Xuan Hao adalah putra Pangeran yang keberadaannya tidak diakui.
Wajahnya memang tampan, tapi dia pemalas dan suka minum, ditambah dia tidak tau apa-apa tentang beladiri, sastra, maupun strategi perang.
Benar-benar pemuda tidak berguna, tapi setelah tanpa sengaja tersambar petir dan mendapatkan berkah langit berupa Sistem, segalanya berubah~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SiPemula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mendapatkan Kekuatan Elemen
Dua pelayan dan dua pelanggan yang semuanya merupakan sosok pembunuh bayaran berhasil ditangkap Xuan Hao.
Mereka tidak dibunuh di tempat, melainkan hanya dilumpuhkan, dan cepat Xuan Hao mengeluarkan racun yang tertanam di gigi setiap pembunuh bayaran yang tertangkap.
“Cih, jangan harap kalian bisa bunuh diri dengan menggigit racun ini!” ucap Xuan Hao bersama dengan kehadiran Putri Agung dan Putri Yan Yueling.
“Ini sudah semuanya?” tanya Putri Agung.
Xuan Hao menggelengkan kepala. “Seluruh pelayan dan pemilik tempat ini, semuanya terlibat kerjasama dengan para pembunuh bayaran!”
Baru juga Xuan Hao selesai bicara, tiba-tiba salah satu pelayan Putri Agung melarikan diri.
Tanpa ampun Xuan Hao melemparkan belati di tangannya, dan~
Jlebb!!
Belati tepat menancap di punggung pelayan yang melarikan diri, membuatnya roboh dan mengalami luka parah.
“Dia ini mata-mata musuh di sisi Putri Agung, begitu juga dengan kusir yang sudah berhasil aku ringkus,” ungkap Xuan Hao.
“Hah, ternyata selama ini hidupku dipenuhi oleh mereka yang menginginkan nyawaku!” ucap Putri Agung sembari menggelengkan kepala pelan.
“Putri Agung harus melaporkan semua ini pada Yang Mulia Permaisuri! Aku yakin Yang Mulia Permaisuri bisa membantu menemukan orang yang mengirim orang-orang ini untuk mengambil nyawa Putri Agung dan Putri Yan Yueling!” ucap Xuan Hao.
“Sebenarnya ini salahku karena tidak membawa pengawal saat keluar, bahkan aku turut melarang Putri Yan Yueling membawa serta pengawalnya!” ungkap Putri Agung.
[Ding!]
[Tuan, lebih dari setengah pengawal yang dipilih langsung oleh Putri Agung merupakan mata-mata pihak musuh.]
[Kali ini musuh terdiri dari dua orang karena yang ditargetkan adalah kedua Putri.]
[Untuk siapa identitas dua orang itu, Sistem sama sekali tidak boleh memberitahu siapa mereka secara langsung.]
Xuan Hao menganggukkan kepala tanpa disadari oleh kedua Putri.
“Kalau Sistem bisa melakukan segala-galanya dengan mudah, itu sama seperti aku berbuat curang tapi sampai kapanpun tidak akan ada yang bisa mengungkap kecuranganku!” gumamnya pelan.
“Jika Putri Agung bersedia mendengar saranku, aku menyarankan untuk mengganti pengawal yang di pilih sendiri oleh Putri Agung, menggantinya dengan orang-orang pilihan Yang Mulia Permaisuri!” saran Xuan Hao.
“Ya, begitu kembali, aku akan langsung mengganti mereka,” ucap Putri Agung mendengar saran Xuan Hao.
Setelah mendengar balasan Putri Agung. Xuan Hao mengalihkan pandangan ke arah Putri Yan Yueling.
“Aku yakin Putri bisa menebak siapa yang saat ini sangat menginginkan nyawa Putri!” ucap Xuan Hao yakin.
Putri Yan Yueling tersenyum lembut. “Sepertinya Pangeran Ketiga istana Jenderal Agung mengetahui segalanya, bahkan saat kita belum berkenalan secara resmi, Pangeran Ketiga sudah mengenaliku, bahkan sepertinya sedikit banyak tau tentang kehidupanku!” ucapnya.
Ia sendiri tau siapa Xuan Hao setel menanyakan Identitas lengkapnya pada Putri Agung.
Giliran Xuan Hao tersenyum tipis begitu mendengar ucapan Putri Yan Yueling. “Kebetulan aku pernah melihat lukisan Putri yang dibawa oleh Ayahanda, jadi aku bisa langsung mengenali siapa Putri Yan Yueling~”
“Lalu kenapa aku bisa tau kalau Putri mengenali sosok di balik kehadiran pembunuh bayaran yang menginginkan nyawa Putri?! Sebenarnya itu bisa dilihat dari pakaian yang Putri kenakan, sebuah Pakaian yang menunjukkan seberapa keras kehidupan Putri di Kekaisaran Yan Zhou!”
Mendengar Xuan Hao menyebut tentang pakaian, Putri Yan Yueling tersenyum, tidak menyangka semuanya bisa ketahuan hanya dari pakaiannya.
Tetapi seketika ia segera teringat alasan kenapa lukisan wajahnya bisa ada di tangan sang Jendral Agung Kekaisaran Tian Yuan.
“Jadi Pangeran Ketiga, siapa yang akhirnya akan menikah denganku dan pergi ke Kekaisaran Yan Zhou?” tanya Yan Yueling.
“Bukannya Putri saat ini sudah melihat orangnya?” ucap Xuan Hao, tapi setelah mengucapkan semua itu, sosoknya menghilang, seolah tidak pernah ada di hadapan kedua Putri.
‘Jadi itu dia!’ batin Putri Yan Yueling sambil menatap belati kuno yang kembali ke tangannya.
“Ck, aku tidak menyangka kalau kamulah orang yang akan merebutnya dariku!” ucap Putri Agung, bermaksud menggoda Putri Yan Yueling.
Ia bukan Putri Agung yang bodoh. Jadi ia langsung mengerti maksud ucapan Xuan Hao sebelum menghilang.
“Yah, aku sendiri juga tidak menyangka kalau akan berjodoh dengan Pangeran Xuan Hao, si Pangeran sampah yang selama ini diabaikan oleh semua orang,” ungkap Putri Yan Yueling.
“Dia benar-benar sampah, tapi begitu ia menunjukkan jati diri yang sebenarnya, entah kenapa aku memiliki keyakinan Kekaisaran Yan Zhou akan mendapatkan banyak manfaat dari kehadirannya, dan tiba-tiba aku jadi iri denganmu!” Putri Agung memajukan bibirnya, membuatnya tampak menggemaskan.
Putri Yan Yueling menggelengkan kepala melihat tingkah Putri Agung yang menunjukkan sisi lain dirinya.
Tetapi mereka segera teringat dengan masalah pembunuh bayaran yang harus segera diselesaikan.
Putri Agung segera menyalakan kembang api penanda bahaya, dan dalam waktu singkat puluhan pengawalnya datang, dimana mereka semua adalah orang-orang yang nantinya akan digantikan orang pengawal baru.
Saat ini yang bisa dipercaya Putri Agung hanyalah komandan pemimpin pengawal, serta dua pengawal di yang senantiasa berada di sisi komandan.
“Komandan, bawa orang-orang ini ke Istana Phoenix!” perintah Putri Agung.
Bukannya dibawa ke Paviliun tempat tinggalnya, ia justru membawa orang-orang yang dilumpuhkan Xuan Hao ke tempat tinggal Permaisuri, membuat beberapa pengawal menunjukkan keterkejutan juga keengganan melakukan perintah itu.
Tetapi saat ingin memprotes perintah Putri Agung, mereka keduluan sang komandan yang lebih dulu menyanggupi perintah junjungannya.
Hanya mayat pelayan yang tidak dibawa ke istana Permaisuri, sebab mayat itu langsung saja dilemparkan ke hutan, membiarkannya menjadi makanan binatang buas.
Semua itu dilakukan juga atas perintah sang Putri Agung, dan kini mereka semua bersiap pergi ke Istana Phoenix.
Kusir telah digantikan oleh salah satu prajurit di sisi sang komandan, membuat perjalanan kedua Putri terjamin keamanannya.
Sementara itu di atas sebuah pohon besar yang tidak jauh dari keberadaan toko pakaian tempat terjadinya percobaan pembunuhan terhadap kedua Putri. Xuan Hao tersenyum melihat bagaimana komandan pengawal cepat menangkap pelayan dan pemilik toko pakaian.
“Sepertinya urusan di tempat ini telah selesai!”
[Ding!]
[Misi Darurat Terselesaikan!]
[Tuan melakukan sesuatu yang lebih baik daripada langsung membunuh pembunuh bayaran yang mengincar kedua Putri.]
[Hadiah Misi: Kepercayaan 100% Putri Agung dan Putri Yan Yueling, 4 Poin Atribut, 20 Poin Sistem, 20 Poin Pengalaman.]
[Hadiah Bonus: Kemampuan Pengendali Elemen]
[Tuan akan menjadi satu-satunya manusia yang memili kemampuan mengendalikan elemen.]
[Bukan hanya mengendalikan satu jenis elemen, tapi Tuan bisa mengendalikan seluruh elemen alam seperti api, angin, air, tanah, tumbuhan, cahaya, petir, juga elemen kegelapan.]
Mata Xuan Hao melotot lebar begitu melihat hadiah tambahan yang didapatkannya dari Sistem.
“Dengan kekuatan elemen ini, bukannya kini aku menjadi manusia terkuat, dan rasanya sangat mustahil untuk mengalahkanku!" ucap Xuan Hao, dan itu semua adalah fakta.