NovelToon NovelToon
ILUSIANA (KAWIN KONTRAK)

ILUSIANA (KAWIN KONTRAK)

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:7.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Novianti Maura

Penting untuk dibaca calon reader sebagai gambaran : Bahwa novel fiksi ini dilatar belakangi kasus kriminal berat. jadi kandungan di dalam nya berisi 40% konflik tegang, 30% romantis dan 30% komedi. Jadi mohon bijak untuk menanggapi. salam sehat selalu dari Author

Hai, Kamu. Ya Kamu yang pernah tersakiti, dicampakkan, dikhianati, didzolimi, dan dibuang seperti barang tanpa arti.
Jangan takut, kamu tidak sendirian.
Aku juga merasakan hal yang sama.
Kamu sedih? Sama, akupun sedih.
Kamu kecewa? Terlebih lagi aku.
Kamu dendam? Apalagi aku.
Kita berhadapan dengan musuh yang sama walaupun dengan jalan cerita yang berbeda.
Aku butuh kasusmu dan kamu butuh perlindunganku. Untuk menghadapinya lebih baik kita bersatu.
(with Love, Ferdian)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novianti Maura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15

Vika, sang sekretaris mengetuk pintu ruangan pimpinannya, Ferdian Adiwijaya dan bergegas melangkah masuk tanpa meminta ijin terlebih dahulu.

Ferdian yang sedang berkutat dengan gawainya mendongak sesaat dan mendapati Vika berdiri gusar dan kikuk di seberang meja. Ferdian pun menghentikan kegiatannya, lalu menatap bingung ke arah sekertarisnya.

“Ada apa, Vik? Kok gelisah begitu?“ tanya Ferdian, kemudian menatap Vika dengan heran.

“Ehmm, itu Pak. Ada ... itu .... Ada....” Vika terbata-bata bersama telunjuknya mengarah ke pintu.

“Ada apa sih? Debt collector nagih hutang kartu kredit kamu lagi? Kamu urus sendiri, jangan bawa-bawa urusan itu ke kantor ini,” tegas Ferdian, lalu kembali fokus berkutat dengan gawainya.

“Ferdian....”

Tiba-tiba suara wanita memanggil namanya. Ferdian pun mendongak lagi, begitupun Vika yang tampak kian gugup menoleh bergantian ke asal suara lalu ke arah bossnya.

Degh...!

Jantung Ferdian serasa terhenti sejenak, mendapati sosok Amanda, mantan calon istrinya berdiri tepat di hadapannya, sejajar dengan Vika yang masih terpaku kebingungan dan ketakutan.

Amanda berdiri anggun dengan minidress ketat yang mencetak lekukan tubuh indahnya dan sedikit terbuka di belahan dada. Tak ketinggalan bibir merahnya menyungging senyum termanis untuk sang mantan calon suami.

“Maaf, Pak. Beliau ini maksa masuk,” ucap Vika dengan suara bergetar takut. Ada rasa bersalah karena dia membiarkan Amanda masuk begitu saja tanpa ijin Bossnya terlebih dulu.

Ferdian memang berkali-kali mengingatkan Vika agar tidak mengijinkan wanita yang satu itu menemuinya apalagi sampai masuk ke dalam ruangannya.

Ferdian beranjak dari duduknya dan mengangguk pada Vika memberi isyarat untuk meninggalkan ruangan. Vika pun mengangguk samar lalu bergegas keluar.

“Ada perlu apa?" tanya Ferdian dingin dan datar pada Amanda.

“Fer, tolong ijinkan aku bicara sama kamu. Tentang hubungan kita. Aku.... " jawab Amanda dengan raut wajah memelas.

“Tentang kita, gak ada lagi yang perlu di bicarakan,” potong Ferdian ketus seraya mengalihkan bola matanya pada pemandangan di luar jendela di belakang kursi kerjanya.

Namun Amanda tak menyerah. Dia bergerak mendekati Ferdian dan menyentuh punggung tangan pria itu. Lekas Ferdian menarik tangannya dan di masukkan ke dalam saku celana.

Amanda menelan saliva yang terasa getir karena mendapat perlakuan sinis dari pria yang nyaris menjadi suaminya itu.

“Aku mohon maaf atas apa yang terjadi di antara kita, Fer. Aku menyesal. Dan aku benar-benar khilaf. Selama ini aku berusaha menemui kamu tapi kamu seolah-olah menolak aku. Semua akses kamu tutup untuk aku," ucap Amanda masih memelas menatap wajah dingin yang Ferdian tunjukan.

“Bukan seolah-olah, tapi memang aku menolak kamu," sanggah Ferdian mendelik malas pada wanita cantik berpakaian sexy itu.

“Bebi, Aku tau aku salah. Tapi apa gak bisa kita perbaiki lagi hubungan kita? Aku gak bisa melepas kamu. Aku cinta sama kamu, Beb. Please, kasih aku kesempatan sekali lagi untuk menebus semua kesalahanku.“ Amanda memohon dengan penuh pengharapan.

Ferdian menggeleng pelan. Dia sama sekali tak percaya dengan wanita di hadapannya itu. Semudah itu memohon kesempatan kedua setelah berhasil memporakporandakan harga dirinya sebagai laki-laki.

Ditatapnya wajah Amanda dengan pandangan sinis dan dingin agar Amanda tahu bahwa dirinya tak mengharapkan dia lagi.

“Maaf, gak ada kesempatan lagi untuk kamu. Buat aku, kamu cuma masa lalu yang sudah lama aku buang jauh-jauh,” ucap Ferdian datar tanpa ekspresi.

“Tapi, Beb. Kamu gak tau kan kenapa aku bisa khilaf malam itu, aku akan jelaskan itu sama kamu. Malam itu aku mabuk. Kamu tau sendiri gimana teman-teman aku sangat antusias mendengar kita akan menikah. Mereka ajak aku Bachelorette Party di bar. Dan aku gak sadar tiba-tiba aja aku sudah berada di kamar itu dengan Ivan, kawanku sendiri. Kamu kenal, kan dengan Ivan? Gak mungkin, kan aku melakukan itu.” Amanda menjelaskan panjang lebar dengan menggebu-gebu.

Tapi Ferdian seolah menulikan pendengarannya seraya menekuk bibirnya. Tampak sekali dia tak sudi mendengar penjelasan Amanda yang baginya sudah tak berarti lagi.

“Aaahhh, sudahlah! Apapun alasan kamu yang pasti aku lebih percaya dengan apa yang kusaksikan dengan mataku sendiri. Dan aku bersyukur itu terjadi sebelum pernikahan kita. Jadi aku tau perempuan seperti kamu bukanlah perempuan yang baik untuk jadi istriku.” Nada suara Ferdian meninggi.

Pandangannya tajam menantang Amanda yang mulai tertunduk dan menitikkan air mata. Entah itu akting atau memang dari hati.

“Sekarang keluarlah, gak ada lagi yang perlu dibahas. Dan jangan datang-datang lagi ke sini. Ngerti!” Ferdian mengusirnya tanpa menaruh iba pada Amanda yang sudah berurai air mata.

Tatapan Amanda memelas pada Ferdian, namun pria dingin di hadapannya itu enggan menatapnya kembali. Dirinya masih terpaku di tempatnya berharap sikap Ferdian sedikit melunak padanya.

“Aku tau kamu masih cinta sama aku kan, Beb?“ tanya Amanda lirih seolah yakin jawaban Ferdian sesuai dengan harapannya.

Karena dia pikir dua tahun masa kebersamaan mereka yang indah tak mungkin Ferdian lupakan begitu saja. Apalagi Amanda tahu begitu besarnya rasa cinta dan perhatian Ferdian padanya saat itu.

Tapi Amanda tidak tahu bahwa laki-laki yang terluka karena dikhianati, dengan mudahnya mampu melupakan semua kenangan indah yang telah mereka lewati.

Karena itu Ferdian menggeleng mantap sambil tertawa pelan seolah sedang mengejeknya.

“Kamu pikir perempuan di dunia ini cuma kamu? Jangan ke ge-er an. Sejak malam itu semua perasaanku pada kamu luntur seketika. Jadi jangan sok tau.” Jawaban Ferdian terdengar begitu menyakitkan di telinga Amanda. Ada hati yang perih teriris di dalam dada.

“Beb, jangan bohongi perasaan kamu sendiri. Aku tau kamu masih punya rasa sama aku.“ Amanda masih bersikeras berusaha meredam keangkuhan Ferdian padanya.

“Sudah cukup basa basinya. Sekarang cepat keluar atau aku panggil security untuk usir kamu," ketus Ferdian tak dapat lagi meredam geram.

Kepercayaan diri Amanda yang sudah dia bawa sejak tadi luruh seketika. Lalu dia perlahan bergerak menjauh dengan bola matanya yang telah basah oleh air mata.

“Lihat saja, kamu pasti akan kembali padaku, Beb,” sumpahnya sebelum meninggalkan ruangan itu.

Ferdian duduk terpekur di kursi kerja. Kepalanya dia sandarkan ke belakang. Helaan nafasnya begitu berat. Dia sama sekali tak menyangka Amanda berani menemuinya lagi setelah apa yang dia lakukan padanya dua tahun yang lalu.

Bukan hanya hatinya yang sakit karena pengkhianatan itu, tapi juga rasa malu yang harus dia tanggung terhadap keluarga besar dan para koleganya karena undangan yang sudah tersebar luas dan gedung tempat akad nikah dan resepsi sudah di persiapkan dengan sangat cantik dan elegan. 

Bagaimana repotnya dia bersama Reynard dan keluarga besar menelpon satu persatu tiga ratus undangan untuk membatalkan resepsi pernikahannya saat itu. Belum lagi menghadapi sponsor-sponsor yang sudah teken kontrak endorsement untuk acara pesta pernikahannya.

Betapa terpukul hatinya saat itu. Dan sulit sekali untuk disembuhkan. Satu tahun lebih dia belajar melupakan Amanda. Berusaha Move On dan menemukan cinta yang baru.

Tapi beruntung ada Reynard satu-satunya sahabat setia yang selalu menghibur dan menemaninya disaat-saat sulit itu. Hingga semua bayangan dan apapun yang berhubungan dengan Amanda perlahan sirna dan tak berbekas.

Suatu saat dia yakin akan menemukan seseorang yang tulus mencintainya dan dia pun cinta.

Apakah Lusi orangnya?

Tiba-tiba ingatannya tertuju pada istrinya di rumah.

Sedang apa dia?

Ferdian meraih ponsel dari atas meja lalu mengetikkan nomor telepon rumah dengan cepat dan menekan tombol dialing. Terdengar bunyi nada sambung dari seberang.

“Hallo, selamat siang,” sambut suara dari seberang. Suara Mbak Ira dengan ciri khas centilnya.

“Mbak Ira, Lusi lagi apa? Coba sambungkan ke dia, saya mau bicara,” perintah Ferdian lekas.

“Ini dengan siapa ya?“ Suara mbak Ira malah balik bertanya.

Ferdian menggeram sambil terpejam. “Dengan Tom Hanks dari Cililitan. Errrghhh....Mbaaaakkkk! Mau aku pecat?”  Ferdian berteriak kesal karena kelakuan Mbak Ira, asisten rumah tangganya yang selalu membuatnya sakit kepala.

“Ooo, ini si Boss. Maaaaaf banget Boss, Saya kirain siapa? Maaf, abis suaranya kok beda, kayak ada manis-manisnya gitu, Boss,” seloroh Mbak Ira tanpa tahu bossnya di sini tengah menggeram kesal karena ulahnya.

“Cepet sambungkan ke Lusi,” perintah Ferdian lagi

“Oooh, oke. Siap, Bossku,”

Terdengar nada tunggu beberapa kali.

“Hallo?” sapa suara Lusi lembut.

“Lusi, kamu lagi apa? Kamu sudah makan siang?” tanya Ferdian ringan.

“Sudah Om, sekarang aku lagi rebahan aja.”

“Eehhmm ya sudah, nanti aku pulang lebih cepat, ada sesuatu untuk kamu,” kata Ferdian.

“Apa, Om?" tanya Lusi penasaran.

“Ada deh, tunggu aja. Sudah ya, aku selesaikan kerjaan dulu.”

“Baik, Om.”

Ferdian mengakhiri sambungan teleponnya. Lalu tersenyum-senyum sendirian membayangkan wajah imut Lusi di benaknya.

Dia tak pernah menduga sama sekali karyawan kios bunga langganannya itu sekarang jadi istrinya walaupun dengan perjanjian pra-nikah di belakangnya. Tapi itulah hidup, selalu penuh dengan sesuatu yang tak terduga.

BAGI JEMPOL NYA YAH GAESSS...

LIKE, VOTE, BINTANG 5, KRITIK DAN SARAN DI KOLOM KOMENTAR YAH.

HAPPY READING.

1
Sudi Budoyo
sy suka
Mmh Astri
novel toon ia the best
Mmh Astri
👍👍👍🥰🥰🥰💪🙏
Atiqah Adnan
best
Ridwan Sutarso
klise, seperti biasa, jualan kesedihan ... bikin yang agak beda
Tutik Rahayu
tuh kan ga tegas lg si lusi,
tokohnya ga ada yg tegas slalu menggantung
reynard aja yg tegas
Tutik Rahayu
pak dirman yablak jg ya.... ngapain bilang kmr pisah , bodoh
🌺sahaja🌺
thooor malah penasaran sama kisah Maesaroh & johan😁😁😁😁😁
🌺sahaja🌺
SUAMI : JOHAN
ISTRI : MAESAROH
jauh amat thooor, suami gaul abis istri kampungan banget😅😅😅😅😅😅
🌺sahaja🌺
mengap2 deh loe,kayak ikan gak dapet air😅😅😅😅
🌺sahaja🌺
kayaknya cuma mbak ira pemeran figuran yg comel😁😁😁
🌺sahaja🌺
ikutan deg degan
Pipit Sopiah
susah milihnya Thor ganteng semua🤦‍♀️
Pipit Sopiah
baru nyadar kamu marry
Pipit Sopiah
Mak Lampir ga tau malu,, bercokol di rumah Ferdian terus, urat malunya udah putus kaliiiii
Pipit Sopiah
lanjut lagi bacanya
Pipit Sopiah
lanjut lagi bacanya walau nyicil
Mayyuzira
Alhamdulillah selamat.aku yg deg deg an
Pipit Sopiah
lanjut lagi bacanya di sela sela lelahnya pulang kerja
Pipit Sopiah
Alhamdulillah jalan dari Allah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!