Safa, wanita dari keluarga sederhana, memberikan makanan pada seorang pria yang dia anggap pengemis – ternyata adalah Riki, CEO perusahaan besar. Terharu dengan kebaikan Safa, Riki menyembunyikan statusnya, mereka jatuh cinta dan menikah.
Ketika Safa bekerja di kantor Riki, dia bertemu "Raka" – teknisi yang ternyata adalah Riki yang berpura-pura. Setelah menemukan kebenaran, Safa merasa kecewa, tapi Riki membuktikan cintanya tulus dengan memperkenalkannya pada keluarga aslinya. Mereka akhirnya memperpublikasikan pernikahan mereka dan hidup bahagia dengan cinta yang sejati.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elrey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
RAHASIA TABUNGAN UNTUK CINCIN LAMARAN
Setelah kembali dari kampung halaman Safa, Riki merasa semakin yakin bahwa Safa adalah wanita yang ingin dia nikahi seumur hidupnya.
Dia segera merencanakan untuk membeli cincin lamaran yang cantik namun tidak terlalu mewah – sesuai dengan karakter Safa yang menyukai hal-hal sederhana tapi bermakna.
Riki mulai menyimpan uang secara rahasia. Setiap kali mendapatkan gaji dari pekerjaan "kantoran" yang dia ceritakan pada Safa (yang sebenarnya adalah sebagian dari pendapatannya sebagai CEO), dia menyisakan sebagian besar untuk membeli cincin tersebut.
Dia menyimpan uangnya di sebuah menyimpan uangnya di sebuah tabungan khusus yang berada di dalam sebuah kotak kayu kecil yang dia sembunyikan di bawah kasur tempat tidurnya di kontrakan.
Saat ini, Riki seringkali tampak sedang menghitung sesuatu atau melihat katalog perhiasan secara diam-diam.
Safa yang melihatnya mulai merasa sedikit curiga karena Riki seringkali tidak bisa menjelaskan dengan jelas apa yang dia lakukan.
"Aku melihat kamu seringkali sibuk dengan sesuatu ya sayang?" tanya Safa satu malam saat mereka sedang menonton acara televisi bersama. "Apa kamu sedang menyimpan uang untuk hal tertentu?"
Riki langsung terkejut dan cepat berpikir untuk memberikan alasan yang masuk akal. "Ah... iya sayang. Aku sedang menyimpan uang untuk membeli sepeda baru. Kamu tahu kan kalau naik sepeda lebih hemat dan juga baik untuk kesehatan."
Safa mengangguk dengan senyum. "Oh begitu ya. Bagus juga tuh sayang. Kalau sudah dapat sepeda baru, kamu bisa antar jemput aku kerja ya?"
"Tentu saja bisa!" jawab Riki dengan lega karena alasannya diterima oleh Safa.
Namun rasa curiga Safa semakin meningkat ketika dia melihat Riki seringkali berbicara dengan seseorang melalui telepon tentang "item khusus" yang akan dia beli dengan harga yang cukup mahal.
Suatu hari, saat Riki sedang berada di luar rumah untuk membeli kebutuhan sehari-hari, Safa secara tidak sengaja menemukan kotak kayu kecil yang dia sembunyikan di bawah kasur.
Ketika dia membukanya, dia terkejut melihat banyak uang kertas yang disimpan di dalamnya. Ada juga beberapa gambar cincin perhiasan yang dia cetak dari internet.
Safa langsung merasa cemas dan berpikir negatif – dia khawatir Riki sedang menyimpan uang untuk hal yang tidak baik atau bahkan ada orang lain di hidupnya.
Ketika Riki pulang, dia menemukan Safa sedang duduk di kamar dengan wajah yang penuh kesedihan. Kotak kayu kecil dan gambar cincin tersebut terletak di mejanya.
"Aku menemukan ini sayang," ucap Safa dengan suara yang sedikit gemetar. "Apa ini uang untuk membeli cincin untuk orang lain? Apakah kamu sudah tidak mencintaiku lagi?"
Riki langsung kaget dan merasa sangat bersalah karena membuat Safa berpikir negatif. Dia segera mendekati Safa dan menjelaskan semuanya dengan jujur.
"Tidak ada yang seperti itu sayang! Jangan salah paham ya," ucap Riki dengan suara yang penuh emosi. "Uang ini dan gambar cincin tersebut adalah untukmu. Aku sedang menyimpan uang untuk membeli cincin lamaran karena aku ingin meminta tanganmu dalam waktu dekat."
Safa merasa sangat terkejut dan tidak bisa berkata apa-apa. Air mata bahagia mulai mengalir dari matanya menggantikan air mata kesedihan yang tadi mengalir.
"Benarkah sayang? Kamu benar-benar akan melamariku?" tanya Safa dengan suara yang lembut.
"Ya sayang," jawab Riki dengan penuh kejujuran. "Setelah aku melihat betapa baiknya kamu dan keluarga kamu, aku tahu bahwa kamu adalah satu-satunya wanita yang ingin aku nikahi. Aku hanya belum menemukan waktu yang tepat untuk memberitahumu dan ingin memberikannya sebagai kejutan."
Safa langsung memeluk Riki dengan erat dan menangis bahagia. "Aku sangat senang sayang! Aku tidak pernah berpikir bahwa kamu sudah merencanakan semuanya dengan seksama."
"Aku sudah merencanakan ini semenjak kita datang dari kampung halaman kamu," ucap Riki sambil memeluk Safa kembali. "Aku hanya ingin memberikan yang terbaik untukmu dan ingin memastikan bahwa aku bisa membeli cincin yang cocok untukmu."
Setelah itu, Safa melihat gambar cincin yang ada di mejanya dan memilih salah satu cincin yang memiliki desain sederhana namun cantik – cincin dengan batu permata kecil yang berbentuk hati.
"Aku suka yang ini sayang," ucap Safa dengan senyum manis. "Tidak terlalu besar dan mewah tapi sangat cantik dan bermakna."
Riki merasa sangat senang mendengarnya. "Baiklah, itu yang akan aku beli untukmu. Aku ingin cincin ini menjadi simbol cinta kita yang tulus dan abadi."
Mereka kemudian keluar dari kamar dan cerita tentang rencana lamaran tersebut kepada Ayah dan Ibunya Safa. Kedua orang tua Safa merasa sangat senang dan memberikan dukungan penuh.
"Kita sangat bahagia melihat kalian berdua begitu cinta satu sama lain," ucap Ayahnya Safa dengan suara yang penuh kasih sayang. "Semoga acara lamaran kalian berjalan dengan lancar dan penuh kebahagiaan."
Setelah itu, Riki kembali menyimpan uangnya dengan lebih hati-hati, namun sekarang dia tidak perlu lagi menyembunyikannya dari Safa.
Bahkan Safa juga mulai menyisakan sebagian dari gajinya untuk membantu mempersiapkan acara lamaran yang akan datang.