan menandatangani, Kwon Minho pasti akan melakukan segala cara, dibantu kakak perempuannya yang picik itu―Kwon Mina.

Semenjak Lim Suyu menurun kesehatannya dan selalu hilir mudik rumah sakit seperti sekarang, keadaan di LC Group terus kacau dan menciptakan tindakan semena-mena dari para CEO dan CFO, juga para investor. Mungkin juga akan ada kata 'berlomba-lomba naik ke kursi yang lebih tinggi’.

Sudah termasuk huru-hara dini, di saat Pimpinan mereka masih dalam keadaan hidup.

Sedari tadi diam jadi pendengar dalam posisi tenang, Lee Jay akhirnya beriak. “Bukankah ada Shin Sunbae, suami Anda, Nyonya Pimpinan?”

Terentak pandangan Lim Suyu beserta penasehat pribadinya yang pengacara itu, pada pengawal cabutan yang dibawa Wang Shin.

Lee Jay.

Pemuda itu beranjak dari duduk nyaman, mendekat ke arah dua orang yang sama-sama bingung.

Baik Lim Suyu mau pun Han Taeja yang matanya sudah membulat, tak bergerak sama sekali saat Jay meraih satu dokumen yang sedang dibahas mereka.

Bahkan ketika pria muda itu membacanya dengan mata seperti perosotan, meluncur dari atas ke bawah seakan tidak ada artinya, mereka tetap teredam.

 “Mungkin hanya butuh ...” Jay menjeda sambil memainkan jari-jarinya seolah menghitung. “... secepatnya dua hari ... atau selambatnya seminggu, Shin Sunbae akan menghapus semua kerikil kasar yang kalian debatkan ini.” Ditutupnya dengan seringai tengik.

Seharusnya sikap tak sopan itu perlu ditampar, pikir Taeja, tapi dia tak sanggup melakukannya. Apalagi saat Lim Suyu menanggapi tanpa kekesalan sama sekali.

“Jika yang kau katakan benar, bagaiman Shin akan melakukannya?” Lim Suyu penasaran.

“Bersabarlah dengan menunggu ... Nyonya Pimpinan.”

1
Blueberry Solenne
Shin punya sembilan nyawa kayaknya wkwkwk
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: Kalo gk salah masih ada tiga tambahan lagi
total 1 replies
Blueberry Solenne
tapi berhubungan seperti suami istri sungguhan, hahaha
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: Yg penting ada status, nggak jasa sekali pake trus dibayar murah🤣
total 1 replies
Blueberry Solenne
Weh habis olahraga di bawah selimut
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: Olahraga apa namanya?🤣
total 1 replies
chaa
semangat 💪
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: nggak, Kak.
gk semangat aku ... 😭
total 1 replies
Be___Mei
Hemmm, pekerjaan Shin nggak jauh jauh dari orang berkuasa.
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: emang gitu, Mak?🤓
total 1 replies
Be___Mei
Nahhh, kan. Gerak-gerik Nyonya Lim nggak bisa. Orang kaya elit emang begitu 🤧
Be___Mei
Pinter juga Nyonya ini
Be___Mei
Ian, cewek???
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: Laki, Mak.
Ian Haris🤓
total 1 replies
Be___Mei
Cobain masakan Kalimantan juga ya 😂
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: Jangan bilang buaya goreng?🤣
total 1 replies
Be___Mei
kwkwkwk barulah terungkap bahwa Shin tajir melintir 😂😂
Be___Mei
Udahlah, Shin. Cewek banyak kok di dunia. Salah satunya aku 🤭 cuma aku sedikit berbeda dengan Ana. Kalau Ana biasanya pakai gaun seksoi, aku pakainya daster 😂😂
Be___Mei
Aishhh!! Ana Sibal ****
Be___Mei
Ya elah, Neng! Dikasih aman malah kabur.
Be___Mei
Mamam tuh calon mantu idaman
Be___Mei
Iya juga. Ngapain coba meladeni Gibek padahal dia udah hapus ikatan kontrak sama Shin. Apakah dia mau berpijak di dua perahu?? Ana oh Ana
Be___Mei
Bayangin wajah visual artis kpopnya kebingungan. Pasti lucu tapi kasihan juga 🥲🤣
Be___Mei
Istri mana yang bisa menolak pesona seorang Shin?! Walaupun nikah kontrak, tapi mereka pasangan sah 🤧
Be___Mei
Teman Anda! Teman baru Anda 🤧 orang yang selalu kau andalkan, itu dia suami Ana
Be___Mei
Perasaanku mengatakan Takeda masih hidup. Pria sekuat itu tidak mudah jadi ubi kan mak???
Machan
kurang menantang ye, Shin😆
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!