NovelToon NovelToon
WANG SHIN

WANG SHIN

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengawal / Identitas Tersembunyi / Balas Dendam
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Eka Magisna

𝘛𝘳𝘢𝘨𝘦𝘥𝘪 𝘱𝘦𝘮𝘣𝘦𝘳𝘴𝘪𝘩𝘢𝘯 𝙈𝙤𝙧𝙣𝙞𝙣𝙜 𝙂𝙡𝙤𝙧𝙮—𝘖𝘳𝘨𝘢𝘯𝘪𝘴𝘢𝘴𝘪 𝘱𝘳𝘢𝘫𝘶𝘳𝘪𝘵 𝘣𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘦𝘴𝘢𝘳𝘬𝘢𝘯 𝘞𝘢𝘯𝘨 𝘚𝘩𝘪𝘯 𝘴𝘦𝘣𝘢𝘨𝘢𝘪 𝘮𝘢𝘴𝘵𝘦𝘳 𝘦𝘭𝘪𝘵𝘦 𝘱𝘳𝘢𝘫𝘶𝘳𝘪𝘵, 𝘮𝘦𝘯𝘦𝘸𝘢𝘴𝘬𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘣𝘦𝘳𝘢𝘱𝘢 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘳𝘦𝘬𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢, 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘢𝘵 𝘵𝘦𝘳𝘱𝘶𝘳𝘶𝘬 𝘴𝘢𝘢𝘵 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘥𝘪𝘢𝘯𝘨𝘨𝘢𝘱 𝘴𝘦𝘭𝘦𝘴𝘢𝘪 𝘣𝘦𝘨𝘪𝘵𝘶 𝘴𝘢𝘫𝘢.
𝘚𝘩𝘪𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘭𝘢𝘯𝘪 𝘬𝘦𝘩𝘪𝘥𝘶𝘱𝘢𝘯 𝘳𝘢𝘯𝘥𝘰𝘮 𝘴𝘦𝘵𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘪𝘵𝘶— 𝘵𝘦𝘳𝘮𝘢𝘴𝘶𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘴𝘶𝘢𝘮𝘪 𝘴𝘦𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘸𝘢𝘯𝘪𝘵𝘢 𝘵𝘶𝘢.
𝘕𝘢𝘮𝘶𝘯 𝘥𝘪 𝘣𝘢𝘭𝘪𝘬 𝘪𝘵𝘶 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢, 𝘥𝘪𝘢 𝘵𝘦𝘯𝘨𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘢𝘯𝘨𝘶𝘯 𝘬𝘦𝘬𝘶𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘴𝘢𝘳 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘱𝘦𝘮𝘣𝘢𝘭𝘢𝘴𝘢𝘯 𝘥𝘦𝘯𝘥𝘢𝘮.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka Magisna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

왕신 ー 9

...왕신...

...-----ᏇᏗᏁᎶ ᏕᏂᎥᏁ----...

𝓗𝓪𝓹𝓹𝔂 𝓻𝓮𝓪𝓭𝓲𝓷𝓰!

.

.

Penandatangan serah terima jual beli sudah selesai. Uang pembelian akan diterima Gibaek dari Takeda jika barang telah siap diberangkatkan dari dermaga.

Proses itu sedang ditangani tiga bawahan Gibaek.

Hari berikutnya.

Dari sebuah kotak telepon umum, Shin ada di dalam sana, menghubungi Park Junwon demi kepentingan laporan.

“Besok sore, dermaga timur, transaksi akan dimulai. Bawa anggota sebanyak mungkin. Bagi dua pasukan untuk gudang produksi. Selamatkan para pekerja paksa di sana yang sudah terpapar penyakit, jangan bunuh dengan peluru.”

Setelah memastikan semua baik-baik didengarkan Junwon, Shin keluar dari sana dengan tatapan awas ke sekitaran, langkah tergesa menuntunnya pergi menuju mobil yang terparkir di halaman sebuah toko. Selanjutnya dia akan menjemput Aiko Hart, sesuai permintaan wanita itu ke hotel Peony. Takeda akan ikut serta di sana, tidak menggunakan mobil rental yang disewanya.

Malam ini, Gibaek mengadakan acara di belakang markas yang mana ada sebuah area luas tidak beratap, disulap Venomous menjadi kemeriahan pesta.

Banyak makanan tersaji setelah mendatangkan koki dari restoran kenalan Gibaek. Wanita-wanita seksi diundang hadir memeriahkan untuk menyempurnakan hiburan mereka.

Shin, Aiko Hart dan Takeda tiba di sana 40 menit kemudian. Jalanan cukup macet karena adanya kecelakaan.

Dengan langkah elegan dan gaun seksinya, Aiko berjalan berdampingan Shin tanpa bergandeng. Di belakangnya, Takeda mengikuti tetap mengambil peran pengawal.

Teman-teman Gibaek melambai dari posisi sekian jarak, di tempat yang paling baik versi mereka.

“Selamat datang. Jangan sungkan. Silakan nikmati jamuan kami, Tuan Takeda, Nona Hàrt.” Dokyung menyambut mereka.

“Arigatōgozaimas.”ーTerima kasih.

Aiko dan Takeda duduk mengisi sofa yang telah dipersiapkan.

Shin mengambil segelas anggur lalu berdiri menatap keramaian para anggota yang menggila dengan musik, minuman dan para gadis. “Gibaek belum kembali?” tanyanya pada Namdongーsatu anggota terbaik secara fisik dari enam kepala kepercayaan Gibaek.

“Belum, mungkin sebentar lagi,” jawab Namdong, sepiring kecil cupcake ada di tangan, sedang dikunyahnya dengan semangat. “Seorang bos harus berpenampilan paling mengkilau dari kita, 'kan? Mungkin dia sedang memoles lipstik.” Lalu tertawa dengan mulut penuh.

Disambut Shin hanya dengan senyuman setengah minat.

“Siapa yang kau bilang sedang memoles lipstik?!”

Namdong terentak perhatiannya. “Haha, kau datang?”

Sol Gibaek baru saja tiba dengan penampilan terbaikーsetelan jas dengan rambut klimis tersisir rapi ke belakang seluruhnya.

“Tidak, itu pasti Dokgo!” kilah Namdong. Pandangannya kemudian jatuh pada seseorang yang berdiri malu di belakang Sol Gibaek. “Woa, apakah dia pemilik nama yang selalu kau gumamkan dalam tidurmu dan yang selalu kau nyanyikan di kamar mandi?”

“Diam kau, Bajingan!” Pundak Namdong dipukul Gibaek, peringatan jangan membuka aib, tapi rekan gilanya itu malah tertawa tidak peduli.

Lain dengan kegilaan Namdong dan rasa malu Gibaek yang aibnya baru saja dibuka, Shin sedang menyorot matanya ke satu arahーYoo Ana, yang datang ke tempat itu dalam gandengan Gibaek.

Wanita itu tidak bisa menyembunyikan perasaan terkejutnya. Setelah terbengong karena keberadaan Shin di sana, segera dengan cepat dia membuang pandangan ke bawah lantai. Resah menyergap hingga ingin tenggelam saja.

Kepulangan Shin terakhir kali ke rumah, dia berjanji tidak akan terlibat lagi dengan Sol Gibaek, apalagi setelah tahu jika Gibaek adalah satu pemeran penting dalam kejahatan yang diburu kepolisian.

Sehubung situasi sekarang, Ana memang salah, menyanggupinya saja sudah salah, ditambah ketidaktahuan jika Gibaek akan membawanya ke tempat ini.

Gibaek mengatakan hanya akan mengajak makan malam saja. Jika yang dimaksud adalah pesta bersama teman-teman gilanya seperti ini, maka Ana akan menolak sebisa mungkin, karena dia tahu Shin ada di sana. Sialnya, seharusnya dia peka saat Gibaek memintanya memakai gaun yang dibawakan.

Semua menjadi fatal, keterlanjuran tidak bisa dikembalikan.

“Hai, Ana. Kau datang?" Shin berbasa-basi, sekedar saja.

“I-iya,” jawab Ana, kaku tak jelas.

Gibaek tersenyum, lalu menarik pinggang Ana untuk merapat, mengukuhkan kepemilikan di hadapan Shin.

Seratus persen Ana tak nyaman, tapi tidak bisa menolak dan hanya bisa tersenyum tak kalah kering.

Pada akhir baik Shin maupun Ana, sama-sama menjadi pemeran dalam kisah sampah mereka.

Tidak berlarut, Shin memalingkan wajah untuk menyambut panggilan Takeda. “Ya, Tuan Takeda.”

Dari sana Gibaek baru sadar jika klien pentingnya sudah duduk mengisi tempat duduknya. “Oh, ternyata Nona Hart sudah datang. Ayo, Ana.” Tangan dijulurkan pada Ana agar digandeng. “Mari sapa tamuku.”

Ana terpaksa menyambut.

Di posisi Shin.

“Aku ingin ke toilet, tolong jaga Nona di dekatnya,” pinta Takeda, diangguki Shin tanda setuju.

Takeda berlalu dari sana. Shin tidak menolak saat Aiko menepuk kursi kosong di sebelahnya. Sekilas dia melirik Ana yang mendekat bersama Gibaek sebelum kemudian duduk berdampingan Aiko.

Wajah yang pucat menahan perasaan kacau, Ana tidak berani menatap suaminya sama sekali.

“Hallo, Nona Hart,” sapa ramah Gibaek. “Senang kau mau bergabung.”

“Aku merasa terhormat,” balas Aiko. Bibirnya mengerucut lucu saat dengan elegan menyesap minuman berwarna merah.

“Kalian cocok sekali,” ujar Gibaek, sembari membawa Ana duduk bersebrang mereka. Tidak lupa meraih telapak tangannya untuk digenggam.

“Jangan berlebihan, Tuan Sol. Anda akan membuat semua orang salah paham dengan kami,” imbuh Aiko, ringan dan kalem. Sekilas matanya melirik Wang Shin, sirat matanya langsung terisi saat sesuatu dia temukan.

Manis senyum dan suara lembut Aiko membuat Ana tertarik untuk menatap, sebelum akhirnya bertemu tatapan Shin yang amat dingin di sebelah wanita itu.

Ludah ditelan kesat ke tenggorokan. Cepat memalingkan muka sebelum resahnya semakin bertumpuk. Dalam hatinya hadir goresan merujuk pertanyaan: Kenapa Shin berdampingan dengan wanita secantik itu? Gibaek bahkan memuji kecocokan mereka. Ada apa?

“Sama seperti denganmu, aku dan Shin hanya rekan bisnis. Dia hanya berusaha menghargaiku sebagai tamu,” tambah Aiko.

“Begitukah? Tapi kurasa tak apa-apa jika kalian ingin membangun hubungan yang lebih jauh.” Gibaek memprovokasi.

Ana mendengus kecut, yang hanya dilihat oleh suaminya seorang saja.

Aiko hanya tersenyum, sementara Shin tidak terbaca.

“Apa dia kekasihmu, Tuan Sol?” Aiko ini sedang bermain, ekspresi orang-orang di dekatnya baginya sangat menarik.

“Ah, dia ...” Tangan Ana diraih Gibaek, tatapan penuh cinta menguasai pandangan semua orang. “Kami cinta masa lalu, sempat berpisah dan baru dipertemukan kembali baru-baru ini. Kurasa tak akan lama lagi semua terulang. Itu tidak buruk, 'kan? Benar begitu, Shin?”

Ditarik namanya, Shin tersenyum, kemudian memberi satu anggukan. “Ya. Kurasa aku harus memberikan selamat pada kalian.”

Melebar senyuman Gibaek. “Kau memang terbaik.”

Ana terpaksa memasang senyuman, sumbang dan lebih dari terpaksa.

Obrolan berlanjut sampai ke tahap yang semakin mendekatkan Ana dengan Sol Gibaek, juga Wang Shin dengan Aiko.

Teman-teman Gibaek yang lain sampai tertarik untuk mendekat, lalu menambah banyak lelucon sambil senang tertawa-tawa.

Shin meneguk anggurnya sekali tandas, kemudian berdiri. “Nona Hart, bukankah Anda ingin memakan sesuatu? Kurasa di meja besar di sana ada banyak makanan.”

Kata-kata Shin sempat ditanggapi Aiko dengan dahi mengernyit, tapi kemudian paham dan mengikuti permainan lelaki itu. “Oh ya, kau benar. Bagaimana aku bisa melupakan perutku sendiri.” Segera dia berdiri. “Semuanya, aku ikut dengan Shin.”

“Hahaha! Silakan, Nona Hart. Selamat bersenang-senang.”

“Shin! Buat dia tidak melupakan malam yang indah ini.”

Shin hanya mengedik bahu menanggapi mereka, sebelum kemudian berjalan menjauh, diikuti Aiko di belakangnya.

“Bukankah mereka sangat cocok, Ana?" Gibaek bertanya. “Shin yang tampan dan Nona Hart yang begitu cantik.”

Sesaat tak ada jawaban dari mulut Ana, lalu kemudian menyetujui. “Kau benar. Wanita itu cantik sekali, sangat cocok dengan Shin. Mereka seperti dewa dan dewi yang sengaja dijodohkan langit.”

1
chaa
semangat 💪
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: nggak, Kak.
gk semangat aku ... 😭
total 1 replies
Be___Mei
Hemmm, pekerjaan Shin nggak jauh jauh dari orang berkuasa.
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: emang gitu, Mak?🤓
total 1 replies
Be___Mei
Nahhh, kan. Gerak-gerik Nyonya Lim nggak bisa. Orang kaya elit emang begitu 🤧
Be___Mei
Pinter juga Nyonya ini
Be___Mei
Ian, cewek???
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: Laki, Mak.
Ian Haris🤓
total 1 replies
Be___Mei
Cobain masakan Kalimantan juga ya 😂
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: Jangan bilang buaya goreng?🤣
total 1 replies
Be___Mei
kwkwkwk barulah terungkap bahwa Shin tajir melintir 😂😂
Be___Mei
Udahlah, Shin. Cewek banyak kok di dunia. Salah satunya aku 🤭 cuma aku sedikit berbeda dengan Ana. Kalau Ana biasanya pakai gaun seksoi, aku pakainya daster 😂😂
Be___Mei
Aishhh!! Ana Sibal ****
Be___Mei
Ya elah, Neng! Dikasih aman malah kabur.
Be___Mei
Mamam tuh calon mantu idaman
Be___Mei
Iya juga. Ngapain coba meladeni Gibek padahal dia udah hapus ikatan kontrak sama Shin. Apakah dia mau berpijak di dua perahu?? Ana oh Ana
Be___Mei
Bayangin wajah visual artis kpopnya kebingungan. Pasti lucu tapi kasihan juga 🥲🤣
Be___Mei
Istri mana yang bisa menolak pesona seorang Shin?! Walaupun nikah kontrak, tapi mereka pasangan sah 🤧
Be___Mei
Teman Anda! Teman baru Anda 🤧 orang yang selalu kau andalkan, itu dia suami Ana
Be___Mei
Perasaanku mengatakan Takeda masih hidup. Pria sekuat itu tidak mudah jadi ubi kan mak???
Machan
kurang menantang ye, Shin😆
Machan
bisa jujur juga ternyata mulutnya
Machan
anjay, keren tatonya
Machan
pernah ngalamin ini saat rapat pembentukan anggota OSIS🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!